Kegentingan terjadi di mana pun. Dari berbagai sisi pihak mereka terpojok oleh kekuatan Kekaisaran Qing. Lan An, Pilar Pertama telah terjatuh di medan perang. Yun Shan salah satu anggota inti Empat Unit Pengintai mengalami sobekan besar di perutnya dan kini hanya terbaring sekarat di jalanan yang penuh dengan langkah kaki manusia. Nan Yin tewas, Nan Ran mengalami luka bakar hebat di sekujur tubuhnya dan begitu banyak lagi yang terjadi hingga salah satu prajurit dari Kekaisaran Shang mundur. Kemudian lari begitu saja membuat rekan-rekannya bingung dan mulai mengalami ketakutan yang sama.
Orang-orang Kekaisaran Qing terlalu kuat.
Di sisi lain Wei Feng menjerit kencang, marah berapi-api tampak jelas di kedua bola matanya. Dengan sebuah tombak yang telah dipenuhi oleh darah di tangan dia mencoba melawan orang-orang prajurit Kekaisaran Qing.
Satu teriakan lainnya menggema hingga beberapa mata sempat menoleh ke arahnya.
"KECAMBAH KEPARAT! DI MANA KAU?!"
Sialnya saat sedang berteriak seseorang menebas punggungnya hingga cucuran darah merembes keluar dengan cepat. Wei Feng sama sekali tidak ambruk dan berteriak lebih keras lagi.
Kemarahannya semakin menjadi-jadi saat dirinya bahkan tidak bisa keluar dari pusaran musuh, sedangkan Yu Xiong tengah meregang nyawa di tangan Jenderal-1. Orang yang sebelumnya sempat mencurigai mereka. Dan benar saja, orang yang pertama kali diincar laki-laki itu adalah mereka.
Yu Xiong nyaris tidak bisa bernapas. Kakinya terangkat ke atas. Jenderal-1 mencengkram erat lehernya.
Sebilah pedang tajam kemudian terangkat sejajar di jantungnya. Lalu tanpa mengatakan apa-apa benda itu bergerak menembus jantung Yu Xiong.
Apa yang Wei Feng lihat selanjutnya adalah tubuh Yu Xiong ambruk di atas tanah yang mulai tergenang oleh darah. Tidak ada gerak-gerik dari Yu Xiong lagi. Dari kejauhan Wei Feng bisa melihat Youji berlari ke arah anak itu. Mereka sama-sama pucat melihat salah satu rekan mereka mati.
Perang semakin mengganas setiap detiknya. Kuda-kuda perang saling berpacu, menginjak mayat Yu Xiong yang tergeletak tak bernyawa di atas tanah. Youji terlempar saat hendak menyelamatkannya.
Wei Feng sampai tak menyadari bahwa seseorang hendak menebas lehernya dari belakang.
Semuanya mendadak gelap. Wei Feng ambruk.
**
Usai mengalahkan Lan An, Li Baixuan menghabisi ribuan prajurit dengan jurus mematikan. Belum lagi korban jiwa yang di makan Lima Terkuat selainnya. Bukan mustahil lagi, hanya dalam kurun waktu beberapa jam pasukan Kekaisaran Shang dibantai habis-habisan.
Li Baixuan tertawa miris, "Mana Sepuluh Pilar Kekaisaran terkuat yang kalian bangga-banggakan itu?! Aku hanya melihat seorang laki-laki lemah yang begitu pecundang! Lihatlah Pilar Pertama kalian, dia kalah di awal pertarungan!"
Matanya membelalak seakan-akan memberikan tekanan kepada lawan-lawannya.
"Kalian cukup tidak sadar diri! Mengandalkan sampah-sampah seperti dia untuk menopang sebuah Kekaisaran besar?! Kalian sedang bercanda?!"
Dia meludah ke samping, muak. "Tidak ada lagi Kekaisaran Shang yang ditakuti. Kalian sudah hancur luar maupun dalam, tidak ada gunanya memberontak. Tunduklah dan berikan kepala kalian dengan begitu aku pastikan kematian kalian tidak begitu menyakitkan."
Prajurit Kekaisaran Shang mulai menggigil ketakutan saat Li Baixuan memegang bilah tajam pedangnya. Jurus itu akan muncul kembali. Jurus dengan satu gerakan yang dapat membunuh seratus orang dalam satu tarikan napas.
Laki-laki itu menghilang begitu cepat, tidak ada yang bisa melihat pergerakannya. Namun saat mereka dapat melihat wujud Li Baixuan kembali, semuanya bergidik ngeri.
Satu detik yang amat mengerikan di mana semua orang terpenggal dalam keadaan berdiri. Tidak ada yang sempat menjerit atau berlari. Seratus tubuh ambruk dengan mata melotot, seperti terlalu terkejut untuk mati.
Meskipun sudah menggunakan kekuatan sedemikian banyak, Li Baixuan justru terlihat semakin kuat. Garis-garis merah mulai terlihat di tubuhnya membentuk pola-pola tertentu.
"Aku bahkan belum mengeluarkan satu persen kekuatanku dan kalian sudah akan jatuh?" Kini dia berhadapan dengan Shui yang sedang berada di tubuh setengah siluman. Sisik-sisik biru muncul di kulit wajahnya yang seputih salju. Bagian belakang tubuhnya terdapat ekor naga dan kedua tangannya juga berwujud siluman. Saat dia kedatangan sosok tersebut, Shui langsung memasang sikap waspada.
'Orang ini sama sekali tidak boleh diremehkan.' batin Shui mengamati setiap pergerakan laki-laki itu.
"Jadi kau adalah Siluman Penguasa Air?"
Saat kalimat itu keluar, Shui dapat melihat Li Baixuan begitu tertarik. Insting Shui mulai merasakan ancaman yang sama seperti dahulu kala. Ketika dia masih mengelana ke seluruh penjuru bumi dan bertemu dengan orang-orang serakah yang hendak mengambil kekuatannya demi keuntungan pribadi. Tanpa Shui sadari, tanduk mulai tumbuh di kepalanya. Dia ingin segera memangsa manusia itu sebelum dirinya yang dimangsa lebih dulu. Karena begitulah hukum alam yang dia pahami sejak dulu.
Melihat pergerakan Shui, Li Baixuan tak mau banyak berbicara lagi. Siluman itu tentu tahu apa maksudnya.
Mengambil permata siluman dan kekuatan spesialnya. Itu adalah hal lumrah bagi orang-orang Kekaisaran Qing. Mengambil kekuatan siluman atau hanya sekedar membunuh mereka. Karena bagi mereka, siluman tidak pantas untuk hidup dan hanya mendatangkan bencana serta masalah.
"Dan kau juga mempelajari perubahan wujud seperti ini? Apa kau pikir ... Dirimu sudah setara dengan manusia?" ucap Li Baixuan yang langsung membuat mata Shui melotot.
Cakar Shui dan pedang Li Baixuan saling beradu, menimbulkan angin tipis yang begitu kuat. Kini Li Baixuan dapat melihat jelas wajah Shui.
"Kau tak lebih dari seonggok sampah yang merangkak di bawah kaki manusia. Kau bahkan tak pantas untuk hidup. Yang berharga darimu hanyalah permata itu, binatang!"
Hempasan dari cakar Shui nyaris menghabisi kepala Li Baixuan tapi laki-laki itu menangkisnya kuat dan langsung membalikkan serangan.
"Terlalu lama berada di sekitar manusia baik membuatku lupa bahwa manusia busuk sepertimu ada. Seharusnya aku tidak terkejut lagi-"
Shui tak sempat menyelesaikan perkataannya. Tubuhnya dipukul kuat hingga Shui memuntahkan darah, saat terjatuh Li Baixuan langsung mencekiknya. Cekikan biasa yang membuat Shui seperti dililit besi tebal, tenggorokannya sakit. Jika Li Baixuan serius mungkin saja leher Shui benar-benar akan hancur.
"Tidak ada manusia yang baik di dunia ini."
"Mereka ada!" Shui berusaha membalas cengkraman tangannya.
"Kau membual apa?! Semua orang hanya menginginkan kekuatanmu, tidak ada yang benar-benar menginginkanmu!"
Detik itu Shui sampai bisa mendengar bunyi detak jantungnya sendiri. Cengkramannya tangan Li Baixuan sama sekali membuatnya tak bisa bernapas. Tangan Shui jatuh menggantung di samping tubuhnya, tidak bisa melawan.
"Kau hanya akan dibuang saat kau menjadi lemah, saat itu tiba kau tak lebih dari seonggok daging yang dihina!"
Beberapa orang yang menyadari Shui berada dalam bahaya hendak menolong tapi justru mereka terbunuh oleh kekuatan yang keluar dari tubuh Li Baixuan. Dia memang belum membunuh Shui. Matanya yang sejak awal begitu ganas mulai meredup.
"Ternyata kau hanya takut dibuang, heh?"
Li Baixuan menoleh terkejut. Dan dalam hitungan detik selanjutnya, tangannya yang mencengkram Shui telah terputus.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Baim
perang berkobar lama tp Xin Chen sdh buat awan hitam tetap ga muncul. selamatkan orang tidak, atur pasukan tidak, kurangi jml musuh dk. trus ngapain selama itu? author bego membodohi diri sendiri. keliatan plagiat bodog
2023-04-19
0
Baim
sampai pasukan terpukul mundur pun ga nongol. author model apa ini. logis dikit apa bikin cerita. atau plagiat doang?
2023-04-19
0
Baim
teman modar ga ada pedulinya, pasukan dibantai tetap ga nongol. mn yg katanya tokoh pelindung ? ga habis pikir mau di bawa kemana cerita ini. author goblok ga mutu
2023-04-19
0