***KediamanPeony***
Xi Xi tertawa kecil mendengar pertanyaan dari pelayan itu. Xi Xi tahu pelayan itu takut menyinggung Bangsawan Fu Chen.
"Tenang saja! Si buruk rupa tidak akan muncul di Kediaman Keluarga Yang," kata Xi Xi dengan yakin.
"Tidak ada lagi Kediaman Peony. Tempat ini akan menjadi bagian dari Kediaman Edelweiss!" kata Luo Luo.
Xi Xi dan Luo Luo tahu rencana Yang Rong Xian sehingga mereka berdua yakin Yang Ruo Li pasti sudah dipermainkan oleh para monster kera bercula satu di dalam Hutan Tengkorak, bahkan tidak tersisa jasad sama sekali sehingga Yang Ruo Li tidak mungkin bisa muncul di Kediaman Keluarga Yang.
"Baik Kak Xi Xi dan Kak Luo Luo!" jawab serentak para pelayan.
Xi Xi dan Luo Luo tersenyum lebar dan melanjutkan memberi perintah kepada para pelayan lainnya.
"Semua perabot di keluarkan!" perintah Xi Xi.
"Semua benda milik si buruk rupa dibakar habis!" perintah Luo Luo.
***
"Benar sekali! Semua perabot sudah usang. Memang saatnya di buang. Pindahkan semua perabot milik nona ketiga ke sini. Mulai saat ini aku akan memakainya !"
Terdengar suara nyaring gadis muda di iringi tepuk tangan dari belakang Xi Xi dan Luo Luo. Xi Xi dan Luo Luo membalikkan tubuh mereka dan melihat jelas wajah bagian kiri yang penuh dengan bercak hitam milik Yang Ruo Li.
"AH! HANTU!" teriak Xi Xi dan Luo Luo bersamaan.
Mereka berdua mundur ke belakang menjauhi Yang Ruo Li dan mengamati dengan saksama Yang Ruo Li dari atas kepala sampai ujung kaki.
Xi Xi dan Luo Luo sama sekali tidak percaya bahwa Yang Ruo Li masih hidup dan pulang dengan selamat dari Hutan Tengkorak.
"Si buruk rupa! Kenapa kamu masih hidup?" tanya Xi Xi.
"Si Jelek! Kamu tidak dimakan oleh kera bercula satu?" tanya Luo Luo.
Xi Xi dan Luo Luo sudah terbiasa menghina Yang Ruo Li secara terang-terangan dan tidak menyadari status mereka yang lebih rendah daripada Yang Ruo Li. Para pelayan lainnya sudah biasa melihat perilaku kedua pelayan pribadi Yang Rong Xian dan tidak ada yang berani menegur mereka karena Huo Rong dan Yang Rong Xian lah penguasa di dalam Keluarga Yang.
Yang Ruo Li bersikap santai mendengar penghinaan dari Xi Xi dan Luo Luo yang selama ini sudah sering dialaminya.
"Aku tidak akan mudah ditindas lagi! Bersiaplah menerima pembalasanku," kata hati Yang Ruo Li.
"Pelayan! Seret kedua pelayan kurang ajar ini keluar dan buang ke hutan!" perintah Yang Ruo Li sambil menunjuk Xi Xi dan Ruo Ruo.
"Kamu gila ya!" teriak Xi Xi dan Luo Luo bersamaan.
Mereka berdua menganggap Yang Ruo Li pastilah kesurupan di dalam Hutan Tengkorak sehingga bertingkah aneh.
"Aku akan memberimu pelajaran!" kata Xi Xi.
Xi Xi mengangkat tangannya untuk menampar wajah Yang Ruo Li, sedangkan Luo Luo melipatkan kedua tangannya di depan dada untuk menonton Yang Ruo Li ditindas oleh Xi Xi.
Sementara itu para pelayan lain hanya bisa memberikan tatapan iba ke Yang Ruo Li karena mereka semua sudah sering melihat Yang Ruo Li ditindas oleh kedua pelayan pribadi Yang Rong Xian.
Yang Ruo Li mencengkeram erat tangan kanan Xi Xi dan mematahkannya dengan gerakan cepat.
"AH!" Xi Xi berteriak kesakitan sambil memegang tangan kanannya.
"Xi Xi!" teriak Luo Luo dan bergegas menghampiri Xi Xi.
"Sekarang giliranmu!" Terdengar suara dingin dari Yang Ruo Li. Sama seperti yang dilakukannya terhadap Xi Xi, tangan kanan Luo Luo juga dipatahkan oleh Yang Ruo Li dengan gerakan cepat.
"AH!" teriak Luo Luo kesakitan.
Para pelayan lainnya mundur ketakutan melihat Yang Ruo Li yang tiba-tiba berubah menjadi kejam dan berilmu tinggi. Mereka berfirasat Yang Ruo Li bukan lagi nona sampah walaupun wajahnya masih buruk rupa.
"Tangkap dan pukul dia!" teriak Xi Xi .
"Patahkan tangannya!" teriak Luo Luo sambil meringis kesakitan.
Yang Ruo Li duduk di salah satu kursi yang dibuang keluar oleh pelayan tadi dan menatap satu persatu pelayan yang berada di sekelilingnya sambil tersenyum tipis.
Semua pelayan itu menundukkan kepala mereka dan tidak berani menatap Yang Ruo Li. Mereka bisa merasakan aura membunuh dari tubuh Yang Ruo Li. Jika saja mereka menuruti perintah Xi Xi dan Luo Luo, maka kemungkinan besar nyawa mereka akan melayang sehingga tidak ada seorang pun yang berani mendekati Yang Ruo Li.
Suasana Kediaman Peony menjadi mencekam dan diiringi teriakan kesakitan dari mulut Xi Xi dan Luo Luo.
Yang Ruo Li berdiri dari kursinya dan berjalan mendekati Xi Xi dan Luo Luo.
"Suara teriakan kalian sangat mengganggu! Aku akan memotong lidah kalian supaya tenang!" ancam Yang Ruo Li dengan wajah tanpa ekspresi.
Xi Xi dan Luo Luo ketakutan dengan ancaman Yang Ruo Li sehingga berlari meninggalkan Kediaman Peony menuju Kediaman Edelweiss.
Yang Ruo Li tertawa terbahak melihat keduanya lari terbirit-birit. Suara tertawa Yang Ruo Li membuat para pelayan lainnya juga ikut berlari keluar dari Kediaman Peony.
"Awas kamu si buruk rupa! Nona Rong Xian pasti akan membunuhmu!" kata hati Xi Xi dan Luo Luo.
Mereka berdua bergegas menemui Yang Rong Xian sambil memegang erat tangan kanan yang dipatahkan oleh Yang Ruo Li tadi.
***
Yang Ruo Li berjalan masuk ke dalam kamar tidurnya untuk mencari Chun Hua.
"Chun Hua! Aku pulang!" kata Yang Ruo Li.
Tidak ada suara jawaban dari Chun Hua sehingga Yang Ruo Li mengelilingi setiap sudut ruangan untuk mencari Chun Hua.
"Yang Rong Xian! Chun Hua pasti berada di tangannya!" kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li yakin Chun Hua menghilang pasti ada hubungannya dengan Yang Rong Xian. Huo Rong dan Yang Rong Xian pasti mengira dirinya sudah mati di dalam Hutan Tengkorak sehingga Chun Hua pun menjadi target yang akan disingkirkan oleh Yang Rong Xian dan Huo Rong.
"Chun Hua! Aku akan menyelamatkanmu!" kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berjalam menuju Kediaman Edelweiss untuk mencari Yang Rong Xian.
***Penginapan Persik di Kota Shang Ri La***
Li Zhe Liang dan kedua bawahan kepercayaannya, Lu Jing dan Feng Teng telah tiba di Penginapan Persik dan berada di dalam kamar penginapan Li Zhe Liang.
Pada awalnya tujuan utama Li Zhe Liang datang ke Kota Shang Ri La adalah untuk menemukan api surgawi yang bisa menghancurkan segel racun di punggungnya.
Li Zhe Liang membawa dua bawahan kepercayaannya yaitu Lu Jing dan Feng Teng serta pasukan pengawal rahasia tiba di Kota Shang Ri La kemarin dan menginap di Penginapan Persik. Akan tetapi, segel racun Li Zhe Liang tiba-tiba kambuh dan dirinya menghilang. Kemudian akhirnya berhasil ditemukan oleh Lu Jing dan Feng Teng di dalam Hutan Tengkorak.
"Putra mahkota!" Seorang wanita berpakaian serba hitam berlutut dengan satu kaki di hadapan Li Zhe Liang. Wanita itu adalah Fu Rong, pemimpin pasukan rahasia milik Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang mengambil sepotong kain robekan pakaian Yang Ruo Li dari cincin batu rubi dan memberikannya ke Fu Rong.
"Lu Jing!" kata Li Zhe Liang.
Lu Jing sebagai tangan kanan kepercayaan Li Zhe Liang bisa menebak pasti keinginan Li Zhe Liang.
Selama ini Li Zhe Liang terkenal sangat dingin dan tidak suka berbicara banyak sehingga Lu Jing atau Feng Teng yang mewakilinya mengutarakan keinginannya.
"Fu Rong! Putra mahkota ingin kamu mencari tahu bahan kain ini dipakai oleh keluarga mana saja di Kota Shang Ri La," kata Lu Jing.
"Baik, putra mahkota!" jawab Fu Rong.
Terlihat bayangan hitam menghilang dengan cepat dalam sekejap mata di kamar penginapan. Fu Rong sudah pergi mencari identitas wanita misterius itu.
Kota Shang Ri La dekat dengan Hutan Tengkorak sehingga Li Zhe Liang menduga wanita misterius semalam pastilah tinggal di Kota Shang Ri La.
"Putra mahkota! Makanan di Penginapan Persik sangat terkenal di Kota Shang Ri La. Putra mahkota bisa menunggu kabar dari Fu Rong sambil menikmati makanan itu," kata Lu Jing.
"Baiklah!" jawab Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresi.
Mereka bertiga pun keluar dari kamar penginapan menuju tempat makan yang berada di lantai satu.
***
TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 244 Episodes
Comments
lily
kalo tiba-tiba kambuh lagi itu nasib putra mahkota kaya gmna yak sedngkn binatang roh yg membantunya belum ditemukan
2024-06-23
0
Dewi Alwi
Li Zhe liang apa yg akan terjadi kalo sampe Dy menemukanya
2023-09-09
0
°nina°
bagus ceritanya semangat ya thor
2023-07-04
0