Seminggu sudah Cinta bekerja sebagai tukang cuci piring di restoran Bali Ndeso.
"Kalau aku melanjutkan kuliah, danaku belum cukup. Kerja sebagai tukang cuci piring saja hanya cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk makan saja aku kadang nebeng di restoran." ucap dalam hati Cinta saat akan berangkat kerja.
"Oh iya, dari pada cak Teguh nganterin aku terus, dan jadi bahan gosip dari para tetangga kos, lebih baik aku berangkat lebih awal ke restoran."Batin Cinta yang bergegas mengambil langkah seribu meninggalkan tempat kosnya.
Karena untuk menghindari duda anak satu itu yang selalu mengantarkannya berangkat ke restoran.
Karena tergesa-gesa untuk berangkat kerja, Cinta ngeloyor saja menyebrang jalan, tanpa melihat samping kanan atau kiri.
"Ciiiit...!"
Suara mobil yang mengerem untuk berhenti secara mendadak.
"Woi punya mata tidak!" seru seseorang yang mengemudi mobil mewah itu, dari kaca jendela mobilnya.
"Ya Allah, Ma'af tuan saya yang salah." ucap Cinta seraya menundukkan kepalanya.
"Gadis ini, wajahnya buruk sekali! Amit-amit deh ketemu dia lagi!" kata dalam hati pemuda itu.
"Hai, lain kali aku tabrak kau! biar mampus sekalian!" seru pemuda itu.
Cinta yang mendengar seruan laki-laki itu, terus mengangkat wajahnya dan melihat wajah laki-laki yang baru saja berseru padanya.
"Apa yang tuan bilang?" tanya Kirana yang memastikan omongan laki-laki yang sama sekali tidak turun dari mobil dia itu.
"Tak ada siaran ulang dasar Ugly Girl!" seru pemuda itu yang kemudian meninggalkan Cinta dalam keadaan geram.
"Apa! beraninya kau mengataiku seperti itu, dasar Tuan Galak..!" seru Cinta yang kesal.
"Ugly Girl ya Ugly Girl..!" seru pemuda itu saat mobilnya perlahan-lahan melaju kembali.
"Awas saja kalau kita ketemu lagi! akan aku cuci muka kamu pakai air sabun restoran!" gerutu Cinta seraya mengepalkan kedua telapak tangannya diantara samping paha kanan dan kirinya.
Cinta kemudian melanjutkan langkahnya, yang karena memang sudah kesiangan.
Beberapa menit kemudian cinta sudah sampai di pelataran restoran Bali Ndeso.
"Tumben sepi sekali? apa pada kesiangan ya?" tanya dalam hati Cinta yang kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan tempat pencucian piring.
Karena masih ada sedikit piring dan perkakas yang belum ke cuci semalam.
Sebelum mencuci piring dan perkakas itu, Cinta mengganti pakaiannya.
Sementara itu, pemuda yang tadi hampir menabrak Cinta terus melajukan mobilnya dan berhenti di depan restoran tempat cinta bekerja.
Pemuda itu ternyata bernama Galaxy dan dia adalah anak pemilik restoran dimana Cinta bekerja.
Dia menggantikan Ibunya yang sedang hamil untuk mengelola restoran Bali Ndeso yang sebenarnya bukan keinginannya.
Karena keinginan Galaxy untuk melanjutkan kuliah di luar negeri terutama di Inggris, karena kekasihnya saat ini berada di Inggris.
Namun kedua orang tua Galaxy tak menyetujui putranya itu kuliah di luar negeri.
Galaxy juga merupakan anak tunggal dari Hutomo dan Riska yang merupakan CEO Galaxy Corporation yang bergerak di bidang perhotelan dan Supermarket.
Hampir semua Hotel di Jawa timur milik Hutomo dan supermarket terbesar di Surabaya juga milik Hutomo.
Galaxy keluar dari mobil setelah sopir pribadinya membukakan pintu untuknya.
"Silahkan tuan" ucap sopir pribadi Galaxy ketika membukakan pintu.
"Hem...!" ucap Galaxy seraya membenarkan Tuxidonya dan mengambil tas kerjanya.
Pemuda itu melangkahkan kakinya masuk ke restoran.
Para karyawan dan koki yang sudah tahu tentang Galaxy, segera menyambut kedatangan putra pemilik Restoran.
"Semuanya, kita meeting sebentar!' seru Galaxy dengan sedikit angkuhnya.
"Ba..baik tuan!" jawab semua karyawan dan karyawati serta para koki.
Dan mereka melangkahkan kaki menuju ke ruangan Pemilik restoran itu.
"Dari semua yang telah berkumpul, adakah yang belum hadir?" tanya Galaxy dengan tegas.
"A..da tuan !" jawab Nila diantara lainya yang diam dan melirik ke arah Nila.
"Siapa!" seru Galaxy yang penasaran.
"Bagian tukang cuci piring dan dia baru kemarin kerjanya." jelas Wiwid.
"Baiklah kerjakan tugas kalian masing-masing dengan benar! Jangan ada yang terlambat atau pulang awal, mengerti..!' seru Galaxy yang berdiri tegap di hadapan para karyawannya.
"Mengerti tuan Gala!" seru semua karyawan dan karyawati restoran.
"Sekarang, kembali ke tempat kerja kalian masing-masing!" seru galaxy dengan berkacak pinggang.
Dan semuanya kembali ke kerja mereka masing-masing.
Galaxy menyempatkan diri melihat-lihat keadaan Restoran yang masih sepi.
Sementara itu Cinta yang sudah selesai dengan urusannya mencuci piring dan peralatan dapur lainya, melangkahkan kakinya menuju ke dapur.
Dan semuanya sedang sibuk di urusan masing-masing.
Tiba-tiba Cinta melihat sesosok pemuda yang membuatnya kesal saat berangkat kerja tadi.
"Itu kan tuan galak yang tadi pagi!" seru Cinta yang kemudian kembali menuju ke tempat dia mencuci piring.
Dilumurilah tangannya dengan sabun untuk mencuci piring tadi.
Kemudian Cinta melangkahkan kakinya dan menghampiri pemuda yang dia sebut dengan Tuan Galak tadi.
"Apa kabar tuan Galak!" sapa Cinta saat sudah berada di hadapan Tuan galak yang tak lain Galaksi si pemilik Restoran.
"Hey, Ugly Girl, kenapa kita ketemu lagi. Apa kau mengikutiku ya?" tanya Galaxy yang meledek.
"Enak saja, rasakan ini!" seru Cinta yang sudah siap dengan tangan yang berlumur sabun itu, dan diusapkannya di wajah Galaxy.
Tak pelak, Galaxy yang mempunyai kulit sensitif itu merasakan perih di sekitar wajah dan matanya.
"Apa yang kau lakukan!" seru Galaxy yang kemudian berjalan setengah berlari menuju ke wastafel guna mencuci wajahnya yang terkena sabun itu.
"Aku sudah minta ma'af padamu, tapi kamu masih mengataiku, jadi rasakan lah itu!" seru Cinta dengan mengulas senyum dan dia melangkahkan kakinya menuju ke tempat dia mencuci piring untuk mencuci tangannya.
Semua orang melihat kejadian itu, Wiwid menghampiri Galaxy dan Dara menghampiri Cinta.
"Cinta..cinta..!" panggil Dara yang ada di belakang Cinta yang sedang mencuci tangannya di bak bilasan untuk mencuci piring.
"Eh Dara, ada apa?" tanya Cinta yang merasa tak berdosa.
"Kami tadi sedang apa? tahu tidak kamu bisa membahayakan diri kamu sendiri!" seru Dara yang mencemaskan Cinta.
"Aku sedang membalaskan dendam ku tadi pagi, eh.. membahayakan diriku? memangnya ada apa?" jelas sekaligus tanya Cinta yang sedikit penasaran.
"Tahu tidak siapa yang kamu kerjai tadi!?" tanya Dara yang membuat tebakan, dan membuat Cinta menggelengkan kepalanya.
"Beliau adalah putra pemilik restoran ini, dan dia menggantikan ibunya karena ibunya sedang cuti hamil." jelas Dara yang membuat Cinta terkejut.
"A..apa! aku bisa terancam di pecat nih!" seru Cinta yang menyesalinya.
"Makanya, walaupun wajah buruk rupa, tapi otak harus tetap encer!"seru Nila yang ternyata ada di belakang Dara.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
💞 Lily Biru 💞
semangat kak yul
2022-04-05
2
Elisabeth Ratna Susanti
double like 👍
2022-04-05
2
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
up thor
2022-04-05
0