Flavia diselamatkan oleh Tuan Mo, tetua pimpinan dari kelompok Naga hitam. Keluarga Mo tidak hanya menguasai bisnis bawah tanah di Beining City, namun juga bisnis bawah tanah di Korea selatan.
Tuan Mo memutuskan menjaga Flavia, ada rasa bersalah waktu itu karena tidak bisa melindungi cucu perempuannya dengan baik. Tuan Mo merasa jika ini adalah kesempatan yang Tuhan berikan untuk menebus rasa bersalahnya.
Melihat keadaan naas flavia sewaktu ditemukan, membuat Kakek Mo ingin memberi perlindungan kepada Flavia, dan menganggap seperti cucu kandungnya.
Mulai saat ini, dia akan menjadi sayap pelindung untuk Flavia.
Jika Flavia sedang memulihkan diri, maka Olivia Gu sedang semakin sering mengunjungi kediaman Keluarga Lin. Membawakan makanan yang diakui sebagai hasil masakannya sendiri.
"Aku membawakan makanan kesukaanmu," ujar Olivia yang siang ini sengaja datang ke Grup Lin.
Asisten He, menghalangi langkah Olivia yang seenaknya ingin mendekati tuannya itu, "Nona, ini biarkan aku yang menyimpannya untuk Tuan Lin."
"T-tapi …" jawab Olivia sedikit mengesal.
"Ini belum saatnya makan siang. Jadi biarkan aku yang menyimpannya untuk Tuan," ujar Asisten He.
"Tuan Muda Lin …" panggil Olivia Gu dengan suara manjanya.
Eryk meletakan penanya, mendengar suara manja Olivia terasa berbeda dengan yang di dengarnya di malam itu. Suara di kala itu membuat hatinya seperti langsung tertawan. Tapi suara yang baru saja dia dengar ini malah terasa sedikit menjijikan di telinga.
Eryk mendongakan kepalanya lalu berkata, "Pulanglah, jangan buat pekerjaan asisten He menjadi lebih sulit," ujar Eryk.
Hati Olivia sedikit tidak terima karena penolakan kecil dari Eryk, perkataannya mengandung makna, 'pulanglah kami sedang ada banyak pekerjaan, kehadiranmu mengganggu kami'
Tidak ingin meninggalkan kesan buruk, maka Olivia pun patuh dan berkata, "Jika begitu kau kembali bersibuk saja."
Eryk pun langsung serius dengan berkas-berkas pekerjaannya lagi. Merasa heran pada diri sendiri, melihat Olivia berbalut baju yang jika pria lain lihat pasti akan menginginkan Olivia duduk dipangkuan. Tapi pada dirinya, justru tidak ada rasa itu sama sekali.
'Mengapa tidak merasa seperti Magnet lagi' pikir Eryk.
Olivia meninggalkan gedung grup Lin dengan hati kesal, dia memukul-mukul setir mobilnya sambil berteriak histeris.
"Tuan … kotak makannya?" tanya asisten He sambil menyodorkan kotak bekal makanan itu.
Eryk tidak menjawab, memandang sebentar kotak bekal makan itu. Lalu malah mengambil jas nya dan berjalan meninggalkan ruangannya.
Asisten He, hanya bisa menghela napas panjang. Dia pikir setelah kejadian di hotel waktu itu, Tuannya telah benar-benar sembuh.
Setelah Eryk pergi, beberapa petugas disenfektan pun masuk, asisten He langsung saja memberikan kotak bekal itu kepada mereka.
"Ini makan siang kalian," ujarnya seraya mengejar langkah tuannya.
Asisten He masuk ke dalam mobil, "Kita mau ke mana Tuan?"
"Hotel Horizon," jawab Eryk.
Semalam Eryk membaca artikel yang sedang membahas tentang masakan baru yang ada di Hotel Horizon itu. Dan tiba-tiba saja dia ingin mencobanya.
Begitu sampai di sana, suasana restoran hotel nampak ramai. Eryk berhenti melangkah, asisten He langsung saja merespon, "Aku akan mengurus satu kamar untuk Tuan."
Maka terpesanlah satu kamar untuk Tuan Muda Lin, dan dia pun mulai memesan menu baru yang ada di restoran hotel ini.
Di dapur restoran, nampak Flavia terlihat manis dengan seragam kokinya itu. Bagi Flavia memasak adalah keahlian mengendalikan api dan kemampuan untuk mencampurkan rasa yang berbeda.
Panutan Flavia dalam dunia memasak adalah seorang yang bernama Sun Simiao, dikenal sebagai ahli ramuan obat dan dokter pada masa Dinasti Tang, juga dikenal sebagai “Raja Obat-obatan” dalam sejarah kedokteran China. Selain sebagai seorang dokter yang hebat, dia juga sangat mahir memasak.
Di kamar, asisten Ye menyebutkan satu persatu menu baru yang ada di hotel ini, "Ada bir putih berbumbu, ada juga air minum berbumbu,"
"Bir putih dan air putih berbumbu?" tanya Eryk keheranan.
"Ya Tuan, ini pernah menjadi sangat populer selama periode Dinasti Tang," jelas manajer hotel tersebut.
"Pada masa itu mereka meminum banyak jenis air beraroma, yang dibumbui atau diberi bumbu tambahan," jawab manajer itu.
"Jika begitu beri aku setiap jenisnya!" pinta Eryk.
Selain memesan minuman unik itu, Eryk juga memesan menu unik lainnya, "Jelaskan menu Emperor Chicken!"
Manajer itu pun langsung bersemangat menjelaskan rentang menu baru mereka itu, "Selain rasanya khas, Emperor Chicken memiliki proses dan penyajian yang unik,"
"Unik?" tanya Eryk semakin penasaran.
"Lazimnya ayam panggang hanya dibungkus dengan daun. Tapi, pada menu ini, daging ayam dibakar dengan dibalut tanah liat," jelas manajer itu.
"Tanah liat ini berfungsi menutup aroma serta rasa dari aneka bahan makanan yang ada di dalam ayam pada saat dipanggang, sehingga rasanya tetap terjaga dengan baik."
Ketika mendengar penjelasan tentang menu itu, adrenalin Eryk terasa terpacu. Bertekad kuat untuk sembuh dari Mysophobia yang menderanya selama ini, maka dia memutuskan memesan menu itu.
Manajer pun langsung memanggil Flavia, dan memberitahu pesanan dari kamar suite hotel mereka.
"Baik Tuan Lee," jawab Flavia dengan senyum merekah.
Tuan Lee memperlakukan Flavia seperti pegawai biasa lainnya. Karena Flavia memang tidak ingin dibelakangnya ada bayang-bayang Kakek Mo. Jika ingin sukses maka dia harus mengandalkan otak, kedua kakinya dan kedua tangannya sendiri.
"Kia ambilkan aku Ayam utuh tanpa tulangnya!" perintah Flavia kepada asistennya.
Ayam itu telah direndam lebih dulu selama dua jam di dalam anggur khas China bernama Hua Diao. Jadi ketika ada yang memesan, hanya tinggal di masak saja.
Flavia mencampur ayam tersebut dengan rebung, jamur wild tea, jamur frangrant, dan bebek panggang yang dagingnya telah disuwir sebelumnya.
Setelah dicampur, dengan cekatan Kia membungkus daging ayam dengan daun teratai dan kertas roti. Selesai membungkus, Kia memberikan itu kepada Falvia.
"Tanah liatnya!" pinta Flavia kepada Kia.
Tanah liat telah siap, kemudian daging ayam itu pun dibungkus dengan tanah liat itu. "Selanjutnya, kita panggang selama empat jam," ujar Flavia.
"Prosesnya memang lama, tapi hasil tekstur ayam akan begitu empuk dan rasanya lembut," jelas Flavia.
"Guru, kau keren sekali," puji Kia.
"Ish mana ada …" jawab Flavia dengan wajah memerah.
Selain memesan menu spesial itu, Eryk juga memesan makanan biasa , seperti wanton kuah, bebek peking. Menunggu Chicken emperor dan menu lainnya datang, Eryk hanya meminum teh yang dibawa dari rumah. Sambil meneruskan pekerjaan kantornya.
Ada sedikit rasa yang tidak bisa dia terjemahkan dengan kata, ini adalah rasa penantian akan sesuatu yang indah. Eryk merasa seperti sedang mengulang rasa hati senang ketika di malam itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 128 Episodes
Comments
It's me💓💓
ini gimana maksudnya ayam utuh tanpa tulang thor 😁😁
2025-02-12
0
aphrodite
kau saja yg bodoh tidak melihat wajah wanita yg kau lecehkan
2024-11-24
0
aphrodite
makan siang jadi makan sore dong keburu pingsan kelaparan nunggu 4jam 😁✌
2024-11-24
1