Seorang pendekar wanita tertawa terbahak-bahak di atas tubuh mayat, dengan cepat dia memutar senjatanya dan mengacungkan benda itu ke hadapan musuh-musuh yang tampak ragu maju. Ming Che, salah satu dari Sepuluh Terkuat yang menduduki kursi ke delapan. Parasnya cantik, tatapan matanya begitu bersinar. Kukunya lentik, dia berpakaian sedikit terbuka.
Meski dia seorang perempuan, semua orang dapat melihat sendiri begitu hebatnya wanita itu bertarung. Pergerakannya cepat dan tak mudah ditebak. Hanya berkedip sebentar saja, Ming Che tiba-tiba sudah berada tepat di depan mata mereka.
"Ah ... Tatapan itu~ Kalian begitu terpana dengan kecantikanku?"
Jarinya yang lentik bermain-main menggulung rambutnya yang sepanjang pinggang. Namun melihat semua laki-laki di depannya nyaris tak bersuara, emosinya mulai memuncak. Dia diabaikan. Semua orang bahkan hanya menatapnya waspada, mewanti-wanti bila saja wanita itu datang menyerang. Mereka sebenarnya sedang menunggu waktu yang tepat untuk menyerang Ming Che.
"Hei ...." Melotot mata perempat itu dengan amat bengis. "Apa yang kau lihat, heh?"
Langkahnya yang sedikit berisik oleh gemerincing membuat situasi semakin menegangkan. Ming Che berputar dan menancapkan tombak ke atas tanah. Yang seketika membuat bumi memuntahkan tanah dari bawah ke atas. Bebatuan dan debu perlahan turun, bersamaan dengan itu terdengar Ming Che berucap penuh penekanan.
"Laki-laki biadab tidak tahu malu. Aku tahu apa yang sedang kau perhatikan. Tidak ada yang lain selain tubuhku. Semua laki-laki sama menjijikkan!"
Dia berlari hingga tak ada yang mampu mengikuti kecepatan kakinya, hanya terlihat cahaya kilat yang menyambar ke berbagai sisi. Saat mereka dapat melihat kembali Ming Che, dia telah berlumuran darah.
Tak sedikit yang terjatuh meringkuk saat melihat rekan-rekan mereka tewas terpotong-potong. Layaknya seekor binatang buas yabg ingin disantap, semua bagian terpotong rapi. Langkah dengan wajah mayat mereka yang masih terbelalak terkejut. Seperti baru saja mengalami kematian yang amat sangat mengerikan.
Tanpa malu, beberapa prajurit amatir bahkan meringkuk mundur dan langsung mencari tempat teraman sebelum monster tombak kembali mengamuk. Ming Che melemparkan tombak yang langsung bergerak mengincar leher belakang prajurit yang berusaha kabur. Laki-laki itu seketika terdiam, matanya melotot meneteskan air mata.
"Aku belum ingin mati ..." Tubuh prajurit itu terjatuh di atas bebatuan kerikil. Dia sudah bertempur mati-matian hingga detik itu, bertahan hidup bahkan walaupun harus mengorbankan nyawa temannya sendiri. Semua itu hanya untuk satu alasan; dia bisa pulang bertemu putri tercintanya.
Tombak milik Ming Che langsung bergerak kembali menuju pemiliknya setelah berhasil membunuh incaran. Meski leher laki-laki itu telah tembus oleh tombak, dia masih dapat bergerak. Mencengkram bebatuan seukuran tangannya, dan berusaha maju dengan menyeret-nyeret tubuh, detik-detik sebelum ajal menjemputnya, dia dapat melihat di depan sana sebuah rumah kecil berdiri. Rumah yang terlalu kecil dan hanya ditempati 4 orang. Air matanya kembali menetes.
"Aku benar-benar ingin kembali ... Untuk melindungi kalian ... Anak-anakku ..."
Tangannya yang terus meraba bebatuan di depan tiba-tiba tertancap oleh mata pedang. Lalu dalam sekejap mata, dirinya telah dikerubungi layaknya mayat yang dikelilingi oleh lalat.
Ming Che mencebik puas, mencari mangsa baru yang akan dibunuh selanjutnya. Tanpa dia sadari, seseorang telah berada di belakangnya dan membuat dia hampir mati berdiri.
Di sisi lain, di tempat di mana jasad laki-laki itu tergeletak seseorang baru saja menginjakkan kakinya dengan menyesal.
"Aku terlambat ..." Dia mencengkram batu terakhir yang digenggam laki-laki itu, penuh darah.
"Maafkan aku ... Aku mendengarmu sangat ingin pulang. Tapi aku tidak bisa menyelamatkanmu." Pemuda dalam balutan jubah putih menunduk dalam.
"Mengapa tiba-tiba aku mengingatmu, Ayah?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Reader 💯
Ayah ,😭
2023-01-28
0
Dina⏤͟͟͞R
xin zhan habisi musuhmu
2022-12-22
0
BOED'S
joosssssssdz
2022-06-30
1