Li Baixuan melebarkan netra matanya dan dalam sekejap mata, sebuah sabetan lurus menerjang Huo Rong.
"Kau begitu ingin tahu siapa yang telah membunuhnya?"
"Bajingan kau-"
Huo Rong terlalu terkejut untuk menyadari bahwa tubuhnya telah melambung ke atas di sepak oleh Li Baixuan, dari bawah dia dapat melihat laki-laki itu melompat untuk melepaskan serangan bertubi-tubi.
Satu tendangan keras berhasil menghantam tubuh Huo Rong dengan amat keras.
*
"Kekuatan ini ..." Xin Chen semakin kehilangan kendali atas konsentrasinya. Pikirannya mulai tidak dapat bekerja sebagai mana semestinya. Setan Peniup Suling telah menghilang dan hanya menyisakan ratusan manusia yang penuh dengan darah. Delapan jenderal telah tersingkirkan dengan tangannya sendiri, tapi justru hatinya mulai gelisah.
"Tidak mungkin." Xin Chen berusha menyangkal pikiran yang muncul dari kepalanya sendiri.
Di saat bersamaan Xin Chen menatap ke arah Utara dan menyadari bahwa pasukan yang telah dipersiapkan akan tiba dalam hitungan menit lagi. Mereka terdiri dari seratus ribu prajurit yang merupakan bala bantuan susulan dan membutuhkan waktu persiapan untuk menurunkan mereka. Prajurit terlatih dari Kekaisaran Shang dan dipercayakan Kaisar Qin untuk memenangkan perang.
Mereka telah dididik untuk turun ke Medan peperangan. Berkat tanggapan serius dari Kaisar Qin akan perang yang mungkin akan merebut salah satu wilayah teritorial Kekaisaran Shang, akhirnya mereka mendapatkan prajurit-prajurit tersebut untuk diturunkan.
Bunyi hentakan kaki menggema, debu bertaburan menutupi tubuh prajurit berzirah hingga ke atas kepala. Di dalam pasukan itu, bendera-bendera di angkat setinggi mungkin. Memberikan tekanan baru dalam situasi perang yang makin mengganas.
Sempat terdengar teriakan-teriakan dari komandan perang, wajah mereka sama kerasnya dengan baju baja yang mereka kenakan. Beberapa lama setelahnya, prajurit-prajurit tersebut langsung bertabrakan dengan kubu musuh. Dipimpin oleh jenderal perang yang mumpuni, bukan tak mungkin mendobrak pertahanan lawan di awal-awal peperangan.
Denting pedang saling bertubrukan menciptakan suara-suara bising yang seolah tak ada hentinya merobek gendang telinga. Semakin lama perang berlangsung semakin banyak pula nyawa yang melayang. Lebih buruknya, tidak ada satu pun pihak yang menarik pasukan untuk sementara sehingga mau tak mau prajurit tetap berperang meski sedang sekarat.
Tian Xi yang hanya memperhatikan dari tempatnya tak bisa menebak apa yang sebenarnya sedang direncanakan laki-laki kejam itu. Ayahnya. Jika ada yang mengatakan ayahnya ibarat pisau bermata dua, dia akan mengatakan bahwa ayahnya itu lebih dari pisau bermata sepuluh. Dia tidak bisa dibaca dari segi mana pun, jalan pikirnya rumit mengalahkan labirin berliku penuh teka-teki.
"Tak menarik pasukan sama sekali meskipun tahu musuh mulai seimbang melawan mereka? Aku yakin dia percayai diri akan sesuatu."
Gumamnya terhenti sejenak. "Dia hanya akan berpikir demikian jika dia mempunyai sesuatu yang mengimbangi musuh atau bahkan lebih hebat."
Tian Xi melemparkan koin dan menangkapnya kembali. Hanya sedikit dari pantulan ujung koin itu, Tian Xi dapat melihat pantulan dari matanya sendiri. Dia mencebik penuh kesal. Seperti sedang dibayangi oleh tatapan ayahnya.
"Aku pasti akan membunuhmu. Lewat tanganku sendiri atau tidak. Akan ku pastikan kau menghilang dari dunia dengan cara yang menyedihkan."
Dalam pasukan yang baru datang tersebut, Tian Xi menyipitkan mata. Dia baru saja tersenyum saat mengenali seseorang yang berada di tengah-tengah mereka.
"Heh? Tak kusangka orang seperti Pimpinan Empat Unit Pengintai turun ke Medan perang dan mengacungkan senjata."
Lalu senyumannya menghilang saat dirinya menyadari ketimbang memakai warna baju yang gelap, orang yang dilihatnya itu memakai pakaian serba putih dan baju layaknya seorang bangsawan.
"Tunggu ... Dia siapa?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Reader 💯
Dia siapa???
2023-01-28
0
Dina⏤͟͟͞R
😂😂itu xi zhan yang dtg tian xi
2022-12-22
0
johanes ronald
aku pkr li baxiuan udh mati sm mc...kq msh bs hidup ya?
2022-12-03
0