"Hah, apa maksud tuan?" tanya Cinta yang lupa, jika menolak maka dirinya di pecat.
"Kau di pecat, P-E-C-A-T...!" seru Gala dengan tersenyum sinis.
"Ja...jangan tuan, saya butuh sekali pekerjaan ini. Na..nanti saya makan apa?" racau Cinta seraya menangkupkan telapak tangannya.
"Jadi kamu mau kan jadi pacar palsuku?" tanya Gala yang masih memainkan penanya.
"I..iya tuan!" ucap Cinta yang sedikit gugup, karena tanpa sengaja kedua netra Cinta dan Gala saling bertemu.
Ada perasaan aneh di dada Cinta, demikian pula dengan Gala.
Namun Gala tak mau ambil pusing, karena dalam hatinya sudah ada Fransiska.
"Ah, tak mungkin aku menyukai Ugly Girl ini! sudah berwajah buruk, miskin lagi!" gumam dalam hati Gala.
Demikian pula di dalam hati Cinta yang bergumam,
"Kenapa jantungku serasa mau copot? masak aku menyukai laki-laki jutek bin Galak ini?"
"A..apa tugas saya sebagai pacar palsu tuan?" tanya Cinta yang penasaran.
"Sebentar..!" jawab Gala seraya berpikir.
"Oiya tuan, nama saya Cinta bukan Ugly girl." ucap Cinta yang memperkenalkan dirinya seraya mengulurkan tangannya.
Namun uluran tangan Cinta itu hanya dianggap angin lalu oleh Gala.
Cinta pun menarik kembali tangannya dan dalam hati mengumpat.
"Awas saja kalau ada kesempatan akan aku balas kamu ya tuan galak!"
"Duduk!" seru Gala karena sedari tadi Cinta memang berdiri.
Cinta tak menjawab, namun dia langsung menaruh bokongnya di kursi yang sedari tadi ada di sampingnya.
"Nama kamu itu tak sesuai dengan wajah kamu! seharusnya kamu ganti itu nama!" seru Gala yang seenak hatinya.
"Sebelum saya ganti nama, boleh donk saya tahu nama tuan? sebagai pacar kan lucu kalau sampai sampai nggak tahu nama pacarnya!" seru Cinta sembaribtersenyum.
"Hmm..! betul juga dia" gumam Gala dalam hatinya.
"Bagaimana tuan?" tanya Cinta yang penuh harap.
Gala tidak menjawab, namun dia menunjukkan papan nama yang ada di meja itu.
"Galaxy Hutomo, oh pantas saja galak! nama anda galak sih! ha..ha..!" celetuk Cinta sembari tertawa lepas.
Namun tiba-tiba sebuah pena terbang dan mencium dahi Cinta.
"Pluk!"
"Auw!" seru Cinta yang sedikit merasakan sakit dan segera dia mengusap dahinya.
"Rasakan!" seru Gala yang tertawa, yang mungkin jarang dia lakukan akhir-akhir ini.
"Ih, cakep banget ya kalau tuan galak tersenyum!" kata dalam hati Cinta dengan masih mengusap dahi dan pandangannya tak terlepas dari wajah laki-laki di hadapannya itu.
Cinta pura-pura menunduk, pada saat pandangan Gala ke arah dia.
"Mulai sekarang tak ada tuan galak dan Ugly girl!" kata Gala yang kembali memainkan kursi tempat dia duduk.
"Apa hanya panggil nama atau Cinta memanggil Tuan dengan Mas, Mas Galak?" tanya Cinta yang penasaran.
"Nah, mas Gala tanpa ka. Mengerti!" jawab Gala dan membuat Cinta tertawa terpingkal-pingkal.
"iya tuan eh mas Gala tanpa ka!" ucap Cinta yang kembali tertawa.
Hal itu membuat Gala geram, lalu dia bangkit dari duduknya dan menghampiri Cinta yang masih tertawa riang itu.
Dan tiba-tiba mendaratlah satu sentilan jari di dahi Cinta.
"Tukk..!"
"Auw ..!" lagi-lagi Cinta mengerang kesakitan dan kembali dia mengusap dahinya yang memerah.
"Sekarang kembali ke tempat kerja kamu!" seru Gala yang kembali ke tempat duduknya.
"Iya tuan Galak!" ucap cinta yang sengaja menggoda Gala.
"Mau di pecat ya!" seru Gala dengan menajamkan kedua matanya.
"Eh jangan, peace deh! mas Gala yang baik hati dan tidak sombong!" ucap Cinta sembari membuat huruf V pada jarinya tangan kanannya.
"Nah gitu kek dari tadi!" ucap Gala seraya tersenyum sinis.
"Ma'af ya mas Gala! Cinta mau permisi!" ucap Cinta yang kemudian berdiri dan melangkahkan kakinya.
"Cinta, tunggu!" panggil Gala saat akan memegang handel pintu.
"Ada apa lagi mas Gala?" tanya Cinta yang sedikit kesal.
"Kamu katakan pada semua karyawan kalau kita pacaran. Ini perintah, mengerti!" seru Gala yang menatap Cinta tajam.
"Lho, bukanya anda jijik melihat saya? apalagi jadi pacar walaupun palsu, dan apa perlu semua karyawan tahu tuan?" tanya Cinta yang penasaran.
"Ini urusan saya, jangan sekali-kali kamu tanyakan. Atau aku pecat kamu!" seru Gala yang kemudian memutar kursinya dan membelakangi Cinta.
"Hadeuh, senjata pamungkasnya main pecat saja!" gerutu dalam hati cinta.
"Eh, main membelakangi segala! dasar tuan galak!" kata dalam hati Cinta yang geregetan.
Cinta kemudian membuka pintu dan keluar tanpa pamit.
Saat berada di depan ruangan Galaxy, Cinta menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya pelan-pelan.
"Selamat datang status baruku, Pacar palsu dari tuan galak yang takut di pecat! he..he..!" kata dalam hati Cinta seraya terkekeh sendiri.
Cinta kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat kerjanya yaitu di tempat pencucian piring.
Saat sampai di pantry, para pelayan termasuk Dara menyambut Cinta dengan wajah penasaran.
"Tak ada wajah bersedih? apa kamu tidak di pecat?" tanya Dara yang menatap wajah Cinta dengan detail karena belum percaya
Dan memang sama sekali tak ada raut wajah kesedihan yang terpancar di wajah Cinta.
"Hai buruk rupa! apa kamu tidak jadi di pecat, hah..!" seru Nila yang juga penasaran
Risky, Ayudia, Alleno, Shopia dan bahkan Wiwid juga ikut penasaran.
"Saya tidak jadi di pecat, hanya di beri peringatan saja!" ucap Cinta yang belum berani mengatakan yang sebenarnya.
"Oh syukur Alhamdulillah!" ucap Dara, Risky, Ayudya dan Alleno secara bersamaan.
"Ah sayang sekali tidak jadi di pecat! seharusnya kamu itu di pecat! biar nggak sumpek restoran ini!" gerutu Nila yang kemudian perutnya kena serangan siku tangan kanan Dara yang memang berdiri saling berjajar.
"Sudah-sudah karena tak ada pemecatan, Cinta kembali berkerja di tempatmu dan untuk yang lainnya, ayo kerja-kerja dan kerja!" seru Wiwid seraya tanganya yang mengarahkan pekerjaan-pekerjaan para karyawannya itu.
"Siap mbak!" jawab semuanya yang tanpa kecuali mereka kembali bekerja ke tempat masing-masing.
Demikian dengan Cinta, walaupun statusnya pacar, tapI hanya pacar palsu dengan kata lain pacar bohongan.
Tetap kerja dengan semangat di tempat pencucian piring.
Tanpa terasa jam sudah menandakan sore hari dan waktunya mereka untuk menutup restoran Bali Ndeso.
Saat semuanya sibuk berberes-beres, Gala yang juga sudah bersiap untuk pulang, menyempatkan diri untuk mendatangi pantry.
"Tuan Gala, ada yang bisa saya bantu?" tanya Wiwid yang terkejut, saat melihat bos mudanya itu duduk di kursi pelanggan.
Karena biasanya bos mudanya itu langsung pergi tanpa harus melihat pelayan restorannya yang sedang berberes-beres untuk menutup restorannya.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
IG: Saya_Muchu
Semangat update thor
2022-04-18
1
Elisabeth Ratna Susanti
suka 😍
2022-04-08
2
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
next thor
2022-04-07
1