Selesai melaksanakan sholat, Zero menyandang tas dan mengambil karungnya. Dia berjalan keluar dari area masjid, menyusuri trotoar, sementara hari sudah malam dan dia tidak mempunyai uang sepeser pun untuk sekedar ongkos pulang.
Sebenarnya Zero sanggup berjalan hingga sampai ke rumah tapi yang dia pikirkan adalah emaknya pasti sekarang sedang khawatir menunggu dirinya kembali.
Zero memandang karungnya, dia bisa menjual barang bekas hasil pencariannya hari ini, tapi dia tidak tahu di mana tempat penampungan yang terdekat dengan pasar yang masih buka pada malam hari.
Kemudian Zero teringat akan ponsel jadul yang dia temukan, siapa tahu berguna dan pak sopir mau di bayar dengan ponsel tersebut atau setidaknya itu bisa Zero gadaikan untuk sementara, hingga dia mendapatkan uang besok untuk menebusnya.
Zero membuka tasnya, mengeluarkan benda pipih itu dari dalam kantongan plastik tempat dia menyimpan pakaian kotor. Saat dia mengeluarkannya, Zero terkejut melihat benda pipih itu bersinar, berkedip kembali dan mengeluarkan suara yang aneh.
[Ting!]
(Apakah pemilik menerima sistem kekayaan : ya/tidak)
"Eh...apa ini? kenapa ponsel ini bisa bersuara sendiri?"
"Aneh!"
Zero terpaku menatap ponsel yang masih menyala, dia bingung dengan apa yang baru saja dia dengar. Tapi beberapa saat kemudian, ponsel tersebut kembali bersuara dengan pertanyaan yang sama.
"Ya," spontan Zero pun menjawab.
Di dalam hatinya, apa salahnya dia mencoba, siapa tahu ada keberuntungan tapi jika ini hanyalah penipuan, Zero berpikir, apa juga yang mau ditipu dari dirinya sementara dia sendiri tidak memiliki uang sepeser pun saat ini.
Setelah Zero mengatakan 'Ya' kembali ponsel itu bersuara,
(Sistem sedang dalam proses, harap pemilik bersabar)
10 %
25 %
50 %
100 %
(Sistem siap digunakan, berhubung pemilik seorang yang baik dan anak berbakti maka sistem akan membantu semua kesulitan pemilik dengan cara memberikan berbagai tugas. Apabila pemilik berhasil menyelesaikannya, sistem akan memberikan imbalan : ya/tidak)
Zero langsung menjawab, "ya!"
(Harap tunggu! data diri sedang diakses)
Lalu muncul di layar,
Nama : Zero Ramadhan
Usia : 17 tahun
LEVEL ANDA :
🌟 Kecerdasan : 1
🌟 Keterampilan : Merakit komponen alat elektronik
🌟 Kekuatan : 1
🌟 Kecekatan/kecepatan : 1
🌟 Penampilan : 0
🌟 Ketertarikan : 0
🌟 Perusahaan : Tidak dapat di akses
🌟 Saldo : 215.000
🌟 Dana : 0
🌟 Tugas : ??????
Ponsel kemudian kembali dalam mode gelap. Zero semakin bingung, kenapa ponsel tersebut bisa tahu nama, usia, serta sisa uang tabungannya yang ada di bank.
Dia membolak-balikkan ponsel tersebut, karena merasa penasaran, "Tapi tidak ada yang aneh? hanya ponsel biasa, jangan-jangan ini pekerjaan tukang retas rekening bank. Aduh...saldo tabunganku bakal habis, mana belum bisa nambah untuk biaya kelulusan." monolog Zero sambil menepuk dahinya sendiri.
Orang yang lalu lalang di sana juga heran melihat Zero, malah ada yang berkata kepada temannya, dan sempat terdengar di telinga Zero, "Belum pernah punya ponsel barangkali ya? pegang ponsel butut saja seperti itu reaksinya."
Zero tidak peduli dengan cibiran tersebut, mungkin mereka tidak mendengar saat ponsel mengeluarkan suara dan perintah, karena mereka lewat ketika ponsel tersebut sedang dalam mode gelap.
Benda pipih itu kembali bercahaya dan bersuara,
[Ting!]
(Sistem akan menambah saldo tabungan pemilik, lakukan tugas harian, ya/tidak)
Kepalang basah, Zero langsung mengatakan "ya",
(Tugas hari ini, singkirkan benda yang menghalangi pejalan kaki, jika pemilik berhasil menyelesaikan tugas, akan mendapatkan imbalan senilai Rp. 500.000,- dan kenaikan level. Apabila tidak menyelesaikan tugas saldo rekening pemilik akan berkurang senilai imbalan, silahkan cek saldo rekening Anda!)
Zero tambah bingung, benar atau tidak perintah tersebut, tapi dia kembali berpikir dan bergumam, "Bukankah yang diperintahkan ponsel itu suatu kebaikan, nggak ada salahnya jika aku lakukan, toh aku sudah biasa melakukannya walau tanpa dibayar. Jika itu benar, aku tidak mau saldoku minus, ditagih bank dan tentunya nggak bisa ikut ujian karena uangku habis."
Zero mengikuti kata hatinya bahwa ada pahala di setiap kebaikan yang kita lakukan. Hal ini di jelaskan dalam firman Allah :
مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا
Artinya :
“Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am:160).
Kemudian Zero terus berjalan menyusuri trotoar, dia melihat sebongkah batu sebesar kepala, ada di depannya, lalu dia menyingkirkan batu itu ke sisi dekat parit hingga tidak menghalangi para pejalan kaki.
Tanpa mengingat perintah ponsel tadi, Zero terus melangkah sembari berjalan pulang, ternyata kaki Zero menginjak botol plastik minuman yang berserakan, lalu dia mengumpulkannya dan memasukkan ke dalam karung sambil berucap, "Alhamdulillah, Engkau tambah rezeki ku malam ini, ya Allah."
[Ting!]
Kembali Zero terkejut saat mendengar ponsel jadul temuannya berbunyi. Dia mengambilnya dari dalam tas dan apa yang tertulis di layar ponsel membuat matanya membulat dan mulutnya ternganga.
(Selamat!!! pemilik telah menyelesaikan tugas, hadiah telah masuk ke rekening pemilik senilai Rp.500.000,- Saldo anda sekarang berjumlah Rp.715.000,- dan mendapatkan bonus tambahan tunai karena pemilik telah melakukan double kebaikan. Silahkan periksa akun bank serta isi karung Anda)
(Level Pemilik : kecerdasan, kekuatan, kecekatan/kecepatan, masing-masing naik 1level)
Zero yang masih bengong menatap layar ponsel, tangannya pun ikut bergetar. Dia tersentak saat ponsel itu kembali berdering dan bersuara.
[Ting!]
(Silahkan periksa!!!!)
Ponsel pintar ini seperti tahu isi pikiran Zero yang merasa tidak percaya, makanya ia mengingatkan lagi.
Untuk memeriksa apakah benar saldo uangnya di rekening bank bertambah atau tidak, Zero harus menunggu besok saat jam kerja bank, karena Zero tidak memiliki ponsel yang bisa mengirim laporan SMS Banking dan juga tidak memiliki kartu ATM hingga bisa mengecek secara cepat malam ini juga.
Namun dia masih bisa membuktikan langsung bonus tambahannya, apakah benar ada sesuatu yang bertambah di dalam karung, sesuai yang diinfokan oleh ponsel pintar tersebut.
Zero segera menurunkan karung dari pundaknya, diapun memeriksa isi karungnya dan ternyata di sana terdapat satu lembar uang seratus ribu rupiah.
Dengan mengucap syukur, Zero mengambil uang tersebut, menjunjungnya di atas kepala sembari bergegas menyetop angkot tujuan rumahnya.
Kebaikannya hari ini telah dibalas berlipat hingga dia memiliki uang untuk biaya berobat emaknya besok, dan tinggal mencari tambahan untuk membayar biaya kelulusan.
Dan malam ini, saat dia nyaris pulang dengan berjalan kaki, kembali mendapatkan jalan keluar dengan uang seratus ribu yang ada di dalam karungnya.
Zero langsung naik ke dalam angkot yang berhenti di depannya, dua puluh lima menit kemudian diapun sampai di depan gang menuju ke perkampungan pemulung tempat dia dan emaknya tinggal.
Pak Sopir memberikan kembalian uang Zero sejumlah sembilan puluh dua ribu rupiah. Kemudian Zero menarik lembaran uang kembalian yang lima puluh ribu, lalu memberikannya kembali kepada Pak Sopir sembari berkata, "Ini untuk keluarga Bapak."
"Tapi Nak..." ucap Pak Sopir bingung, dia tidak menyangka seorang pemulung memberikan uang lebih untuknya.
"Berbagi rezeki Pak!" ucap Zero sembari tersenyum dan berjalan meninggalkan Pak Sopir yang masih berdiam di tempatnya.
Dengan sisa uang yang ada, Zero mampir ke sebuah warung, dia membeli sekilo beras, sebungkus kerupuk, kecap kemasan kecil, sekotak teh, seperempat gula dan sebungkus roti kering untuk ibunya.
Tidak henti-hentinya Zero mengucap syukur sambil tersenyum, berjalan masuk ke dalam gang menuju rumahnya. Hatinya gembira, kebutuhan mereka untuk besok pagi sudah terpenuhi.
🌻 Maaf kepada seluruh pembaca, jika isi tulisan saya kurang berkenan di hati kalian, karena ini baru pertama sekali author mencoba membuat karya yang berbau sistem. Jujur.... sedikit kuwalahan sih, tapi Insyaallah author akan berusaha melakukan yang terbaik sesuai kemampuan author🙏☺️
🌻 Terimakasih atas semua dukungannya, author tunggu ya dukungan selanjutnya 🙏🙏
SEE YOU ♥️♥️♥️
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 179 Episodes
Comments
bang aldo
alur cerita Nya lumayan semangat trs Thor...
2025-01-28
0
Pierany Prahasiwie
sistem..bersediakah tuan bergabung dengan sistem..?
tuan..tidak bersedia..!!
sistem..ya sudah..
cerita pun tamaaaat..
2024-05-29
1
Min
dih maksa
2024-01-08
2