,
"Mengapa tiba-tiba aku mengingatmu, Ayah?"
Ucapan itu keluar begitu saja, wajah Xin Zhan pias. Dengan bertekuk sebelah lutut, pemuda itu bangun dan menatap ke depan matanya. Di mana sebuah pertarungan sengit terjadi begitu cepat. Dan yang berada di sana, tak lain dan tak bukan adalah adiknya.
Dia melihat itu, dia melihat untuk pertama kali setelah tujuh tahun ini, wajah Xin Chen yang begitu marah. Xin Zhan sempat berpikir apakah mereka berdua memikirkan hal yang sama. Bagaimana pun mereka adalah kembar. Perasaan keduanya tak jauh berbeda. Saat ini, Xin Zhan hanya bisa memastikan ibunya baik-baik saja sementara mereka berdua terus bertarung mati-matian, untuk membawa kembali Ayah mereka.
Xin Zhan mengangkat pedangnya ke atas, siapa pun yang melihatnya akan mengira pemuda itu menguasai elemen cahaya. Pisau-pisau tipis dan tajam muncul di belakangnya dengan jumlah tak kira-kira. Itu semua adalah kekuatan milik Kitab Tujuh Kunci yang diberikan Xin Fai kepadanya.
Xin Zhan berhasil menguasainya. Dia bahkan melakukan banyak perkembangan dari jurus-jurus di dalamnya. Bagaikan terpaan ombak yang begitu besar, Ming Che langsung terpental saat jurus itu mengejarnya.
Dia menyadari seseorang berusaha menusuk punggungnya dari belakang dan segera menangkis dengan tombak, belum-belum Xin Zhan memasuki pertarungan dan langsung mengincarnya dengan sebilah pedang.
"Hei ... Hei ... Aku diserbu dua pemuda tampan?" Dia tertawa manis, sedikit berubah nada bicaranya.
"Apa kalian sedang memperebutkan ku?"
"Tentu saja." Xin Chen menjawab.
"Sedang memperebutkan nyawamu lebih tepatnya." Xin Zhan melanjutkan kalimat Xin Chen, adiknya itu menoleh. Kakaknya memang handal menebak apa maksudnya.
"Oh~ Tantangan yang menarik! Kalau salah satu dari kalian kalah, harus menjadi suamiku, mau?"
Xin Zhan tak menjawab apa-apa. Dia bersiap untuk menyerang. Perang ini adalah penentuan baginya. Jika mereka gagal mempertahankan tanah Lembah Para Dewa, itu artinya Kekaisaran Shang akan kedatangan banyak orang asing yang duduk di tanah mereka. Itu adalah hal yang tak bisa diterima.
Meski kedudukan Pilar Pertama telah diberikan kepada Xin Zhan, namun orang-orang dari Kekaisaran Qing hanya mengetahui bahwa Lan An lah yang menduduki posisi tersebut. Ada alasan tersendiri mengapa dia merahasiakannya. Salah satunya adalah, Lan An memberitahu bahwa menjadi Pilar Pertama adalah tugas mengerikan. Ada begitu banyak musuh yang mengincar kepalanya.
Untuk itu, Lan An tak mau membuat nyawa Ren Yuan dalam bahaya saat mereka tahu Xin Zhan adalah Pilar Pertama.
Xin Zhan baru bisa mengikuti perang ini setelah beberapa hari. Termasuk memastikan keadaan pusat Kekaisaran Shang aman.
Pertarungan dimulai dengan Ming Che yang terus menghindari serangan. Dia berusaha memisahkan Xin Chen dan Xin Zhan berulang kali, tapi gagal. Keduanya sangat kompak dalam hal memperebutkan nyawanya. Pertarungan ini justru menjadi kompetisi bagi dua kembar itu, siapa yang lebih dulu membunuh Ming Che adalah pemenang.
Ming Che semakin kelabakan. Wajahnya yang cantik bercucuran darah akibat tebasan melintang yang langsung membelah mata kirinya. Tak habis sampai di situ, Xin Chen yang dikiranya meleset saat melakukan penyerangan tiba-tiba membelokkan pedang dengan tajam. Alhasil, lehernya hampir terpotong sepenuhnya.
Ming Che kabur pontang-panting, dia benar-benar sadar nyawanya dalam ancaman. Xin Chen tak sempat mengejarnya dan mulai melihat Xin Zhan ternyata sudah menunggu di depan Ming Che untuk melakukan tebasan terakhir. jika dia berhasil, itu artinya Xin Chen kalah darinya.
Xin Chen memberhentikan langkah, wajahnya tiba-tiba terkejut saat melihat siluet hitam di belakang Xin Zhan.
Itu Li Baixuan. Dia berniat menusuk Xin Zhan dari belakang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Reader 💯
Selamatkan saudara Chen'er 😱
2023-01-28
1
Dina⏤͟͟͞R
👀👀gawat li baixuan
2022-12-22
0
Alan Bumi
pias tuh apa?
2022-12-08
0