Lanjut Bersama Om Juna

"Selanjutnya Tendangan Jejag, tendangan ini juga dinamakan sebagai tendangan jejeg (di Jawa) atau tendangan gejeg. Perut lawanlah yang jadi sasarannya." kata Arjuna.

Cinta tetap memperhatikan dengan seksama.

"Tendangan jejag dilakukan dengan cara mengangkat lutut setinggi-tingginya dan mendorong tungkai ke perut lawan, seperti ini..!" ucap Arjuna yang mempraktekkan gerakan tendangan Jejag tersebut.

Dan Cinta memperhatikan, lalu mempraktekkannya.

"Sudah paham?" tanya Arjuna pada Cinta dan cinta menganggukkan kepalanya.

"Berikutnya yang kelima Tendangan Sabit. Tendangan sabit dilakukan dengan cara menendang perut lawan dengan lintasan melengkung seperti bentuk sabit." kata Arjuna.

"Jadi seperti ini, hop hia...!" lanjut Arjuna yang mempraktekkan dengan menendang ke perut lawan dan melengkung seperti bulan sabit!.

"Ok, Cinta coba ya Om!" seru cinta yang mempraktekkannya.

"Nah, begitu! bagus itu!" seru Arjuna.

"Makasih om!" ucap Cinta dengan senangnya.

"Yang ke enam tendangan T, kamu

posisikan tubuh secara menyamping dan lakukan tendangan yang lintasannya lurus mengarah ke samping. Maka lawan akan terkena bagian tajam telapak kaki dan tumit. Ada tiga macam tendangan T, yaitu T jepret, T lompat, dan T gantung. In syaa Allah setelah pertandingan, akan om ajari." kata Arjuna.

"Iya Om, Cinta akan tunggu!" kata cinta sembari tersenyum.

"Lanjut tehnik tendangan ke tujuh, Tendangan Belakang. Tendangan ini di lakukan dengan membelakangi lawan. Caranya dengan memutar tubuh sambil melakukan tendangan yang mengenai perut atau kepala lawan dengan telapak kaki atau tumit kamu." jelas Arjuna yang mempraktekkanya dan diikuti oleh Cinta.

"Sudah paham?" tanya Arjuna sekali lagi.

"Sedikit! he...he .!" ucap Cinta dengan tersenyum.

"Dasar, diajak serius malah cengengesan! waktu Om nggak banyak. Dan Om sangat mengkhawatirkan kamu!" seru Arjuna seraya mengusap kepala Cinta dengan gemasnya.

"Habisnya, dah capek nih Om!" kata Cinta yang mengulas senyum.

"Yang terakhir, Tehnik tangkisan!" seru Arjuna yang mulai serius.

"Hah..! masih ada lagi!?" ucap Cinta yang mengusap rambutnya secara kasar.

"Iya, tinggal sedikit kok!" ucap Arjuna.

"Teknik tangkisan merupakan salah satu bentuk teknik pertahanan dalam pencak silat. Dan tehnik tangkisan ini juga mempunyai beberapa jenis gerakannya." kata Arjuna dengan serius.

"Tuh kan ada macamnya lagi?" celetuk Cinta.

"Kalau tidak mau mengikuti, perhatikan saja!" seru Arjuna yang mulai geram.

"Eh, mulai marah!" Cinta membatin.

"Iya-iya om, Cinta Ikuti!" ucap Cinta yang mulai serius.

Arjuna pun tersenyum dan kembali menerangkan dasar-dasar ilmu silat yang dia pelajari.

"Yang pertama Tangkisan Satu Lengan. Tangkisan dalam, menangkis serangan dari luar ke dalam. Tangkisan luar, menangkis serangan dari dalam ke luar. Tangkisan atas, ditujukan untuk melindungi kepala. Arah tangkisan dari bawah ke atas.Tangkisan bawah, ditujukan untuk melindungi kaki dan paha. Arah tangkisan dari atas ke bawah." jelas Arjuna seraya mempraktekkannya dengan satu tangan kanannya.

Cinta pun mengikutinya, dan mengulangnya beberapa kali.

"Yang kedua,Tangkisan Dua Lengan" kata Arjuna seraya menunjukkan kedua lengannya untuk melakukan tangkisan dengan telapak tangan dan dengan lengan bawah." kata Arjuna.

" Selain bertahan dan menyerang, pesilat perlu menguasai bagaimana lawan mati kutu. Teknik kuncian bisa membuat lawan tidak berkutik karena tubuhnya bagaikan dikunci." lanjut Arjuna.

"Apa seperti dibacara televisi Smackdown itu ya om?" tanya Cinta dengan rasa ingin tahunya.

"Iya, seperti itu! Nggak usaha di praktekkan, sekedar kamu tahu saja ya!" jawab Arjuna.

"Iya Om!" balas Cinta singkat.

" Tujuan tehnik kuncian ini untuk melumpuhkan pergerakan lawan, kuncian dilakukan dengan membidik bagian tubuh lawan yang vital, seperti dagu, pergelangan tangan, dan leher." penjelasan Arjuna.

"Apa masih ada lagi Om? Hoahaaahemmmm...!'' tanya Cinta yang mulai mengantuk.

."Sabar, tinggal dua lagi!" seru Arjuna.

"Iya Om, cepertan! sudah jam dua pagi nih!" seru Cinta yang kemudian minum air putih untuk sekedar menghilangkan haus dan kantuknya.

"Iya-iya, lanjut Teknik Guntingan, yaitu

gerakan yang diawali dengan menendang kemudian disusul dengan jepitan. Om Juna praktekkan, Cinta nanti bisa bayangkan kalau teknik yang Om lakukan mirip menggunting tubuh lawan. Begitu tergunting, lawan akan mudah untuk dijatuhkan dan dilumpuhkan." jelas Arjuna yang sembari mempraktekkannya.

"Oh jadi seperti itu! Ok!" kata Cinta yang sudah paham.

"Yang terakhir Teknik Berbaring, berfungsi untuk mengasah kemampuan jatuhan sekaligus sebagai salah satu cara pertahanan diri. Ada tiga jenis teknik berbaring, yakni: Teknik berbaring telungkup (jatuhan depan).Teknik berbaring miring (jatuhan samping kiri atau kanan). Teknik berbaring telentang (jatuhan ke belakang)." jelas Arjuna.

"Sudah, dari sini ada yang di tanyakan?" lanjut tanya Arjuna pada Cinta.

Namun Arjuna tak kunjung dapat jawaban.

Karena penasaran, dia mencari keberadaan keponakannya.

"Eh, sudah ke alam mimpi dianya! he..he..!" ucap Arjuna yang mendapati keponakannya itu tertidur dengan posisi duduk di pinggir tempat tidur, dengan tangan kanan menopang di tepi tempat tidur dan kepala menyembunyikan wajahnya di antara lengan yang berada di tepi tempat tidur tadi.

"Cinta...cinta...! kasihan kamu!" gumam Arjuna yang kemudian mengangkat Cinta ke atas tempat tidurnya.

"Andai Om selalu di sisimu , tak mungkin om memaksa kamu latihan silat dengan keras." gumam lirih Arjuna, yang kemudian dia berbaring di Sofa dan memejamkan matanya.

Keduanya terlelap dalam tidur dan mimpi masing-masing.

Suara Adzan Subuh berkumandang lewat Toa masjid di dekat rumah keluarga Cinta.

Cinta membuka matanya, dan mengedarkan pandangannya seraya mengumpulkan nyawanya yang belum sepenuhnya terkumpul.

"Sudah subuh! Om Juna, di tidur di sofa!" gumam Cinta yang melihat Juna masih dengan nyenyak tidur di sofa.

"Sholat subuh dulu saja!" kata dalam hati Cinta yang kemudian turun dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi di dalam kamarnya.

Setelah berwudlu, Cinta mengambil mukenanya dan kemudian menunaikan ibadah sholat Subuh munfarid.

"Om Juna belum bangun juga!" gumam Cinta sembari melipat mukenanya.

Cinta kemudian menghampiri Arjuna dan menepuk pundak laki-laki yang terbaring di sofa itu.

"Om...om Juna, sudah Subuh! Sholat dulu Om!" Cinta mencoba membangunkan Arjuna.

"Tania....Tania..!!" Arjuna mengigau.

"Tania? apa dia pacar ya Om Juna ya?" Cinta yang membatin.

"Om, ini Cinta bukan Tania! Om bangun...!" seru Cinta yang kembali menepuk pundak Arjuna.

"Tania...!" Arjuna yang masih memejamkan matanya berusaha memeluk Cinta.

"Om..! Plaakk...!!"

"Ma'af om, Cinta menamparmu!" ucap cinta yang menatap telapak tangannya yang memerah dan juga pipi Arjuna yang sebelah kanan juga memerah.

Arjuna tersentak dan membuka matanya.

"A..apa yang terjadi?" tanya Arjuna yang merasakan pipi kanannya yang panas.

"Om, mengira Cinta ini Tania!" seru Cinta yang terduduk dilantai.

"Be..benarkah? ma'afkan Om ya Cinta, Om tidak tahu" ucap Arjuna dengan rasa bersalah.

...~¥~...

...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....

...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....

...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

...Terima kasih...

...BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

zhA_ yUy𝓪∆𝚛z

zhA_ yUy𝓪∆𝚛z

othor nya tau banyak tentang teknik silat ya? 👍👍

2022-08-29

4

zhA_ yUy𝓪∆𝚛z

zhA_ yUy𝓪∆𝚛z

yang sabar ya.. di telatenin aja😁

2022-08-29

2

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

boomlike plus rate 5 and fav 😍

2022-03-20

5

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisah
2 Minta Bantuan Om Juna
3 Pemakaman Orang tua Cinta
4 Belajar Silat dari Om Juna
5 Lanjut Bersama Om Juna
6 Omlet Semangat
7 Mulai di Kucilkan
8 Cinta di Fitnah
9 Cinta Di Asingkan
10 Mendadak Potong Rambut
11 Tetangga Kos Duda anak Satu
12 Mendapat Pekerjaan
13 Mulai Bekerja
14 Ugly Girl dan Tuan Galak
15 Keinginan Gala
16 Pacar Palsu
17 Untuk Balas Dendam
18 Penampilan Cinta
19 Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20 Kesepakatan Riska dan Cinta
21 Berpapasan Dengan Teguh
22 Sebuah Tantangan Dari Gala
23 Belanja di pasar tradisional
24 Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25 Mendaftar ke Kampus Gala
26 Mulai Ada Rasa
27 Keputusan Chef Alleno
28 Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29 Gala Yang Penasaran
30 Melawan Tiga Orang Bertopeng
31 Berdua di Restoran
32 Fokus apa Modus?
33 Menyesal dan Khawatir
34 Ketahuan deh!
35 Gala yang Jealous
36 Ujian Kemampuan Cinta
37 Dari Makanan Turun ke Hati
38 Gala Mengantar Cinta
39 Kedatangan Fransisca
40 Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41 Rahasia Hati
42 Mr. Galak
43 Chef Alleno Comeback
44 Belajar membuat Garnish
45 Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46 Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47 Jalan-jalan Bersama Teguh
48 Curhat di Pantai Kenjeran
49 Mencari Informasi
50 Mimpi Kejadian Kemarin
51 Restoran Mirama
52 Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53 Cinta Pindahan
54 Kenangan di Tempat kos
55 Terbayang-Bayang Wajah Gala
56 Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57 Gala yang Galau
58 Gala yang makin Galau
59 Gala Mengikuti Teguh
60 Sarapan Nasi Goreng
61 Awal kerja di tempat baru
62 Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63 Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64 Mempelajari menu tugas Cinta
65 Mendaftar lomba memasak 17an
66 Mengikuti Lomba Memasak
67 Mengenal Sushi
68 Cara membuat Sushi
69 Kekalutan Cinta
70 Satu lomba dengan Gala
71 Babak final
72 Memenangkan Lomba
73 Sambutan atas kemenangan lomba
74 Lomba ditingkat Kelurahan
75 Perjalanan Pulang
76 Bertemu Gala dan Teguh
77 Asisten Baru Untuk Cinta
78 Kesibukan di Restoran Mirama
79 Gaji Pertama
80 Momen Perpisahan dengan Tanaka
81 Kedatangan Nila dan Risky
82 Undangan Buat Cinta
83 Memenuhi Undangan
84 Masuk ke acara Pesta
85 Pulang dari acara keluarga Hutomo
86 Bermimpi
87 Masih Bermimpi
88 Kenangan Bersama Arjuna
89 Arti Mimpi Cinta
90 Sarapan dengan menu sambal
91 Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92 Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93 Bertemu Chef Alleno
94 Melawan Juara Bertahan
95 Pria memakai Hoodie Hitam
96 Di Tolong Pria Misterius
97 Cinta Jadi sasaran Racun
98 Ditraktir Pria Misterius
99 Resep Sederhana pembawa Berkah
100 Arjuna Mencari Cinta
101 Mengetahui Biang Keladi
102 Ungkapan Hati Arjuna
103 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Awal Kisah
2
Minta Bantuan Om Juna
3
Pemakaman Orang tua Cinta
4
Belajar Silat dari Om Juna
5
Lanjut Bersama Om Juna
6
Omlet Semangat
7
Mulai di Kucilkan
8
Cinta di Fitnah
9
Cinta Di Asingkan
10
Mendadak Potong Rambut
11
Tetangga Kos Duda anak Satu
12
Mendapat Pekerjaan
13
Mulai Bekerja
14
Ugly Girl dan Tuan Galak
15
Keinginan Gala
16
Pacar Palsu
17
Untuk Balas Dendam
18
Penampilan Cinta
19
Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20
Kesepakatan Riska dan Cinta
21
Berpapasan Dengan Teguh
22
Sebuah Tantangan Dari Gala
23
Belanja di pasar tradisional
24
Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25
Mendaftar ke Kampus Gala
26
Mulai Ada Rasa
27
Keputusan Chef Alleno
28
Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29
Gala Yang Penasaran
30
Melawan Tiga Orang Bertopeng
31
Berdua di Restoran
32
Fokus apa Modus?
33
Menyesal dan Khawatir
34
Ketahuan deh!
35
Gala yang Jealous
36
Ujian Kemampuan Cinta
37
Dari Makanan Turun ke Hati
38
Gala Mengantar Cinta
39
Kedatangan Fransisca
40
Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41
Rahasia Hati
42
Mr. Galak
43
Chef Alleno Comeback
44
Belajar membuat Garnish
45
Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46
Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47
Jalan-jalan Bersama Teguh
48
Curhat di Pantai Kenjeran
49
Mencari Informasi
50
Mimpi Kejadian Kemarin
51
Restoran Mirama
52
Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53
Cinta Pindahan
54
Kenangan di Tempat kos
55
Terbayang-Bayang Wajah Gala
56
Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57
Gala yang Galau
58
Gala yang makin Galau
59
Gala Mengikuti Teguh
60
Sarapan Nasi Goreng
61
Awal kerja di tempat baru
62
Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63
Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64
Mempelajari menu tugas Cinta
65
Mendaftar lomba memasak 17an
66
Mengikuti Lomba Memasak
67
Mengenal Sushi
68
Cara membuat Sushi
69
Kekalutan Cinta
70
Satu lomba dengan Gala
71
Babak final
72
Memenangkan Lomba
73
Sambutan atas kemenangan lomba
74
Lomba ditingkat Kelurahan
75
Perjalanan Pulang
76
Bertemu Gala dan Teguh
77
Asisten Baru Untuk Cinta
78
Kesibukan di Restoran Mirama
79
Gaji Pertama
80
Momen Perpisahan dengan Tanaka
81
Kedatangan Nila dan Risky
82
Undangan Buat Cinta
83
Memenuhi Undangan
84
Masuk ke acara Pesta
85
Pulang dari acara keluarga Hutomo
86
Bermimpi
87
Masih Bermimpi
88
Kenangan Bersama Arjuna
89
Arti Mimpi Cinta
90
Sarapan dengan menu sambal
91
Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92
Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93
Bertemu Chef Alleno
94
Melawan Juara Bertahan
95
Pria memakai Hoodie Hitam
96
Di Tolong Pria Misterius
97
Cinta Jadi sasaran Racun
98
Ditraktir Pria Misterius
99
Resep Sederhana pembawa Berkah
100
Arjuna Mencari Cinta
101
Mengetahui Biang Keladi
102
Ungkapan Hati Arjuna
103
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!