Zero tidur di sofa sambil menunggu hujan reda, diapun terbangun ketika mendengar suara kokok ayam yang menandakan hari telah pagi.
Kemudian Zero membuang sisa air yang mereka tampung, barulah dia pergi mandi dan melaksanakan kewajiban terhadap sang pencipta. Setelah itu diapun membersihkan rumah dan membuat teh untuk emaknya.
Sambil membuat teh Zero berkata, "Mak...kita pergi ke dokternya setelah Zero pulang dari bank ya? biar Emak tidak lelah menunggu. Emak istirahat dulu di rumah, nanti Zero jemput."
"Kamu mau ambil uang tabunganmu Nak?"
"Iya Mak, tapi emak jangan khawatir ya, Insya Allah cukup kok. Ini sarapan Emak, Zero pamit dulu ya Mak," ucap Zero sambil meletakkan segelas teh manis dan sebungkus roti yang dibelinya tadi malam.
Setelah pamit, Zero melenggang pergi ke bank dengan menyandang tas bututnya. Watak Zero yang selalu ceria, menampilkan senyum di wajah membuat siapapun tidak mengira, jika cobaan hidupnya sangat berat.
Jalan kaki dengan jarak tempuh yang jauh sudah hal biasa baginya, hingga membuat kekuatan kakinya laksana baja.
Kini Zero sudah sampai di halaman bank BRI tempat dia menyimpan sisa uang dari hasil mulungnya. Dia sudah tak sabar, ingin membuktikan apa yang dikatakan oleh Sistem dalam ponsel pintar temuannya.
Nomor antrian pertama pun di panggil ke teller, Zero yang mendapatkan nomor antrian kedua sudah bersiap mengeluarkan buku tabungannya.
Kini giliran nomor antrian Zero yang dipanggil, dia merasa was-was, karena sudah menuliskan di slip pengambilan sejumlah Rp.650.000,-
Jika sistem berbohong, Zero harus bersiap malu. Tapi dia sudah mengantisipasi, menulis dua slip pengambilan dengan jumlah uang yang berbeda, jadi tidak musti keluar dari antrian hanya untuk menulis lagi.
Meja teller yang tinggi membuat Zero kuwalahan untuk menyerahkan buku dan slip pengambilan, saat ini hanya kepalanya saja yang terlihat oleh petugas teller.
Melihat Zero kesusahan, mbak petugas teller pun berdiri untuk mengambil apa yang disodorkan oleh Zero.
"Maaf ya Mbak, habisnya aku ketinggian sih!" lawak Zero sambil was-was menunggu komentar Mbak petugas teller tentang jumlah penarikannya.
"Enam ratus lima puluh ribu ya Mas, yang akan diambil?" tanya petugas teller.
Dengan ragu Zero menjawab, "I-iya, bisa Mbak?"
"Bisa Mas, karena saldo dalam rekening Mas Zero berjumlah Rp.715.000,- jadi masih bersisa Rp.65.000,-. Nanti, jika dapat rezeki, nabung lagi ya Mas," pinta Mbak teller sambil tersenyum.
Zero langsung mengelus dadanya, sembari menjawab, "Insya Allah Mbak."
Ucapan syukur tak henti Zero ucapkan di dalam hati, ternyata sistem tidak berbohong. Dengan uang itu dia bisa membawa emak berobat dan membeli seng bekas untuk mengganti atap rumahnya yang bocor.
Dengan tangan yang gemetar, Zero menerima uang berikut buku tabungannya. Setelah itu Zero menyimpannya ke dalam tas dan bergegas meninggalkan ruangan.
Saking senangnya, Zero pulang setengah berlari, berjingkrak sambil bernyanyi kecil nan riang, menapaki jalanan berbatu menuju rumahnya.
Orang-orang yang berpapasan dengannya pun merasa heran, tapi mereka senang dengan tingkah Zero yang seperti anak kecil, lucu, gembira seperti anak yang baru mendapatkan hadiah dari ibunya.
Langkah Zero terhenti saat mendengar ponsel jadulnya berdenting.
[Ting!]
(Sistem akan selalu memberikan pelayanan terbaik, silahkan Update Sistem untuk mendapatkan format sistem yang lebih baik, Ya/Tidak)
"Aduh! bagaimana ini ya? aku update atau tidak. Jangan-jangan setelah update, sistem malah eror. Tapi kata teman-teman yang memiliki ponsel, mereka sering update perangkat lunaknya, toh nggak masalah. Bismillah aja deh! Aku update, kalau memang rezeki nggak akan kemana." monolog Zero, lalu dia berkata, "Ya."
Benda pipih itupun kembali ke mode gelap untuk beberapa detik, setelah itu kembali bersuara.
[Ting!]
Update selesai.
[[Misi hari ini : 🌟 Menolong pengemudi betor
Hadiah : 🌟 Penambahan saldo Rp.1.000.000,-(Cek saldo rekening tabungan pemilik) + poin akan bertambah masing-masing 1 di setiap level (Cek Level Anda)
Dana : 🌟 Uang tunai Rp. 500.000,-(Cek karung pemilik setelah mulung dan wajib di habiskan maksimal 3 jam setelah dana masuk)
Hukuman : 🌟 Jika misi tidak dilaksanakan, saldo berkurang sejumlah hadiah.
🌟 Jika dana tidak dihabiskan tepat waktu, saldo berkurang sejumlah dana + pemilik wajib Push Up 20 kali ]]
CATATAN :
1. Penggunaan saldo : Terserah kebutuhan pemilik asal untuk kebaikan.
2. Dana : Wajib di habiskan saat pengerjaan misi dengan waktu dan hukuman yang telah ditetapkan sistem pada setiap misi.
3. Sistem akan aktif selama pemilik terus berprofesi sebagai pemulung.
🌟🌟🌟
\[\[Silahkan laksanakan misi : Ya/Tidak\]\]
🌟🌟🌟
Zero sejenak berpikir, sambil memperhatikan layar ponsel yang masih menyala karena menunggu jawabannya.
Dia bingung, bagaimana akan melaksanakan misinya sementara saat ini harus segera pulang untuk mengantarkan emaknya berobat, lagipula karungnya juga tidak dia bawa dan sekarang masih ada di belakang rumah.
Kemudian Zero menjentikkan jarinya, akhirnya dia mendapatkan solusi dengan segera dia berkata, "Ya." Aku siap melaksanakan misi.
Di perempatan jalan, Zero memanggil Mang Adi tukang becak yang dia kenal untuk menjemput emak di rumah. Dan meminta tolong agar Mang Adi mengantarkan emaknya terlebih dahulu ke klinik yang ada di kampung sebelah, serta mendampingi emak menunggu antrian sampai Zero tiba.
Sementara dirinya akan langsung pergi ke gudang penampungan barang bekas untuk membeli seng sebagai pengganti atap rumahnya yang bocor. Setelah itu baru pulang mengambil karung mulungnya.
Sembari menyusul emak, Zero bisa sekalian mulung di sekitar klinik lalu meminta Mang Adi untuk mengambil seng pesanan Zero di gudang penampungan, sekaligus meminta beliau agar mengantarnya ke rumah.
Sebagai Dp, Zero menyerahkan uang sebesar Rp.50.000,- kepada Mang Adi untuk mengisi bensin betornya.
Mang Adi pun setuju, lalu beliau pergi ke pom bensin, mengisi bahan bakar betornya baru menjemput emak, sedangkan Zero berlari menuju gudang penampungan barang bekas.
Pemilik gudang senang melihat kedatangan Zero karena menurutnya Zero anak yang rajin juga baik, terkadang malah Zero sering membantunya menyusun barang-barang yang ada di sana.
"Ada apa Zero? Kenapa kamu terburu-buru? Atur dulu napasmu, baru ngomong!" tegur Pak Rembo.
"Iya Pak, aku buru-buru, soalnya mau temani emak berobat. Oh ya Pak, sekarang kan musim hujan, atap rumah kami banyak yang bocor, jadi aku mau beli seng bekas Pak untuk mengganti atap yang bocor. Kira-kira butuh 20 keping, berapa harganya Pak?"
"Ada, untung Bapak sisihkan kemaren, sudah bapak pilih yang masih bagus, rencana mau buat pagar untuk ternak tapi karena kalian lebih butuh ya sudah buat kalian saja."
"Alhamdulillah, jadi berapa musti aku bayar Pak, jadi bisa bagi-bagi dananya sekalian untuk upah yang masang."
"Biasanya sama orang lain perkeping Bapak jual dua puluh ribu, karena buat kamu kali lima belas ribu saja."
"Beneran nih Pak? terimakasih banyak ya Pak? Alhamdulillah, masih ada sisa dana untuk bayar upah tukang yang akan memasangnya."
"Kalau belum ada bayar separuh dulu nggak apa-apa lho Zero? Bapak juga sering kamu tolong kan?"
"Ada kok Pak, berarti tiga ratus ribu ya pak?" ucap Zero sambil menyodorkan uangnya.
"Iya, Bapak terima ya uangnya, jadi siapa yang akan membawa pulang Zero? soalnya karyawan Bapak sedang libur?"
"Pak Adi nanti yang menjemput Pak dengan menggunakan betornya."
"Oke, suruh saja Pak Adi kesini ya? Nanti Bapak bantu naikkan ke betor."
"Iya Pak, aku permisi dulu ya Pak."
Zero pun pamit, lalu dia pulang ke rumah untuk mengambil karung sebelum menyusul ibunya.
🌻 Selamat malam sahabat semua, mohon maaf baru bisa update karena kejar kata di akhir bulan untuk karya saya yang lain. Insyaallah awal bulan saya usahakan dua episode perhari ya....
🌻 Terimakasih atas dukungan sahabat semua, semoga berkah dunia akhirat. Aamiin....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 179 Episodes
Comments
Putra_Andalas
gak kepikiran buat ATM dulu apa ??
2023-12-10
0
Nf@. Conan 😎
b'arti nggak bakal alih profesi thor, msa slamanya jdi pmulung
2023-12-09
0
Nf@. Conan 😎
emang meja teler ntuh sbrapa tnggi thor, tru tinggi Zero brapa, kan sdah 17 thun kan ya
2023-12-09
0