***Hutan Tengkorak***
Yang Ruo Li membuang jubah hitam milik pria itu ke sembarang tempat dan berjalan menuju ke sungai untuk menangkap ikan salju berekor pelangi, yang merupakan bahan terakhir untuk meramu obat supaya luka bercak hitam di wajahnya sembuh dan menghilang.
Di sisi lain Hutan Tengkorak, pria misterius terbangun dari tidur pulasnya dan duduk sambil melihat sekeliling. Pria itu berada dalam kesadaran penuh dan bisa berpikir jernih sehingga berusaha mengingat apa saja yang telah dilakukannya semalam.
Pria itu bernama Li Zhe Liang dan merupakan putra mahkota Kerajaan Dong Ming, salah satu kerajaan besar di daratan Zhong Yuan.
Kemarin segel racun yang berada di dalam tubuh Li Zhe Liang kambuh lagi sehingga dia kehilangan kesadarannya dan mengamuk sampai akhirnya terbangun sekarang dan menyadari dirinya berada di dalam Hutan Tengkorak.
Ketika matanya melihat serpihan pakaian milik Yang Ruo Li berhamburan di sekitarnya, ingatan akan kejadian semalam muncul secara samar. Li Zhe Liang tahu dirinya telah melakukan hubungan istimewa dengan seorang wanita semalam dan wanita itu menghilang sekarang sehingga membuat raut wajahnya menjadi semakin dingin dan merah menahan amarah.
"Bagus sekali! Wanita itu berani melarikan diri!" kata pria itu sambil menggertakkan giginya.
Li Zhe Liang berusaha menahan amarahnya yang memuncak secara tiba-tiba, bukan hanya karena wanita yang bersamanya semalam melarikan diri, juga karena wanita itu melarikan diri dengan memakai jubah hitamnya.
"Wanita! Aku akan menemukanmu dan membuatmu menyesali apa yang telah kamu lakukan terhadapku!" kata Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang mengambil satu jubah lengkap dari cincin batu rubi miliknya dan segera memakainya.
Li Zhe Liang terkejut melihat ukiran lotus di lengan kanannya. Li Zhe Liang mengingat dengan jelas, ukuran lotus ini tidak pernah ada di lengan kanannya sehingga hanya ada satu kemungkinan saja yaitu ukiran lotus ini ditinggalkan oleh wanita misterius yang melarikan diri darinya.
Indra pendengaran Li Zhe Liang yang tajam mendengar suara langkah kaki yang berjalan mendekat ke arahnya sehingga melihat ke arah sumber suara dengan cepat karena mengira wanita misterius itu kembali mencarinya.
Wajah tanpa ekspresi Li Zhe Liang menjadi semakin dingin ketika melihat dua orang pemuda yang semakin mempercepat langkah kaki mereka menuju ke arahnya dan bukanlah wanita misterius dengan jubah hitam miliknya.
Kedua pemuda itu bernama Lu Jing dan Feng Teng. Mereka berdua adalah bawahan kepercayaan dari Li Zhe Liang.
Semalam segel racun Li Zhe Liang kambuh dan menyebabkannya kehilangan kesadaran serta membunuh siapa pun yang menghalangi jalannya sehingga Lu Jing dan Feng Teng tidak berani mendekatinya. Sampai akhirnya mereka berdua kehilangan jejak Li Zhe Liang.
Lu Jing dan Feng Teng mengikuti jejak kerusakan yang ditimbulkan oleh Li Zhe Liang sepanjang perjalanan untuk menemukannya. Masih tercium secara samar aroma darah para Monster Kera Bercula Satu yang menguap sehingga mereka berdua yakin Li Zhe Liang pasti berada di dalam Hutan Terlarang.
Semula mereka berdua merasa ragu-ragu untuk menemukan Li Zhe Liang karena mereka berdua juga mencium aroma cinta yang menguap bersamaan di dalam Hutan Tengkorak.
"Putra mahkota!" ucap Lu Jing dan Feng Teng sambil berlutut dengan satu kaki di hadapan Li Zhe Liang.
"Berdirilah!" perintah Li Zhe Liang dengan suara tegas dan wajah tanpa ekspresi.
Lu Jing dan Feng Teng berdiri dan berjalan mendekati Li Zhe Liang.
"Putra Mahkota! Apakah anda baik-baik saja?" tanya Lu Jing dengan hati-hati.
"Ya!" jawab Li Zhe Liang dengan singkat.
Lu Jing dan Feng Teng menarik napas lega setelah mendengar jawaban dari Li Zhe Liang. Mereka berdua merasa bersalah karena kehilangan jejak tuannya dan baru bisa menemukannya saat ini.
Ketika mata Lu Jing dan Feng Teng melihat dengan jelas serpihan pakaian wanita di sekitar Li Zhe Liang, mereka berdua saling memberi isyarat mata dan menebak dalam pikiran masing-masing, apa yang telah dilakukan oleh Li Zhe Liang semalam di Hutan Tengkorak.
"Apakah ada hubungannya dengan aroma cinta yang tercium tadi?" kata hati Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
Kemudian mereka berdua melihat jubah baru yang melekat di tubuh Li Zhe Liang dan bukanlah jubah hitam semalam sehingga rasa keingintahuan Lu Jing dan Feng Teng semakin besar.
Li Zhe Liang mengambil salah satu serpihan pakaian berukuran lebih besar milik Yang Ruo Li dari atas tanah dan menyimpannya ke dalam cincin batu rubi.
Mata Lu Jing dan Feng Teng membulat besar secara bersamaan melihat sikap Li Zhe Liang. Mereka berdua tidak berani menanyakan apa pun tentang kejadian semalam.
"Di mana Shan Dian?" tanya Li Zhe Liang secara tiba-tiba.
Shan Dian adalah hewan roh atau spirit tingkat enam milik Li Zhe Liang.
"Hamba tidak melihat Shan Dian!" jawab Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
Setiap kali segel racun ditubuh Li Zhe Liang kambuh, Shan Dian akan berada di sisinya untuk membantu mengontrol racunnya sehingga semalam Shan Dian seharusnya berada di sisi Li Zhe Liang.
"Wanita! Berani sekali mencuri spirit milikku!" kata Li Zhe Liang.
"Wanita?" teriak Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
Li Zhe Liang menatap tajam ke arah mereka berdua sehingga keduanya menundukkan kepala sambil menutup rapat mulut mereka masing-masing.
"Temukan Shan Dian dan wanita dengan jubah hitam!" perintah Li Zhe Liang.
"Baik, putra mahkota!" jawab Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
Lu Jing dan Feng Teng mengikuti Li Zhe Liang dari belakang sambil berbisik-bisik.
"Feng Teng! Kamu bisa menebak apa yang telah terjadi semalam?" tanya Lu Jing.
"Serpihan pakaian wanita di mana-mana dan putra mahkota baru saja berganti pakaian serta sisa aroma cinta yang masih tercium samar tadi, berarti putra mahkota melakukan hubungan istimewa dengan wanita semalam," jawab Feng Teng dengan polos.
Lu Jing menganggukkan kepalanya berkali-kali pertanda setuju dengan pemikiran Feng Teng.
"Tetapi kenapa putra mahkota kelihatan marah?" tanya Feng Teng.
"Aku menebak wanita itu menggunakan tipu muslihat sehingga putra mahkota melakukan hubungan istimewa dengannya dan malahan melarikan diri sekarang. Harga diri dan ego putra mahkota terluka sehingga ingin menghukum wanita itu," jawab Lu Jing dengan yakin.
"Benar juga," kata Feng Teng sambil menganggukkan kepala.
Selama ini Li Zhe Liang terkenal dengan sifatnya yang dingin dan tegas sehingga tidak ada satu wanita pun yang berhasil mendekatinya. Harga diri Li Zhe Liang pasti terluka karena hubungan istimewa pertamanya berakhir dengan ditinggalkan oleh wanita misterius itu sehingga Feng Teng merasa iba akan nasib buruk yang menghampiri wanita itu apabila berhasil ditemukan oleh Li Zhe Liang.
***
Apakah Li Zhe Liang akan menemukan Yang Ruo Li?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya ya 🤗🙏
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 244 Episodes
Comments
Bakulgeblek
🤦♂️
negoro ndiiii ikiy...
2023-07-14
0
Bakulgeblek
bau amis2 pandan gitukah? 🤣🤣🤣🤣
2023-07-14
0
istiqlal👻👻
top mbk bro....
2023-06-22
0