"Selanjutnya, tahap ketiga dan keempat. Membuka kedua tahap ini adalah hal yang mustahil dilakukan. Kau membutuhkan sangat banyak jiwa. Aku bahkan tak yakin kau mampu melampauinya atau tidak."
Xin Chen mencoba memahami sedikit gambaran yang dijelaskan Roh Dewa Perang. Jika bisa menebak, tahap ketiga mungkin merupakan tahap permulaan sebelum memasuki tahap keempat. Bisa jadi, tahap keempat Kitab Pengendali Roh hanya memiliki satu jurus. Melihat tahap pertama memiliki sepuluh dan tahap dua berkurang menjadi enam. Semua tebakannya seolah-olah dapat didengar oleh Roh Dewa Perang yang langsung bercelutuk.
"Kau berpikir tahap keempat hanya memiliki satu jurus saja?"
"Dugaanku salah?"
Roh Dewa Perang tersenyum miring. "Pemikiran mu tajam juga, sama seperti mulutmu." Dia sedikit bergumam di akhir lalu tertawa canggung setelahnya.
"Aku bisa mendengarmu dengan jelas."
"Hahahha, lupakan." Tawanya berhenti sejenak. "Tahap keempat, setelah kau mempelajari jurus menyerang, memanggil dan meningkatkan kemampuan-"
"Meningkatkan kemampuan itu bagian dari tahap ketiga?" potong Xin Chen yang seketika membuat Roh Dewa Perang terdiam.
"Sial malah kuberitahu. Ck, intinya tahap keempat adalah gabungan dari semua hal itu."
"Apa-"
Sebelum Xin Chen sempat bertanya lebih jauh Roh Dewa Perang cepat-cepat meletakkan telunjuk di depan mulutnya.
"Sstt ... Jangan banyak tanya kau, aku bukan ayahmu. Sekarang berlatih! Kitab Pengendali Roh tidak akan melatih dirinya sendiri kecuali kau yang membuka sendiri tahap itu."
"Lalu bagaimana cara aku berlatih sementara itu memakan waktu sampai dua tahun? Aku harus bertarung di luar sana meskipun tanpa kekuatan itu."
"Ck ck, satu orang yang sangat khawatir," gumam Roh Dewa Perang kasihan. Dia menepuk pundak Xin Chen sekuat tenaga. Di alam bawah sadar ini semua bisa dilakukannya, termasuk menampar Xin Chen. Tapi dia tidak akan melakukan hal itu karena setelah itu Xin Chen pasti akan melenyapkannya.
"Aku memiliki cara untuk mempersingkat proses latihan mu."
Mendengarnya Xin Chen segera menatap Roh Dewa Perang lurus, dia yakin roh itu tidak sedang membual. Tapi tetap saja alisnya bertaut bingung. "Berapa banyak waktu yang bisa kau persingkat. Perang akan dimulai dalam hitungan hari, mustahil kau bisa mempersingkat sebanyak itu."
"Kau lupa dengan rasku?"
"Ras iblis?"
"Tentu kau pernah mendengar tentang Ratu Iblis, iblis terkuat yang pernah ku ketahui."
Xin Chen terdiam. Nama itu mengingatkannya pada kejadian tujuh tahun lalu. Perang yang seumur hidup terus menghantui pikirannya. Ratu Iblis, dia sempat bertarung melawan sosok tersebut dan nyaris mati hanya karena cengkramannya.
"Ratu Iblis dan menciptakan sesuatu dan menghapusnya tanpa perlu berkedip. Kekuatan yang gila, bukan?"
"Kau bisa melakukannya juga?" Xin Chen menangkap lain dari inti yang ingin dibicarakan Roh Dewa Perang, roh itu terkesiap dan segera menyangkal.
"Ck bukan itu. Haish, aku hanya ingin bilang melakukan hal seperti mempersingkat waktu bukanlah hal yang tidak mungkin untuk dilakukan oleh kami."
Tidak ada tanggapan, Roh Dewa Perang berbicara kembali.
"Apa kau percaya padaku?"
"Tidak."
"Heh? Kenapa? Mukaku kurang menjanjikan?" Roh Dewa Perang meraba-raba wajahnya sendiri.
"Nah itu termasuk. Tapi alasan lebih pentingnya, kau pasti akan meminta kekuatan untuk melakukan sesuatu yang aku tidak ketahui apakah berbahaya atau tidak."
"Sialan."
Roh Dewa Perang mendecak tiga kali. Lalu menggeleng beberapa kali pula.
"Kau baru saja mengatakan apa yang ingin ku katakan. Otak pisau memang."
Xin Chen sudah menduganya.
"Kau membutuhkan kekuatan?"
"Aku ingin membantumu. Tapi apakah kau percaya padaku?"
"Dengan memberimu kekuatan dalam jumlah yang sangat besar sehingga kau bisa-"
Roh Dewa Perang yang sudah terlanjur dongkol memotong omongan Xin Chen. "Menggunakan kekuatan itu untuk membangkitkan tubuh manusia asliku."
Roh Dewa Perang sedikit menjelaskan. Alasan dia membutuhkan tubuh manusia asli tujuannya agar dia dapat lebih mudah menciptakan alam bawah sadarnya. Sementara tempat mereka berada saat ini adalah alam bawah sadar Xin Chen. Sebagai iblis ada begitu banyak kemampuan tersendiri yang mereka miliki. Salah satunya mempercepat atau memperlambat waktu di alam bawah sadar mereka. Tak hanya iblis yabg dapat melakukannya, manusia pun bisa.
"Singkatnya, kau membutuhkan tubuh manusia?"
"Ya."
"Kenapa tidak menggunakan tubuh ku saja?"
"Memang kau masih manusia?"
Detik itu Xin Chen ingin sekali menggampar roh di depannya.
"Aku masih manusia, hanya saja ... Untuk menampakkan wujud manusiaku memerlukan kekuatan. Tidak seperti manusia biasa yang tidak bisa menghilang menjadi roh dalam hitungan detik."
Roh Dewa Perang berpikir sambil mengangguk-angguk. "Ide bagus."
"Tapi kesadaranmu sepenuhnya ada di tanganku. Kau tidak takut aku melakukan apa-apa di alam manusia nanti?"
"Melakukan apa?"
"Seperti menggoda-goda perempuan atau masuk ke rumah hiburan. Sepertinya aku pernah mendengar tentang tempat seperti itu dan sama sekali belum pernah ke sana-"
Xin Chen balik tersenyum penuh arti. "kau tidak akan bisa keluar dari ruang bawah tanah ini."
Di dunia manusia tubuh Xin Chen yang sedang dalam posisi duduk bersila mulai dikelilingi kekuatan hitam pekat yang membentuk bola. Benda itu tak akan mampu dihancurkan dengan cara apa pun selain Xin Chen yang melepaskannya.
"Cih, aku hanya bercanda. Kau panik juga orangnya."
"Dibanding itu aku lebih takut kau berhutang, saat kembali aku langsung jatuh miskin."
"Hahahah," tawa Roh Dewa Perang menggema. Lalu dia terdiam.
"Tunggu, kau setuju atau tidak?"
"Setuju."
"Bagus. Aku hanya bisa mengulur dua tahun di alam bawah sadar untuk dua hari di dunia manusia. Cukup?"
Xin Chen tersenyum tipis. "Itu lebih dari cukup."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Reader 💯
Hohoho 👍🏻
2023-01-28
0
Dina⏤͟͟͞R
😍😍😍xin chen semangat
2022-12-22
0
Alan Bumi
yang dapat
2022-12-07
0