***Kediaman Peony***
Seorang gadis berusia 17 tahun sedang berbaring diatas tempat tidur sambil memegang perutnya. Tubuh kurus gadis itu bergetar dengan keras. Keringat dingin bercucuran di keningnya. Bibirnya berwarna pucat. Terlihat jelas gadis itu sedang menahan rasa sakit yang sangat menyiksa tubuhnya.
Pintu kamar dibuka dengan keras dari luar dan terdengar suara langkah kaki yang cepat menghampiri tempat tidur.
Seorang gadis berpakaian pelayan menghampiri gadis yang terbaring di atas tempat tidur.
"Nona Ruo Li! Chun Hua sudah mendapatkan obat penawarnya. Ayo, makanlah!" kata Chun Hua sambil menyuapi obat penawar yang berada di tangannya ke nona mudanya yang terbaring lemah di atas tempat tidur.
Gadis itu mengunyah pil kecil berwarna hitam yang diberikan oleh Chun Hua. Sepuluh menit kemudian tubuh gadis itu berhenti bergetar. Rasa sakit di dalam tubuhnya berkurang sedikit, membuktikan obat penawar yang diberikan oleh Chun Hua bereaksi dengan baik walaupun hanya mengurangi sedikit rasa sakit di tubuhnya.
Gadis itu sudah terbiasa dengan hal ini dan sangat yakin kali ini sisa racun itu menumpuk di dalam tubuhnya lagi.
"Terima kasih Chun Hua!" kata gadis itu sambil menatap ke wajah Chun Hua.
Mata gadis itu membulat besar melihat darah segar yang masih mengalir di kening Chun Hua.
"Yang Rong Xian memukulmu lagi?" tanya gadis itu dengan suara bergetar dan mata yang memerah dalam hitungan detik.
Gadis itu berusaha menahan amarah dan tangisannya. Hatinya sakit dan merasa tidak berdaya sewaktu melihat luka di kening Chun Hua.
"Tidak apa-apa, nona Ruo Li. Ini hanya luka kecil," kata Chun Hua sambil menutup luka di keningnya dengan telapak tangan kanannya.
"Cepat obati lukamu!" kata gadis itu.
"Baik, nona Ruo Li! " jawab Chun Hua.
Tubuh gadis itu masih lemah sehingga dirinya hanya bisa berbaring di atas tempat tidur sambil melihat Chun Hua mengobati luka di keningnya.
"Chun Hua! Maafkan aku yang membuatmu ikut menderita karena nasib burukmu menjadi pelayan pribadiku," kata gadis itu dengan suara yang lirih sambil menahan air matanya yang mulai tergenang di pelupuk mata.
Gadis itu adalah Yang Ruo Li, nona pertama Keluarga Yang. Yang Ruo Li sudah dijadikan sebagai pil manusia selama enam belas tahun. Di dalam tubuh Yang Ruo Li terkumpul racun yang banyak dan ajaibnya Yang Ruo Li bisa bertahan hidup sampai sekarang dengan tubuh yang penuh dengan sisa-sisa racun yang pernah diberikan oleh Huo Rong kepadanya.
Yang Ruo Li bisa bertahan hidup sampai sekarang juga karena andil dari Chun Hua. Selama ini Chun Hua lah yang selalu menjaga dan melindungi Yang Ruo Li.
Ketika tubuh Yang Ruo Li mengalami bahaya karena tidak bisa melawan racun yang diberikan kepadanya, Chun Hua akan mencari Huo Rong untuk memohon obat penawar racun. Huo Rong akan memberikan obat penawar racun, yang tentunya hanya bisa menyembuhkan sedikit saja racun di tubuh Yang Ruo Li sehingga sisa racun di tubuh Yang Ruo Li semakin bertambah setiap harinya.
Bukan hanya itu saja, racun-racun yang dimakan oleh Yang Ruo Li selama enam belas tahun ini menyebabkan wajah kirinya menjadi rusak dan penuh dengan bercak-bercak hitam.
Semua orang di Kota Shang Ri La memberi Yang Ruo Li julukan nona sampah dan si buruk rupa karena Yang Ruo Li tidak bisa berlatih kultivasi serta wajah kirinya yang rusak.
Seiring bertambah usianya, adik tirinya Yang Rong Xian juga ikut menyiksa dan menindas Yang Ruo Li. Yang Rong Xian adalah nona ketiga Kediaman Yang. Kembaran Yang Rong Xian yaitu Yang Rong Le sejak umur lima belas tahun, sudah mengikuti beberapa Tetua Keluarga Huo berkelana untuk meningkatkan latihan kultivasinya.
Yang Rong Le memiliki bakat kultivasi yang bagus dibandingkan dengan Yang Rong Xian sehingga Tetua Keluarga Huo ingin melatihnya menjadi seorang kultivator yang hebat. Tentu saja Huo Rong, ibu kandungnya sangat mendukung Yang Rong Le menjadi kultivator yang hebat di kemudian hari.
Yang Rong Xian sering memberi racun kepada Yang Ruo Li. Hal itu dikarenakan Yang Rong Xian iri kepada Yang Ruo Li masih menjadi tunangan Fu Jiu Yun walaupun Yang Ruo Li sudah mendapat julukan nona sampah dan si buruk rupa sejak kecil.
Pertunangan antara Fu Jiu Yun dan Yang Ruo Li tidak dibatalkan sama sekali oleh Bangsawan Fu Chen dan istrinya, Wen Hui Min. Hal ini dikarenakan Bangsawan Fu Chen ingin menjaga martabatnya di depan rakyat Kota Shang Ri La. Sebagai penguasa kota Shang Ri La, segala tingkah laku Bangsawan Fu Chen pasti diperhatikan oleh rakyatnya.
Wen Hui Min diam-diam menyusun rencana untuk menyingkirkan Yang Ruo Li supaya Fu Jiu Yun tidak perlu memperistri gadis sampah yang buruk rupa itu.
Wen Hui Min membiarkan semua perlakuan buruk dari Huo Rong terhadap Yang Ruo Li dan sama sekali tidak pernah menolong Yang Ruo Li. Wen Hui Min sangat mengharapkan Yang Ruo Li akan meninggal karena racun yang diberikan oleh Huo Rong, tetapi Yang Ruo Li bisa bertahan hidup selama enam belas tahun dengan racun yang terkumpul di tubuhnya.
Yang Rong Xian sangat mengagumi Fu Jiu Yun dan ingin menggantikan Yang Ruo Li sebagai tunangan Fu Jiu Yun sehingga sangat bersemangat ikut menyiksa Yang Ruo Li.
Hari ini Yang Ruo Li kesakitan dan menderita karena racun yang diberikan oleh Yang Rong Xian sehingga Chun Hua pergi mencari Yang Rong Xian untuk meminta obat penawar.
Chun Huan berhasil mendapatkan obat penawar dan pastinya hanya bisa menawar sedikit racun saja yang berada di tubuh Yang Ruo Li, dengan ganjaran kening yang berdarah. Luka di kening Chun Hua karena lemparan cangkir dari Yang Rong Xian.
Yang Ruo Li menghapus air matanya dengan cepat sewaktu Chun Hua berjalan ke arahnya sambil membawa satu cangkir air putih, tetapi Chun Hua sudah terlanjur melihatnya dan merasa sedih melihat keadaan nona mudanya.
"Nona Ruo Li! Minum air putih dulu!" kata Chun Hua sambil menopang tubuh Yang Ruo Li dengan tubuhnya sehingga Yang Ruo Li duduk bersandar di tubuh Chun Hua.
"Terima kasih Chun Hua," kata Yang Ruo Li sambil menyerahkan cangkir kosong ke Chun Hua.
"Nona Ruo Li. Tadi Aku mendengar kabar baik. Pernikahan antara nona Ruo Li dan tuan muda Fu Jiu Yun akan dilaksanakan dalam waktu dekat karena nona sudah berumur tujuh belas tahun," kata Chun Hua.
"Pernikahan? Apakah benar akan terjadi?" tanya Yang Ruo Li dengan nada suara putus asa.
Yang Ruo Li pernah bertemu dengan Fu Jiu Yun beberapa kali, tetapi Fu Jiu Yun selalu memperlihatkan sikap yang acuh dan sombong terhadapnya sehingga Yang Ruo Li sama sekali tidak menaruh harapan besar untuk menikah dengan Fu Jiu Yun.
"Sampai sekarang Bangsawan Fu Chen tidak membatalkan pertunangan nona Ruo Li dengan tuan muda Fu Jiu Yun. Aku yakin Bangsawan Fu Chen akan menepati janjinya kepada nyonya tujuh belas tahun yang lalu," kata Chun Hua.
Nyonya yang dimaksud oleh Chun Hua adalah Mu Dan, ibu kandung Yang Ruo Li.
"Semoga saja," jawab Yang Ruo Li.
"Jika nona Ruo Li menjadi istri tuan muda Fu Jiu Yun, maka nona Ruo Li tidak akan dijadikan pil manusia lagi oleh Keluarga Yang," kata Chun Hua dengan mata berkaca-kaca.
Chun Hua sangat mengharapkan pernikahan Yang Ruo Li bisa terjadi sehingga Yang Ruo Li terlepas dari penderitaan yang selama ini dilaluinya di Kediaman Yang.
"Iya, Chun Hua," kata Yang Ruo Li sambil memeluk erat Chun Hua.
Yang Ruo Li dan Chun Hua tidak menyadari pembicaraan mereka didengar jelas oleh Xi Xi, pelayan pribadi Yang Rong Xian dari luar kamar.
Xi Xi segera meninggalkan Kediaman Peony menuju Kediaman Edelweiss, tempat tinggal Yang Rong Xian dan Huo Rong untuk melaporkan pembicaraan antara Yang Ruo Li dan Chun Hua.
***Kediaman Edelweiss***
"Dasar buruk rupa! Berani sekali bermimpi menjadi istri Fu Jiu Yun! Aku tidak akan membiarkannya!" teriak Yang Rong Xian sambil melemparkan cangkir ke lantai.
"Tenang, nona Rong Xian !" kata Xi Xi.
"Nona Rong Xian! Selama si buruk rupa itu hidup, kemungkinan besar dia akan menjadi istri tuan muda Fu Jiu Yun ketika berusia tujuh belas tahun dan waktunya adalah tahun ini," kata Luo Luo.
Xi Xi dan Luo Luo adalah pelayan pribadi Yang Rong Xian. Luo Luo lebih pintar dari Xi Xi sehingga setiap perkataannya mengandung makna dan dimengerti oleh Yang Rong Xian.
"Benar sekali! Yang Ruo Li harus mati!" kata hati Yang Rong Xian.
"Aku akan menemui ibu sekarang!" kata Yang Rong Xian.
"Baik nona Rong Xian!" jawab Xi Xi dan Luo Luo bersamaan.
***
Satu jam kemudian Yang Rong Xian kembali ke kamar tidurnya dengan senyum lebar di wajahnya. Huo Rong menyetujui rencana Yang Rong Xian untuk membunuh Yang Ruo Li.
Besok siang Yang Ruo Li akan diberi banyak jenis racun dan dibuang ke Hutan Tengkorak yang penuh dengan monster.
Salah satunya adalah monster Kera bercula satu yang sangat kejam terhadap manusia. Mereka berdua ingin monster Kera bercula satu memakan tubuh Yang Ruo Li tanpa menyisakan jasad apa pun.
Yang Rong Xian mengambil satu botol racun dari laci dan tersenyum sinis.
"Ini adalah racun pemberian Peng Xiao Ran untukmu si buruk rupa! Besok adalah waktu yang tepat untuk menggunakannya!" kata Yang Rong Xian.
***
Keesokkan harinya A Tu dan A Niu, dua pelayan Kediaman Keluarga Yang membawa Yang Ruo Li ke Hutan Tengkorak.
Mereka berdua membuang tubuh Yang Ruo Li di tengah hutan.
"A Tu! Ayo kita cepat pergi! Besok pagi ke sini lagi untuk memeriksa apakah ada sisa jasad dari si buruk rupa ini sesuai perintah nyonya," kata A Niu.
"Monster kera bercula satu pasti akan memakannya. Besok tidak akan tersisa jasad apa pun," kata A Tu.
A Tu dan A Niu bergegas meninggalkan Hutan Tengkorak diiringi tatapan tajam dari Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mendengar dengan jelas perkataan kedua pelayan itu dan yakin kali ini dirinya pasti akan mati di dalam Hutan Tengkorak.
Tadi Huo Rong dan Yang Rong Xian memberikan berbagai jenis racun kepadanya. Yang Ruo Li bisa merasakan sakit di tubuhnya berpuluh kali lipat dibandingkan sebelumnya.
"Apa salahku! Kenapa mereka ingin membunuhku!" kata hati Yang Ruo Li sambil mencengkram erat kedua tangannya.
"Aku tidak mau mati! Aku tidak mau mati! Bagaimana dengan ibuku kalau aku mati!" kata hati Yang Ruo Li.
Selama enam belas tahun ini Yang Ruo Li tidak diperbolehkan untuk menemui Mu Dan di Kediaman Teratai, dengan alasan penyakit gila Mu Dan semakin parah.
Yang Ruo Li bisa bertahan hidup selama ini karena ada Chun Hua di sisinya dan juga harapannya untuk menyelamatkan ibu kandungnya dari Kediaman Keluarga Yang.
Darah segar memuncrat dari mulut Yang Ruo Li. Dirinya sadar bahwa dewa kematian akan menjemputnya dalam waktu dekat.
Pandangan matanya mulai kabur dan ketika Yang Ruo Li ingin memejamkan rapat kedua matanya, ada cahaya kecil muncul di hadapannya. Cahaya itu menghipnotisnya sehingga Yang Ruo Li berusaha menyentuh cahaya itu.
Ternyata cahaya itu berasal dari sebuah cincin berukiran lotus yang tergeletak tepat di samping tubuh Yang Ruo Li.
"Kenapa ada cincin sebagus ini di dalam Hutan Tengkorak? Kedua pelayan tadi tidak melihatnya sama sekali," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li yakin jika kedua pelayan itu melihat cincin lotus ini, mereka pasti sudah mengambilnya.
Terdengar suara yang mengalun jelas di telinga Yang Ruo Li.
"Pakailah! Kamu akan menjadi kuat!"
"Pakailah! Kamu akan menjadi hebat!"
"Pakailah! Kamu bisa membalas dendam!"
Suara-suara itu menghipnotis Yang Ruo Li sehingga dirinya memakaikan cincin lotus itu di jari tangannya.
"AH!" Teriakan Yang Ruo Li menggema di dalam Hutan Tengkorak disertai cahaya putih menyelimuti seluruh tubuhnya.
***
Halo readers. Apa yang akan terjadi dengan Yang Ruo Li? Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
Pastinya aksi balas dendam Yang Ruo Li akan dimulai.
Dukung novel ini dengan klik favorit, like, hadiah maupun vote.
TERIMA KASIH
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 244 Episodes
Comments
lily
diracun 16 Thun gk mati hemzzz percayaan bgt kalo taun itu blum ad sianida
2024-06-22
0
Dewi Alwi
Yang Ruo Li semoga kamu bisa membalaskan semua yg telah mereka lakukan padamu dan juga ibumu😭
2023-09-06
0
Agnez_('❛◡❛')
Hemm, jujur Aku baca novel fantasi karna 3 novel aku blm tamat dan aku stuck. Gak tau knp, Aku gk ketemu minat buat lanjutin. walau hny beberapa yg baca, aku ttp masa bodo. Tpi akhir2 ini Aku rasa gk enak sumpah. jdi aku cri deh cara buat kmbaliin semangat nulis. sumpah nulis tu gak gampang. Kita benar2 hrus keluar dri Zona nyaman. mka dri itu, tips yg aku dapatin itu bacalah byk novel2 fantasi. usahakan yg udah tamat. biar bsh baca tanpa gantung. episode 1 aku blm komen, soalnya butu berkali2 baca episode 1, karna jujur Aku asing banget sama nama nama dri negara Cina, jdi butuh waktu buat paham.
Tpi serius, novel ini bagus banget sih.
gak tau Aku bakal baca sampe episode brapa, tpi aku yakin bsh baca ampe abis. Gak mungkin aku plagiat, aku hx baca buat nyegarin otak doang kok.
jdi, entah knp aku komen ke bgini.
pokoknya Aku bakal baca ampe abiz. penasaran sama Yang Ruo Li tu sebadas apa pas balas dendam.
2023-06-07
0