Galaxy berkali-kali melihat ponselnya dan membaca beberapa chat dari papa dan mamanya.
"Oke Cinta, kau harus siap berperan di dramaku!" ucap Gala yang senyum-senyum sendiri.
"Akan aku gunakan Cinta yang buruk rupa, agar papa dan mama menyesal dengan keputusannya membuatku berada di sini! papa dan mama pasti akan mengijinkanku kuliah di luar negeri." Gala yang membatin.
"Tuan muda Gala, apa ada yang bisa saya bantu?" tanya Wiwid yang sedari tadi penasaran dengan apa yang membuat bos mudanya itu senyum-senyum sendiri.
"Panggilkan tukang cuci piring itu kemari!" seru Gala yang bangkit dari duduknya dan berhenti mengotak-atik ponselnya.
"Ba..baik tuan!" jawab Wiwid yang kemudian masuk ke pantry dan mencari Cinta.
Cinta yang sedang menyelesaikan pekerjaannya.
"Cinta, Tuan Gala memanggilmu!" seru Wiwid saat sudah sampai di hadapan Cinta.
"Hah, mau perlu apa lagi dia?" gumam Cinta yang kemudian melangkah pergi menuju ke tempat di mana keberadaan Galaxy.
"Anda memanggil saya tu..eh mas Gala?" tanya Cinta saat sudah berada di depan Galaxy.
"Cinta, ikut lah denganku sebentar!" ucap Gala yang kemudian melangkahkan kakinya menuju keluar restoran.
"Tapi mas, aku kan belum mandi. Bau mas!" ucap Cinta yang tergopoh-gopoh menyusul Gala.
Saat Cinta memanggil Gala dengan sebutan Mas, ternyata ada yang tak sengaja mendengarnya.
"Apa aku tidak salah dengar ya? Mas... Cinta memanggil Tuan Gala dengan sebutan Mas?" tanya Wiwid yang penasaran dan terus mengarahkan pandangannya sampai mengikuti Gala dan Cinta berjalan sampai di parkiran.
"Mbak Wiwid serius amat, lihatin apa ya?" tanya Ayudia dan Risky yang sudah bersiap untuk pulang.
"Ssst...! Kepo saja kenapa Cinta memanggil pak Bos dengan panggilan Mas?" tanya Wiwid yang masih memperhatikan keadaan di luar restoran.
"Apa bukannya wajar kalau memanggil Mas.Tuan Gala kan laki-laki muda!" jawab Risky tanpa curiga sedikitpun.
"Kalau aku seperti ada yang lain dengan mereka.!" ucap penasaran Wiwid.
"Lebih baik besok kita tanyakan pada Cinta, sekarang kita mau pulang. Capek mbak!" seru Ayudia yang berlalu melewati Wiwid.
"Hei kalian aku tugaskan mengikuti Tuan Gala sama Cinta!" perintah Wiwid pada Risky dan Ayudya.
"Maaf ya mbak Wiwid, ini sudah di luar jam kerja kami. Jadi kami tak mau mengikuti perintah anda. Maaf, waitress juga manusia. Butuh istirahat!" ucap Risky yang kemudian berlalu begitu saja.
Tak lama kemudian semua karyawan juga mengatakan demikian, dan mereka meninggalkan Wiwid dengan rasa keponya.
"Ah kenapa sih dengan kalian! Sebetulnya aku kepo sekali dengan Cinta dan Tuan Gala yang jalan sama-sama itu!" gumam Wiwid.
"Tapi aku sendiri juga capek! pulang saja ah!" ucap Wiwid yang kemudian berlalu pergi.
Sementara itu yang terjadi dengan Cinta, dia saat ini sudah di dalam mobil bersama Gala.
"Mas Gala kita mau kemana sih?" tanya Cinta yang penasaran.
"Mengajak kamu ke pesta pemegang saham papa!" jawab Gala dengan senyum sinisnya.
"Pesta? tapi saya kan harus mandi mas?" tanya Cinta yang membaui dirinya yang sedang bau keringat karena seharian kerja.
"Sudah nggak apa-apa, itu yang aku inginkan!" jawab Gala tanpa menoleh pada Cinta.
"Aih, mungkin apa hanya mas Gala yang punya aturan ke Pesta dengan baju kerja dan bau badan." Cinta yang membatin.
"Pak sopir percepat sedikit ya!" perintah Gala yang memandang ke luar jendela mobil.
"Baik tuan" jawab sopir itu yang kemudian mempercepat laju mobil mewah tersebut.
Beberapa menit kemudian mereka sudah sampai di depan halaman sebuah kediaman yang tak kalah besar dan megahnya dengan rumah kedua orang tua Cinta di Jakarta.
"Apakah ini rumah kamu mas?" tanya Cinta yang penasaran.
"Iya, lebih tepatnya rumah kedua orang tua aku!" jawab Gala yang tanpa menoleh sedikitpun.
"Hmm...lumayan besar!" batin Cinta.
"Assalamu'alaikum...!" ucap salam Gala pada saat masuk ke rumahnya.
"Wa'alaikumsalam.!" balas seseorang yang berada di dalam rumah.
"Papa, mama!" panggil Gala yang kemudian menghampiri kedua orang tuanya.
'Kamu ajak anak siapa Gala?" tanya Riska ibunda Gala yang bangkit dari duduknya karena sangat terkejut dengan kelakuan anak semata wayangnya itu.
"Oiya kenalkan ini Cinta, kekasih baru Gala!" jawab Gala yang memperkenalkan Cinta pada kedua orang tuanya dengan mengulas senyum.
"Kekasih baru? bagaimana dengan Siska?" tanya Riska yang penasaran seraya mempersilahkan Cinta untuk duduk.
"Bukankah papa dan mama yang tak menginginkaan aku bersama Riska?" tanya Gala yang mendengus kesal.
"Ya iya, tapi mengapa yang kamu pilih dia?" tanya Hutomo papanya Gala.
"Suka-suka Gala lah mau pacaran sama siapa! yang melakukan pacarn kan kami. Bukan kalian berdua!" seru Gala yang kemudian dia bangkit dari duduknya.
"Mau kemana kamu!" seru Hutomo dengan tatapan tajamnya.
"Katanya mau ke pesta, ya mandilah!" ucap Gala yang kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya.
"Ini salah kita yang melarang dia berhubungan dengan Siska, dan dia sekarang berhubungan dengan orang yang tak selevel dengan kita." ucap Riska mamanya Gala seraya menatap Cinta dengan kekesalan.
"Apa boleh buat, papa juga pernah mengatakan pada Gala, untuk berhubungan gengan siapapun selain dengan Siska ternyata Gala memilih dia!" ucap Hutomo yang menyesali perkataannya tempo hari.
"Jadi ini maksud tuan Galak memberiku status pacar palsu? dia menjadikan aku alat balas dendam dia pada orang tuanya!" Cinta yang membatin.
"Keluarga ini keluarga apa ya? kenapa anak dan orang tua kok nggak ada yang berkata sopan, padahal keluarga kaya, dan berpendidikan?" lanjut batin Cinta.
"Dulu waktu aku dan kedua orang tuaku tidak begini, ibu selalu mendidikku untuk berbicara sopan pada orang yang lebih tua dari ku" kenang Cinta pada ibunya.
"Cinta, sebaiknya kamu mandi dan berganti pakaian di kamar tamu. Nanti kamu pakai baju saya waktu sebelum hamil!" kata Riska pada Cinta.
"Iya Bu" jawab Cinta seraya menundukkan kepalanya sebentar.
"Mbok Yem, kemarilah! " panggil Riska pada pembantunya.
Tak berapa lama datanglah seorang wanita paruh baya yang datang tergopoh-gopoh dari dapur.
"A..ada apa nyonya?" tanya pembantu itu.
"Antarkan gadis ini ke kamar tamu, dan tunjukan kamar mandinya. Setelah itu ambilkan baju saya yang sebelum saya hamil yang warnanya biru laut beserta tas dan sepatunya" perintah Riska.
"Ba..baik nyonya!" ucap mbok Yem itubyang kemudian menghampiri Cinta.
"Jangan lupa nanti bantu dia berdandan, agar tak malu-maluin pergi ke undangan pesta teman kami." lanjut Riska.
"Iya nyonya" jawab mbok Yem.
"Oiya mbok, pakaikan kosmetik ku yang ada di tas kosmetik yang biasa saya bawa kalau bepergian ya!" ucap Riska.
"Baik nyonya!' balas Mbok Yem.
"Mari Ning, saya antarkan ke kamar tamu" ajak mbok Yem.
"Ba..baik mbok!" ucap Cinta yang kemudian melangkahkan kakinya mengikuti Mbok Yem menuju ke kamar tamu keluarga Hutomo.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
"
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
sella surya amanda
lanjut kak
2022-04-10
1
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
up
2022-04-09
1
💞 Lily Biru 💞
semangat kk yul
2022-04-09
0