Cinta di Fitnah

Jam dinding menunjukan pukul lima sore.

Untuk urusan masak telah selesai, Cinta kemudian naik ke lantai atas menuju ke kamarnya.

Gadis itu kemudian membersihkan dirinya dan mengganti pakaiannya.

Kemudian menunaikan sholat Ashar yang waktunya sudah mepet.

"Alhamdulillah masih sempat sholat Ashar." ucap Cinta yang tidak membuka mukenanya.

Cinta menyempatkan untuk mengaji sambil menunggu waktu sholat Maghrib.

"Dug....dug....dug...!!"

Terdengar suara bedug di Masjid, dan di lanjut dengan suara Adzan oleh muadzin masjid di dekat rumah keluarga Cinta.

Cinta kemudian menunaikan ibadah sholat Maghrib di kamarnya.

Dan beberapa menit kemudian Cinta telah selesai sholat lalu dia melipat mukenanya dan meletakkannya di tempat yang biasa dia letakkan.

Setelah itu Cinta turun untuk membantu para bibi menyiapkan hidangan untuk tamu paman Cinta.

"Cinta, kamu keluar saat hidangan penutup. Mengerti!" ucap Septy Suryani saat menghampiri Cinta.

"Iya, aku tahu itu! kalian jijik kan lihat wajahku!" ucap Cinta yang melanjutkan kerjanya.

Tak berapa lama tamu yang di tunggu tiba.

Tamu itu tak lain adalah Brandon Madava dan kedua orang tuanya.

Bibi pembantu yang lebih dulu menghidangkan minuman, sangat terkejut.

Namun dia tak berani bilang apa-apa.

Acara berlangsung dengan sewajarnya.

Mereka kemudian mengadakan acara makan malam bersama di meja makan.

Acara berlangsung dengan khimad, hingga keluarlah hidangan penutup.

"Cinta, giliran kamu." ucap Septy yang menyempatkan diri ke dapur.

Cadis yang bernama asli m

Mutiara Cinta itu melangkahkan kakinya menuju ke ruang makan dengan nampan yang diatasnya ada piring-piring kecil yang berisikan puding yang Cinta buat tadi siang

"Aku takut terjadi sesuatu dengan non Cinta!" ucap bibi pembantu yang mengintip di balik pintu dapur

"Memangnya ada apa?" tanya pembantu kedua yang penasaran.

"Tahu tidak tamu yang hadir tadi itu siapa?" tanya pembantu pertama.

"Siapa?" tanya pembantu kedua semakin penasaran.

"Kekasih non Cinta! dan sekarang ini dia tunangan dengan Sepupu non Cinta si Non Septy itu!" bisik pembantu pertama.

"Apa? Lengkap sudah penderitaan non Cinta. Kasihan sekali!" ucap pembantu kedua.

"Mau bagaimana lagi, kita tak bisa membantu non Cinta. Bisa-bisa kita kehilangan pekerjaan." ucap pembantu pertama.

"Andai Tuan Heri masih ada" desah pembantu kedua.

"Kita hanya bisa tunggu tuan Arjuna pulang. Hanya dia yang bisa menolong non Cinta" kata pembantu pertama.

"Iya, kita harus bersabar!" ucap pembantu kedua yang kemudian mengambil ponselnya dan mengintip dari balik korden yang menyekat ruang makan dan lorong dalam rimah itu.

"Hati-hati!" pesan pembantu pertama yang mengawasi suasana di sekitar tempat itu.

Sementara itu Cinta sudah berada di ruang makan, dan belum menyadari apa yang terjadi.

Cinta meletakkan piring-piring kecil berisikan puding itu satu persatu di hadapan orang-orang yang ada duduk di kursi meja makan.

Dan piringng yang terakhir diletakkan di depan pemuda yang pernah hadir dalam hidupnya.

"Brandon...!" panggil Cinta dengan terkejut.

Bukannya menjawab, Brandon mendengus kesal.

"Cinta! Jangan kau ganggu tunanganku! Brandon mulai malam ini adalah tunanganku!" seru Septy yang duduk di samping Brandon dan kini kedua tangan mereka saling bergandengan dan menunjukan cincin yang sama.

"Brandon, katanya kau mau belajar di Amerika?" tanya Cinta yang sangat terkejut.

"Iya, aku dan Septy mau kuliah sama-sama di Amerika. Maka dari itu kita tunangan lebih dulu!" jelas Brandon menatap Septy dengan senyum mengembangnya tanpa menghiraukan Cinta.

"Ka..kau kejam Brandon!" seru Cinta dengan Isak tangisnya.

"Hei, kejam mana dengan orang yang berselingkuh di belakangku!" seru Brandon dengan kebencian.

"Apa maksudmu?" tanya Cinta yang tidak mengerti.

"Nih..! biar kamu mengerti!" seru Septy yang menunjukan video dimana Cinta terlihat di peluk sesosok pria.

"I...itukan pas waktu Cinta membangunkan Om Juna!" kata Cinta yang membela diri.

🕔Flashback On.

Setelah berwudlu, Cinta mengambil mukenanya dan kemudian menunaikan ibadah sholat Subuh munfarid.

"Om Juna belum bangun juga!" gumam Cinta sembari melipat mukenanya.

Cinta kemudian menghampiri Arjuna dan menepuk pundak laki-laki yang terbaring di sofa itu.

"Om...om Juna, sudah Subuh! Sholat dulu Om!" Cinta mencoba membangunkan Arjuna.

"Tania....Tania..!!" Arjuna mengigau.

"Tania? apa dia pacar ya Om Juna ya?" Cinta yang membatin.

"Om, ini Cinta bukan Tania! Om bangun...!" seru Cinta yang kembali menepuk pundak Arjuna.

"Tania...!" Arjuna yang masih memejamkan matanya berusaha memeluk Cinta.

"Om..! Plaakk...!!"

"Ma'af om, Cinta menamparmu!" ucap cinta yang menatap telapak tangannya yang memerah dan juga pipi Arjuna yang sebelah kanan juga memerah.

Arjuna tersentak dan membuka matanya.

"A..apa yang terjadi?" tanya Arjuna yang merasakan pipi kanannya yang panas.

"Om, mengira Cinta ini Tania!" seru Cinta yang terduduk dilantai.

"Be..benarkah? ma'afkan Om ya Cinta, Om tidak tahu" ucap Arjuna dengan rasa bersalah.

🕔 Flashback Off.

"Kamu salah paham Brandon, dia Om Juna. Masak kami berbuat tidak sopan? percayalah padaku Brandon!" racau Cinta yang berusaha membela diri.

"Aku sudah tak percaya lagi pada kamu!" seru Bandon yang kemudian dia berdiri dan bersama kedua orang tuanya, Brandon pamit untuk pulang.

"Brandon...! percayalah, aku tidak berbuat macam-macam" racau Cinta seraya memegang tangan Brandon.

Tangan yang dulu sering memegang tangan dan mengusap rambut Cinta, kini berubah.

Dengan kasar tangan Brandon menghempaskan tangan Cinta dan mendorong Cinta hingga jatuh terduduk.

"Brugh...!!"

"Auw...!" Cinta mengaduh.

"Brandon...!" panggil Cinta yang tak percaya, Brandon setega itu padanya.

Brandon pun melangkah pergi tanpa menoleh pada Cinta.

Septy dan Neni Pangesti melemparkan senyum sinisnya sebelum mengantar Brandon dan Kedua orang tuanya sampai ke depan pintu rumah.

"Hiks , Brandon kenapa kamu berubah? kamu tak percaya lagi padaku!" racau Cinta seraya menyeka air matanya.

"Cinta! kau telah memalukan keluarga kita!" seru Hendro yang sudah berada di hadapan Cinta.

"Ma'af paman, tapi aku di fitnah!" Cinta membela diri.

"Masih menyangkal juga!" seru Hendro yang geram.

Lalu dengan tangan kanannya laki-laki setengah baya itu melayangkan sebuah tamparan ke pipi Cinta.

"Plaakk...!"

Pipi putih nan mulus itu berubah menjadi merah seketika itu juga.

"Malam ini juga, kemasi semua barang-barang kamu!" seru Herdro dengan garangnya.

"U..untuk apa paman?" tanya Cinta penasaran.

"Aku pulangkan kamu ke Solo!" seru Hendro dengan kesal.

Cinta terdiam, dia berpikir kalau di Solo memang masih ada rumah peninggalan kakek dari ibunya yang telah tiada.

"Tak apalah, aku lebih nyaman di Solo dari pada di sini" Cinta membatin.

"Tunggu apa lagi? cepat kemasi barang-barangmu!" seru Hendro dengan membelalakkan kedua matanya.

"I..iya paman!" ucap Cinta yang ketakutan dan dengan setengah berlari menuju ke kamarnya.

Dengan berlinang air mata, Cinta mengemasi pakaian dan surat-surat penting tentang dirinya.

...~¥~...

...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....

...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....

...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

...Terima kasih...

...BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

yg sabar yah cinta..

2022-10-12

0

Yukity

Yukity

iya siap👍🏻😍

2022-05-24

0

meli meilia

meli meilia

smangatt ya Yukity..👍👍🥰

2022-05-23

1

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisah
2 Minta Bantuan Om Juna
3 Pemakaman Orang tua Cinta
4 Belajar Silat dari Om Juna
5 Lanjut Bersama Om Juna
6 Omlet Semangat
7 Mulai di Kucilkan
8 Cinta di Fitnah
9 Cinta Di Asingkan
10 Mendadak Potong Rambut
11 Tetangga Kos Duda anak Satu
12 Mendapat Pekerjaan
13 Mulai Bekerja
14 Ugly Girl dan Tuan Galak
15 Keinginan Gala
16 Pacar Palsu
17 Untuk Balas Dendam
18 Penampilan Cinta
19 Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20 Kesepakatan Riska dan Cinta
21 Berpapasan Dengan Teguh
22 Sebuah Tantangan Dari Gala
23 Belanja di pasar tradisional
24 Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25 Mendaftar ke Kampus Gala
26 Mulai Ada Rasa
27 Keputusan Chef Alleno
28 Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29 Gala Yang Penasaran
30 Melawan Tiga Orang Bertopeng
31 Berdua di Restoran
32 Fokus apa Modus?
33 Menyesal dan Khawatir
34 Ketahuan deh!
35 Gala yang Jealous
36 Ujian Kemampuan Cinta
37 Dari Makanan Turun ke Hati
38 Gala Mengantar Cinta
39 Kedatangan Fransisca
40 Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41 Rahasia Hati
42 Mr. Galak
43 Chef Alleno Comeback
44 Belajar membuat Garnish
45 Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46 Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47 Jalan-jalan Bersama Teguh
48 Curhat di Pantai Kenjeran
49 Mencari Informasi
50 Mimpi Kejadian Kemarin
51 Restoran Mirama
52 Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53 Cinta Pindahan
54 Kenangan di Tempat kos
55 Terbayang-Bayang Wajah Gala
56 Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57 Gala yang Galau
58 Gala yang makin Galau
59 Gala Mengikuti Teguh
60 Sarapan Nasi Goreng
61 Awal kerja di tempat baru
62 Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63 Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64 Mempelajari menu tugas Cinta
65 Mendaftar lomba memasak 17an
66 Mengikuti Lomba Memasak
67 Mengenal Sushi
68 Cara membuat Sushi
69 Kekalutan Cinta
70 Satu lomba dengan Gala
71 Babak final
72 Memenangkan Lomba
73 Sambutan atas kemenangan lomba
74 Lomba ditingkat Kelurahan
75 Perjalanan Pulang
76 Bertemu Gala dan Teguh
77 Asisten Baru Untuk Cinta
78 Kesibukan di Restoran Mirama
79 Gaji Pertama
80 Momen Perpisahan dengan Tanaka
81 Kedatangan Nila dan Risky
82 Undangan Buat Cinta
83 Memenuhi Undangan
84 Masuk ke acara Pesta
85 Pulang dari acara keluarga Hutomo
86 Bermimpi
87 Masih Bermimpi
88 Kenangan Bersama Arjuna
89 Arti Mimpi Cinta
90 Sarapan dengan menu sambal
91 Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92 Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93 Bertemu Chef Alleno
94 Melawan Juara Bertahan
95 Pria memakai Hoodie Hitam
96 Di Tolong Pria Misterius
97 Cinta Jadi sasaran Racun
98 Ditraktir Pria Misterius
99 Resep Sederhana pembawa Berkah
100 Arjuna Mencari Cinta
101 Mengetahui Biang Keladi
102 Ungkapan Hati Arjuna
103 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Awal Kisah
2
Minta Bantuan Om Juna
3
Pemakaman Orang tua Cinta
4
Belajar Silat dari Om Juna
5
Lanjut Bersama Om Juna
6
Omlet Semangat
7
Mulai di Kucilkan
8
Cinta di Fitnah
9
Cinta Di Asingkan
10
Mendadak Potong Rambut
11
Tetangga Kos Duda anak Satu
12
Mendapat Pekerjaan
13
Mulai Bekerja
14
Ugly Girl dan Tuan Galak
15
Keinginan Gala
16
Pacar Palsu
17
Untuk Balas Dendam
18
Penampilan Cinta
19
Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20
Kesepakatan Riska dan Cinta
21
Berpapasan Dengan Teguh
22
Sebuah Tantangan Dari Gala
23
Belanja di pasar tradisional
24
Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25
Mendaftar ke Kampus Gala
26
Mulai Ada Rasa
27
Keputusan Chef Alleno
28
Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29
Gala Yang Penasaran
30
Melawan Tiga Orang Bertopeng
31
Berdua di Restoran
32
Fokus apa Modus?
33
Menyesal dan Khawatir
34
Ketahuan deh!
35
Gala yang Jealous
36
Ujian Kemampuan Cinta
37
Dari Makanan Turun ke Hati
38
Gala Mengantar Cinta
39
Kedatangan Fransisca
40
Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41
Rahasia Hati
42
Mr. Galak
43
Chef Alleno Comeback
44
Belajar membuat Garnish
45
Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46
Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47
Jalan-jalan Bersama Teguh
48
Curhat di Pantai Kenjeran
49
Mencari Informasi
50
Mimpi Kejadian Kemarin
51
Restoran Mirama
52
Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53
Cinta Pindahan
54
Kenangan di Tempat kos
55
Terbayang-Bayang Wajah Gala
56
Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57
Gala yang Galau
58
Gala yang makin Galau
59
Gala Mengikuti Teguh
60
Sarapan Nasi Goreng
61
Awal kerja di tempat baru
62
Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63
Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64
Mempelajari menu tugas Cinta
65
Mendaftar lomba memasak 17an
66
Mengikuti Lomba Memasak
67
Mengenal Sushi
68
Cara membuat Sushi
69
Kekalutan Cinta
70
Satu lomba dengan Gala
71
Babak final
72
Memenangkan Lomba
73
Sambutan atas kemenangan lomba
74
Lomba ditingkat Kelurahan
75
Perjalanan Pulang
76
Bertemu Gala dan Teguh
77
Asisten Baru Untuk Cinta
78
Kesibukan di Restoran Mirama
79
Gaji Pertama
80
Momen Perpisahan dengan Tanaka
81
Kedatangan Nila dan Risky
82
Undangan Buat Cinta
83
Memenuhi Undangan
84
Masuk ke acara Pesta
85
Pulang dari acara keluarga Hutomo
86
Bermimpi
87
Masih Bermimpi
88
Kenangan Bersama Arjuna
89
Arti Mimpi Cinta
90
Sarapan dengan menu sambal
91
Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92
Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93
Bertemu Chef Alleno
94
Melawan Juara Bertahan
95
Pria memakai Hoodie Hitam
96
Di Tolong Pria Misterius
97
Cinta Jadi sasaran Racun
98
Ditraktir Pria Misterius
99
Resep Sederhana pembawa Berkah
100
Arjuna Mencari Cinta
101
Mengetahui Biang Keladi
102
Ungkapan Hati Arjuna
103
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!