***Kediaman Edelweiss***
Yang Ruo Li bisa merasakan aura marah dan membunuh dari Fu Jiu Yun terhadapnya. Yang Ruo Li tahu hari ini masih belum waktunya berhadapan langsung dengan Fu Jiu Yun. Ada beberapa pengawal pribadi Fu Jiu Yun yang ikut ke Kediaman Edelweiss.
Hal yang paling utama ingin dilakukan oleh Yang Ruo Li adalah membawa Mu Dan serta Chun Hua pergi dari Kediaman Keluarga Yang. Rencana untuk membuat pertunangannya dengan Fu Jiu Yun dibatalkan harus direncanakan dengan baik karena lawannya adalah Keluarga Fu yang mempunyai status tertinggi di Kota Shang Ri La.
Yang Ruo Li berpura-pura menggigil ketakutan di hadapan Fu Jiu Yun.
"Tu..tuan muda Fu Jiu Yun! Apa yang kamu bicarakan? Aku…apa yang aku lakukan?" tanya Yang Ruo Li terbata-bata dengan raut wajah kebingungan.
Aura kekuatan spiritual amarah dari tubuh Fu Jiu Yun mereda sedikit karena sikap Yang Ruo Li. Yang Ruo Li di hadapannya terlihat lemah dan ketakutan sehingga membuat Fu Jiu Yun mengira dirinya salah menebak.
Tadi Yang Rong Xian mendadak kehilangan akal setelah berdekatan dengan Yang Ruo Li. Jika bukan perbuatan Yang Ruo Li, bagaimana mungkin Yang Rong Xian tiba-tiba menjadi gila di depan umum.
Sementara itu Huo Si Cheng menggendong tubuh Yang Rong Xian sambil menatap Yang Ruo Li dengan penuh kebencian. Huo Si Cheng juga mencurigai Yang Ruo Li dan di dalam hati kecilnya marah terhadap Fu Jiu Yun karena membuat Yang Rong Xian terluka parah, tetapi Huo Si Cheng tidak berani melawan Fu Jiu Yun.
"Panggil tabib!" teriak Huo Si Cheng ke Xi Xi dan Luo Luo.
Xi Xi berlari keluar dari Kediaman Edelweiss untuk mencari tabib sambil menahan rasa sakit di tangannya, sedangkan Huo Si Cheng mengendong Yang Rong Xian menuju kamar diikuti oleh Luo Luo.
Walaupun Huo Si Cheng adalah kakak sepupu dari Yang Rong Xian, tetapi dia tidak boleh masuk ke dalam kamar gadis yang belum menikah untuk menghindari pergunjingan dari orang lain.
Fu Jiu Yun tidak memedulikan Yang Rong Xian luka dalam karena terkena kekuatan spiritualnya. Fu Jiu Yun lebih mementingkan harga dirinya yang tercoreng karena ulah Yang Rong Xian. Lagi pula Fu Jiu Yun yakin Keluarga Yang dan Huo Rong tidak akan berani menyalahkannya atas luka dalam Yang Rong Xian.
Pikiran Fu Jiu Yun fokus terhadap Yang Ruo Li. Gadis muda yang sudah menjadi tunangannya sejak bayi. Gadis muda yang selama ini selalu diperlakukan sebagai nona sampah dan ditindas oleh Keluarga Yang. Gadis muda yang selalu diacuhkan olehnya, tetapi entah mengapa hari ini gadis muda yang sedang menggigil ketakutan di hadapannya berhasil menarik perhatiannya.
Gadis muda yang tadinya memberikan senyuman ejekan terhadapnya, sekarang berubah menjadi gadis muda yang penakut seperti sifat semula.
"Apa yang kamu lakukan terhadap Yang Rong Xian?" Fu Jiu Yun mengajukan pertanyaan sekali lagi terhadap Yang Ruo Li.
"Aku….aku tidak tahu apa maksud tuan muda Fu Jiu Yun. Bukankah Rong Xian mengutarakan cintanya tadi?" tanya Yang Ruo Li.
Raut wajah Fu Jiu Yun menjadi dingin karena perkataan jujur dari Yang Ruo Li membuatnya teringat akan ulah Yang Rong Xian. Rasa curiga Fu Jiu Yun terhadap Yang Ruo Li menghilang. Fu Jiu Yun ingin secepatnya meninggalkan Kediaman Edelweiss, tempat yang membuatnya kehilangan muka di depan umum.
Ketika Fu Jiu Yun membalikkan tubuhnya dan berjalan meninggalkan Kediaman Edelweiss, Yang Ruo Li tersenyum samar dan berlari mengejar Fu Jiu Yun.
"Tuan muda Fu Jiu Yun!" teriak Yang Ruo Li dan menghadang di depan Fu Jiu Yun.
Fu Jiu Yun menghentikan langkah kakinya dan mengernyitkan alisnya ke Yang Ruo Li.
"Ada apa?" tanya Fu Jiu Yun dengan ketus.
Yang Ruo Li mengeluarkan saputangan dan langsung mengelap wajah serta leher Fu Jiu Yun dengan gerakan tangan yang cepat. Tanpa disadari siapa pun, Yang Ruo Li menaburkan bubuk racun sewaktu mengelap wajah Fu Jiu Yun.
"Tuan muda Fu Jiu Yun! Banyak bekas lipstik Rong Xian di wajahmu," jawab Yang Ruo Li dengan nada cemburu.
Fu Jiu Yun tertegun sejenak menatap wajah kanan Yang Ruo Li. Wajah itu sangatlah cantik dan putih bersih. Tanpa sadar Fu Jiu Yun terkagum di dalam hati kecil, tetapi ketika matanya menatap wajah kiri Yang Ruo Li, Fu Jiu Yun merasa jijik.
"Jangan sentuh aku!" teriak Fu Jiu Yun sambil menepis tangan Yang Ruo Li dengan kasar.
Yang Ruo Li berjalan mundur ke belakang tiga langkah dan menundukkan kepalanya.
"Saputangan!" teriak Fu Jiu Yun ke arah rombongan nona dan tuan muda yang ikut datang bersamanya tadi.
"Ini!" kata Peng Wei Wei sambil menyerahkan saputangan miliknya. Peng Wei Wei merasa iri dan benci dengan bekas lipstik Yang Rong Xian di wajah Fu Jiu Yun.
Fu Jiu Yun menerima saputangan itu dan mengelap wajahnya sendiri.
"Yang Rong Xian! Kamu membuatku malu hari ini!" kata hati Fu Jiu Yun sanbil melihat noda lipstik di saputangan tersebut.
Fu Jiu Yun melirik sekilas ke arah gadis muda yang masih menunduk tidak jauh darinya. Dalam hati kecilnya, Fu Jiu Yun bersyukur Yang Ruo Li memberitahukannya tentang bekas lipstik di wajahnya. Jika tidak, dia pasti akan ditertawakan oleh rakyat Kota Shang Ri La nantinya.
"Pulang!" ujar Fu Jiu Yun dan berjalan dengan cepat meninggalkan Kediaman Edelweiss di ikuti rombongan nona serta tuan muda dari keluarga terpandang di Kota Shang Ri La.
Yang Ruo Li mengangkat kepalanya dan menatap punggung Fu Jiu Yun yang sudah menjauh dari pandangannya.
"Rasakan racun gatalku!" kata hati Yang Ruo Li.
Racun gatal yang diberikan Yang Ruo Li ke Fu Jiu Yun adalah jenis racun yang akan langsung meresap ke dalam tubuh seseorang dan membuat orang itu merasa gatal di sekujur tubuhnya selama satu bulan.
***
Yang Ruo Li berjalan santai menuju kamar Yang Rong Xian. Xi Xi dan Luo Luo terkejut melihat kedatangan Yang Ruo Li, sedangkan Yang Rong Xian sedang diperiksa oleh tabib di atas tempat tidur. Huo Si Cheng sudah pergi dari kamar itu.
"Un…untuk apa kamu ke sini?" tanya Xi Xi terbata-bata.
"Di mana Chun Hua?" tanya Yang Ruo Li.
"Nona Rong Xian memberikan Chun Hua ke Tu Yao," jawab Luo Luo dengan suara bergetar.
Luo Luo yang cerdik tahu pasti sekarang bukan saatnya melawan Yang Ruo Li. Huo Rong tidak berada di Kediaman Keluarga Yang serta Yang Rong Xian luka dalam dan belum sadarkan diri.
Tu Yao adalah alchemist yang disewa oleh Keluarga Yang untuk membuat pil racun dan pil elixir. Tu Yao sudah mencapai tingkat ketiga alchemist yaitu Grandmaster Obat. Luo Luo ingin memanfaatkan Tu Yao menghadapi Yang Ruo Li sambilan menunggu Huo Rong pulang.
"Kurang ajar! Kalau saja ada hal buruk menimpa Chun Hua, Rong Xian dan kalian berdua akan ku kirim menemui dewa akhirat!" ancam Yang Ruo Li dengan marah dan meninggalkan Kediaman Edelweiss menuju ruang alkimia, tempat tinggal Tu Yao.
***
Halo readers tercinta. Bab ini author up pukul 17.50 Wita. Author mau nangis bombai karena bab 14 baru muncul tadi siang. Semoga bab ini lancar dan cepat muncul di aplikasi.
Terima kasih dukungan dari readers tercinta, baik berupa favorit, like, vote, tips iklan, hadiah, maupun komentar positif.
Follow Author di Noveltoon dan media sosial ya 🤗
IG : Lytie777
FB : Lytie
Youtube : Lytie Chan
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 244 Episodes
Comments
Bakulgeblek
cup...cup...cup...
gksah nangis...
coba pake ramuan "samudra jiwa" utk penenang hati... 🤭
2023-07-14
0
Hasan
🤣🤣dijaman itu blom ada lipstik thor yg ada cmn pemerah bibir
2023-05-12
1
kutu kupret🐭🖤🐭
weeee he he😂😂😂
2023-02-13
0