"Tapi sebelum itu, aku ingin mengingatkan satu hal padamu," kata Roh Dewa Perang sedikit menampakkan ekspresi khawatir. "Kau tentu tahu mengapa kekuatan hitam seperti ini dilarang digunakan."
Lalu dia menyambung. "Jika kau kehilangan kendali atasnya, sesuatu yang buruk akan menimpa rekan-rekanmu. Bukan apa-apa, rasa terobsesi dan ingin memiliki kekuatan yang banyak hanya akan mengantarkanmu pada keserakahan."
Xin Chen tidak menjawab hingga akhirnya terdengar sedikit gumam dari lawan bicaranya.
"Meskipun begitu aku percaya kau bisa mengendalikannya. Kau memiliki tujuan yang lebih besar dari sekedar memiliki kekuatan."
"Kau roh yang aneh." Muncul sedikit senyum di wajah Xin Chen, Roh Dewa Perang menarik napas kecil. Rupanya Xin Chen tidak sekaku yang dipikirkannya.
"Roh lain mungkin semakin senang saat melihatku kehilangan kendali. Kau justru memperingatkanku. Terima kasih."
"Hei hei, bagaimana kalau kita melanjutkan cerita kodok terjepit tadi?"
"Aku butuh penjelasan tentang tahap kedua-atau tingkat kedua Kitab Pengendali Roh."
Roh Dewa Perang mendecak, padahal cerita yang ingin disampaikannya sedang seru-serunya. Dengan berat hati dia menjelaskan.
"Akan sulit mengajari hal ini, kurasa kau bisa berlatih sendiri."
"Berlatih?"
"Nah, kau pikir tidak perlu berlatih untuk menguasai tingkat kedua? Jangan mimpi." Roh itu mengeluarkan senjata yang dia pukul berulang kali di telapak tangan. Persis seperti seorang guru galak yang sedang mengajar muridnya. "Mulai hari ini panggil aku guru."
"Tunggu apakah kita mempunyai waktu yang cukup untuk berlatih? Kira-kira berapa lama waktu yang dibutuhkan?"
Roh Dewa Perang terlihat seperti berpikir hingga dia bersuara tanpa ragu. "Paling cepat kau bisa menguasainya dalam dua tahun! Dan paling lambat, sekitar sepuluh tahun."
"Apa-?" Jelas saja Xin Chen terkejut, tapi pendengarannya juga sama sekali tidak salah. Roh Dewa Perang serius saat mengatakannya.
"Kita tidak punya waktu sebanyak itu ..."
"Dua tahun yang paling cepat, itu pun hanya manusia paling hebat yang mampu melakukannya. Apa kau yakin? Atau ... Ingin menyerah saja?"
Tidak ada jawaban. Melainkan pertanyaan lain yang keluar dari mulutnya.
"Apa yang dimiliki tingkat kedua?"
Tertarik, Roh Dewa Perang menjawab penuh teka-teki. "Tidak banyak ... Hanya enam jurus. Tapi kau harus mendapatkannya secara mati-matian. Aku tidak menjamin nyawamu selamat. Ini benar-benar bisa membunuhmu, apa pun alasannya."
"Sepuluh tahun hanya untuk enam jurus dan ada kemungkinan untuk mati?"
"Kukatakan padamu," potong Roh Dewa Perang. "Sembilan puluh sembilan persen dari orang yang mencoba membuka tahap ini gagal dan mati, kau tahu beberapa di antara mereka memiliki pengetahuan dan kekuatan jauh di atasmu."
"Lalu mengapa mereka tetap melakukannya? Meskipun enam jurus itu sangat hebat, bukankah menghabiskan waktu dan mempertaruhkan nyawa jauh lebih beresiko?"
Sambil terkekeh Roh Dewa Perang menerangkan, dia mengangkat tangannya dan menciptakan empat bola api merah yang melingkari Xin Chen. Xin Chen memperhatikan itu teliti dan menunggu penjelasan.
Roh Dewa Perang menunjuk api di
"Tahap satu, sepuluh jurus. Seperti yang sudah kau ketahui kekuatannya memang di atas rata-rata, tapi itu adalah yang paling terlemah dalam Kitab Pengendali Roh. Dan lebih banyak jurus untuk menyerang."
"Mata Ilusi termasuk lemah?"
Xin Chen tak habis pikir. Padahal jurus itu adalah jurus pembantaian yang amat berbahaya. Tak terbayangkan berapa puluh ribu orang-orang desa yang direnggut nyawanya oleh Zhang Ziyi menggunakan jurus tersebut.
"Tahap kedua, hanya enam jurus. Aku tidak akan menyebut apa-apa saja jurusnya. Tapi, tahap ini diisi oleh jurus-jurus pemanggilan."
"Aku mulai paham. Setiap tahap memiliki spesifikasi tersendiri?"
"Tepat sekali."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Reader 💯
chen'er mah anak jenius, orang lain mungkin butuh paling cepat 2 tahun bagi Chen'er jadi 2 hari aja cukup 😁
2023-01-28
0
Dina⏤͟͟͞R
😂😂😂roh dewa peerang yg unik
2022-12-22
0
Onez Dewa Ganaz Trisula
Maaanntaappp...
2022-10-07
0