Cinta kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tukang parkir restoran itu.
Dan dia mencoba bertanya pada tukang parkir itu.
"Pak, saya boleh tanya?" tanya Cinta ketika cinta sudah dekat dengan tukang parkir itu.
"O, silahkan." jawab tukang parkir yang bernama Bejo itu.
"Apakah tulisan di MMT itu masih berlaku?" tanya Cinta seraya menunjukkan tangannya ke arah MMT di atasnya.
"Masih, tapi sepertinya tinggal tukang cuci piring!' ucap tukang parkir itu.
"Ya nggak apa-apa pak, saya bisa menemui siapa ya?" tanya Cinta bersemangat.
"Sebentar ya !" ucap tukang parkir itu, karena dia sedang memarkirkan mobil pelanggan restoran.
Setelah selesai memarkirkan mobil itu, tukang parkir yang bernama Bejo itu menghampiri seorang wanita cantik yang keluar dari restoran dan sedang menerima telepon.
Pak Bejo memberi kode untuk berbicara, dan Wanita itu mengangguk tanda setuju.
Setelah selesai menelepon, wanita itu memanggil pak Bejo dan menanyakan apa keinginan tukang parkir itu.
"Ada apa pak kok memanggil saya!?" tanya wanita yang berpenampilan stelan blazer coklat dan celana kulot berbahan dasar yang sama dengan kain blazernya.
Wanita itu berusia lebih dari tiga puluh tahun.
" Ning Wiwid apakah masih ada lowongan pekerjaan? adik itu mau cari pekerjaan."kata pak Bejo itu pada wanita yang di panggil ya mbak Wiwid itu.
"O, coba panggil kemari pak!' ucap Wiwid.
"Baik Ning!" balas Pak Bejo yang kemudian menghampiri Cinta.
"Ning, kamu di suruh menghadap mbak Wiwid sekarang." ucap pak Bejo itu pada Cinta.
Cinta pun mengangguk dan kemudian melangkahkan kakinya menuju ke hadapan Wiwid.
"Anda memanggil saya bu?' tanya Cinta saat menghampiri Wiwid.
"Iya" jawab Wiwid. "Apa kamu yang butuh pekerjaan itu?" lanjut Wiwid.
"Iya, saya ingin bekerja apa saja yang penting halal." jawab Cinta.
"Apa kamu mau jadi tukang cuci piring?" tanya Wiwid penasaran.
"Iya, saya mau" jawab Cinta sedikit bersemangat.
"Tidak apa-apa menjadi tukang cuci piring, yang penting Halah dan aku tidak kelaparan" batin Cinta.
"Baiklah, kenalilah kemari besok pagi jam tujuh pagi. Ingat jangan terlambat!" kata Wiwid yang kemudian menepuk pundak Cinta.
" Iya, saya besok bertemu dengan siapa?" tanya Cinta.
"Cari saja saya Wiwid, jangan lupa bawa beberapa berkas yang di perlukan. Foto kopi Ijasah terakhir, fotokopi KTP dan dua foto untuk arsip dan tanda pengenal mu nanti. " jawab Wiwid seraya tersenyum.
"Iya bu. Kalau begitu saya pamit, " kata Cinta bersemangat.
"Iya, hati-hati! Oiya panggil saja kak Wiwid. Saya masih muda belum menikah! he..he..!" pesan Wiwid seraya mengulas senyum, dan cinta mengundurkan diri dari tempat itu.
"Wajahnya tidak cantik, dia tidak akan menjadi sainganku nanti!he..he.!" batin Wiwid seraya tersenyum.
"Iya terima kasih kak!" jawab Cinta yang kemudian dia meninggalkan tempat itu dan melangkahkan kembali kedua kakinya menuju ke bengkel dimana Teguh menambalkan ban sepeda motornya.
Tak berapa lama Cinta sudah sampai di bengkel, dan sepeda motor Teguh telah selesai di tambal oleh tukang penambal ban itu.,
"Bagaimana Cinta? dapat pekerjaanya?" tanya Teguh sehabis membayar ongkos tambal ban.
"Iya Cak, saya besok pagi disuruh balik kesini dengan membawa berkas-berkas yang di butuhkan." jawab Cinta.
"Oh selamat ya Cinta, apapun pekerjaannya semoga kamu betah disana." kata Teguh seraya memberikan helm pada Cinta.
"Aamiin"
Cinta menerimanya dan kemudian dia naik ke atas sepeda motor tepatnya di belakang Teguh.
Sepeda motor matik itu melaju itu dengan kecepatan sedang.
"Kamu besok pagi berangkat jam berapa?" tanya Teguh sembari pandangannya tetap ke depan.
"Jam tujuh sampai di sana!" jawab Cinta yang berada di belakang Teguh.
Tak berapa lama, sepeda motor matic itu telah sampai di tempat kosan mereka.
"Kita sudah sampai!" seru Teguh dan keduanya turun dari sepeda motor itu secara bergantian.
"Terima kasih Cak Teguh!" ucap Cinta yang kemudian melepaskan helm dan menyerahkannya pada Teguh.
"Sama-sama, maaf Caca' mau jalan lagi. Lumayan kalau dapat dua sampai tiga orderan lagi." kata Teguh yang menerima helm dari Cinta dan mengulas senyum.
"Iya, semoga dapat banyak orderan" do'a Cinta.
"Aamiin ya Robbal alaamiin" jawab Teguh yang kemudian menyalakan kembali sepeda motornya dan Teguh terus melaju meninggalkan tempat kos mereka.
Tanpa mereka sadari, ada beberapa pasang mata mengawasi mereka.
Cinta melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi, setelah menggosok gigi dia mengambil air wudlu, karena jam sudah menunjukan pukul sembilan malam.
Cinta masuk ke kamar dan menjalankan sholat Isya di kamar kosnya.
Setelah selesai sholat Isya, Cinta mencari dan menyiapkan berkas-berkasnya ke dalam stop map
kemudian gadis itu merebahkan dirinya dan mulai memejamkan kedua matanya dan mulailah dia beristirahat.
...****...
Alarm jam di ponsel berbunyi pada pukul lima pagi.
Cinta bergegas bangun dan menuju ke kamar mandi untuk mandi sekaligus berwudlu untuk menunaikan sholat subuh.
"Tokk... tokk...tokk..!"
Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar kos Cinta.
"Siapa ya?" tanya Cinta yang kemudian membuka pintu dan terkejut, ternyata Teguh datang dan membawa bungkusan nasi yang ada di dalam kantung pastik warna putih
"Assalamu'alaikum Cinta..." salam dari Teguh.
"Wa'alaikumsalam..!"balas Cinta.
"Cinta, ini buat sarapan dan nanti kalau mau berangka saya antar ya!" ucap Teguh.
"Nanti merepotkan Cak Teguh!" ucap Cinta tak enak Hati.
"Ah tidak apa- apa, Caca' kan juga sekalian berangkat cari penumpang" ucap Teguh sembari tersenyum.
Teguh melangkahkan kakinya menuju kamar kosnya dan Cinta masuk dan sarapan dengan makanan yang di bawakan oleh teguh tadi.
Beberapa menit kemudian teguh sudah datang menghampiri Cinta.
"Cinta, ayo berangkat!' ucap Teguh saat sudah berada di depan kamar kos Cinta.
"Iya Cak, Cinta mengunci kamar kos dulu" balas Cinta sembari menutup dan mengunci pintu kamar kosnya.
Dan mereka berdua berangkat menuju ke restoran yang semalam Cinta datangi.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai dan Teguh menepikan sepeda motor matiknya.
"Sudah sampai Cin!" seru Teguh.
"Iya, Makasih ya Cak!" balas Cinta seraya memberikan helm pada Teguh.
"Iya, semoga sukses ya!" pesan Teguh.
"Aamiin ya Robbal alaamiin, makasih Cak, Cinta masuk ya. Daa..!" balas Cinta sembari melambaikan tangannya.
"Daa..juga!" balas Teguh yang juga melambaikan tangannya.
Setelah Teguh pergi dan hilang dari pandangan, Cinta segera masuk ke restoran itu.
"Bismillahirohmanirrohiim.. semoga lancar semuanya. Aamiin ya Robbal alaamiin" Sebelum melangkahkan kakinya, Cinta menyempatkan diri untuk berdoa untuk sebentar saja.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Lee
lanjut kak..
semangat yaa
2022-04-17
1
Yukity
iya sama.
Kalau di Surabaya kan Cak dan Ning.
2022-04-09
0
Astuty Nuraeni
ning itu sama kaya neng bukan kak?
2022-04-08
0