Petang harinya setelah sholat Maghrib.
"Eh iya, amplop dari Vita tadi belum Cinta buka. Dapat berapa ya?" gumam Cinta yang kemudian membuka amplop dari Vita tadi siang.
"Alhamdulillah lumayanlah buat sambung hidup." kata Cinta sembari tersenyum.
"Krucuk.. krucuk... krucuk...!"
"Aduh, rupanya perutku minta di isi, he..he!" ucap Cinta yang mengusap perutnya sembari tersenyum.
Kemudian Cinta keluar dari kamar kos hendak membeli makanan.
"Ning, penghuni baru ya?" tanya seorang laki-laki yang berusia sekitar tiga puluh tahunan, menyapa Cinta.
Laki-laki itu memakai jaket driver Ojol warna hijau.
"Oh iya pak, saya Cinta dari Jakarta. Tapi aslinya dari Solo. Baru tadi pagi menempati kamar ini" jawab Cinta yang memperkenalkan diri, sembari mengulurkan tangan.
"Oh saya Teguh, panggil saja Cak Teguh. Duda anak satu asli Nganjuk. He..he..!" balas Laki-laki yang bernama Teguh itu yang menerima uluran tangan Cinta sembari terkekeh.
"Ma'af ya Cak Teguh, saya mau cari makan dulu." kata Cinta sembari menganggukkan kepalanya.
"Ayo saya antar, sekalian nunggu callingan." kata Teguh.
"Nanti merepotkan" kata Cinta yang tidak enak hati.
"Tidak, sungguh tidak merepotkan kok. Ayo naik saja!" ucap Teguh sembari menepuk jok sepedanya di bagian belakang.
"Hmm...! Baiklah." ucap Cinta yang terpaksa menerimanya dan cinta duduk di belakang laki-laki berusia tiga puluh tahun itu.
Sepeda motor itu melaju meninggalkan tempat kos.
"Cak, tadi aku beli makanan di situ!" seru Cinta seraya menunjuk ke arah warung yang tadi siang cinta membeli makan siang.
"Sudah, kita ke tempat langganan Caca' saja! Caca' traktir. Anggap saja sebagai perkenalan kita." ucap Teguh yang terus menatap ke depan.
"Eh traktir? Tapi kita kan..!" kata Cinta yang belum selesai, Teguh sudah menepikan kendaraannya.
"Caca' kan sudah bilang, anggap saja sebagai perkenalan kita!" ucap Teguh sembari melepaskan helmnya.
"Ayo masuk!" ajak Teguh saat mereka berada di tepi lapak nasi goreng.
"Iya" jawab Cinta dan gadis itu pun melangkah kan kaki masuk ke lapak nasi goreng itu bersama Teguh.
"Be, nasgoral plus es T dobel!" Teguh memesan pada pedagang nasi goreng itu.
"Beres cak Teguh!" balas pedagang nasi goreng itu pada Teguh.
"Apa maksud pesanan Cak Teguh tadi?" tanya Cinta yang penasaran.
"Oh maksud Caca' nih ya; Be, nasgoral plus es T dobel yaitu, Babe saya pesan nasi goreng spesial dan es tehnya masing-masing dua." jelas Teguh yang membuat Cinta tersenyum.
"Ada-ada saja cak Teguh ini" kata Cinta sembari tersenyum.
"Biar rame aja!" ucap Teguh.
"Oiya Cinta, wajah kamu kenapa?" tanya Teguh saat melihat luka bakar di pipi kanan Cinta.
"Ini karena kecelakaan Cak, beberapa gari yang lalu Cinta kehilangan kedua orang tua Cinta. Cinta sempat keluar sebelum mobil terbakar." ucap Cinta.
"Innallahi wa Innalillahi Roji'uun..! Semoga amal dan ibadah kedua orang tuamu di terima di sisi-Nya. Aamiin ya Robbal alaamiin." ucapan do'a Teguh.
"Aamiin ya Robbal alaamiin" Cinta menyahut jawaban doa Teguh.
Tak berapa lama, dua es teh di hidangkan oleh istri si penjual nasi goreng itu.
"Terima kasih Bu" ucap Cinta saat menerima satu gelas es teh tersebut.
"Cak Teguh! katanya duda anak satu, terus anaknya dimana?" tanya Cinta penasaran.
"Anaku masih berusia satu tahun, jadi ikut ibunya." jawab Teguh yang kemudian dia diam, dan nampak kedua matanya berkaca-kaca.
"Ma'af bila perkataan saya menyinggung." kata cinta yang tak enak hati.
"Tidak apa-apa, memang kenyataannya begitu" ucap Teguh yang mengulas senyum.
Cinta pun terdiam dan meminum es tehnya.
" Aku berpisah dengan istriku, karena ekonomi. Istriku tidak terima dengan penghasilan aku dari ojek online ini. Dan kini dia menikah dengan seorang CEO perusahaan minuman kemasan." jelas Teguh yang juga meminum es tehnya.
"O, begitu!" kata Cinta. Dan tak berapa lama, penjual nasi goreng menghidangkan nasi goreng yang telah di masaknya.
Cinta dan Teguh pun memakannya dengan lahap.
"Cinta, kamu keja dimana?" tanya Teguh setelah menyelesaikan suapan terakhirnya.
"Cinta belum kerja, saat ini cinta sedang mencari lowongan kerja" kata cinta yang juga sudah menghabiskan sepiring nasi gorengnya.
"Oh, aku kira kamu sudah kerja" ucap Teguh yang kemudian menghabiskan minumannya.
"Belum, Cinta kan baru datang tadi pagi" ucap Cinta.
"Oiya lupa! he..he..!" ucap Teguh sambil tersenyum.
"Sudah selesai, yuk kita pulang!" ajak Cinta.
"Ayo!" sahut Teguh yang kemudian bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya menuju babe si pedagang nasi goreng.
Setelah selesai membayar nasi goreng, mereka berjalan menuju ke tempat dimana sepeda Teguh terparkir.
Sepeda motor matic itu melaju kembali ke jalan dimana jalan yang mereka lewati saat berangkat tadi.
Tiba-tiba roda bagian depan sepeda motor Teguh hilang keseimbangannya. Teguh kemudian menghentikan laju motornya.
"Ada apa Cak?" tanya Cinta yang Cemas.
"Sepertinya ban depan bocor!" ucap Teguh namun tidak terlalu di khawatir.
"Jam segini, dimana ada tambal ban yang masih buka ya Cak?" tanya Cinta yang juga sangat cemas.
"Aku pernah melihat daerah di sekitar sini, ada tambal ban di sepanjang daerah ini ada tambalban." kata Teguh dalam hati.
Keduanya berjalan menyusuri jalan yang melewati tepi jalan raya.
Teguh yang menuntun sepedanya dan Cinta yang berjalan di belakangnya, terus melangkah.
Tak berapa lama mereka telah sampai di sebuah kios kecil yang ada sebuah dengan tulisan tambal ban.
"Assalamu'alaikum... ma'af pak! apa tambalnya buka?" tanya Teguh setelah memarkirkan sepeda motornya dan melangkahkan kaki menemui pemilik usaha.
"Oh, iya apa ada yang bisa saya bantu?" tanya pemilik bengkel itu.
"Itu ban sepeda saya kempes!" jawab Teguh yang kemudian mendekatkan sepedanya pada pemilik bengkel.
Pemilik bengkel itu pun memeriksa dan segera melakukan tugasnya.
Sementara itu Cinta berjalan melihat situasi yang ada di sekitar bengkel.
Tiba-tiba pandangannya tertuju pada sebuah restoran beberapa meter dari samping bengkel.
"Cak Teguh, aku mau ke sana dulu ya!" kata Cinta seraya menunjuk ke arah restoran yang masih ramai pengunjung itu.
"Iya, hati-hati Cinta!' sahut Teguh.
"Siap!" jawab Cinta seraya menganggukkan kepalanya dan dia melangkahkan kaki menuju ke restoran itu.
Banyak mobil dan sepeda motor yang terparkir di depan restoran itu.
Pandangan Cinta tertuju pada sebuah MMT yang terpasang di kanopi restoran.
Kemudian Cinta membaca pengumuman itu.
___________________________________
DI BUTUHKAN SEGERA
1 orang koki
2 orang waitress wanita
1 orang tukang cuci piring
Syarat : Sudah berpengalaman
____________________________________
"Ada lowongan pekerjaan!" batin Cinta dengan tersenyum.
Tapi bertanya sama siapa ya?' tanya dalam hati Cinta yang melihat ke sekitar tempat itu.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Radiah Ayarin
aq mampir thor
2022-04-19
1
Lee
Apakah Cinta akan melamar pkerjaan menjadi koki ?
2022-04-17
0
Yen Lamour
Mantap 😍😍😍
Silence mampir, lanjut kak❤️
Semangat up💪🥰
2022-03-29
1