"Oh, kau menghancurkan rencanaku Cinta! awas kau!" gumam Gala dalam hati yang kesal dan tangannya pun mengepal diatas meja.
Hal itu di lihat oleh mamanya Gala.
"Jadi benar Gala menggunakan Cinta untuk menentang kami orang tuanya! Aku harus berbuat sesuatu!' kata dalam hati Riska.
Acara makan telah selesai, dan dilanjutkan dengan acara dansa.
"Kami persilahkan untuk para tamu yang hadir untuk berdansa dengan pasangan masing-masing." ucap pembawa acara dan disambut tepuk tangan para tamu undangan.
Hutomo mengulurkan tangannya pada istrinya Riska, dan Riska pun menerimanya. Keduanya kemudian berdansa bersama.
Sementara itu Gala memikirkan sesuatu.
" Apa dia bisa dansa juga? Hmm, jadi penasaran!" gumam dalam hati Gala yang kemudian bangkit dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada Cinta.
"Dansa ya? Untunglah kemarin aku belajar dansa untuk drama sekolah, walaupun akhirnya aku tak bisa ikut drama tersebut karena kecelakaan. Ok tuan Galak, akan aku coba anggap kamu sebagai Brandon Madava!" gumam Cinta yang menerima uluran tangan Gala.
Gala dan Cinta melangkah ke arena dansa dengan saling bergandeng tangan.
Keduanya saling berhadapan, dan ada semilir angi yang meniup diantara relung telinga mereka.
Debaran jantung keduanya pun terdengar ingin melompat dari dada mereka.
Namun keduanya masih belum merasakannya, yang ada mereka saling menjatuhkan.
Cinta berhasil meladeni setiap gerakan dansa Gala dan hampir saja Gala mengecup kening Cinta, namun gadis itu bisa menghindarinya.
Karena bayangannya saat ini adalah Fransiska kekasihnya yang ada di luar negeri.
"Siska...!" panggil Gala dengan mesra.
"Siska? saya Cinta tuan Galak!" bisik Cinta.
Gala pun tersadar dari lamunannya.
"Aist, kenapa yang ada di hadapanku ini kamu!" balas Gala yang juga dengan bisikan.
"Ya memang aku dari tadi!" ucap Cinta sembari tersenyum.
"Ternyata kamu bisa dansa juga ya!" seru Gala kecut.
"Jadi kau kira aku tak bisa dansa ya?" ucap Cinta yang membalas dengan senyum simpulnya.
Acara dansa telah selesai, terbesit niat jahil Gala untuk membuat jatuh Cinta.
Dengan memasang kakinya pada saat Cinta melangkah.
Namun yang terjadi, Cinta jatuh ke pelukan Gala.
Hal itu di saksikan semua orang, tanpa terkecuali kedua orang tua Gala.
"Nampaknya kalian harus segera menggelar hajatan tuan Hutomo dan Nyonya Riska!" ucap salah satu teman Hutomo.
"Ya do'akan saja!" ucap Hutomo sembari tersenyum.
Gala dan Cinta segera melepaskan pelukan mereka setelah apa yang terjadi.
"Kau, cari kesempatan ya!" seru Gala geram.
"Suruh siapa punya kaki nggak di sekolahin!" balas Cinta yang kemudian membenahi pakaiannya yang sedikit berantakan.
"Hah, tak ada untungnya berdebat denganmu!" seru Gala yang kemudian melangkahkan kakinya menghampiri kedua orang tuanya.
"Memangnya aku untung begitu? aku mala yang rugi, tuan galak!" seru Cinta yang kemudian melangkahkan kakinya mengikuti Gala.
Keduanya kini sudah berada di samping kedua orang tua Gala yang sedang berpamitan dengan yang punya acara pesta.
"Cinta, kamu tak apa-apa?" tanya Riska dengan lembut dengan kepada Cinta.
"Lho, mama bersikap lembut juga dengan Cinta" gumam dalam hati Gala.
Dan mereka berempat masuk ke dalam mobil dan melaju menuju ke kediaman keluarga Hutomo.
Sesampainya di kediaman Hutomo, semuanya masuk ke dalam rumah.
Cinta kembali ke kamar tamu dan mengganti pakaian pesta yang di kenakannya dengan pakaiannya sendiri.
"Tokk...tokk..tokk..!"
Tiba-tiba ada uang mengetuk pintu kamar tamu dimana Cinta sedang berganti pakaian.
"Siapa?" tanya Cinta yang kemudian membuka pintu, dan ternyata Riska mamanya Gala yang mengetuk pintu.
Riska segera masuk dan menutup dan mengunci kamar itu.
"Ibu, ada apa?" tanya Cinta yang penasaran.
"Ssst....!" desis Riska seraya menaruh jari telunjuknya di depan bibirnya.
Riska menarik cinta menjauh dari pintu dan mereka duduk di tepi ranjang tempat tidur.
"Cinta, aku dan suamiku sungguh tak percaya dengan apa yang telah kamu lakukan tadi." kata Riska yang memulai pembicaraannya.
"Iya, memangnya ada apa ya Bu?" tanya Cinta yang penasaran.
"Kami ingin kamu taklukkan hati putraku Gala, agar dia tak kembali lagi pada Fransiska."Jawab Riska seraya menatap Cinta.
"Maksud ibu, aku harus bisa jadi kekasih Gala putra ibu?" tanya Cinta yang penasaran.
"Iya, apa kamu sanggup?" tanya Riska penuh harap.
"Kenapa ibu percayakan ini semua pada Cinta? semula ibu kan tidak menyukai Cinta?" Cinta yang balik bertanya.
"Sejak pesta tadi, Ibu dan suami ibu berubah pikiran. Hanya kamu yang bisa menaklukkan hati Gala dan membuat dia lupa akan kekasihnya si Fransiska. Ibu sangat yakin itu." jelas Riska dengan memohon.
"Tapi maaf Bu, Cinta tidak bisa. Cinta tidak mau berurusan dengan putra ibu.Karena Cinta hanya lulusan SMA, dan wajah saya buruk. Gala selalu menghina saya Bu!" ucap Cinta yang menyesal tak bisa menuruti kemauan ibu Riska.
"Tenang saja, kamu nanti bisa kuliah bersama Gala!" ucap Riska dengan mengulas senyumnya.
"Kuliah?" Cinta serasa tak percaya.
"Iya, kamu bisa kuliah satu kampus dengan Gala!" ucap Riska dengan semangat.
"Demi bisa kuliah, baiklah Cinta setuju Bu!" ucap cinta yang juga semangat.
"Oiya, ini ada kartu kredit buat kamu. Gunakanlah untuk menarik hati Gala" ucap Riska seraya memberikan kartu kredit untuk Cinta.
"Tapi Bu, ini terlalu mewah untuk saya!" ucap Cinta sedikit ragu dengan apa yang ada di tangannya kini.
"Ini semua demi Gala, taklukkan Gala buat Gala berubah!" ucap Riska seraya menepuk punggung tangan Cinta.
"Baik Bu, akan Cinta usahakan semampu Cinta!" ucap Cinta.
Kesepakatan mereka pun terjadi, dan keduanya mulai akrab.
Riska kemudian keluar terlebih dahulu dari kamar tamu, sedangkan Cinta beberapa menit kemudian.
"Mendapatkan hati Gala? apa aku bisa ya? Harus bisa, karena ibu Riska menjanjikan aku bisa kuliah. Apalagi kuliah di tempat Gala, yang sebelumnya mustahil buat aku!" kata Cinta dalam hati.
Cinta kemudian keluar dari kamar tamu itu dan melangkahkan kaki menuju ke ruang tamu, dimana Gala dan kedua orang tua Gala menunggunya.
"Gala kamu antar Cinta sampai depan rumahnya, kasihan malam-malam begini perempuan berjalan sendirian di jalanan." pinta Riska pada putranya Gala.
"Iya-iya ma! Lagian Gala yang bawa dia kesini, jadi ya Gala lah yang harus mengantarkannya pulang" ucap Gala yang berusaha tersenyum walau hatinya berkata lain.
"Nah kalau begitukan kami bangga punya putra seorang yang bertanggung jawab, iya kan ma!" ucap Hutomo ,papanya Gala.
Gala tersenyum simpul, lalu dia bangkit dari duduknya.
"Ayo Cin, nanti keburu larut malam!" ucap Gala seraya melangkahkan kaki menuju pintu rumah, sedangkan Cinta mengulurkan tangannya pada masing-masing kedua orang tua Gala.
Cinta kemudian melangkahkan kaki mengikuti Gala. Dan mereka kini sudah berada di samping mobil Gala.
Setelah semua masuk ke dalam mobil, Gala melajukan mobilnya perlahan menuju ke jalan raya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
"
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
pat_pat
ayo semangat
2022-04-14
1
sella surya amanda
lanjut kak
2022-04-13
3
💞 Lily Biru 💞
semangat 🔥🔥
2022-04-13
3