Cinta Di Asingkan

Setelah sholat Isya' dan mengemas barang-barangnya, Cinta keluar dari kamarnya.

Dengan membawa sebuah koper, tas ransel dan tas kecil yang biasa dia isi ponsel dan dompetnya.

Gadis itu menuruni tangga dengan perlahan-lahan, seolah tak mau meninggalkan rumah orang tuanya itu.

"Mama-papa, Cinta akan meninggalkan rumah ini. Semoga hal ini menjadi keputusan yang terbaik buat Cinta" ucap Cinta dalam hati.

"Cepatlah cinta!" seru Hendro Setiawan dengan berkacak pinggang.

"I..iya paman!" balas Cinta yang kemudian mempercepat langkahnya.

"Hei Cinta, serahkan ATM serta ponsel kamu!" seru Neni Pangesti.

"Ta..tapi Tante?" ucap cinta yang tak rela menyerahkan barang pribadinya itu.

"Mulai hari ini, kamu tak boleh hubungi Arjuna lagi dan ATM kamu aku sita, agar Juna tak mengetahui keberadaan kamu!" jelas Neni dengan nada sinisnya.

"Jangan Tante, Cinta janji tidak akan hubungi Om Juna , Tante!" ucap Cinta.

"Bisa saja kamu ngomong seperti itu, tapi besok siapa yang tahu!" seru Neni Pangesti.

"Menurut saja cinta, kalau tidak akan aku sebar video dan foto-foto ini. Dan pasti kamu akan tahu akibatnya! karier Om kamu yang akan jadi taruhannya!" ancam Septy Suryani pada Cinta.

"A..apa! ja..jadi kalian mengancam ku?"tanya Cinta yang masih sesenggukan.

"Terserah kamu menganggapnya apa! yang jelas turuti perintah kami atau karier Om kamu akan hancur!" seru Septy Suryani dengan mengulas senyum sinisnya.

"Ba..baiklah!" kata Cinta yang kemudian memberikan Ponsel dan beberapa atm-nya pada Tantenya.

Cinta dan Hendro Setiawan melangkahkan kakinya menuju pintu keluar rumah.

Septy Suryani dan Neni Pangesti saling pandang, dan saling melontarkan senyum kemenangan mereka.

"Non Cinta...!" panggil salah satu pembantu keluarga Cinta, saat Cinta sedang memasukkan kopernya ke dalam bagasi.

"Ada apa Bi?" tanya Cinta yang menutup bagasi dan berdiri menghadap pembantu keluarganya itu.

"Ini untuk non makan di jalan. Non Cinta kan belum makan sedari tadi." ucap Bibi pembantu itu saat menyerahkan bungkusan nasi yang ada dalam kantong plastik.

"Terima kasih Bi!" ucap Cinta yang kemudian memeluk pembantu itu yang seperti orang tua keduanya.

Cinta kemudian melepaskan pelukannya dan menerima nasi bungkus itu.

"Cepat Cinta!" seru Hendro dengan kesalnya.

"I..iya paman!" ucap Cinta yang kemudian membuka pintu dan masuk ke dalam mobil.

"Daaa..bibi, Assalamu'alaikum..!!" pamit Cinta seraya melambaikan tangannya.

"Daaa... Non Cinta, Wa'alaikumsalam...!" balas si bibi pembantu itu.

Mobil sedan warna merah itu perlahan melaju meninggalkan rumah besar itu dan dengan kecepatan sedang menyusuri jalan raya.

Cinta berkali-kali menyeka air matanya, dan kemudian memandang keluar mobil lewat kaca jendela disampingnya.

"Krucuk...krucuk...krucuk...!"

Bunyi perutnya yang minta diisi.

Kemudian Cinta membuka nasi bungkus pemberian si bibi pembantu keluarganya tadi.

Dengan lahapnya dia memakan makanan dari pembantunya itu.

Hendro Setiawan yang duduk di samping sopir, menyalakan audio mobilnya.

Dia sedang memutar berita yang terjadi pada hari ini..

Setelah menyelesaikan makannya,Cinta terus memandang keluar jendela mobil.

Dan karena mengantuk dan kelelahan, Cinta tertidur dengan pulasnya.

Beberapa jam kemudian Cinta terbangun saat mobil mengisi bahan bakar di sebuah pom bensin.

"Sudah sampai dimana ini?" batin Cinta yang sedikit menggeliat karena merasa pegal.

Setelah selesai, mobil itu mulai bergerak melaju kembali.

"SPBU Madiun?" gumam dalam hati Cinta.

"I..ini Jawa Timur? Kita sudah melewati Kota Solo Paman?" tanya Cinta yang terperanjat kaget karena sebelumnya mereka dari Jakarta.

Gadis itu hanya tahu nama kota di Jawa timur, namun belum pernah sekalipun menginjakkan kakinya di propinsi itu.

"Memang ini di Jawa Timur, ada masalah?" tanya Hendro Setiawan dengan ketusnya.

"Tadi kata paman kita mau ke Solo?" tanya Cinta yang mengingatkan perkataan Pamannya.

"Masak sih? kapan? ma'af paman lupa!" seru Hendro dengan senyum sinisnya.

"Ya Allah, apa aku bisa bertahan di kota pahlawan ini?" batin Cinta yang kembali dia menitikkan air matanya.

"Hanya ada uang dua ratus ribu di dompet ku, bagaimana aku bisa menjalani hidup di tempat baruku?" gumam cinta dalam hati.

Beberapa jam kemudian mobil itu sudah berada di kawasan Surabaya.

Mobil itu berhenti di pinggir sebuah terminal yang dekat dengan kebun Binatang.

"Nah Cinta, kamu turun di sini. Dan selamat menikmati tempat barumu!" seru Hendro saat mobil yang mereka tumpangi sudah berhenti.

"I..iya paman." jawab Cinta.

Dengan berat hati, Cinta membuka pintu mobil dan keluar dari mobil.

Gadis itu kemudian mengambil koper di bagasi mobilnya.

Mobil itu melaju dengan kencang setelah Cinta mengambil kopernya.

Di pandanginya mobil itu hingga hilang dari pandangannya.

"Ah, sudahlah terima dengan lapang dada. Masih mending aku di tinggal di kota, daripada aku di tinggalkan di hutan! aku akan semakin bingung lagi." ucap dalam hati Cinta.

"Sekarang lebih baik cari tempat tinggal yang sesuai dengan uangku. Setelah itu cari kerjaan!" kata dalam hati cinta lagi.

Gadis itu kemudian melangkahkan kakinya menusuri jalan di gang-gang kecil di perkampungan belakang kebun Binatang Surabaya itu.

Cinta bertanya-tanya pada setiap orang tentang tempat untuk dia tinggal.

"Ma'af Bu saya mau tanya, yang ada kos-kosan masih kosong untuk putri di mana ya?" tanya Cinta pada seorang ibu-ibu yang sedang menyuapi putranya di depan rumahnya.

"Oh kos putri, di jalan ini lurus banyak kos-kosan putri . Cari saja dimana dan tanya kalau ada kos-kosan yang kosong." ucap ibu-ibu itu.

"Baik Bu, terima kasih." ucap Cinta seraya menundukkan kepalanya dan melangkahkan kakinya sesuai petunjuk si ibu tadi.

Satu, dua dan tiga tempat kos di datangi Cinta, dan semuanya sudah penuh.

Dan temoat kos ke-empat yang dia datangi ada satu kamar yang baru saja di tinggal orang yang kos karena pindah pekerjaan.

"Ma'af ya neng, harus dibayar di muka dulu." ucap pemilik kos.

"Berapa ya Pak perbulannya?" tanya Cinta yang penasaran.

"Untuk neng yang masih baru, cukup seratus lima puluh ribu saja dulu. Tapi tiga bulan ke depan harus dua ratus ribu perbulan." jelas pemilik kos itu.

"Apa tidak bisa kurang pak? uang Saya cuma dua ratus ribu rupiah. Dan saya belum dapat pekerjaan." ucap Cinta dengan sedikit memelas.

"Ini sudah harga standardnya neng. Kalau tidak mau, tidak apa-apa! masih banyak orang yang mau nantinya!" ucap bapak kos itu yang hendak pergi meniggalkan Cinta.

"E ..baik pak, saya mau. Semoga saya cepat dapat pekerjaan." sahut Cinta dengan sedikit keterpaksaan

"Nah begitu!" seru pemilik kos yang kemudian membukakan pintu kamar yang akan di tinggali Cinta.

Sebuah kamar dengan kasur busa di lantai, satu bantal dan sebuah lemari kecil setinggi satu meter. Lemari itu juga bisa di buat meja.

Cinta pun masuk dengan membawa koper dan tas ranselnya sekalian.

"Bagaimana, jadi kan kos di sini?" tanya si bapak pemilik kos tersebut.

"I..iya pa, ini uangnya. Seratus lima puluh ribu kan?" tanya Cinta yang kemudian mengambil uangnya lima puluhan sebanyak tiga lembar.

Dan di berikan pada si pemilik kos itu.

...~¥~...

...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....

...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....

...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....

...Terima kasih...

...BERSAMBUNG...

Terpopuler

Comments

Ryoka2

Ryoka2

Aku pernah nih baca cerita ini, mampir lagi Thor 👍

2022-05-16

0

Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻

Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻

lanjut thor

2022-03-25

3

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

keren 😍

2022-03-25

3

lihat semua
Episodes
1 Awal Kisah
2 Minta Bantuan Om Juna
3 Pemakaman Orang tua Cinta
4 Belajar Silat dari Om Juna
5 Lanjut Bersama Om Juna
6 Omlet Semangat
7 Mulai di Kucilkan
8 Cinta di Fitnah
9 Cinta Di Asingkan
10 Mendadak Potong Rambut
11 Tetangga Kos Duda anak Satu
12 Mendapat Pekerjaan
13 Mulai Bekerja
14 Ugly Girl dan Tuan Galak
15 Keinginan Gala
16 Pacar Palsu
17 Untuk Balas Dendam
18 Penampilan Cinta
19 Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20 Kesepakatan Riska dan Cinta
21 Berpapasan Dengan Teguh
22 Sebuah Tantangan Dari Gala
23 Belanja di pasar tradisional
24 Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25 Mendaftar ke Kampus Gala
26 Mulai Ada Rasa
27 Keputusan Chef Alleno
28 Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29 Gala Yang Penasaran
30 Melawan Tiga Orang Bertopeng
31 Berdua di Restoran
32 Fokus apa Modus?
33 Menyesal dan Khawatir
34 Ketahuan deh!
35 Gala yang Jealous
36 Ujian Kemampuan Cinta
37 Dari Makanan Turun ke Hati
38 Gala Mengantar Cinta
39 Kedatangan Fransisca
40 Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41 Rahasia Hati
42 Mr. Galak
43 Chef Alleno Comeback
44 Belajar membuat Garnish
45 Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46 Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47 Jalan-jalan Bersama Teguh
48 Curhat di Pantai Kenjeran
49 Mencari Informasi
50 Mimpi Kejadian Kemarin
51 Restoran Mirama
52 Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53 Cinta Pindahan
54 Kenangan di Tempat kos
55 Terbayang-Bayang Wajah Gala
56 Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57 Gala yang Galau
58 Gala yang makin Galau
59 Gala Mengikuti Teguh
60 Sarapan Nasi Goreng
61 Awal kerja di tempat baru
62 Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63 Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64 Mempelajari menu tugas Cinta
65 Mendaftar lomba memasak 17an
66 Mengikuti Lomba Memasak
67 Mengenal Sushi
68 Cara membuat Sushi
69 Kekalutan Cinta
70 Satu lomba dengan Gala
71 Babak final
72 Memenangkan Lomba
73 Sambutan atas kemenangan lomba
74 Lomba ditingkat Kelurahan
75 Perjalanan Pulang
76 Bertemu Gala dan Teguh
77 Asisten Baru Untuk Cinta
78 Kesibukan di Restoran Mirama
79 Gaji Pertama
80 Momen Perpisahan dengan Tanaka
81 Kedatangan Nila dan Risky
82 Undangan Buat Cinta
83 Memenuhi Undangan
84 Masuk ke acara Pesta
85 Pulang dari acara keluarga Hutomo
86 Bermimpi
87 Masih Bermimpi
88 Kenangan Bersama Arjuna
89 Arti Mimpi Cinta
90 Sarapan dengan menu sambal
91 Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92 Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93 Bertemu Chef Alleno
94 Melawan Juara Bertahan
95 Pria memakai Hoodie Hitam
96 Di Tolong Pria Misterius
97 Cinta Jadi sasaran Racun
98 Ditraktir Pria Misterius
99 Resep Sederhana pembawa Berkah
100 Arjuna Mencari Cinta
101 Mengetahui Biang Keladi
102 Ungkapan Hati Arjuna
103 Akhir yang Bahagia
Episodes

Updated 103 Episodes

1
Awal Kisah
2
Minta Bantuan Om Juna
3
Pemakaman Orang tua Cinta
4
Belajar Silat dari Om Juna
5
Lanjut Bersama Om Juna
6
Omlet Semangat
7
Mulai di Kucilkan
8
Cinta di Fitnah
9
Cinta Di Asingkan
10
Mendadak Potong Rambut
11
Tetangga Kos Duda anak Satu
12
Mendapat Pekerjaan
13
Mulai Bekerja
14
Ugly Girl dan Tuan Galak
15
Keinginan Gala
16
Pacar Palsu
17
Untuk Balas Dendam
18
Penampilan Cinta
19
Bukan Pianis Hanya Sekedar Bisa
20
Kesepakatan Riska dan Cinta
21
Berpapasan Dengan Teguh
22
Sebuah Tantangan Dari Gala
23
Belanja di pasar tradisional
24
Kesibukan di Restoran Bali Ndeso
25
Mendaftar ke Kampus Gala
26
Mulai Ada Rasa
27
Keputusan Chef Alleno
28
Tanggung Jawab Pada Pekerjaan
29
Gala Yang Penasaran
30
Melawan Tiga Orang Bertopeng
31
Berdua di Restoran
32
Fokus apa Modus?
33
Menyesal dan Khawatir
34
Ketahuan deh!
35
Gala yang Jealous
36
Ujian Kemampuan Cinta
37
Dari Makanan Turun ke Hati
38
Gala Mengantar Cinta
39
Kedatangan Fransisca
40
Mendengar Yang Seharusnya Tak Didengar
41
Rahasia Hati
42
Mr. Galak
43
Chef Alleno Comeback
44
Belajar membuat Garnish
45
Perseteruan Cinta Dan Fransiska
46
Cinta Resign dari Restoran Bali Ndeso
47
Jalan-jalan Bersama Teguh
48
Curhat di Pantai Kenjeran
49
Mencari Informasi
50
Mimpi Kejadian Kemarin
51
Restoran Mirama
52
Diterima Bekerja, Mencari tempat Kontrakan Rumah
53
Cinta Pindahan
54
Kenangan di Tempat kos
55
Terbayang-Bayang Wajah Gala
56
Pertama kali memasak di Rumah nenek Asih
57
Gala yang Galau
58
Gala yang makin Galau
59
Gala Mengikuti Teguh
60
Sarapan Nasi Goreng
61
Awal kerja di tempat baru
62
Rekan Kerja yang tak menyenangkan
63
Persamaan menu barat dan menu Negara kita
64
Mempelajari menu tugas Cinta
65
Mendaftar lomba memasak 17an
66
Mengikuti Lomba Memasak
67
Mengenal Sushi
68
Cara membuat Sushi
69
Kekalutan Cinta
70
Satu lomba dengan Gala
71
Babak final
72
Memenangkan Lomba
73
Sambutan atas kemenangan lomba
74
Lomba ditingkat Kelurahan
75
Perjalanan Pulang
76
Bertemu Gala dan Teguh
77
Asisten Baru Untuk Cinta
78
Kesibukan di Restoran Mirama
79
Gaji Pertama
80
Momen Perpisahan dengan Tanaka
81
Kedatangan Nila dan Risky
82
Undangan Buat Cinta
83
Memenuhi Undangan
84
Masuk ke acara Pesta
85
Pulang dari acara keluarga Hutomo
86
Bermimpi
87
Masih Bermimpi
88
Kenangan Bersama Arjuna
89
Arti Mimpi Cinta
90
Sarapan dengan menu sambal
91
Bertemu Cak Teguh dan Fransiska
92
Iwan adalah tunangan Cucu nenek Asih
93
Bertemu Chef Alleno
94
Melawan Juara Bertahan
95
Pria memakai Hoodie Hitam
96
Di Tolong Pria Misterius
97
Cinta Jadi sasaran Racun
98
Ditraktir Pria Misterius
99
Resep Sederhana pembawa Berkah
100
Arjuna Mencari Cinta
101
Mengetahui Biang Keladi
102
Ungkapan Hati Arjuna
103
Akhir yang Bahagia

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!