Pemakaman Orang tua Cinta

Mobil mewah yang di kendarai Arjuna Dwi Setya dengan membawa Mutiara Cinta, melaju dengan kecepatan sedang menuju ke rumah sakit terdekat.

"Cinta, kamu yang tabah ya!" kata Arjuna yang mengemudi dan sesekali melihat keadaan keponakannya yang meringis kesakitan.

"I...iya Om!" jawab Cinta yang kemudian terus mengipasi luka bakar di wajahnya.

Tak berapa lama, mereka sampai di rumah sakit. Dan setelah memarkirkan mobil, mereka keluar dari mobil dan bergegas menuju ke ruang pendaftaran pasien.

Setelah selesai, mereka menuju ke ruang perawatan.

Cinta di sambut oleh dokter yang kemudian memeriksa luka Cinta.

"Maaf ya mbak, rambutnya saya potong ya! karena sangat mengganggu dalam membersihkan dan mengobati luka-luka yang dialami mbak Cinta" ucap dokter yang hendak memeriksa luka-luka Cinta.

"Tapi, bagaimana rambut indahku? hiks!" kata Cinta yang sangat sayang pada rambutnya yang sebelumnya sangatlah indah.

"Nggak apa-apa Cinta, kalau sudah sembuh kan bisa memanjangkan lagi rambut kamu!" rayu Arjuna pada keponakannya.

"I..iya deh!" ucap cinta dengan kerelaan.

Dokter pun memotong dan memeriksa luka-luka Cinta.

Kemudian dokter itu menyuruh perawat untuk membersihkan luka-luka cinta.

Luka Cinta di bersihkan dan di obati oleh perawat rumah sakit itu.

"Drrrtt....drrtttt....drrttt...!!"

Terdengar bunyi ponsel di saku celana Arjuna.

Arjuna berjalan menjauh dari Cinta yang lukanya sedang di bersihkan oleh perawat.

Kemudian Arjuna menerima telepon yang menghubunginya.

^^^📱"Assalamu'alaikum...!"^^^

📱"Wa'alaikumsalam.., Saudara Juna, jenazah keluarga anda sore ini akan di makamkan"

(polisi yang tadi mengurusi kecelakaan mobil ke dua orang tua Cinta)

^^^📱"Apa sore ini juga? baik kami akan kesana!"^^^

📱"Baiklah saudara Juna, selamat siang dan Assalamu'alaikum...!"

^^^📱"Wa'alaikumsalam..!"^^^

Arjuna menutup ponselnya dan menghampiri Cinta.

"Siapa Om?" tanya Cinta yang penasaran.

"Polisi tadi, yang mengatakan kalau jenazah mama dan papa kamu di makamkan sore ini juga." kata Arjuna yang melihat cara perawat mengobati keponakannya.

"Sore ini? kita langsung pulang kan Om?" tanya Cinta yang berharap tidak menginap.

"Luka anda hanya luka luar nona, anda di perbolehkan untuk pulang." ucap dokter yang sudah memeriksa luka bakar Cinta setelah di bersihkan oleh perawat.

"Nah, sudah boleh pulang tuh!" ucap Arjuna seraya mengulas senyumnya.

"Ini resep obat untuk adik cinta, semoga lekas sembuh ya!" ucap dokter seraya memberikan secarik kertas bertuliskan resep obat.

"Aamiin, terima kasih dokter. Assalamu'alaikum..!" salam pamit Arjuna.

"Wa'alaikumsalam wa rohmatullahi wabarokatuh." jawab sang Dokter.

Arjuna dan Cinta berjalan menuju ke apotik dan ruang administrasi.

Setelah selesai, keduanya berjalan melewati lorong rumah sakit dan menuju ke tempat parkiran mobil.

Mobil itu pun melaju menuju ke rumah mewah milik keluarga Cinta.

Sesampainya di rumah mewah itu, sudah terpasang bendera warna kuning.

Semua tetangga menyalami dan para ibu-ibu tetangga Cinta semuanya memeluk cinta. Untuk sekedar memberi semangat pada gadis yang sudah jadi yatim-piatu itu.

Cinta segera kekamarnya untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya.

Demikian pula dengan Arjuna yang juga membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, yang selalu dia bawa di bagasi mobilnya.

Acara selanjutnya adalah sholat jenazah, yang dilakukan semua keluarga, kerabat, sahabat dan para ta'ziah.

Setelah rangkaian acara, dan acara yang terakhir adalah pemakaman.

"Mama dan papa, semoga tenang di sana, Cinta baik-baik saja di sini!" ucap Cinta seraya menabur bunga di pusara kedua orang tuanya.

"Mas Heri dan mbak Eka, Juna janji akan menjaga putri kalian baik-baik. Semoga amal dan ibadah kalian di terima di sisi-Nya. Aamiin ya Robbal Alaamiin" doa Arjuna yang juga menabur bunga di pusara kedua kakaknya.

"Cinta, ayo kita pulang!" ajak Juna pada keponakannya, Cinta pun mengangguk dan bangkit dari duduk jongkoknya.

"Om Juna, nanti menginap ya!" pinta Cinta seraya menggandeng om tersayangnya.

"Iya, tapi besok om mau kembali ke tempat latihan. Bulan depan ada pertandingan tingkat nasional. Om harus latihan, kamu tinggal bersama paman Hendro dan bibi Neni dulu ya!" ucap Arjuna seraya mengusap kepala Cinta.

"Beberapa bulan kedepan, Cinta akan rindu usapan tangan Om di kepala Cinta." kata Cinta seraya memandang Arjuna.

"Do'akan Om menang ya! dan kita bisa jalan-jalan keliling Indonesia!" ucap Arjuna seraya tersenyum.

"Semoga Om Juna menang dan tidak cidera sama sekali. Aamiin ya Robbal alaamiin" do'a Cinta.

"Aamiin ya Robbal alaamiin."

Dan mereka sudah sampai di rumah. Setelah membersihkan diri, Arjuna dan Cinta makan bersama dengan keluarga dari papanya Cinta.

"Cinta jangan lupa di minum obat dari Dokter tadi siang!" ucap Arjuna yang mengingatkan.

"Eh iya, hampir lupa. Makasih ya Om sudah di ingatkan.!" balas Cinta yang kemudian mengambil obatnya yang ada di dalam tas nya dan setelah itu dia meminumnya.

Cinta dan Arjuna di sambut hangat oleh semua orang, dan kemudian mereka mengadakan pengajian bersama.

Para tetangga dan sahabat pun ikut dalam pengajian yang di gelar keluarga Cinta.

Pukul 21.00 Wib acara pengajian itu telah usai dan para tetangga dan sahabat pulang ke tempat mereka masing-masing.

Sementara itu Cinta kembali ke kamarnya.

Tiba-tiba pintu kamarnya ada yang mengetuk.

"Tokk....tokk...tokk...!!"

"Assalamu'alaikum...!"

Salam seorang laki-laki yang suaranya di kenal oleh Cinta.

"Wa'alaikumsalam..!"

Jawab Cinta yang kemudian membukakan pintu kamarnya.

"Om Juna, ada apa?" tanya Cinta yang penasaran.

"Apa Om mengganggu kamu?" tanya Arjuna yang menatap kesegala sudut kamar. kalau-kalau saja keponakannya itu sedang repot

"Tidak Om, Cinta tidak sedang mengerjakan apapun.!" kata Cinta dengan mengulas senyum.

"Aku hanya mau mengajari kamu sedikit ilmu beladiri, buat menjaga diri kamu. Karena Om tak selamanya ada di dekat kamu!" kata Arjuna yang di sambut sangat baik oleh Cinta.

"Boleh Om, Cinta mau dan Cinta bertekat tidak akan menjadi gadis manja dan cengeng lagi" ucap Cinta.

"Kalau begitu sebelumnya kamu harus tahu, kalau Pencak Silat adalah seni beladiri Nusantara." kata Arjuna sebelum memulai latihan.

"Iya om, Cinta pernah membacanya." kata cinta.

"Teknik dasar yang pertama kali dalam olahraga pencak silat adalah teknik kuda-kuda. Teknik ini berfungsi untuk menjaga keseimbangan tubuh untuk menyerang maupun bertahan. Caranya adalah menapakkan kaki ke tanah. Dinamakan kuda-kuda karena posisi kaki seorang dalam melakukan teknik ini bagaikan posisi kaki orang yang naik di atas kuda." jelas Arjuna.

...~¥~...

...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....

...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....

...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

...Terima kasih...

...BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

👑Meylani Putri Putti

👑Meylani Putri Putti

ya ampun responnya selow

2022-08-30

1

Julianso

Julianso

like

2022-08-29

1

Naba rumi

Naba rumi

like..like..like..

2022-08-29

0

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisah
2 Minta Bantuan Om Juna
3 Pemakaman Orang tua Cinta
4 Belajar Silat dari Om Juna
5 Lanjut Bersama Om Juna
6 Omlet Semangat
7 Mulai di Kucilkan
8 Cinta di Fitnah
9 Cinta Di Asingkan
10 Mendadak Potong Rambut
11 Tetangga Kos Duda anak Satu
12 Mendapat Pekerjaan
13 Mulai Bekerja
14 Ugly Girl dan Tuan Galak
15 Keinginan Gala
16 Pacar Palsu
17 Untuk Balas Dendam
18 Penampilan Cinta
19 Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20 Kesepakatan Riska dan Cinta
21 Berpapasan Dengan Teguh
22 Sebuah Tantangan Dari Gala
23 Belanja di pasar tradisional
24 Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25 Mendaftar ke Kampus Gala
26 Mulai Ada Rasa
27 Keputusan Chef Alleno
28 Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29 Gala Yang Penasaran
30 Melawan Tiga Orang Bertopeng
31 Berdua di Restoran
32 Fokus apa Modus?
33 Menyesal dan Khawatir
34 Ketahuan deh!
35 Gala yang Jealous
36 Ujian Kemampuan Cinta
37 Dari Makanan Turun ke Hati
38 Gala Mengantar Cinta
39 Kedatangan Fransisca
40 Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41 Rahasia Hati
42 Mr. Galak
43 Chef Alleno Comeback
44 Belajar membuat Garnish
45 Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46 Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47 Jalan-jalan Bersama Teguh
48 Curhat di Pantai Kenjeran
49 Mencari Informasi
50 Mimpi Kejadian Kemarin
51 Restoran Mirama
52 Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53 Cinta Pindahan
54 Kenangan di Tempat kos
55 Terbayang-Bayang Wajah Gala
56 Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57 Gala yang Galau
58 Gala yang makin Galau
59 Gala Mengikuti Teguh
60 Sarapan Nasi Goreng
61 Awal kerja di tempat baru
62 Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63 Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64 Mempelajari menu tugas Cinta
65 Mendaftar lomba memasak 17an
66 Mengikuti Lomba Memasak
67 Mengenal Sushi
68 Cara membuat Sushi
69 Kekalutan Cinta
70 Satu lomba dengan Gala
71 Babak final
72 Memenangkan Lomba
73 Sambutan atas kemenangan lomba
74 Lomba ditingkat Kelurahan
75 Perjalanan Pulang
76 Bertemu Gala dan Teguh
77 Asisten Baru Untuk Cinta
78 Kesibukan di Restoran Mirama
79 Gaji Pertama
80 Momen Perpisahan dengan Tanaka
81 Kedatangan Nila dan Risky
82 Undangan Buat Cinta
83 Memenuhi Undangan
84 Masuk ke acara Pesta
85 Pulang dari acara keluarga Hutomo
86 Bermimpi
87 Masih Bermimpi
88 Kenangan Bersama Arjuna
89 Arti Mimpi Cinta
90 Sarapan dengan menu sambal
91 Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92 Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93 Bertemu Chef Alleno
94 Melawan Juara Bertahan
95 Pria memakai Hoodie Hitam
96 Di Tolong Pria Misterius
97 Cinta Jadi sasaran Racun
98 Ditraktir Pria Misterius
99 Resep Sederhana pembawa Berkah
100 Arjuna Mencari Cinta
101 Mengetahui Biang Keladi
102 Ungkapan Hati Arjuna
103 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Awal Kisah
2
Minta Bantuan Om Juna
3
Pemakaman Orang tua Cinta
4
Belajar Silat dari Om Juna
5
Lanjut Bersama Om Juna
6
Omlet Semangat
7
Mulai di Kucilkan
8
Cinta di Fitnah
9
Cinta Di Asingkan
10
Mendadak Potong Rambut
11
Tetangga Kos Duda anak Satu
12
Mendapat Pekerjaan
13
Mulai Bekerja
14
Ugly Girl dan Tuan Galak
15
Keinginan Gala
16
Pacar Palsu
17
Untuk Balas Dendam
18
Penampilan Cinta
19
Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20
Kesepakatan Riska dan Cinta
21
Berpapasan Dengan Teguh
22
Sebuah Tantangan Dari Gala
23
Belanja di pasar tradisional
24
Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25
Mendaftar ke Kampus Gala
26
Mulai Ada Rasa
27
Keputusan Chef Alleno
28
Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29
Gala Yang Penasaran
30
Melawan Tiga Orang Bertopeng
31
Berdua di Restoran
32
Fokus apa Modus?
33
Menyesal dan Khawatir
34
Ketahuan deh!
35
Gala yang Jealous
36
Ujian Kemampuan Cinta
37
Dari Makanan Turun ke Hati
38
Gala Mengantar Cinta
39
Kedatangan Fransisca
40
Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41
Rahasia Hati
42
Mr. Galak
43
Chef Alleno Comeback
44
Belajar membuat Garnish
45
Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46
Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47
Jalan-jalan Bersama Teguh
48
Curhat di Pantai Kenjeran
49
Mencari Informasi
50
Mimpi Kejadian Kemarin
51
Restoran Mirama
52
Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53
Cinta Pindahan
54
Kenangan di Tempat kos
55
Terbayang-Bayang Wajah Gala
56
Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57
Gala yang Galau
58
Gala yang makin Galau
59
Gala Mengikuti Teguh
60
Sarapan Nasi Goreng
61
Awal kerja di tempat baru
62
Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63
Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64
Mempelajari menu tugas Cinta
65
Mendaftar lomba memasak 17an
66
Mengikuti Lomba Memasak
67
Mengenal Sushi
68
Cara membuat Sushi
69
Kekalutan Cinta
70
Satu lomba dengan Gala
71
Babak final
72
Memenangkan Lomba
73
Sambutan atas kemenangan lomba
74
Lomba ditingkat Kelurahan
75
Perjalanan Pulang
76
Bertemu Gala dan Teguh
77
Asisten Baru Untuk Cinta
78
Kesibukan di Restoran Mirama
79
Gaji Pertama
80
Momen Perpisahan dengan Tanaka
81
Kedatangan Nila dan Risky
82
Undangan Buat Cinta
83
Memenuhi Undangan
84
Masuk ke acara Pesta
85
Pulang dari acara keluarga Hutomo
86
Bermimpi
87
Masih Bermimpi
88
Kenangan Bersama Arjuna
89
Arti Mimpi Cinta
90
Sarapan dengan menu sambal
91
Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92
Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93
Bertemu Chef Alleno
94
Melawan Juara Bertahan
95
Pria memakai Hoodie Hitam
96
Di Tolong Pria Misterius
97
Cinta Jadi sasaran Racun
98
Ditraktir Pria Misterius
99
Resep Sederhana pembawa Berkah
100
Arjuna Mencari Cinta
101
Mengetahui Biang Keladi
102
Ungkapan Hati Arjuna
103
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!