Penampilan Cinta

Setelah mandi, Cinta berganti pakaian dan merias dirinya.

"Sudah lama aku tak berpakaian seperti ini, baju mahal dan kosmetik mahal!" ucap Cinta dalam hati.

Cinta kemudian memakai dress warna biru muda yang sudah di siapkan oleh mbok Yem pembantu keluarga Hutomo.

Gadis itu merubah tatanan rambutnya yang tadinya di ikat, sekarang di gerai dengan rambut sisi kiri di sematkan di telinga dan rambut sisi kanan di biarkan tergerai untuk menutupi luka bakarnya.

Make up yang di pakainya pun sedikit tebal, terutama di bagian bekas luka bakarnya.

Lipstik yang di pakai warna cerry dengan perpaduan lipbalm untuk menjadikannya terlihat segar.

Eye shadownya pun berwarna senada dengan lipstik dan tak lupa sedikit blush on di pipi kanan dan kirinya.

"Baiklah tuan Gala, akan aku buat kau menyesal telah memanfaatkan ku!" ucap dalam hati Cinta saat bercermin.

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu kamar dimana Cinta berada.

"Tokk...tokk...tokk...!!"

"Masuk saja!" jawab Cinta.

"Permisi Non, apa sudah selesai mandinya?" tanya seorang wanita setengah baya yang tak lain adalah mbok Yem.

"Sudah mbok, malah sudah siap!" kata Cinta yang menoleh ke arah mbok Yem.

"Masya Allah, ini non Cinta yang tadi kan?" tanya mbok Yem yang tak percaya.

"Iya, mbok!" ucap cinta sembari tersenyum.

"Non Cinta ternyata pintar dandan dan Cantik sekali!" ucap mbok Yem yang terkagum-kagum.

"Mbok, mau cantik itu gampang. Asal ada duit buat beli kosmetik mahal beginian. Iya kan mbok! he..he..!" ucap Cinta sembari tersenyum dan melangkahkan kaki keluar dari kamar tamu itu.

Di ruang tamu, ternyata Gala sudah siap dan semuanya menunggu Cinta.

Pada awalnya tak ada yang menggubris kedatangan Cinta, namun pada saat tak sengaja kedua mata Gala melihat ke arah Cinta.

"Ci..cinta, itu kamukah itu?" tanya Gala yang tersentak kaget, tak percaya.

Hal itu membuat Hutomo dan Riska yang sebelumnya sibuk dengan diri mereka masing-masing, menyempatkan diri menoleh ke arah Cinta.

"Cinta..!"

Riska dan Hutomo tak mempercayainya.

"Apa ini hasil karya mbok Yem?" tanya Riska yang tak percaya apa yang di lihatnya.

Cinta hanya tersenyum, tanpa menjawab pertanyaan Riska.

"Apa kita jadi berangkat?" tanya Cinta yang menatap satu persatu wajah ketiga orang di hadapannya.

"Iya, jadi. Ayo kita berangkat Pa!" kata Riska yang mencolek suaminya.

"Kalau begini kan, nggak akan membuat malu kita!" ucap Hutomo yang membuat Riska menganggukkan kepalanya.

Lain halnya dengan Gala, yang sedari tadi menatap Cinta tak berkedip.

Ada rasa berkecamuk di dadanya, yang susah di ungkapkan.

"Agh rencanaku membuat papa dan mama kesal hancur. Gadis ini kalau dandan cantik juga. Jauh diatas Fransiska." gumam Gala dalam hati.

"Ayo kita berangkat !" ucap yang menarik lengan Gala karena sedari tadi diam saja.

"Kenapa Mas Galak? Terpesona ya sama diriku?" goda Cinta sembari tersenyum kemenangan.

"Ha..Terpesona? nggak lah, kecantikanmu ini berkat alat kosmetik dari mama!" seru Gala yang kembali ke wajah juteknya.

"Yang terpenting kamu terpesona! he..he..!" seru Cinta pada saat mereka masuk ke mobil.

Gala mendengus kesal.

Kemudian mereka masuk ke dalam mobil, dan Gala bertindak sebagai pengemudi, Cinta di sampingnya dan kedua orang tua Gala berada di kursi belakang.

Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju ke undangan pesta.

Sesampainya di tempat parkir, Mama dan papa Gala turun dari mobil.

"Gala, barengan sama papa dan mama?" tanya Hutomo saat sudah berada di luar mobil.

"Papa dan mama duluan, Gala mau bicara dengan Cinta sebentar, pa!" ucap Gala yang masih melepas sabuk pengamannya.

"Baiklah kalau begitu mau kamu, kami tunggu di dalam ya!" ucap mama Gala dan mereka berdua melangkahkan kaki masuk ke tempat pesta.

Gala hanya menunjukkan jari jempol kanannya saja.

"Cinta! kau pikir kamu akan menang? Lihat saja, apa kamu bisa berbaur dengan kalangan kelas atas!" tantang Gala yang kemudian dia keluar dari mobilnya.

Cinta menarik nafas panjang dan mengeluarkannya secara pelan-pelan.

"Rupanya tuan Galak menantang aku! lihat saja, akan aku bungkam mulut nya yang terlalu merendahkan orang lain!" ucap dalam hati Cinta.

"Woy, cepat keluar! atau kamu memang takut ya masuk ke pesta itu! Tak bisa berbaur dengan kalangan elit, Hei orang rendahan ya rendahan!" celetuk Gala dengan senyum sinisnya.

"Astaghfirullah..! jaga mulut kamu tuan Galak!" seru Cinta yang kemudian dia melangkahkan kakinya terlebih dulu menuju ke pesta itu.

Sedangkan Gala memandang Cinta yang sudah menjauh dengan senyuman sinisnya.

Kemudian Gala melangkahkan kakinya dan menyusul Cinta.

"Lambat amat seperti siput!" gerutu Cinta saat berada di depan pintu masuk pesta.

"Kenapa tidak duluan masuk?" tanya Gala yang memang sengaja mengetes Cinta.

"Hei tuan Galak, kau kira aku tak bisa membaca tulisan itu!" seru Cinta seraya menunjuk ke arah tulisan must be a couple (harus berpasangan).

"He..he..! kirain kamu tak sekolah!' ucap Gala tanpa bersalah.

Gala kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu dimana ada dua orang penjaga yang sedang bertugas.

Cinta mengikuti Gala dan kemudian dia mengaitkan tangan kananya ke lengan kiri Gala.

Gala tetap acuh dan pandangannya terus ke depan.

Sedangkan Cinta sekali-kali melirik ke arah Gala.

Begitu banyaknya tamu undangan yang hadir dan pesta itu pun berlangsung dengan meriah.

Acara selanjutnya para tamu akan mendengarkan alunan musik dari piano.

"Cinta, tunggu sebentar ya!" ucap Gala yang berpamitan pada Cinta.

"Kamu mau kemana?" tanya Cinta yang penasaran.

"Nanti juga tahu!"jawab Gala dengan Sinisnya.

"Dia mau apa ya? perasaanku kok tidak enak?" kata dalam hati Cinta yang kemudian mengambil minuman yang dibawakan oleh pelayan katering pesta itu.

"Ternyata ada dari tamu kita yang akan menyumbang sebuah alunan piano, saya persilahkan untuk nona Cinta menunjukkan kepiawaiannya.Nona Cinta yang memakai baju biru, silahkan tampilkan bakat anda!' seru pembawa acara pesta itu.

"Hukk..! apakah yang di maksud pembawa acara itu aku?" tanya dalam hati cinta.

Nampak semua orang memandang cinta dan mulai bertepuk tangan menyerukan namanya.

"Cinta...cinta...cinta...cinta..!"

Cinta kebingungan, dalam pikiran Cinta kenapa mereka tahu namanya.

Sementara di tempat lain, Gala senyum-senyum sendiri.

"Rasakan Cinta, akan aku buat kamu buruk di mata mama dan papa. Mungkin dengan begitu, mereka mengijinkanku menyusul Siska!' gumam dalam hati Gala.

Sedangkan kedua orang tua Gala saling pandang.

"Pa, apa mungkin Cinta tahu tentang piano atau ini ulah Gala?" tanya Riska pada Hutomo.

"Rupanya Gala akan membuat malu keluarga kita!" gumam Hutomo yang kesal dengan sikap Gala.

"Bagaimana ini pa, jika Cinta tidak bisa bermain musik. Mau di taruh dimana muka kita ini!' ucap Riska yang kebingungan.

...~¥~...

...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....

...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....

...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

...Terima kasih...

...BERSAMBUNG...

"

Terpopuler

Comments

sella surya amanda

sella surya amanda

lanjut kak

2022-04-11

2

Yen Lamour

Yen Lamour

Gala nantangin cinta nih 🤭
Silence mampir kak, lanjut❤️semangat up💪🥰

2022-04-11

3

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisah
2 Minta Bantuan Om Juna
3 Pemakaman Orang tua Cinta
4 Belajar Silat dari Om Juna
5 Lanjut Bersama Om Juna
6 Omlet Semangat
7 Mulai di Kucilkan
8 Cinta di Fitnah
9 Cinta Di Asingkan
10 Mendadak Potong Rambut
11 Tetangga Kos Duda anak Satu
12 Mendapat Pekerjaan
13 Mulai Bekerja
14 Ugly Girl dan Tuan Galak
15 Keinginan Gala
16 Pacar Palsu
17 Untuk Balas Dendam
18 Penampilan Cinta
19 Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20 Kesepakatan Riska dan Cinta
21 Berpapasan Dengan Teguh
22 Sebuah Tantangan Dari Gala
23 Belanja di pasar tradisional
24 Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25 Mendaftar ke Kampus Gala
26 Mulai Ada Rasa
27 Keputusan Chef Alleno
28 Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29 Gala Yang Penasaran
30 Melawan Tiga Orang Bertopeng
31 Berdua di Restoran
32 Fokus apa Modus?
33 Menyesal dan Khawatir
34 Ketahuan deh!
35 Gala yang Jealous
36 Ujian Kemampuan Cinta
37 Dari Makanan Turun ke Hati
38 Gala Mengantar Cinta
39 Kedatangan Fransisca
40 Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41 Rahasia Hati
42 Mr. Galak
43 Chef Alleno Comeback
44 Belajar membuat Garnish
45 Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46 Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47 Jalan-jalan Bersama Teguh
48 Curhat di Pantai Kenjeran
49 Mencari Informasi
50 Mimpi Kejadian Kemarin
51 Restoran Mirama
52 Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53 Cinta Pindahan
54 Kenangan di Tempat kos
55 Terbayang-Bayang Wajah Gala
56 Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57 Gala yang Galau
58 Gala yang makin Galau
59 Gala Mengikuti Teguh
60 Sarapan Nasi Goreng
61 Awal kerja di tempat baru
62 Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63 Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64 Mempelajari menu tugas Cinta
65 Mendaftar lomba memasak 17an
66 Mengikuti Lomba Memasak
67 Mengenal Sushi
68 Cara membuat Sushi
69 Kekalutan Cinta
70 Satu lomba dengan Gala
71 Babak final
72 Memenangkan Lomba
73 Sambutan atas kemenangan lomba
74 Lomba ditingkat Kelurahan
75 Perjalanan Pulang
76 Bertemu Gala dan Teguh
77 Asisten Baru Untuk Cinta
78 Kesibukan di Restoran Mirama
79 Gaji Pertama
80 Momen Perpisahan dengan Tanaka
81 Kedatangan Nila dan Risky
82 Undangan Buat Cinta
83 Memenuhi Undangan
84 Masuk ke acara Pesta
85 Pulang dari acara keluarga Hutomo
86 Bermimpi
87 Masih Bermimpi
88 Kenangan Bersama Arjuna
89 Arti Mimpi Cinta
90 Sarapan dengan menu sambal
91 Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92 Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93 Bertemu Chef Alleno
94 Melawan Juara Bertahan
95 Pria memakai Hoodie Hitam
96 Di Tolong Pria Misterius
97 Cinta Jadi sasaran Racun
98 Ditraktir Pria Misterius
99 Resep Sederhana pembawa Berkah
100 Arjuna Mencari Cinta
101 Mengetahui Biang Keladi
102 Ungkapan Hati Arjuna
103 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Awal Kisah
2
Minta Bantuan Om Juna
3
Pemakaman Orang tua Cinta
4
Belajar Silat dari Om Juna
5
Lanjut Bersama Om Juna
6
Omlet Semangat
7
Mulai di Kucilkan
8
Cinta di Fitnah
9
Cinta Di Asingkan
10
Mendadak Potong Rambut
11
Tetangga Kos Duda anak Satu
12
Mendapat Pekerjaan
13
Mulai Bekerja
14
Ugly Girl dan Tuan Galak
15
Keinginan Gala
16
Pacar Palsu
17
Untuk Balas Dendam
18
Penampilan Cinta
19
Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20
Kesepakatan Riska dan Cinta
21
Berpapasan Dengan Teguh
22
Sebuah Tantangan Dari Gala
23
Belanja di pasar tradisional
24
Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25
Mendaftar ke Kampus Gala
26
Mulai Ada Rasa
27
Keputusan Chef Alleno
28
Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29
Gala Yang Penasaran
30
Melawan Tiga Orang Bertopeng
31
Berdua di Restoran
32
Fokus apa Modus?
33
Menyesal dan Khawatir
34
Ketahuan deh!
35
Gala yang Jealous
36
Ujian Kemampuan Cinta
37
Dari Makanan Turun ke Hati
38
Gala Mengantar Cinta
39
Kedatangan Fransisca
40
Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41
Rahasia Hati
42
Mr. Galak
43
Chef Alleno Comeback
44
Belajar membuat Garnish
45
Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46
Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47
Jalan-jalan Bersama Teguh
48
Curhat di Pantai Kenjeran
49
Mencari Informasi
50
Mimpi Kejadian Kemarin
51
Restoran Mirama
52
Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53
Cinta Pindahan
54
Kenangan di Tempat kos
55
Terbayang-Bayang Wajah Gala
56
Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57
Gala yang Galau
58
Gala yang makin Galau
59
Gala Mengikuti Teguh
60
Sarapan Nasi Goreng
61
Awal kerja di tempat baru
62
Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63
Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64
Mempelajari menu tugas Cinta
65
Mendaftar lomba memasak 17an
66
Mengikuti Lomba Memasak
67
Mengenal Sushi
68
Cara membuat Sushi
69
Kekalutan Cinta
70
Satu lomba dengan Gala
71
Babak final
72
Memenangkan Lomba
73
Sambutan atas kemenangan lomba
74
Lomba ditingkat Kelurahan
75
Perjalanan Pulang
76
Bertemu Gala dan Teguh
77
Asisten Baru Untuk Cinta
78
Kesibukan di Restoran Mirama
79
Gaji Pertama
80
Momen Perpisahan dengan Tanaka
81
Kedatangan Nila dan Risky
82
Undangan Buat Cinta
83
Memenuhi Undangan
84
Masuk ke acara Pesta
85
Pulang dari acara keluarga Hutomo
86
Bermimpi
87
Masih Bermimpi
88
Kenangan Bersama Arjuna
89
Arti Mimpi Cinta
90
Sarapan dengan menu sambal
91
Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92
Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93
Bertemu Chef Alleno
94
Melawan Juara Bertahan
95
Pria memakai Hoodie Hitam
96
Di Tolong Pria Misterius
97
Cinta Jadi sasaran Racun
98
Ditraktir Pria Misterius
99
Resep Sederhana pembawa Berkah
100
Arjuna Mencari Cinta
101
Mengetahui Biang Keladi
102
Ungkapan Hati Arjuna
103
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!