Di hotel emperor di ruang istirahat, Flavia sedang duduk beristirahat, ehtah mengapa hari ini dia merasa sangat lelah, matanya memejam. Tapi, telinganya masih mendengarkan acara berita di televisi.
Flavia membuka matanya ketika mendengar nama Olivia Gu disebut, sebagai sosialita kelas atas terkenal. Nafas Flavia menjadi tidak beraturan karena tidak bisa mengendalikan kemarahannya.
"Terkutuklah mereka," Flavia merutuki keluarganya.
"Brengsek," ujar Flavia lagi.
Flavia belum pulih betul secara emosional, dia masih terluka parah. Namun, karena dukungan sosial yang diberikan Tuan Mo, itu membuat Flavia sedikit bisa mengendalikan dirinya dengan baik.
Flavia bersiap pulang, tapi tiba-tiba di koridor dia pun pingsan. Sementara itu, Olivia Gu bersama Tuan dan Nyonya Gu tengah menunggu Eryk di kediaman Lin.
Eryi Lin mengernyitkan alisnya ketika melihat para tetua Lin juga berkumpul.
"Duduklah," ujar Tetua Lin.
"Kami memanggil kau agar segera pulang karena ada suatu hal yang penting," jelas tetua Lin.
"Lihatlah ini," ujarnya lagi sembari memberikan amplop kepada Eryk.
Eryk pun mengambilnya dan membuka lipatan surat itu. Tatapan matanya menyiratkan ketidakpercayaan ketika membacanya.
"Hamil?" ujar Eryk masih dengan sedikit tidak percaya.
"Kenapa? Apa kau meragukannya?" tanya tetua Lin.
"Kami sudah memastikan jika malam itu, kau adalah pria pertama Olivia Gu,"
Eryk pun terdiam, perasaan di malam itu telah menghilang ketika dia melihat Olivia. Hatinya mengatakan jika wanita yang duduk di depannya saat itu bukanlah magnet besar di malam itu.
Eryk terdiam sesaat lalu berkata, "jika begitu kalian saja yang atur tentang hal bertunangan dan juga menikah."
"Tuan Gu, Nyonya Gu, aku pamit. Masih ada hal yang harus aku kerjakan," ujar Eryk dengan sopan.
"Ya, ya silahkan, anak muda memang haruslah pekerja keras," puji Tuan Gu.
Hatinya Enggan menikah dengan Olivia. Namun, berpikir janin yang ada bertumbuh di dalam perut Olivia Gu, tidak bersalah maka barulah dia bersedia mempercepat pertunangan dan pernikahannya.
Acara pertunangan Eryk Lin dan Olivia Gu pun telah di putuskan akan dilaksanakan dalam satu bulan ke depan. Sementara itu di Mansion Mo, dokter juga mengatakan jika Flavia tengah mengandung.
Tuan Mo yang mendengarnya merasa senang sekaligus sedih, lalu meminta asisten He untuk menyelidiki siapa ayah dari bayi flavia ini.
"Aku ingin nama pria brengsek itu!" perintah Tuan Mo sambil menggulung lengan bajunya dan terlihatlah tato naga hitam.
"Baik Tuan," jawab asisten He yang langsung menundukan kepalanya memberi hormat.
Jika Tuan Mo sudah memperlihatkan tato naga hitam dengan sengaja itu artinya, masalah Flavia adalah masalah bagi satu klan naga hitam.
Selama ini Flavia tidak ingin membuka kejadian kelam waktu itu, baginya itu terlalu kejam. Karena itu Tuan Mo hanya bisa mencari tahu sendiri. Pada awalnya Tuan Mo juga tidak berniat membuka kenangan buruk yang flavia alami.
Namun, karena ini demi bayi yang ada di dalam kandungan Flavia maka tuan Mo barulah bersedia melakukan semua penyelidikan ini. Melihat rupa flavia yang begitu cantik rupawan, maka Tuan Mo berkesimpulan jika Flavia berada di lingkaran keluarga kaya.
Keesokan harinya, Flavia masih merasa lemas, "Kakek," sapanya ketika melihat tuan Mo masuk ke kamarnya.
"Bagaimana rasanya, apa sudah merasa lebih baik?"
"Sedikit," jawab Flavia.
"Aku ingin memberitahumu sebuah kabar baik," ujar Tuan Mo.
"Kabar baik?" tanya Flavia.
"Ya … sebentar lagi kau akan menjadi ibu," jelas Tuan Mo.
"Menjadi ibu … a-ku … apakah maksud kakek aku hamil?"
Tuan Mo mengangguk. Tapi, Flavia malah menangis, berpikir bayinya akan lahir tanpa ayah.
"Mengapa sedih?" tanya Tuan Mo.
"Tidak seharusnya kau sedih, bayimu adalah milikmu, jangan biarkan keadaan membuatmu menjadi benci terhadap nyawa tak berdosa itu," nasehat Tuan Mo.
Flavia merasa canggung, dia resah, hatinya bingung. Lalu Tuan Mo berkata lagi, "jika aku senang dengan kehadiran bayi ini, maka seharusnya kau dua kali lebih senang."
Flavia mengusap lembut perutnya yang masih nampak rata itu, merasa perkataan Tuan Mo sangatlah benar.
"Ya kakek benar, ini adalah bayiku, dan hanya miliku, maka aku akan menjadi pelindungnya," ujar Flavia dengan penuh percaya diri.
"Aku telah menyelidiki ayah dari bayimu," ujar Tuan Mo memberikan sebuah berkas kepada Flavia.
Asisten He benar-benar bergerak cepat, malam diminta, pagi sudah mendapatkan. Flavia membuka berkas penyelidikan itu.
"Eryk Lin," gumam pelannya.
Waktu di kediaman Gu, dia pernah mendengar rumor, jika menantu keluarga Lin haruslah wanita perawan.
'Ha ha ha, jadi malam itu mereka menukarku hanya agar bisa masuk ke keluarga Lin' pikir Flavia yang merasa lucu.
'Mereka pikir aku ini apakah bukan manusia, mereka telah benar-benar menganggap aku ini patung' pikir Flavia lagi.
"Jadi apa yang akan kau lakukan sekarang?"
"Tentu saja membuat perhitungan," jawab yakin Flavia.
'Jika bayiku tidak memiliki ayah, maka bayi Olivia juga tidak akan memiliki ayah' ujar Flavia dalam hati.
"Katakan saja jika ada yang bisa kakek lakukan untukmu!" ujar Tuan Mo.
"Tidak perlu merepotkan kakek," jawab Flavia sambil tersenyum.
"Ini adalah perhitunganku, jadi hanya aku yang boleh berhitung dengan mereka," jawab lugas Flavia.
Nyawa yang bertumbuh di perutnya itu seakan baru saja menyuntikan semangat untuk menghadapi siapapun dan apapun itu.
Tuan Mo menghormati keputusan Flavia, "Jika begitu aku akan selalu mendukung keputusanmu."
"Tapi ingat! Kesehatanmu dan si bayi adalah nomor satu," nasehat Tuan Mo.
"Iya kek, aku akan selalu mengingatnya."
"Apakah ingin sarapan paginya di bawa ke kamar?" tanya Tuan Mo.
"Tidak kek, kita makan bersama saja," jawab Flavia.
Di kediaman keluarga Gu, nampak Olivia sudah membuat orang sibuk dengan acara pertunangan yang akan segera dilakukan. Dia dan Nyonya Gu hari ini akan sibuk membeli cincin pertunangan juga perhiasan, Eryk telah memberinya kartu tanpa batas, yang bisa dia pakai sepuasnya. Dan tentu saja mereka berdua tidak akan melewatkan hal ini dengan begitu saja.
Bahkan mereka mengundang media untuk meliput persiapan pertunangan dengan bujangan nomor satu di kota Beining City ini.
Flavia merasa hari ini sudah lebih baik, jadi memutuskan tetap bekerja. Di media televisi berita tentang rencana pertunangan pun telah viral.
Flavia berdiri di depan televisi sambil bersedekap. Teringat dia juga pernah mendengar jika Nyonya Besar Lin, mengalami penurunan kesehatan setelah melahirkan Eryk Lin, dan sekarang sudah beberapa tahun belakangan ini mengalami stroke, sehingga membuatnya seperti mayat hidup.
Di saat yang bersamaan, keluarga Lin tengah mencari perawat yang bisa menjaga Nyonya Lin.
Tugas-tugasnya hanya memandikan Nyonya Lin, menemaninya, dan juga menyuapi makan dan memastikab obatnya di minum tepat waktu. Flavia memutuskan untuk melamar di posisi itu, menjadi penjaga orang sakit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
Ketika Kepercayaan Dihianati
ini berarti Olivia bukan lgi perawan dan Olivia hamil dengn pria lain,dan flavia dijadikan jebakan agar Olivia bsa dinikahi eryk oh teganya kau keluarga Gu (apa kepnjan ny Gu itu guguk ya 🤣🤣🤣) abis persis kelakuan nya sih 🤭🤭🤭
2024-12-28
0
aphrodite
bagus👍👍
2024-11-24
0
aphrodite
cari taulah..
2024-11-24
0