***Kediaman Edelweiss***
Yang Rong Xian sedang berdiri di depan cermin sambil mengagumi pakaian baru berwarna merah muda dengan motif bunga edelweiss yang sedang dipakainya.
Suasana hati Yang Ruo Li sangat gembira karena sebentar lagi Fu Jiu Yun dan beberapa nona serta tuan muda keluarga terpandang di Kota Shang Ri La akan berkumpul di Kediaman Edelweiss untuk berdiskusi tentang meramu obat bersama Yang Rong Xian.
Walaupun Yang Rong Xian hanya mencapai kultivasi tingkat dua, tetapi dia pintar menghafal tentang formula untuk ramuan obat. Jika berlatih dengan giat, Yang Rong Xian bisa mencapai tingkat pertama dari alchemist yaitu ahli obat dalam beberapa tahun yang akan datang.
"Aku sangat cantik dan pintar. Fu Jiu Yun pasti akan tertarik padaku," kata hati Yang Rong Xian dengan percaya diri.
Yang Rong Xian yakin Yang Ruo Li sudah mati mengenaskan di dalam Hutan Tengkorak sehingga ingin menggunakan kesempatan baik hari ini untuk mendekati Fu Jiu Yun dengan harapan dirinya bisa menggantikan Yang Ruo Li sebagai tunangan Fu Jiu Yun.
Pipi Yang Rong Xian bersemu merah memikirkan wajah tampan Fu Jiu Yun. Di usia dua puluh tahun ini, Fu Jiu Yun sudah mencapai kultivasi tingkat empat dan memiliki api elixir di dalam tubuhnya sehingga memiliki kualifikasi sebagai alchemist tingkat tinggi nantinya. Oleh karena itulah Fu Jiu Yun tidak menolak undangan Yang Rong Xian untuk berkunjung ke Kediaman Edelweiss dan berdiskusi mengenai formula ramuan obat dengan Yang Rong Xian.
Sebagai putra dari penguasa kota Shang Ri La, Fu Jiu Yun tidak akan menemui Yang Rong Xian secara pribadi sehingga mengajak nona dan tuan muda dari keluarga terpandang lainnya. Fu Jiu Yun sangat menjaga nama baik dirinya di depan rakyat Kota Shang Ri La.
"Kenapa Xi Xi dan Luo Luo masih belum kembali?" kata hati Yang Rong Xian.
Xi Xi dan Luo Luo diperintahkan untuk membuang semua barang milik Yang Ruo Li dan membakarnya. Selain itu merobohkan tembok penghalang antara Kediaman Peony dan Kediaman Edelweiss sehingga menjadikan Kediaman Peony sebagai miliknya.
Hal itu semua bisa dilakukan oleh para pelayan lainnya. Xi Xi dan Luo Luo hanya memberi perintah kepada mereka dan akan kembali ke sisinya untuk membantunya bersiap-siap menunggu kedatangan Fu Jiu Yun.
"Nona Rong Xian! Tolong bantu kami balas dendam terhadap si buruk rupa!" kata Xi Xi yang berlari masuk ke dalam kamar sambil menangis tersedu-sedu.
"Si buruk rupa? Apa yang terjadi?" tanya Yang Rong Xian.
Suasana hati gembira Yang Rong Xian menghilang seketika setelah mendengar nama Yang Ruo Li.
"Si buruk rupa mematahkan tanganku dan tangan Xi Xi!" jawab Luo Luo.
"Yang Ruo Li masih hidup? Tidak mungkin!" teriak Yang Rong Xian.
"Kami tidak berbohong, Nona Rong Xian! Si buruk rupa itu pasti kesurupan monster di Hutan Tengkorak dan mematahkan tanganku dan Xi Xi dengan kejam," kata Luo Luo.
"Kurang ajar! Si buruk rupa masih hidup! Aku yang akan mengambil nyawanya sekarang!" teriak Yang Rong Xian.
"Kalian berdua panggil beberapa pengawal Kediaman Yang untuk ikut ke Kediaman Peony!" perintah Yang Rong Xian.
"Baik Nona Rong Xian!" jawab Xi Xi dan Luo Luo bersamaan sambil memegang tangan kanan mereka yang dipatahkan oleh Yang Ruo Li.
Mereka berdua mencoba menahan rasa sakit di tangan dan ingin melihat langsung dengan mata sendiri, bagaimana Yang Ruo Li dibunuh oleh para pengawal Kediaman Keluarga Yang.
Para pengawal di Kediaman Keluarga Yang sudah memiliki kultivasi tingkat dua ke atas sehingga Yang Rong Xian yakin mereka bisa membantunya membunuh Yang Ruo Li.
Ketika Yang Rong Xian keluar dari kamar tidurnya, terlihat sekelompok orang sedang berjalan menuju ke arahnya. Mata Yang Rong Xian berbinar-binar menatap pemuda yang berada di tengah sekelompok orang itu.
Fu Jiu Yun mengenakan jubah berwarna putih, yang semakin menonjolkan wajah tampan serta kharisma dari tubuhnya. Tidak mengherankan para gadis muda di Kota Shang Ri La menyukai Fu Jiu Yun.
"Kalian berdua ceritakan kekejaman si buruk rupa ke tuan muda Fu Jiu Yun!" perintah Yang Rong Xian.
"Baik, Nona Rong Xian!" jawab Xi Xi dan Luo Luo bersamaan.
Sebagai pelayan pribadi Yang Rong Xian, Xi Xi dan Luo Luo sangat tahu keinginan nona muda mereka untuk menjelek-jelekkan Yang Ruo Li di hadapan Fu Jiu Yun. Mereka berdua sudah membayangkan amarah Fu Jiu Yun terhadap Yang Ruo Li dan mungkin saja akan membatalkan pertunangan secara langsung dengan si buruk rupa yang kejam itu. Setelah Fu Jiu Yun pergi maka para pengawal Kediaman Keluarga Yang bisa membunuh Yang Ruo Li tanpa takut menyinggung Bangsawan Fu Chen.
"Tuan muda Fu Jiu Yun!" sapa Yang Rong Xian dengan suara lembut.
Sementara Xi Xi dan Luo Luo berlutut di hadapan rombongan Fu Jiu Yun sambil berlinangan air mata.
"Tuan muda Fu Jiu Yun! Tangan kita dipatahkan oleh nona Ruo Li!" kata Xi Xi.
Salah satu gadis dari rombongan Fu Jiu Yun maju ke depan serta memeriksa keadaan Xi Xi dan Luo Luo. Gadis itu bernama Peng Wei Wei.
Peng Wei Wei adalah putri kedua dari salah satu pejabat di Kota Shang Ri La dan juga merupakan adik dari Peng Xiao Ran.
"Yang Ruo Li sangat kejam!" kata Peng Wei Wei.
"Si buruk rupa itu tidaklah pantas menjadi tunangan tuan muda Fu Jiu Yun. Sudah jelek, kejam lagi! Adik Rong Xian bermartabat serta berbudi lubur dan pastinya lebih sepadan dengan tuan muda Fu Jiu Yun," ucap Huo Si Cheng.
Huo Si Cheng merupakan kakak sepupu dari Yang Rong Xian sehingga mengetahui adik sepupunya sudah mengagumi Fu Jiu Yun dalam waktu yang lama sehingga menggunakan kesempatan ini untuk membantu Yang Rong Xian mengutarakan perasaan hatinya secara tidak sengaja di hadapan Fu Jiu Yun.
"Kak Si Cheng! Jangan ngomong sembarangan," kata Yang Rong Xian dengan pipi bersemu merah sambil mencuri pandang ke arah Fu Jiu Yun.
Fu Jiu Yun tertegun sebentar dan mengernyitkan alisnya setelah mendengar perkataan mereka semua, sedangkan Peng Wei Wei memperlihatkan senyum paksa di sudut bibirnya karena tidak menyukai perkataan Huo Si Cheng.
Peng Wei Wei merasa dirinya yang paling sepadan dengan Fu Jiu Yun, bukan Yang Ruo Li si buruk rupa maupun Yang Rong Xian.
"Wah! Ternyata kalian semua menganggap Yang Ruo Li tidaklah sepadan dengan tuan muda Fu Jiu Yun!"
Yang Ruo Li tiba-tiba muncul di depan Kediaman Edelweiss sehingga membuat rombongan Fu Jiu Yun terkejut.
"Hei si buruk rupa! Kamu sangat kejam mematahkan tangan kedua pelayan Rong Xian. Kamu telah merusak reputasi tuan muda Fu Jiu Yun!" teriak Peng Wei Wei.
"Iya benar sekali. Aku seharusnya tidak merusak reputasi tuan muda Fu Jiu Yun!" kata Yang Ruo Li sambil tersenyum lebar dan menatap ke arah Fu Jiu Yun.
Sikap Yang Ruo Li memperlihatkan seolah-olah dirinya tidak peduli telah memberikan kesan yang buruk di hadapan Fu Jiu Yun.
"Ada apa dengan Ruo Li?" kata hati Fu Jiu Yun.
Fu Jiu Yun menatap Yang Ruo Li dengan saksama untuk mencari tahu apakah Yang Ruo Li sengaja bersikap acuh untuk menarik perhatian darinya.
Selama ini Fu Jiu Yun pernah bertemu dengan Yang Ruo Li beberapa kali dan di setiap pertemuan itu Fu Jiu Yun lah yang selalu memperlihatkan sikap acuh dan sombong terhadap Yang Ruo Li .
"Yang Rong Xian! Peng Wei Wei! Kalian bisa mencari Bangsawan Fu Chen dan meminta dijadikan istri tuan muda Fu Jiu Yun!" usul Yang Ruo Li sambil tersenyum manis, tetapi senyuman manis di wajah jeleknya membuatnya terlihat seperti senyuman ejekan.
Wajah Fu Jiu Yun memerah menahan amarah dan menatap tajam ke arah Yang Ruo Li, sedangkan semua orang yang berada di sana juga memberikan tatapan tidak percaya ke arah Yang Ruo Li.
Bagaimana mungkin si buruk rupa dan nona sampah Keluarga Yang di hadapan mereka, berani menyinggung Fu Jiu Yun? Padahal selama ini Yang Ruo Li selalu menundukkan kepala dan lemah di hadapan semua orang.
***
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 244 Episodes
Comments
Dewi Alwi
Yang Ruo Li tunjukkan pada mereka bahwa kamu punya harga diri aku mendukungmu 👍
2023-09-09
1
Nur Aliya Hikmah
tunggu sampai kamu menerima kabar kematian kakakmu..😏 itupun kalau masih ada susa-sisanya..
2022-07-08
10
pelangi pudar
lanjut
2022-03-28
2