Sebelumnya Flavia tadi ingin pergi keluar membeli beberapa camilan untuk camilan malamnya. Jadi jika merasa lapar dia tak perlu susah mencari makanan ke dapur dengan diam-diam. Tapi, siapa sangka Tuhan malam ini sangat baik kepadanya, dihadiakan aneka hidangan makanan untuk dia makan sendiri.
Eryk menghentikan langkahnya ketika Olivia tetap terus mengikutinya, lalu membalikan badannya dan berkata, "Apa masih ada keperluan?" tanyanya.
Di tatapi dengan dingin seperti itu, membuat Olivia merasa canggung, "Ah iya, kau sebaiknya beristirahat saja dan aku akan pulang," jawab Olivia.
Olivia langsung bergegas pergi meninggalkan mansion Mo, lagi-lagi di dalam mobil dia melampiaskan kekesalannya dengan memutilasi sebuah boneka. Pertama dia mencukil matanya, lalu menggunting telinga boneka itu.
"Lihat saja aku akan menjadi Nyonya Lin," ancamnya marah kepada boneka yang sedang dia pegang.
Di ruang makan, Flavia duduk bersandar sambil memegangi perutnya yang kekenyangan itu, "Nanti malam jangan merengek meminta camilan,ok."
"Malam ini Mama sudah memberimu makan banyak sekali," gumam Flavia pelan.
'Kelak kau akan menjadi ornag yang mengagumkan, jadilah orang yang bisa mengubah kata menjadi obat. Meski jika kau menjadi orang yang terbuang, tetaplah jadi pantulan cinta bagi orang di sekelilingmu' Nasehat pertama Flavia kepada bayi yang sedang dia kandung.
Merasa mengantuk Flavia pun meninggalkan ruang makan, bergegas ke kamarnnya. Langkahnya terhenti ketika dia melihat foto Eryk
'Maafkan Mama jika memilih tidak bersama papamu' ujar Flavia dalam hati sambil tetap menatapi wajah Eryk di dalam foto.
Di salah satu balik pilar, Eryk bersembunyi dan memperhatikan ini sambil bergumam sedikit senang, "Dia memandangi wajahku."
Setelah Flavia masuk ke kamarnya, barulah Eryk keluar dari persembunyiannya, dan berjalan ke arah bingkai foto yang di gantung di dinding itu.
"Sepertinya aku harus menggantinya dengan senyuman yang lebih tampan," gumam Eryk yang berpikir jika foto yang digantung ini sebaiknya diganti dengan yang lebih baru sehingga terlihat lebih segar.
Eryk pun masuk ke kamarnya, lalu dia duduk di sisi ranjangnya. Dia mengusap kasar wajahnya.
Orang lain pasti akan mentertawakan dirinya jika mereka tahu, dalam hati Tuan Muda Lin menyimpan rasa untuk perawat buruk rupa. Sementara Eryk juga merasa bingung, tidak memakan waktu lama, entah mengapa hatinya selalu merasa familiar dengan aroma tubuh perawat buruk rupa itu.
Setiap kali dia dekat dengan Flavia, maka rasa di malam itu selalu bergelayut dihatinya, menangkapnya, menggenggam hatinya erat.
Eryk terkadang menyangkal rasa itu, berpkir terlalu sering melihat jasad mayat dengan bentuk aneh dan menyeramkan, membuat dia terbiasa dengan wajah-wajah orang yang tidak sedap di pandang.
Di kamarnya, Flavia masih berkutat lagi dengan teka-teki yang diberikan oleh Austin Long.
Masih tentang Yin dan Yang, energi panas dan dingin, tentang keseimbangan.
"Dua energi haruslah dijaga agar tetap seimbang," gumam Flavia.
"Yin dan Yang adalah kekuatan yang saling berhubungan," gumam Flavia lagi.
"Konsep yin yang adalah segala sesuatu di alam semesta terdiri atas dua kekuatan yang berlawanan tetapi saling melengkapi" ujarnya.
'Yin adalah hal-hal yang dikaitkan dengan sesuatu yang bersifat lembut, feminin, dingin, dan gelap. Sedangkan yang adalah hal-hal yang dikaitkan dengan sesuatu yang mengandung energi yang hangat, kuat, maskulin, dan cerah' pikir Flavia sambil menggigit ujung pulpennya.
"Ah ya itu jawabannya," ujar Flavia senang.
Lalu dia pun mengoceh sendiri lagi, "Segala sesuatu harus seimbang seperti adanya siang dan malam atau panas dan dingin."
"Cara memasak makanan juga dapat digolongkan menjadi yin dan yang," analisanya lagi.
Menurut tradisi Cina, pola makan yin dan yang sangat penting bagi kekuatan spiritual dan fisik seseorang.
Kekurangan atau kelebihan salah satu antara yin dan yang akan membuat sistem tubuh berantakan.
"Aku mengerti guru, kau ingin aku memperhatikan dan memperbaiki unsur energi Nyonya Lin terlebih dahulu," ujarnya pada diri sendiri.
Flavia langsung mengambil kertas dan mmulai memisah-misah mana makananan berunsur Yin dan makanan berunsur yang. Mana cara memasak berunsur Yin dan cara masak berunsur Yang.
Flavia pun langsung mensusun menu makanan berdasarkan aturan Yin dan Yang. Jika sudah berhasil menyeimbangkan energi ini, maka terapi akupuntur akan lebih berguna bagi tubuh Nyonya Lin.
Pagi-pagi sekali Flavia sudah berdiri di depan pintu Eryk, begitu membuka pintu terdengar suara terkejut tuannya itu, "Astaga," ujarnya sambil memegangi dadanya.
Melihat Flavia tersenyum, Eryk pun segera mengembalikan kesadarannya, "Ada apa?" tanyanya.
"Tuan ini adalah menu yang aku susun untuk Nyonya Lin, mohon persetujuannya!" pinta Flavia seraya menundukan kepala.
Eryk membuka lembar demi lembar, menaikan satu alisnya seraya berpikir 'Darimana dia tahu tentang semua hal ini'
Semua yang Flavia tulis di catatan itu adalah bahan-bahan dan cara memasak yang memang sehat.
"Apa kau pernah belajar ilmu medis?" tanya Eryk.
"Tidak Tuan," jawab Flavia menggelengkan kepalanya.
Eryk menutup buku catatan itu dan mengembalikannya ke tangan Flavia seraya berkata, "Lakukanlah."
Eryk melihat jam ditangannya, hari ini dia akan melalukan otopsi. Di dalam mobilnya, dia bertambah kagum dengan Flavia. Dia tidak pernah menyangka jika Flavia memiliki pengetahuan medis yang tak biasa. Dia merasa bersyukur karena mamanya ditangani oleh orang yang tepat.
Flavia mengirimkan pesan kepada Austin Long, "Guru aku telah memahami konsep Yin dan Yang untuk Nyonya Lin.
"Bagus, setelah ini kau baru bisa menerapkan terapi caramu sendiri untuk mengobati Nyonya Lin," balas pesan Austin Long.
Flavia merasa bersyukur di kala itu ditemukan oleh Asutin Long. Gurunya itu adalah master racun, jenius dalam medis kesehatan. pemilik Farmasi Long, pabrik obat-obatan yang terkenal memiliki obat mujarab namun dijual dengan harga murah, mengambil sedikit keuntungan saja.
Austin Long pernah mengirim Flavia untuk belajar di sekolah tabib kerajaan yang Rajanya adalah menantu laki-lakinya, Raja Andrew.
Flavia juga belajar ilmu kedokteran modern, mendapatkan beasiswa dari Long Corporation milik Austin. Flavia adalah satu-satunya murid dari Austin Long.
Pembawaan Flavia yang tenang adalah hasil didikan dari Austin Long, karena itu jugalah membuatnya masih bisa berpikir cepat ketika berada dalam masalah.
Hari ini Paman Lin datang lagi,setelah memeriksa, dia ingin nenyuntikan cairan yang sama lagi.
Flavia menahan diri agar tidak mencegahnya. Begitu Paman Lin pergi, dia segera mengunci pintu.
Flavia segera mengeluarkan jarum emasnya, untuk mendetoks racun yang baru saja dimasukan, dia segera menancapkan jarum di telapak kaki Nyonya Lin, titik bagian ginjal, dan titik bagian saluran dan juga titik kantung kemih.
Selain itu Flavia juga menancapkan jarumnya di titik bagian hati yang hanya ada di bagian sebelah kanan, dibawah titik hati ada titik empedu, Flavia juga menancapkan jarumnya di sana.
Setelah tiga menit Flavia mencabut jarum-jarum emasnya. Lalu mengeluarkan sebuah minyak hasil racikan sendiri. Dia pun mulai memakaikan minyak itu di area kaki, tepat titik bagian usus. Karena titik usus ini banyak sekali. Maka Flavia hanya bisa melakukan pengeluaran racun dengan cara memijat tapak kaki tengah Nyonys Lin.
Flavia melipat jarinya lalu mulai memijat bagian titik usus itu dengan dimuali dari gerakan atas dan kebawah yang akan dilakukan selama sepuluh menit dengan memijitnya kuat-kuat karena kedalaman titik usus tersebut.
Selesai memijit, Flavia langsubg saja membuat ramuan penetral racun lagi. Lalu meminumkannya kepasa Nyonya Lin.
Selesai menangkal racun, Flavia duduk di sofa dengan sedikit rasa lelah. Sambil mengusap lembut perutnya, dia pun berkata, "Tidak usah Khawatir, Nenek akan baik-baik saja."
Flavia berpikir keras bagaimana menyingkirkan Paman Lin, agar tidak menjadi dokter yang bertanggung jawab terhadap perawatan Nyonya Lin.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
It's me💓💓
dihh geer bgt
2025-02-12
0
Samsul Ono
Deskripsinya ciamik, novel berbobot
2025-01-27
0
aphrodite
kasian nyonya Lin di suntik racun..eh di tusuk jarum akupuntur pula di banyak titik ..wuuuhh sakitnya..memang harus di singkirin dg cepat si Lin ini
2024-11-24
1