Cinta melangkahkan kakinya menuju ke rumah makan yang semalam, saat dia berada di restoran itu.
Rumah makan itu bernama Rumah makan Bali Ndeso.
Kenapa namanya Bali Ndeso, karena menu masakan di rumah makan ini semuanya menu kampung.
Ada sayur asam, sayur bening, sayur sop, sayur lodeh, dan lain-lain yang semuanya masakan rumahan.
Dari pintu masuk, terlihat seperti restoran umumnya. Namun di dalam restoran ini tersedia taman dan arena bermain anak hingga kolam renang untuk anak, serta terdapat juga arena untuk berselfi ria.
Cinta pun masuk ke dalam rumah makan itu. Nampaklah semua karyawan dan karyawati yang membersihkan ruangan dengan menyapu, mengepel sampai mengelap kursi.
Sementara juru masaknya sibuk mempersiapkan beberapa sayuran yang akan di masak sesuai dan permintaan pelanggan.
"Assalamu'alaikum... selamat pagi, ma'af permisi!" ucap salam Cinta, yang membuat sebagian karyawan dan karyawati yang tadinya sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
"Wa'alaikumsalam.. pagi juga! kamu siapa?" tanya salah satu karyawati yang kemudian menghentikan pekerjaannya.
"Saya Cinta, mau bertemu dengan mbak Wiwid. Mbak Wiwidnya ada?" tanya Cinta yang menatap karyawati yang menghampirinya itu.
"Ohw, mbak Wiwidnya belum datang. Tunggu lima belas menit lagi ya!" ucap karyawati itu dan memberikan kursi untuk cinta.
Cinta menerima nya dan dia pun duduk dan masih sibuk melihat sudut-sudut ruangan di hadapannya,
Tak berapa lama datang wanita cantik dari tempat parkiran mobil.
"Selamat pagi semuanya!" sapa wanita yang tersenyum ramah itu.
"Selamat pagi mbak!" balas semua karyawan dan karyawati yang mendengarkan sapaan Wiwid.
"Mbak Wid, ada yang mencari anda." kata karyawati yang tadi menyapa Cinta.
"Siapa?" tanya Wiwid yang penasaran.
"Itu anaknya mbak!" jawab karyawati itu seraya menunjuk kearah Cinta.
Cinta bangkit dari duduknya dan menundukkan kepalanya sebentar lalu menengadah kembali.
"Oh, gadis yang semalam ya?" tanya Wiwid yang mencoba mengingat kembali kejadian semalam.
"Iya mbak, saya yang diantarkan tukang parkir semalam."jawab Cinta dengan usaha agar Wiwid mengingatnya.
Oiya ya, saya mengingatnya!" ucap Wiwid yang yang tersenyum simpul.
"Ma'af saya datang karena perintah anda semalam yang mengatakan saya harus datang pagi ini, dengan membawa berkas-berkas. Dan mungkin inilah berkas yang anda maksudkan mbak" jelas Cinta seraya memberikan berkas yang dia bawa.
Berkas itu berupa beberapa fotokopi, ijasah terakhir, kartu keluarga, kartu tanda penduduk, surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian dan surat sehat dari dokter beserta dua lembar foto.
Wiwid pun menerima dan membuka berkas-berkas itu.
"Ma'af sekali lagi, sebetulnya kedua orang tua saya sudah meninggal dalam kecelakaan. Dan saya belum sempat membuat kartu keluarga yang baru." jelas Cinta.
"Ya, kamu kelahiran Solo besarnya di Jakarta. Kenapa bisa sampai di Surabaya?" tanya Wiwid yang penasaran.
"Saya diajak paman mbak!" jawab Cinta yang ada benarnya juga.
"Baiklah saya terima berkas-berkas kamu. Sekarang kamu ikut saya!" ucap Wiwid yang kemudian melangkahkan kakinya menuju ke dapur dan berikutnya ke tempat pencucian piring.
"Nah, pekerjaan kamu adalah cuci semua piring, dan lainnya ya! ingat yang bersih." ucap Wiwid seraya menunjukkan ke arah banyak piring dan perkakas yang kotor.
"Baik mbak!" ucap Cinta yang mulai dengan aktifitasnya.
Sementara itu Wiwid kembali ke ruangannya yang membawa serta berkas-berkas Cinta.
Beberapa menit kemudian Cinta telah menyelesaikan tugasnya.
Ketika hendak melangkahkan kaki menuju ke ruang dapur, ada beberapa karyawati yang sudah berganti baju pelayan.
Dari sebagian mereka ada yang menyapa Cinta.
"Anak baru ya?" tanya seorang gadis yang lumayan cantik.
"Eh, iya. Salam kenal semuanya. Saya Cinta" jawab dan sapa Cinta seraya mengulurkan tangannya.
Gadis itu tak mau menerima uluran tangan Cinta.
Namun ada seorang gadis yang memakai seragam pelayan yang menyambut uluran tangan Cinta.
"Cinta, saya Dara. Salam kenal dan semoga betah di sini ya!" ucap gadis yang bernama Dara itu.
"Eh iya makasih!" ucap Cinta seraya tersenyum.
"Cinta, kenapa muka kamu seperti itu?" tanya Dara yang memperhatikan wajah Cinta dengan seksama.
Banyak diantara pelayan itu yang memandang jijik Cinta.
"Oh, beberapa hari yang lalu saya dan keluarga saya mengalami kecelakaan. Dan wajah saya yang sebagian terbakar." ucap Cinta yang membuat sebagian dari para pelayan itu merasa iba.
"Oiya perkenalkan dia Nila" ucap Dara seraya menunjuk ke arah gadis yang tadi menolak uluran tangan Cinta.
Cinta mengangguk dan tersenyum, kemudian Dara memperkenalkan lagi dua orang pelayan laki-laki.
"Mereka Risky dan Ayudia, mereka senior kita. Aku dan Nila sama seperti kamu. Masih baru, cuma aku dan Nila sudah bekerja selama seminggu ini." kata Dara yang memperkenalkan semua teman-temannya.
Dan mereka saling mengulurkan tangan mereka, dan juga termasuk Nila.
"Kami senang kamu kerja di bagian cuci piring. Jadinya pekerjaan kami kan tidak serabutan" ucap pelayan laki-laki yang bernama Risky itu.
"Iya, dan semoga kamu betah ya di sini. Kami nggak galak kok! cuma kadang ya gitu deh! he..he..!" ucap Pelayan pria yang bernama Ayudia itu seraya terkekeh.
"Maksudnya itu, mereka berdua itu suka cerewet!" jelas Nila yang sedari tadi diam saja.
Cinta dan yang lainnya pun tertawa.
"Terima kasih semuanya, dan Cinta mohon di beri tahu bila Cinta melakukan kesalahan dan ada yang menyinggung kalian ." ucap Cinta seraya menatap keempat temannya itu.
"Sudah jangan khawatir,beres itu! Di sinilah niat kita bekerja dan berteman.Bukan cari musuh ya!" ucap Dara yang kemudian mengulas senyum dan diikuti yang lainnya dengan acungan jari jempol mereka.
"Ramai sekali! ada apa sih?" tanya seorang wanita cantik bersama seorang laki-laki yang tak kalah tampannya dengan Risky dan Ayudia
Yang keduanya memakai pakaian serba putih dengan memakai Apron di depan mereka.
"Ada anak baru lagi ya?" tanya Laki-laki yang di belakang wanita tadi.
"Eh, Iya Chef! Dia Cinta yang bertugas sebagai tukang cuci piring." ucap Risky yang memperkenalkan Cinta.
"Oh, selamat datang Cinta dan semoga betah ya!" ucap laki-laki yang di panggil Chef itu, lalu dia mengulurkan tangannya pada Cinta dan Cinta membalasnya.
"Iya Chef, Saya Cinta!" Cinta yang memperkenalkan dirinya.
"Saya Chef Alleno dan dia assisten saya yang namanya Shopia!" balas Chef Alleno seraya menepuk pundak perempuan di depannya.
Cinta pun mengulurkan tangan ke arah perempuan yang bernama Shopia itu.
Awalnya Shopia tidak mau, namun setelah di desak Alleno, akhirnya dia mau menjabat tangannya pada Cinta.
"Okey kita sudah saling kenalan. Sekarang ayo kita lakukan tugas kita masing-masing. Lihatlah, pelanggan sudah berdatangan." ucap Chef Alleno dan semuanya pun menghamburkan diri ke tugas masing-masing.
...~¥~...
...Mohon dukungan para Readers untuk memberi like/komentar/favorite/rate 5/gift maupun votenya untuk novel CHEF CINTA ini....
...Semoga sehat selalu dan dalam Lindungan Allah Subhana wa Ta'alla....
...Aamiin Ya Robbal Alaamiin....
...Terima kasih...
...BERSAMBUNG...
"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 103 Episodes
Comments
Yen Lamour
Lanjut kak❤️
Silence hadir ksh semangat💪🥰
2022-04-03
3
Cyrus Red🥀Bryan Kennedy🔱🎻
next thorr
2022-04-02
3