"Kau meremehkan ku?" Roh Dewa Perang tersenyum sinis, di salah satu tangannya muncul cahaya merah yang membentuk pusaran berupa kekuatan yang bergerak begitu cepat. Tanpa aba-aba roh itu melancarkan sebuah serangan mematikan yang langsung dilepaskannya ke bawah. Menghamburkan permukaan tanah bersama puluhan orang yang terkena bersamanya. Li Baixuan berhasil mengelak tanpa susah payah.
Telanjur mengamuk, Roh Dewa Perang terus mengincar Li Baixuan yang semakin memasuki medan tempur yang didominasi oleh orang-orang Kekaisaran Shang. Dalam satu kali serangan terhebat, Roh Dewa Perang berhasil merenggut ratusan nyawa orang-orang Kekaisaran Shang.
Sementara itu Li Baixuan tak sama sekali berniat mengulur waktu sembari melihat musuh menghancurkan kubunya sendiri. Dia secara langsung menghunuskan pedang ke arah Roh Dewa Perang, saat senjatanya ditangkis Li Baixuan dapat merasakan sendiri sebesar apa kekuatan yany dimiliki mahkluk itu.
"Tch, kekuatan sebesar ini jika dimiliki oleh mahkluk dungu seperti mu akan sama saja lemahnya."
Kalimat itu semakin memprovokasi Roh Dewa Perang. Matanya semakin menguarkan kilat merah kemarahan. Li Baixuan sangat menanti detik-detik Roh Dewa Perang mengamuk tapi hal itu tak kunjung terjadi. Justru yang dilihatnya saat ini semuanya tetap sama saja. Tapi, Roh Dewa Perang menghilang dari pandangannya.
Awalnya Li Baixuan mengira itu hanyalah taktik untuk menyiapkan serangan tiba-tiba, tapi Li Baixuan terdiam sesaat saat inderanya menangkap hawa kehadiran yang membingungkan.
Hawa kehadiran milik Roh Dewa Perang berada di segala tempat dan paling mengerikannya, kekuatan itu sama sekali berbeda dengan yang dirasakannya sebelumnya.
Meski telah berusaha bersikap sewaspada mungkin Li Baixuan tetap tak menyadari sesuatu telah berjalan selangkah di depannya. Saat dia menunduk terlihat sebuah pedang telah tembus tepat di jantungnya. Pedang tersebut dibelokkan ke arah tertentu hingga nyaris merobek tubuhnya.
Li Baixuan hendak menyelamatkan diri tapi Zhaohuo lebih dulu datang menyelamatkan. Api besar menyelimuti seisi tempat dan cengkraman api langsung merebut tubuh Li Baixuan yang seakan-akan memaku.
Bahkan saat itu Li Baixuan sama sekali tak mampu memproses apa yang baru saja terjadi.
Li Baixuan sempat menoleh sesosok yang berdiri di balik kobaran api Zhaohuo, bayangan hitam dengan sepasang mata biru yang mengalahkan kobaran api sendiri.
"Benarkah dia hanya pendekar pengendali roh tingkat dua-atau lebih dari itu?"
Li Baixuan memegang dada yang baru saja tersayat oleh pedang Xin Chen. Proses penyembuhannya bahkan melambat sepuluh kali lipat dari yang seharusnya akibat kekuatan yang dimiliki Pimpinan Empat Unit Pengintai. Li Baixuan ingat betul, 120 tahun yang lalu saat dirinya mendapatkan keabadian ini, seseorang mengatakan bahwa dirinya akan selamat dari apa pun yang mengancam nyawa sehingga dia abadi di dunia ini.
Tapi ada beberapa hal yang mampu membunuhnya. Meski sempat dia mengatakan pengguna roh tak akan mampu membunuhnya tapi itu tak berlaku untuk pengguna roh yabg telah memasuki tahap ketiga.
"Hanya manusia gila yang mampu mencapai tingkat tersebut." Zhaohuo mengibaskan jubah besarnya, sementara di sekitar mereka semua orang masih bertempur mati-matian. Erangan sekarat dan teriakan tak menjadi asing lagi di telinga mereka. Zhaohuo meletakkan tangannya di punggung Li Baixuan, menyembuhkannya dengan tempo yang cukup cepat.
"Kau memang ahli dalam hal penyembuhan."
"Aku hanya tak ingin melihat kau tumbang, jika kau jatuh maka semua akan kalah. Jangan jadikan masa lalu itu untuk membuatmu takut pada musuhmu."
Li Baixuan tak menjawab tapi kata-kata itu berhasil membuatnya terdiam lama. Benar. Bagi rakyat Kekaisaran Qing yang lahir di era-era pertumpahan darah sepertinya ada begitu banyak trauma dan rasa takut yang dimiliki. Salah satunya kehilangan seseorang yang benar-benar disayanginya.
Sejak dulu, Li Baixuan telah hidup bersama 12 bersaudara. Kedua orang tuanya meninggal akibat seorang pengguna roh yang terkenal amat hebat. Insiden itu memakan korban jiwa yang tak main-main. Jika saat itu Li Baixuan berpikir kehilangannya cukup sampai di situ, nyatanya tidak. Satu per satu adiknya mati dijadikan tumbal untuk bangsa roh. Adik-adik perempuannya pun turut dijadikan persembahan dalam ritual aneh.
Li Baixuan tak mampu berbuat apa-apa selain meringkuk ketakutan di rumahnya yang telah hancur separuhnya. Dia begitu ketakutan. Dan untuk melawan semua itu, Li Baixuan berlatih mati-matian untuk menjadi kuat.
Namun saat dirinya dapat melindungi apa pun, semua keluarganya telah tiada. Lalu apa yang Li Baixuan punya hanyalah orang-orang sekitarnya. Teman-temannya yang nyatanya hanya menginginkan kekuatan Li Baixuan. Bahkan Kaisar Yin sendiri.
Tidak ada yang benar-benar menganggapnya keluarga seperti orang tua dan adik-adiknya. Mereka semua palsu. Tapi Li Baixuan teringat saat dirinya yang menggigil ketakutan saat pengguna roh datang ke rumahnya. Dia tak ingin sendirian lagi, maka dari itu dia tidak ingin dibuang.
Zhaohuo mendadak melepaskan kekuatan dalam skala besar, dengan api itu sebenarnya dia dapat merasakan hawa kehadiran di sekitar. Dan dia mendapati sebuah tekanan besar yang mencoba menghancurkan api miliknya.
Api merah yang menjalar lebar membunuh para prajurit Kekaisaran Qing mulai menyusut tanpa alasan yang jelas. Zhaohuo sedikit membungkuk sembari memerhatikan lebih rinci apa yang sebenarnya terjadi. Dan betapa terkejutnya dia saat melihat Api Keabadian mulai menjalar membakar api merahnya, menuju ke pusat api itu berasal yakni dari tubuh Zhaohuo.
Li Baixuan segera berlari cepat mengejar Xin Chen yang menuju ke arah mereka. Darahnya kembali menggelegak menyambut pertarungan dengan sosok yang benar-benar membuatnya tertantang.
"Cih, sepertinya roh milikmu sama sekali tidak bisa diandalkan sehingga kau sendiri yang harus turun tangan? Sangat menyedihkan."
Tangkisan kencang terdengar bersusulan. Li Baixuan mencoba membuat Xin Chen mundur tapi keduanya masih tetap imbang.
"Aku tahu rasanya terbuang ..."
Urat di kening Li Baixuan mulai muncul. Giginya menyatu rapat tapi tak satupun kata keluar dari mulutnya.
Padahal Xin Chen berada tepat di depan Li Baixuan tapi dia menghilang layaknya hantu. Li Baixuan tak bisa menebak pasti jurus apa yang digunakan musuhnya. Hingga bisikan datang dari arah belakangnya.
"Apa kau hanya sendirian?"
Mata Li Baixuan membelalak kuat, pedang yang dia cengkram di tangannya semakin kuat tapi tangannya sama sekali tak mampu menebasnya ke belakang. Musuhnya dapat membunuhnya kapan pun tapi yang Li Baixuan lakukan justru mematung.
Ingatan itu. Saat pagi-pagi buta yang mendung. Rumah yang dindingnya diselimuti darah dan lantainya bertaburkan mayat-mayat adiknya. Langit biru yang kelam pagi buta itu amat mencekam, lalu Li Baixuan tak mendengar langkah kaki melainkan sebuah kekuatan roh yang menggerogoti tubuhnya.
Pengguna roh itu berbisik hal yang sama.
"Apa kau hanya sendirian?"
"MATILAH KAU!" Li Baixuan akhirnya dapat menggerakkan tubuhnya, menyabetkan pedang tepat ke tubuh Xin Chen di belakangnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Iwan Ali
jagoanx nyoks....
2023-07-14
1
Reader 💯
Lawannya selamat lagi, gemessssh 👻
2023-01-28
0
Dina⏤͟͟͞R
👀👀wah ternyata sesepuh punya masa lalu kelam juga ternyata
2022-12-22
1