***Ruang Alkimia Kediaman Keluarga Yang***
Tu Yao sedang duduk santai menikmati teh dan dilayani oleh dua pelayan Kediaman Keluarga Yang. Tu Yao terkenal dengan sifat mata keranjang sehingga Huo Rong selalu menghadiahkan pelayan ke Tu Yao setiap bulan.
Tu Yao sangat dihormati di Kediaman Keluarga Yang karena merupakan alchemist tingkat tiga. Huo Rong membayar harga yang tinggi ke Tu Yao untuk menjadi alchemist Keluarga Yang. Tu Yao pintar membuat pil elexir maupun racun yang sangat berguna untuk Keluarga Yang.
Alchemist dibagi menjadi lima tingkatan. Tingkat paling dasar ke tingkat paling tinggi yaitu Ahli Obat, Master Obat, Grandmaster Obat, Raja Obat, dan Dewa Obat.
Yang Ruo Li menendang pintu ruang alkimia dengan keras sehingga terbuka lebar. Tu Yao dan kedua pelayan melihat ke arah pintu. Suasana hati Tu Yao menjadi buruk karena kemunculan Yang Ruo Li.
"Ngapain kamu kesini? Dasar si jelek! Keluar!" teriak Tu Yao.
Tu Yao menatap Yang Ruo Li dengan tatapan menghina dan merasa jijik dengan wajah buruk rupa Yang Ruo Li. Selama ini racun yang diberikan kepada Yang Ruo Li kebanyakan berasal dari Tu Yao sehingga Yang Ruo Li sama sekali tidak berani mendekati ruang alkimia, tempat tinggal Tu Yao. Tu Yao yakin Yang Ruo Li datang untuk mencari Chun Hua.
Yang Ruo Li melihat sekeliling ruangan dan tidak menemukan sosok Chun Hua di sana sehingga membuatnya semakin marah dan khawatir. Chun Hua sudah berada di tangan Tu Yao semalaman, entah penderitaan apa yang sudah dialami oleh Chun Hua.
Yang Ruo Li melangkahkan kakinya ke arah Tu Yao . Tu Yao melemparkan cangkir teh yang berada di tangannya ke arah Yang Ruo Li sambil berteriak.
"Pergi! Mengganggu kesenanganku saja!"
Yang Ruo Li menangkap cangkir itu dengan cepat dan menjambak rambut Tu Yao dengan tangan kiri.
"AH!" Tu Yao berteriak kesakitan dan memberi tatapan tidak percaya ke Yang Ruo Li.
Belum hilang rasa keterkejutan Tu Yao, Yang Ruo Li sudah membenturkan cangkir itu ke mulut Tu Yao dengan keras sehingga menyebabkan beberapa gigi Tu Yao terlepas. Cangkir itu pecah dan sebagian pecahan kaca masuk ke dalam mulut Tu Yao.
Tu Yao ingin memuntahkan pecahan kaca itu secara refleks. Bagaimana mungkin Yang Ruo Li membiarkan hal itu terjadi? Tangannya menutup mulut Tu Yao.
"Telan!" perintah Yang Ruo Li dengan suara tegas.
"Kamu kira dirimu siapa? Berani memerintahku?" teriak hati Tu Yao.
Tu Yao menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil berusaha melepaskan tangan Yang Ruo Li dari mulutnya. Yang Ruo Li menampar wajah Tu Yao dan meninju dadanya dengan keras menyebabkan Tu Yao menelan semua pecahan kaca di mulutnya.
Tu Yao terjatuh ke lantai dengan mulut dan kerongkongan yang berlumuran darah. Tu Yao terbatuk-batuk sambil memuntahkan darah terus menerus, sedangkan Yang Ruo Li melipat tangannya di depan dada sambil menatap tajam Tu Yao.
"Di mana Chun Hua?" tanya Yang Ruo Li dengan suara dingin.
"Pergilah ke akhirat!" teriak Tu Yao sambil melemparkan racun busuk hasil racikannya ke arah Yang Ruo Li.
Kedua pelayan wanita menjerit kesakitan dan tergeletak di lantai karena terkena racun busuk tersebut.
"Ha ha ha! Racun itu akan membuatmu menjadi genangan darah!" ujar Tu Yao dengan gembira mendengar suara teriakan wanita.
Kegembiraan Tu Yao hanyalah sesaat. Raut wajah Tu Yao menjadi pucat dan natanya membulat besar ketika melihat Yang Ruo Li berdiri di hadapannya tanpa terluka sedikitpun, sedangkan tubuh kedua pelayan wanita sudah meleleh menjadi genangan darah.
Tu Yao tidak tahu bagaimana cara Yang Ruo Li menghindari racun pamungkasnya. Yang Ruo Li memberikan tendangan bertubi-tubi ke tubuh Tu Yao.
"Jawab!" ucap Yang Ruo Li sambil memberikan satu tendangan akhir yang kuat ke tubuh Tu Yao.
Tu Yao bersusah payah bangkit dan langsung berlutut di hadapan Yang Ruo Li. Saat ini dia sadar Yang Ruo Li sangat hebat dan bisa membunuhnya dalam hitungan detik.
Racun busuk adalah senjata andalan serta merupakan racun yang paling kejam, tetapi racun itu tidak menimbulkan reaksi apapun terhadap Yang Ruo Li.
"Nona Ruo Li! Aku tidak melakukan apa pun terhadap Chun Hua! Chun Hua menggigitku dan ingin bunuh diri. Aku menjualnya ke Paviliun Ru Yi!" jawab Tu Yao.
"Tu Yao! Racun di tubuhku kebanyakan berasal darimu. Kamu pastilah alchemist yang hebat. Aku akan membuatmu merasakan racun racikanmu sendiri!" kata Yang Ruo Li.
Tubuh Tu Yao gemetaran ketakutan karena perkataan Yang Ruo Li. Dirinya tahu pasti selama ini racun apa saja yang sudah diberikannya kepada Yang Ruo Li dan semua racun itu sangat berbahaya.
Dengan tenaga dalamnya, senjata racun di pergelangan tangan Yang Ruo Li keluar membentuk garis lurus berwarna hitam dan menembus tubuh Tu Yao dengan cepat.
"AH!" teriak Tu Yao.
Tu Yao mengerang kesakitan dan berguling-guling di lantai. Yang Ruo Li tidak memedulikan Tu Yao. Saat ini dirinya harus segera pergi ke Paviliun Ru Yi untuk menyelamatkan Chun Hua.
Yang Ruo Li membongkar-bongkar ruang alkimia milik Tu Yao. Sebagai alchemist tingkat tiga, Tu Yao pasti membuat banyak macam pil yang berharga .
Beberapa saat kemudian, Yang Ruo Li telah mengumpulkan semua pil baik berupa pil racun maupun pil elixir, bahkan ada koin emas batu roh dan tungku api violet emas yang terbuat dari 99 bongkah violet emas.
"Benar-benar tungku yang bagus!" puji Yang Ruo Li.
Di dalam ruang dimensi cincin lotus sudah ada tungku api lotus milik Master Beracun. Master Beracun sudah mencapai alchemist tingkat lima yaitu Dewa Obat sehingga walaupun menggunakan tungku api biasa, bisa membuat pil elixir kualitas tinggi.
Sementara Yang Ruo Li baru saja menguasai ilmu racun warisan dari Master Beracun sehingga dirinya memerlukan tungku api kualitas bagus untuk menghasilkan pil elixir kualitas tinggi.
Yang Ruo Li menyimpan semua pil berharga itu di dalam cincin ruang penyimpan batu giok miliknya dan memasukkan tungku api violet emas ke dalam ruang dimensi cincin lotus. Kegunaan cincin lotus hampir sama dengan cincin ruang penyimpan benda, hanya saja di dalamnya ada ruang dimensi dan bisa digunakan oleh pemiliknya seorang saja.
Yang Ruo Li meninggalkan ruang alkimia dan menggunakan kereta kuda Keluarga Yang menuju Paviliun Ru Yi.
***
Halo Readers Setia. Bab ini author up pukul 15.00 WITA.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya ya. Li Zhe Liang akan muncul di bab berikutnya
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG DARI AUTHOR LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 244 Episodes
Comments
Dewi Alwi
Yang Ruo Li semoga kamu berhasil menyelamatkan
2023-09-09
0
Bakulgeblek
🤭
jadi gk enak...
salam sayang balik 😋😋😋
2023-07-14
0
Bakulgeblek
weleh... kok dadi garong 🤦♂️
2023-07-14
0