"Alhamdulillah ternyata tidak rusak, memang sih pengguna ponsel sangat banyak, pantas saja lah sering terjadi gangguan, mungkin jaringan diatas sana tabrak-tabrakan ya," monolog Zero.
Zero terdiam sesaat lalu dia bermonolog lagi, "Heh...apa nggak pusing mereka yang bekerja mengatur jaringan? Ah... kenapa malah aku ikutan pusing."
"Daripada pusing mikirin pekerjaan mereka, mending aku lanjut deh, selesaikan misiku. Aku nggak boleh gagal, sayang-kan, kalau gagal gawat, saldoku bakal balik ke awal lagi tinggal Rp. 265.000,- belum lagi di tambah push-up 20 kali, capek dah. Dengan tubuhku yang kerdil, gemuk, amit-amit, bisa sesak napas nanti kebanyakan dihukum oleh sistem," lanjut monolog Zero.
Karung mulung Zero hampir penuh isinya, rezeki Zero hari ini ternyata lumayan banyak. Zero yang penasaran apakah benar dana sistem sudah masuk atau belum segera membuka karungnya.
Ternyata, uang tunai yang terlihat di sana hanya tiga lembar uang ratusan saja. "Ya...kok cuma tiga ratus nih, kemana yang lima ratusnya. Aduh sistem, jangan ngadat dong, masa yang nongol yang terakhir," ucap Zero sambil memeriksa karungnya lagi.
"Jangan buat susah aku dong tem, kalau cuma tiga ratus, ngasih Mang Adi juga kurang. Mau ambil saldo bank nggak mungkin balik arah lagi, mau ambil pake ATM aku belum ngurus kartunya. Pusing dah mau ngapain nih! bagus tanya sistem kali ya."
Zero membalik-balikan ponsel jadulnya lalu dia berkata, "Ayo dong hidup! bantu aku sistem, emakku kasihan atuh, pasti gelisah nungguin aku sejak tadi, lagipula waktu terus berjalan aku nggak mau kena hukuman ya tem?"
Saat Zero menyelesaikan kalimat terakhir, ponsel jadul itupun kembali berbunyi
[Ting!]
[[Periksa ulang karung pemilik, mata harus jeli, sistem tidak pernah berbohong. Ingat!!! Sistem tidak pernah berbohong]]
Zero yang mendapatkan jawaban atas pertanyaannya pun tertawa, ternyata dia yang kurang jeli mencarinya. Zero segera memeriksa, dengan menuangkan semua isi karung, tapi belum juga ada tanda-tanda menemukan uang tersebut.
Dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Zero pun berpikir, sebenarnya di mana uang dana kekurangan tersebut. Tiba-tiba mata Zero tertuju pada sebuah kaleng bekas biskuit, kemudian dia mengambil kaleng tersebut dan mengguncangnya, ternyata benar, seperti ada sesuatu di dalamnya.
Zero yang merasa penasaran, segera membuka kaleng itu, dia melihat uang lembaran ratusan di gulung serta diikat karet. "Alhamdulillah, akhirnya ketemu, terimakasih sistem, ternyata kamu tidak berbohong," ucap Zero yang berbicara dengan ponsel jadulnya.
Zero merapikan kembali barang hasil mulungnya, memasukkan ke dalam karung lalu setengah berlari menyusul emak.
Walaupun susah payah berlari sambil membawa barang, Zero akhirnya sampai juga di klinik. Dia menitipkan karungnya ke Mang Adi, lalu masuk ke dalam untuk menemani emak menghadap dokter.
Dokter sedang memeriksa emak saat Zero masuk, lalu beliau berkata, "Kesehatan Emak sudah pulih, tapi masih harus banyak istirahat. Ini saya berikan resep vitamin, silahkan tebus ya di apotik," ucap dokter dengan ramah.
"Alhamdulillah, Baik Dok," ucap Zero senang.
Emak dan Zero segera mengucapkan terimakasih, lalu mereka pun meninggalkan ruangan dokter. Zero meminta emak agar menunggu bersama Mang Adi, sementara dirinya pergi ke bagian pelayanan untuk membayar administrasi lalu ke apotik untuk menebus resep.
Selesai menebus obat, Zero bergumam sambil berjalan, menghitung jumlah uang yang telah dia keluarkan.
Biaya konsultasi emak Rp.100.000,- tebus obat Rp.150.000, berarti uang di kantong bersisa
Rp. 650.000,-
Sedang asyik menghitung, Zero tidak sengaja menabrak seseorang hingga hampir terjatuh. Dia seorang pria tampan, tinggi, gagah seperti seorang aktor tapi sombong, yang saat ini sedang ikut mengantri untuk menebus resep.
Pria tersebut marah, "Jalan itu pake mata, jangan main tabrak seenak jidat lu! merusak penampilanku saja!"
"Maafkan aku Bang! aku nggak sengaja, tadi aku sedang tidak pokus," ucap Zero sambil mengatupkan kedua tangannya.
Melihat tampang dan penampilan orang tersebut dan gadis yang ada di samping pemuda itu, Zero pun ternganga.
Dia membulatkan mata sambil berkata dalam hatinya, "Subhanallah, begitu sempurna ciptaan-Mu."
Namun Zero tetap bersyukur, walau memiliki raga tidak sempurna, ternyata Allah masih sayang memberinya kesehatan serta kesempatan hidup untuk membahagiakan emak dan menikmati indahnya dunia.
Melihat Zero yang masih bengong menatap diri dan juga kekasihnya, pemuda itu kembali berbicara ketus, "Pergi sana! Ngapain juga masih di sini dan menatap kami seperti itu? Jauh-jauh dari sini, kamu dekil dan bau sekali! hanya merusak mood orang saja!" ucap pemuda itu dengan sangat angkuh.
Zero baru ingat jika dirinya tadi, sambil menuju klinik, mengutip barang bekas yang ada di parit. Zero malu, lalu dia mencium tangan serta bajunya tapi tidak tercium aroma bau seperti yang pemuda itu tuduhkan.
Namun dia sadar mungkin penampilannya yang seperti ini membuat orang lain enggan berdekatan dengannya. Zero yang tidak suka membuat keributan, segera beranjak dari sana, pergi ke barisan yang lain untuk mengantri.
Sementara wanita yang ada di samping pemuda itu merasa tidak enak, dia mengejar Zero, mengatupkan kedua tangan sambil berkata, "Maaf Mas, maafkan temanku ya? Silahkan balik ke barisan antrian, kami juga segera dipanggil," ucapnya dengan lembut hingga membuat Zero terpana. Ternyata sikap kedua pasangan itu, ibarat langit dan bumi.
Zero buru-buru menjawab sebelum pria teman gadis ini marah lagi, karena Zero melihat pria itu mendekati mereka dengan wajah tidak senang.
"Nggak apa-apa kok Mbak, teman Mbak tidak salah, hanya aku saja yang tidak menyadari situasi dan juga penampilan ku. Permisi ya Mbak!" ucap Zero sambil berlalu meninggalkan wanita itu.
Zero kembali ke barisan antriannya yang baru, dan tidak lama gilirannya pun tiba. Dia membayar sejumlah yang tertera di kertas, lalu pergi untuk menemui emak yang menunggunya di dalam Betor Mang Adi.
"Ini Mak, obatnya," ucap Zero yang menyerahkan obat ke tangan emak.
"Oh ya Mang, tolong antarkan emak pulang ke rumah ya? Lalu jemputkan seng bekas di gudang penampungan milik Pak Rembo dan bawa ke rumah emak. Ini untuk jasa Mang Adi dan buat keperluan keluarga di rumah," ucap Zero sambil menyodorkan uang sejumlah Rp.450.000,- sesuai dana misi berjumlah Rp.500.000,-
"Tapi Zero, ini banyak sekali, tadi kamu sudah memberi Mamang Rp.50.000,- untuk mengisi bensin, nah sekarang malah memberi sebanyak ini," ucap Mang Adi yang merasa tidak enak.
"Nggak apa-apa Mang, kebetulan Allah memberikan Zero rezeki lebih."
Memang Mang Adi melihat Zero selalu rajin memulung, dia tidak pernah menyia-nyiakan waktunya, dimana ada kesempatan pasti di manfaatkan oleh Zero tanpa malu harus membawa karung mulung ke mana-mana, seperti saat ini.
Mang Adi pun menjunjung uang pemberian Zero sambil berkata, "Terimakasih Zero, semoga rezekimu lancar, berkah dan kamu bisa sukses suatu saat nanti. Dengan uang darimu, keluarga Mamang bisa membeli makanan hari ini dan membeli stok sembako untuk beberapa hari kedepan."
Zero pun tersenyum lalu berkata, "Aamiin...Aku titip Emak ya Mang."
Mang Adi pun mengacungkan ke dua jempolnya.
Sementara emak merasa heran sekaligus takut, beliau takut uang Zero habis dan tidak bisa membayar biaya sekolah.
Namun emak kembali berserah kepada Allah, mungkin dengan kebaikan Zero terhadap orang yang sedang membutuhkan bantuan, Allah akan senantiasa melipat gandakan rezeki putranya.
Seperti janji Allah dalam Al-Quran akan memberi balasan yang lebih kepada orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah, sebagai mana firman-Nya dalam surah Al-Baqarah ayat 261.
Artinya : Perumpamaan infak yang dikeluarkan oleh orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan ganjaran bagi siapa yang dia kehendaki. Dan Allah maha luas karuniaNya lagi maha mengetahui.
Selamat Pagi sahabat semua, semoga kita tetap di berikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah dunia akhirat. Aamiin....
🌟Mohon dukungannya terus ya sobat dengan follow akun author, favorit, vote, like, coment atau rate bintang limanya. Dan terimakasih kepada sahabat semua yang selama ini selalu memberikan dukungan maupun saran agar author bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi.
SEE YOU ♥️♥️♥️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 179 Episodes
Comments
belum kaya dah kaya nanti pasti serakah lupa asal usul.
2024-10-10
0
Nf@. Conan 😎
trus uang yg d ambil d Bank gmna ceritanya thor
2023-12-09
1
isnaini naini
semngat zero...smngt author
2023-11-10
0