"A-apa yang terjadi?!" Panik prajurit lainnya, mereka kesulitan bernapas selama beberapa detik. Tak mampu berkata-kata selain membelalak dan tercengang.
Orang itu baru saja membunuh sosok terkuat di Distrik Kekaisaran Qing bahkan tanpa menyentuhnya.
"Ini benar-benar gila ..."
Suara terompet terdengar kemudian, sebagai penyampai kabar bahwa keadaan di sana menjadi genting. Kini mereka telah kehilangan 3 Jenderal sekaligus dan lebih parahnya satu dari mereka adalah yang paling terkuat.
Mental prajurit Kekaisaran Qing di sekitar menjadi semakin rapuh. Untuk memegang senjata dengan benar saja mereka sampai lupa. Tak lama dua kuda besar berpacu dari berbagai arah. Diiringi lengkingan kuda dari Jenderal-2, langkah-langkah tersebut berhenti serempak.
Situasi di tempat di mana Xin Chen berada sungguh membuat para jenderal kebingungan. Semua prajurit berdiri jauh dari sang Pengguna Roh sehingga membentuk bulatan yang di tengahnya hanya diisi Xin Chen seorang. Mayat-mayat tergeletak begitu saja, penuh darah seperti baru saja dibunuh binatang buas. Mereka bertumpuk, baik yang tadinya dirasuki oleh roh merah atau prajurit Kekaisaran Qing yang telah tewas. Lalu di atas tumpukan mayat itu, sosok yang mulai menjadi mimpi buruk mereka muncul.
"Siapa ..." Jenderal-2 tertegun dan sedikit menahan kalimatnya. "Kau sebenarnya?"
Saat itu langit mulai menampakkan tanda-tanda memasuki malam kembali. Walaupun mereka sampai tidak bisa membedakan mana siang dan malam. Langit mendung layaknya pagi buta. Malam jauh lebih pekat lagi. Di depan mereka, di tengah suasana gelap yang menyimpan hawa mematikan sosok yang membunuh Jenderal-1 muncul.
"Aroma ini ... Sudah lama aku tidak menciumnya. Sangat enak. Aku ingin memakan mereka semua ..." Wanita iblis di belakang Xin Chen tertawa terkikik. Suaranya yang lembut dan anggun mendadak hilang beberapa detik kemudian.
"AKU INGIN MEMAKAN MEREKA SEMUA."
Namun hasrat membunuh itu seketika lenyap saat tekanan kekuatan lainnya menjatuhkan tubuh iblis wanita itu. Dia kembali tunduk ketakutan.
Meski jiwanya berhasil dibangkitkan, iblis wanita itu sepenuhnya bergantung pada Xin Chen. Menghancurkan jiwanya bukanlah sesuatu yang sulit bagi Xin Chen yang ternyata telah mendapatkan teknik tersebut dari kitab kuno yang diberikan Jun Xiaorong.
Tatapan iblis itu mengarah pada mayat Jenderal-1 yang terkapar tanpa luka berarti. Tapi siapa sangka, seluruh organ di dalam tubuhnya hancur sehancur-hancurnya. Saat tubuh laki-laki itu dikendalikan oleh Xin Chen, dia sengaja mempengaruhi pikiran laki-laki itu hingga tak mampu merasakan sosok Setan Peniup Suling telah berada di belakangnya. Andai Jenderal-1 menyadari hal itu, dia pasti akan memperkuat tubuhnya sebelum bisikan itu datang.
Jenderal-1 terbunuh oleh bisikan berupa mantra yang hanya bisa dirapalkan oleh Setan Peniup Suling. Yang meremukkan isi badannya tanpa menggunakan senjata apa pun.
Jurus dari tahap kedua Kitab Pengendali Roh memang sangat mengerikan. Bahkan pendekar pengguna roh paling berbahaya di Kekaisaran Qing yaitu Zhang Ziyi tak mampu menyentuh tahap tersebut. Tanpa perlu menjelaskan lagi, hanya dari raut wajah jenderal perang dari Kekaisaran Qing sudah menggambarkan apa yang mereka takutkan.
"Sudah datang jauh-jauh, tidak berniat membunuhku juga?"
Tak mau dibuat gentar, jenderal-jenderal itu melawan balik.
"Yang Mulia Kaisar Yin tak akan membiarkan orang kotor sepertimu untuk bernapas."
"Manusia yang penuh dengan dosa ... sudah sepatutnya dibinasakan."
"Aku tidak peduli lagi siapa kau atau kekuatan mu. Kau orang yang harus dimusnahkan. Kau hanya akan membawa malapetaka."
Kalimat yang disampaikan Jenderal terakhir sedikit membuat Xin Chen tersenyum.
"Lakukanlah. Jika tidak, aku akan membunuh kalian lebih dulu."
Merasa tertantang mereka akhirnya mulai menapakkan kaki untuk maju, tapi sebelum dapat mendekati Xin Chen terjadi sesuatu di luar dugaan.
Mayat-mayat yang bergelimpangan naik ke atas. Setan Peniup Suling tiba-tiba menghilang dari tempatnya. Tapi jelas sekali mereka dapat merasakan perubahan kekuatan yang tak mendasar. Bagaimana bisa kekuatan yang tadinya tenang berubah kacau dalam hitungan satu detik. Di tambah lagi, kekuatan roh yang seharusnya hitam pekat bercampur dengan biru Api Keabadian.
Saat Setan Peniup Suling kembali muncul mereka dapat melihat wujud barunya. Tanda Bunga Api biru di dahi disertai sebuah seruling. Tubuhnya dikelilingi rantai api biru yang bergerak di udara.
Tanpa diduga beberapa rantai lainnya keluar dari tanah dan langsung mengejar manusia di sekitarnya. Setan Peniup Suling terkikik semakin hebat.
Pemandangan mengerikan di mana seorang iblis menguasai medan tempur manusia. Gejolak api biru dan pekatnya kekuatan roh mengelilingi sekitar. Perlahan-lahan di antara bayangan api keabadian, para jenderal dapat melihat iblis itu tembus dari sana. Matanya biru menyala, disertai tatapan menusuk.
"Kalian milikku."
*
Beberapa hari sebelum perang dimulai, Xin Chen tidak dapat ditemukan di mana pun bahkan Jun Xiaorong yang belakangan selalu terlihat bersamanya tak tahu menahu ke mana Xin Chen pergi. Dan dalam waktu yang sama pula, Wei Feng mencari-cari keberadaan temannya. Mereka sama sekali tidak diberitahu bagaimana rencana yang akan dijalankan nantinya.
Atau memang Xin Chen berpikir bahwa mereka tak bisa diandalkan ? Atau alasan lainnya, Xin Chen takut salah satu dari mereka membeberkan rencana yang dibuatnya. Selain Jun Xiaorong, Wei Feng rasa tidak ada yang tahu tentang rencana tersebut. Tapi yang pasti, mereka sudah melihat persiapan besar yang dilakukan secara diam-diam. Dan yang paling penting berjalan sangat mulus.
Untuk menutupi rasa kecurigaan prajurit terhadap menghilangkannya Xin Chen, Jun Xiaorong memerintahkan satu prajurit bawahannya yang tinggal bersama Wei Feng, Youji dan juga Yu Xiong.
"Kau sama sekali tidak melihat ke mana dia pergi?" tanya Wei Feng untuk kelima kalinya.
"Terakhir kali dia melakukan investigasi. Ahh dia sempat mengatakan padaku kalau dia menemukan tempat tersembunyi yang telah terbuang." Jun Xiaorong menjentikkan jari, saat Wei Feng bertanya di mana tempat yang dimaksudnya Jun Xiaorong hanya bisa menggeleng tidak tahu.
"Cih ... Bocah keparat, sudah kukatakan jangan terlalu lama bermain dengan iblis sialan itu. Memang mahkluk seperti mereka bisa dipercaya?"
Tetesan air bergema di sebuah ruangan bawah tanah. Tempat itu dulunya merupakan bagian bangunan bawah tanah yang saat ini telah tergenang. Beberapa tembok besar muncul di atas permukaan air di mana saat ini Xin Chen duduk tenang. Meski pun begitu, di alam bawah sadarnya sebetulnya Xin Chen sedang berdebat dengan Roh Dewa Perang.
Ruang hampa di alam bawah sadarnya berulang kali bergema oleh teriakan iblis yang sedikit 'antusias' itu. Bagaimana tidak, menceritakan bagaimana dia menjepit kodok di ketiaknya saja sudah seperti memenangkan perlombaan besar saja. Dan lebih menyebalkannya lagi dia menceritakan hal yang terjadi ribuan tahun lalu.
Xin Chen memijit keningnya pusing.
"Kau ini sebenarnya sebelas dua belas dengan tukang ribut di pasar. Jangan buang-buang waktuku dengan kelakuan anehmu. Sebenarnya kenapa jiwamu dibangkitkan dan apa yang kau maksud dengan tahap kedua?"
"Hah?" Roh Dewa Perang yang dari luar terlihat amat menakutkan justru lebih seperti manusia petakilan di mata Xin Chen. Seperti sekarang ini, dia tetap mengalihkan perhatian agar dapat bercerita lebih banyak hal yang menurutnya lucu. Karena saat pertama kali dibangkitkan, Roh Dewa Perang begitu antusias. Akhirnya dia bisa bertemu manusia lagi. Dan paling pentingnya, dapat berbagi cerita seperti dulu.
"Lalu kau tahu saat aku men-"
"Kau pernah mengatakan soal tahap kedua saat pertama kali muncul dan berjanji akan menjelaskannya padaku.".
"Cih, manusia ini kakunya seperti batu."
"Sekarang bukan waktunya bersenda gurau. Perang akan dimulai beberapa hari lagi," tegas Xin Chen. Roh Dewa Perang mengalah pada akhirnya.
"Lebih tepatnya, ada empat tahap dari Kitab Pengendali Roh. Yang kalian ketahui saat ini, hanya tahap pertama sedangkan tahap lainnya sangat sulit dibuka. Tentu saja, kesulitan itu seimbang dengan kekuatan yang akan kau dapat."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 275 Episodes
Comments
Reader 💯
Ooh jadi gitu 🤔 😅
2023-01-28
0
Onez Dewa Ganaz Trisula
Kereeennn thorr...
2022-10-07
0
Amaury
eehhh.... ada 4 tahapan untuk kitab pengendali roh... wah ..
2022-09-01
2