KARTU NAMA

Olivia pun mengusir pelayan itu keluar dari kamarnya, "Ingat harus selalu mengawasi dia!"

"Baik Nona," jawab pelayan itu.

Keesokan harinya kunci kamar utama telah berubah menjadi berakses sidik jari. Setelah sidik jari Eryk teregistrasi, dia meminta Paman Fang memanggil Flavia.

"Ya Tuan," ujar Flavia.

"Kemarikan tanganmu!" perintah Eryk.

"Untuk apa Tuan?" tanya Flavia sambil mengernyitkan kedua alisnya.

"Sudah kemarikan saja," jawab Eryk seraya menarik jemari Flavia yang imut itu.

Eryk mulai meregestrasi sidik jari tangan Flavia. Dari kejauhan Olivia melihat hal ini lalu segera berlari ingin mencegah.

"Apa yang mau kau lakukan?" tanya Olivia sambil menarik tangan Flavia.

"Merigestrasi sidik jarinya," jawab ringan Eryk.

"Kenapa dia, bukankah aku yang tunanganmu?" tanya protes Olivia.

"Dia adalah perawat pribadi Mama, jika aku meminta dia datang ke kamar untuk membawa mama, maka itu akan lebih memudahkannya jika dia punya akses masuk," jawab Eryk lagi.

Olivia memandangi Flavia dengan sirat mata kebencian. Status apa yang di miliki oleh gadis buruk rupa ini sehingga bisa dekat dengan calon suaminya.

Tanpa diminta lagi, Flavia langsung saja meletakan jarinya di sensor kunci otomatis itu. Melihat itu tentu saja Olivia semakin marah. Sementara itu, Eryk langsung saja meregistrasi sidik jari Flavia sebanyak tiga kali.

Flavia sangat mwngerti jika Olivia memiliki tempramen yang mudah meletup-letup. Karena itu dia tidak perlu bersusah payah untuk memprovokasinya. Dengan hal sekecil ini saja sudah cukup membuat hati Olivia terbakar.

"Aku akan ke kamar untuk mengecek keadaan Nyonya Lin," ujar Flavia.

Flavia berjalan dengan sedikit senyum mengangkat sudut bibirnya. Berencana dalam hati akan menyiksa Olivia secara perlahan. Seperti tadi salah satunya.

Flavia membiarkan Olivia berada di atas awan yang tinggi dulu, barulah nanti jika saatnya tiba untuk menjatuhkannya maka itu nanti akan terasa sangat sakit bagi Olivia.

'Pertama kali memberi pelajaran, mana bisa begitu ringan' pikir Flavia.

'Aku sudah menyiapkan kado terbaik untuk hari pernikahanmu, tunggu saja' ujar Flavia dalam hati dengan tetap sambil tersenyum.

Setelah Flavia pergi, Olivia mengajak Eryk berbicara serius. "Apa kau tidak ingin meregistrasi jariku juga?"

"Aku rasa tidak perlu," jawab Eryk sambil bergegas pergi.

"Aku ini calon istrimu," ujar kesal Olivia sambil menarik tangan Eryk.

Dengan reflek, Eryk menghempaskan tangan Olivia. Lalu dia mengambil sapu tangan dari sakunya, dan mengelap tangan yang tadi dipegang oleh Olivia.

"Jika masih ingin tinggal di sini, jangan pernah membantahku!" ujar Eryk dengan marah lalu meninggalkan Olivia dan kemarahannya.

"Arrgh ... sial," teriak Olivia kesal.

"Aku harus bisa menyingkirkan wanita buruk rupa itu," ujar kesal Olivia merutuki Flavia.

Olivia sedang mendendam, lain hal dengan Flavia yang sangat senang karena bisa menyiksa Olivia si pembuli. Menjadi Nona Muda Gu, sedari kecil semua hal yang diinginkan selalu terpenuhi.

Jadi analisa Flavia, tidak bisa menaklukan Tuan Muda Lin, adalah suatu penyiksaan terberat bagi Olivia di sepanjang hidupnya.

Flavia mendapatkan pesan dari Austin Long, jika dia sedang ada di Beining City. Membacanya tentu membuat Flavia senang.

Gurunya itu akan menjadi pembicara di seminar kesehatan, sudah tentu Flavia tidak akan membuang kesempatan ini. Austin memberikan Flavia akses masuk khusus.

Flavia langsung saja mencari Paman Fang, "Paman hari ini aku ijin keluar sebentar," ujar Flavia sambil masuk ke dalam taksi yang dia pesan.

"Ei ... anak ini," ujar Paman Fang.

Setelah berhasil menyingkirkan Paman Lin, asisten He mengatur dokter yang baru, ini sebuah agar memudahkan Flavia ketika mengobati Nyonya Lin. Dokter itu bagian dari Klan Naga Hitam.

Sesampainya di sana, Flavia langsung menunjukan scan barcode yang berfungsi sebagai kartu akses. Dia pun masuk tanpa harus berdesak mengantri seperti peserta lain.

"Guru," sapa Flavia.

Austin pun menoleh ketika melihat muridnya itu, bibirnya melengkungan sebuah senyuman, "Duduklah."

Ketika Flavia duduk, Austin langsung mengambil tangan muridnya itu dan menghitung detak jantungya.

"Normal," ujarnya tersenyum.

"Guru tahu aku sedang hamil?" tanyanya polos.

"Gadis bodoh..." ujar Austin seraya menyentil kening Flavia.

"Ah iya kau adalah guru," ujarnya sambil tertawa.

Gurunya ini selain master racun, juga aset berharga bagi negara, dari tangannya terlahir alat mata-mata yang canggih ataupun senjata yang canggih. Sebut saja peluru uranium. Satu peluru yang bisa menembus baja. Atau pun penyadap bunglon. Sebuah alat yang bisa berkamuflase dengan mengikuti warna yang ada di sekitarnya.

Austin mengeluarkan sebuah foto dan memberikannya kepada Flavia, melihat itu adalah foto Klan Naga Hitam. flavia menatapi gurunya itu seraya berkata.

"Guru terima kasih karena sudah menjagaku selama ini," ujarnya.

"Meski kau mendapatkan perlindungan dari mereka, kau harus tetap berhati-hati," nasehat Austin.

"Ya guru," jawab Flavia.

Flavia memahami arti nasehat gurunya ini, gurunya itu selalu mendidiknya dengan keras. Harus pandai-pandai menyelesaikan sendiri tiap permasalahan yang ada, cara yang sama ketika gurunya mendidik seorang calon raja yang terbuang waktu itu, Raja yang sekarang telah menjadi menantunya. Karena inilah yang membuat Flavia selalu berusaha menyelesaikan permasalahannya sendiri, tidak bergantung kepada master gurunya itu.

"Hubungi orang ini ," ujar Austin seraya memberikan sebuah kartu nama yang telah dia tanda tangani di belakangya.

"Ini siapa?" tanya Flavia.

"Orang yang bisa membantu rencanamu," jawab Austin Long.

"Henry Lin," baca Flavia.

Ketika Flavia di bawa oleh Tuan Mo, Austin telah menebak dengan benar jika muridnya ini akan segera membuat perhitungan. Karena itu dia memutuskan memberikan satu orang yang paling dia percaya untuk mendukung penuh jalan balas dendam muridnya ini.

Flavia sudah membuktikan di depan Austin Long, bahwa dia selama ini cukup berbaik hati dengan diam atas segala sikap buruk dari keluarga Gu.

"Adakalanya melawan baik lebih baik dari diamn," ujar Austin.

"Dia bisa menambah hadiah kejutan yang telah kau siapkan," ujar Austin lagi seraya berdiri lalu mulai memasuki podium untuk menjadi nara sumber.

Flavia pun berdiri, lalu menundukan kepalanya, 'Terima kasih guru'

Di Aula acara, begitu Austin masuk beberapa orang telah bersiap menyambut Austin, dan salah satunya adalah Eryk Lin.

"Tuan Long, sumgguh sebuah kehormatan bisa bertemu," sapa Eryk Lin.

Austin terdiam sejenak, lalu melirik permintaan jabat tangan dari Eryk. Tersenyum ramah lalu menerima jabat tangan itu.

"Silahkan Tuan," ajak Eryk Lin kepada Austin untuk segera naik keatas panggung.

Hari ini Eryk akan menjadi moderator untuk acara seminar kesehatan ini. Flavia tersenyum melihat gurunya dan ayah dari bayinya itu berdiri bersandingan.

'Jangan marah kepada Mama ya, kau hanya milik Mama dan hanya milik Mama' ujar lembut Flavia dalam hati seraya mengusap-usap perutnya itu.

Terpopuler

Comments

aphrodite

aphrodite

iya hanya milik Mama

2024-11-24

0

aphrodite

aphrodite

si agen rahasia yg tampan😍

2024-11-24

0

mbah ibu

mbah ibu

Flavia diistimewakan.. hati Olivia kebakar cemburu semoga tidak gosong

2024-10-24

0

lihat semua
Episodes
1 DIMINTA UNTUK DATANG
2 TATO NAGA HITAM
3 NODA MERAH
4 TANAH LIAT
5 HANTU
6 BAB PROMO KHUSUS PARA AUTHOR
7 PERHITUNGAN
8 KEDIAMAN LIN
9 JARUM EMAS
10 MANA HADIAHNYA?
11 MERASA KESAL
12 NYAMUK
13 SUSUNAN MENU
14 LOMBA GENRE WANITA MANDIRI
15 TIDAK PERLU KASAR!
16 MERASA MUAL
17 KARTU NAMA
18 PULPEN
19 PINDAH KAMAR
20 Q&A
21 AKSES
22 APA HAKMU?
23 HADIAH KEMBANG API BESAR
24 MENGACAUKAN PERNIKAHAN
25 MIMINJAM IDENTITAS
26 ASISTEN HE ADA DUA
27 KRAM PERUT
28 STATUS
29 MASKER RUMPUT LAUT
30 SEPASANG SUAMI ISTRI
31 MENAHAN DIRI
32 TUAN MUDA KECIL
33 CEDRIC
34 VISUAL TOKOH
35 HARTA KARUN
36 HANTU WANITA
37 BAN KEMPES
38 BEKAL MAKANAN
39 TUAN HE
40 KAU!
41 PAPA
42 WANITA MANDIRI
43 AHLI WARIS KELUARGA LIN
44 KESEPAKATAN
45 KESEPAKATAN
46 TAKDIR
47 PENGUMUMAN
48 MOBIL SAYURAN
49 SATU NYAWA
50 MAGNET
51 PLAT MOBIL
52 NAGA KECIL
53 JANGAN SENTUH AKU
54 DEWA PERANG
55 HANYA BOLEH AKU
56 IDE
57 JURNAL MEDIS
58 RAYNAR SEBASTIAN
59 PENGUMUMAN ARIANA THE SECRET AGENT
60 DAUN MINT
61 TEMAN BAIK
62 MENENDANG
63 MENYEMBUR
64 TETANGGA
65 10 BAB PERTAMA
66 MENANGIS PANIK
67 CALON TANTE RAYNAR
68 VILLA ANGGREK
69 BAYI KECIL KITA
70 SIAPA PRIA ITU?
71 PINJAM ORANGMU
72 RUMAH AMAN
73 NASI GORENG BERJUTA RASANYA
74 CEDRIC LIN
75 TERINFEKSI
76 WANITA DI SUDUT GEDUNG
77 MEMANAH
78 RINDU
79 PERACIK
80 DISTRIBUTOR
81 SOSIS DAN PERMEN
82 NAMA TENGAH
83 KEKACAUAN
84 PISAU
85 DUET MAUT
86 SAPU TANGAN MERAH & BULU PUTIH
87 SANGAT SEKSI
88 KONSELIR
89 PENGANTIN BARU
90 PENGKHIANAT
91 AKU MENYUKAIMU!
92 KOMA
93 AKAN MENIKAH
94 ISTRI KEDUA
95 KERJASAMA
96 PARFUM BRUTAL
97 CEMBURU DENGAN KERTAS
98 SUPERSYSTEM
99 CEMBURU
100 PETIR
101 PESAN CINTA
102 DUA AHLI BERDISKUSI
103 HIPNOTIS
104 FLAVIA TIDAK MENOLAKNYA
105 KOTAK MAKAN
106 PENGAWAL BAYANGAN
107 HANGAT DI HATI
108 MENGURUS PERNIKAHAN
109 PERNIKAHAN
110 GAYA NOMOR 16
111 LOMBA TEMA BENANG MERAH
112 MALAM PERTAMA
113 SEKILAS TENTANG KITA
114 TERSESAT
115 MENGABULKAN PERMINTAAN
116 3,5 TAHUN
117 AKU BERUBAH PIKIRAN
118 BSU
119 PINK VENOM
120 BERLUTUT
121 LAUT
122 APAKAH PRIA ITU ADALAH AKU?
123 MENEMBUS HATINYA
124 GUSAR
125 JANJI PERTUNANGAN
126 KUCING PERAMPOK
127 BERWAJAH MASAM
128 SATU ... DUA ... TIGA, SENYUM
Episodes

Updated 128 Episodes

1
DIMINTA UNTUK DATANG
2
TATO NAGA HITAM
3
NODA MERAH
4
TANAH LIAT
5
HANTU
6
BAB PROMO KHUSUS PARA AUTHOR
7
PERHITUNGAN
8
KEDIAMAN LIN
9
JARUM EMAS
10
MANA HADIAHNYA?
11
MERASA KESAL
12
NYAMUK
13
SUSUNAN MENU
14
LOMBA GENRE WANITA MANDIRI
15
TIDAK PERLU KASAR!
16
MERASA MUAL
17
KARTU NAMA
18
PULPEN
19
PINDAH KAMAR
20
Q&A
21
AKSES
22
APA HAKMU?
23
HADIAH KEMBANG API BESAR
24
MENGACAUKAN PERNIKAHAN
25
MIMINJAM IDENTITAS
26
ASISTEN HE ADA DUA
27
KRAM PERUT
28
STATUS
29
MASKER RUMPUT LAUT
30
SEPASANG SUAMI ISTRI
31
MENAHAN DIRI
32
TUAN MUDA KECIL
33
CEDRIC
34
VISUAL TOKOH
35
HARTA KARUN
36
HANTU WANITA
37
BAN KEMPES
38
BEKAL MAKANAN
39
TUAN HE
40
KAU!
41
PAPA
42
WANITA MANDIRI
43
AHLI WARIS KELUARGA LIN
44
KESEPAKATAN
45
KESEPAKATAN
46
TAKDIR
47
PENGUMUMAN
48
MOBIL SAYURAN
49
SATU NYAWA
50
MAGNET
51
PLAT MOBIL
52
NAGA KECIL
53
JANGAN SENTUH AKU
54
DEWA PERANG
55
HANYA BOLEH AKU
56
IDE
57
JURNAL MEDIS
58
RAYNAR SEBASTIAN
59
PENGUMUMAN ARIANA THE SECRET AGENT
60
DAUN MINT
61
TEMAN BAIK
62
MENENDANG
63
MENYEMBUR
64
TETANGGA
65
10 BAB PERTAMA
66
MENANGIS PANIK
67
CALON TANTE RAYNAR
68
VILLA ANGGREK
69
BAYI KECIL KITA
70
SIAPA PRIA ITU?
71
PINJAM ORANGMU
72
RUMAH AMAN
73
NASI GORENG BERJUTA RASANYA
74
CEDRIC LIN
75
TERINFEKSI
76
WANITA DI SUDUT GEDUNG
77
MEMANAH
78
RINDU
79
PERACIK
80
DISTRIBUTOR
81
SOSIS DAN PERMEN
82
NAMA TENGAH
83
KEKACAUAN
84
PISAU
85
DUET MAUT
86
SAPU TANGAN MERAH & BULU PUTIH
87
SANGAT SEKSI
88
KONSELIR
89
PENGANTIN BARU
90
PENGKHIANAT
91
AKU MENYUKAIMU!
92
KOMA
93
AKAN MENIKAH
94
ISTRI KEDUA
95
KERJASAMA
96
PARFUM BRUTAL
97
CEMBURU DENGAN KERTAS
98
SUPERSYSTEM
99
CEMBURU
100
PETIR
101
PESAN CINTA
102
DUA AHLI BERDISKUSI
103
HIPNOTIS
104
FLAVIA TIDAK MENOLAKNYA
105
KOTAK MAKAN
106
PENGAWAL BAYANGAN
107
HANGAT DI HATI
108
MENGURUS PERNIKAHAN
109
PERNIKAHAN
110
GAYA NOMOR 16
111
LOMBA TEMA BENANG MERAH
112
MALAM PERTAMA
113
SEKILAS TENTANG KITA
114
TERSESAT
115
MENGABULKAN PERMINTAAN
116
3,5 TAHUN
117
AKU BERUBAH PIKIRAN
118
BSU
119
PINK VENOM
120
BERLUTUT
121
LAUT
122
APAKAH PRIA ITU ADALAH AKU?
123
MENEMBUS HATINYA
124
GUSAR
125
JANJI PERTUNANGAN
126
KUCING PERAMPOK
127
BERWAJAH MASAM
128
SATU ... DUA ... TIGA, SENYUM

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!