18. Serangan Zombie

"Adam aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, ibuku telah menjadi zombie dan aku membunuhnya." Bunga menangis kembali setelah menghabiskan roti. "Kamu masih mempunyaiku Bunga." Adam memeluk Bunga dan menghapus air matanya. "Terimakasih Adam." Bunga tersenyum.

"Adam kenapa kamu baru menemuiku sekarang." kata Bunga menatap Adam. "Ceritanya panjang." Adam menghela nafas kemudian duduk di kursi dan mulai bercerita. Adam bercerita saat dirinya menolong Doni dan Ratih, dia terluka saat melawan monyet bermutasi. Saat dia berpisah dengan Jessica, dia ditolong oleh Edi, sampai dihianti oleh Doni dan Ratih.

"Ahh, aku tidak menyangka Doni dan mereka begitu kejam. Aku juga tidak menyangka Ratih menjadi manusia evolusi." Bunga terkejut. "Aku juga tidak menyangka." Adam menghela nafas. "Lalu apa kamu memiliki hubungan khusus dengan Intan dan Jessica." Bunga menatap Adam.

"Kenapa kamu bertanya seperti itu." Adam cemberut. Mendengar kata Renji Bunga menghela nafas. "Aku ingat bukan kekasihmu lagi." "Bunga tidak kalah cantik dibandingkan dengan Intan. Terlebih lagi dia pasti masih menyukaiku, dan jika dia menjadi kekasihku lagi. Aku bisa melampiaskan nafsuku yang kutahan selama ini" Adam menatap bunga dan menyeringai.

Adam duduk di samping Bunga dan memeluknya. "Kenapa kita tidak seperti dulu lagi, bukankah tadi aku bilang. Kamu masih mempunyaiku, terlebih lagi aku masih menyukaimu dan tidak bisa melupakanmu." Badan Bunga gemetar mendengar kata Adam. "Jika kamu menjadi kekasihku, kamu tidak boleh meninggalkanku lagi, dan melirik wanita lain." Bunga menatap Adam dengan mata berkaca-kaca.

"Aku janji, asalkan kamu memuaskanku seperti dulu." Adam tersenyum. "Dasar mesum." Bunga tersipu kemudian mencium pipi Adam. "Aku cinta kamu." Adam tersenyum. "Aku juga cinta kamu Adam." Bunga tersenyum bahagia. Adam dan Bunga kemudian berciuman dengan mesra.

2 jam kemudian Adam dan Bunga duduk di kasur. "Kamu sangat agresif." Bunga tersipu saat membenarkan pakaiannya. "Karna aku sudah lama tidak melakukan itu denganmu." Adam mencium pipi Bunga. Bunga tersenyum saat dicium oleh Adam.

"Baiklah, bawa beberapa pakaian kemudian pergi ke rumahku." Kata Adam. "Hehe, Oke." Bunga tertawa kemudian mulai mengemasi pakaiannya. "Beberapa jam lalu dia sangat sedih, sekarang dia sangat senang." Adam bergumam pelan.

10 menit kemudian Adam dan Bunga tiba dirumahnya. "Adam siapa gadis ini." Tanya Intan melihat Bunga yang tidak kalah cantik dengannya. "Aku Bunga, pacarnya Adam." Bunga tersenyum dan mengulurkan tangannya. Intan terkejut kemudian menjabat tangan Bunga. "Intan."

"Baiklah, Bunga kamu bisa tidur di kamar orang tuaku." Kata Adam. "Tidak, aku ingin tidur denganmu." Balas Bunga. "Ehh." Intan terkejut mendengar kata Bunga. Sementara Edi yang mendengar kata Bunga dari ruang makan bergumam. "Anak jaman sekarang sangat pemberani."

"Bunga kamu seorang perempuan, Adam seorang laki-laki kalian tidak boleh tidur bersama." Intan menjelaskan. "Adam aku lapar." Bunga mengabaikan Intan dan menarik Adam menuju ruang makan. "Uuh." Intan cemberut karna diabaikan. 

"Bunga, dia Pak Edi yang aku ceritakan padamu." Kata Adam melihat Edi yang makan mie instan. "Halo pak Edi, saya Bunga." Bunga tersenyum mengenalkan dirinya. "Kamu gadis yang cantik, Adam beruntung memilikimu." Edi tersenyum. "Hehe, terimakasih atas pujiannya pak Edi." Bunga tersenyum.

"Adam kamu ingin makan apa." Tanya Bunga yang membuka lemari es. "Buatkan telur goreng saja." Adam tersenyum. "Baiklah. Aku buatkan." Kata Bunga. "Adam, dia seperti istri kecilmu." Edi menepuk bahu Adam. Adam tersenyum kecut mendengar kata Edi.

"Adam, Kakek." Intan berlari menuju dapur. "Ada apa." Tanya Edi. "Lihatlah diluar." Kata Intan gugup. Adam dan Edi yang penasaran menuju ruang depan. Bunga juga berhenti memasak dan ikut menuju ruang depan.

"Ini." Adam terkejut saat mengintip dari jendela, ratusan zombie sedang berkumpul di depan rumahnya. "Bagaimana bisa semua zombie berkumpul disini, bahkan saat aku kemari hanya menemui 2 zombie." Kata Bunga yang terkejut setelah mengintip.

"Woar." Adam dan lainnya melihat zombie setinggi 3 meter lebih berjalan ke arah rumah Doni, kemudian semua zombie memberinya jalan. "Mereka memberinya jalan." Intan terkejut. "Ini sangat persis seperti film resident evil." Kata Adam. Bunga, Edi dan Intan terdiam mendengar kata Adam.

"Bruak." Adam melihat zombie setinggi 3 meter menghancurkan pintu rumah Doni, kemudian semua zombie masuk ke dalam rumah. "Ahh, mereka masuk ke dalam rumah Ratih." Bunga terkejut. "Adam setidaknya jumlah zombie melebihi seratus dan ada 2 zombie evolusi." Kata Edi menunjuk zombie berkulit biru yang melompat masuk ke dalam rumah Doni.

"Salah, setidaknya tiga zombie. Apa kamu tidak melihat zombie yang diam itu." Adam menunjuk zombie berkulit putih yang sedang berdiri sendiri. Seakan tahu bahwa dirinya diamati, zombie melirik ke arah Adam dan tersenyum menunjukan giginya yang penuh darah.

"Hiiiiks." Adam, Bunga, Edi dan Intan merinding setelah melihat zombie yang tersenyum ke arah mereka. "Ayo kita lari, zombie itu berbahaya." Adam berkata dengan gugup. Melihat dirinya di abaikan, Adam terkejut saat melihat Bunga, Edi dan Intan yang seluruh badannya basah dengan keringat. "Apa ini yang dinamakan serangan mental." Adam mulai gugup kemudian mulai menepuk bahu Bunga, Edi dan Intan.

"Ayo lari." teriak Adam. "Ahh." Mereka bertiga tersadar kemudian mengangguk. "Tidak perlu bawa apa-apa. Ayo lari lewat pintu belakang." Kata Adam melihat Intan yang ingin berkemas. "Ahhhh." Adam mendengar suara teriakan. "Sial, ayo lari." Adam menarik tangan Bunga kemudian berlari diikuti Edi dan Intan.

"Adam lihat." Badan bunga gemetar melihat beberapa zombie yang berkumpul. "woar." "Ahhh." Bunga menjerit. "Jangan panik, aku akan menghadapi mereka." Adam menarik pedang katana yang tergantung di punggungnya kemudian menghunus kepala zombie. "Slasshh." "Kalian bukan tandinganku." "Slasshh." "Slasshh." Adam dengan mudahnya membunuh beberapa zombie.

"Ayo lari." Kata Adam menarik tangan Bunga diikuti Edi dan Intan. "Adam beberapa zombie mengikuti kita." Kata Edi melihat beberapa zombie sedang mengikutinya. "Abaikan saja dan fokus berlari, jika zombie itu mendekat aku akan membunuh mereka." Kata Adam dengan serius.

"Adam di depan ada zombie." Kata Bunga panik melihat beberapa zombie di depannya. "Aku tahu." Adam berlari kemudian menebas zombie. "Crash, crash." "Ayo." Kata Adam terengah-engah setelah membunuh zombie.

Terpopuler

Comments

Reza

Reza

iajwhs

2022-04-12

1

🇭‌🇮‌🇹‌🇱‌🇪‌🇷‌

🇭‌🇮‌🇹‌🇱‌🇪‌🇷‌

thor bikinin herem lh thor

2022-03-27

3

Mbah Gatot

Mbah Gatot

dan Ratih yang gw kira bakalan masuk ke kelompoknya si adam malah ngelunjak

2022-03-20

4

lihat semua
Episodes
1 1. Mendapatkan Smartphone Canggih
2 2. Kecoa Mutasi
3 3. Zombie
4 4. Zombie II
5 5. Permintaan
6 6. Bertemu Ratih
7 7. Kembali
8 8. Godaan
9 9. Serangan Semut
10 10. Membulatkan Tekad
11 11. Evolusi
12 12. Gorila Mutasi
13 13. Terluka Parah
14 14. Steak Hewan Bermutasi
15 15. Tawaran
16 16. Melawan Zombie Evolusi
17 17. Konflik
18 18. Serangan Zombie
19 19. Melarikan Diri
20 20. Bertemu Guru Sekolah
21 21. Bertemu Penjahat
22 22. Pertempuran
23 23. Kematian Bunga Dan Intan
24 24. Mimpi Buruk
25 25. Pelampiasan
26 26. Melawan Anjing Bermutasi
27 27. Pergi Ke Kota Lain
28 28. Berpisah
29 29. Merry Agustina
30 30. Kehilangan Kendali
31 31. Bertemu Kenalan
32 32. Hari Yang Sial
33 33. Melawan Zombie Saat Terluka
34 34. Saudara Kembar
35 35. Melawan Musang
36 36. Tiba Di Kota Probolinggo
37 37. Istirahat
38 38. Bertemu Ratih
39 39. Tiba Di Kota Pasuruan
40 40. Kalajengking
41 41. Berburu Zombie Dalam Perjalanan
42 42. Ular
43 43. Invasi Zombie
44 44. Asal Mula Kejadian
45 45. Hal Baru
46 46. Reuni
47 47. Bercerita
48 48. Melawan Samsuri Dan Kelompoknya
49 49. Akhir Dari Pertempuran
50 50. Tiba Di Surabaya Volume 1 END
51 51. Regu Pembunuh Zombie
52 52. Zombie Kekuatan Tipe 2
53 53. Membunuh Ratusan Zombie
54 54. Evolusi Fase Ke 2
55 55. Evolusi Fase Ke 2 II
56 56. Curiga
57 57. Melarikan Diri
58 58. Apakah God Itu Ada
59 59. Zombie Tipe Daya Tahan
60 60. Santy
61 61. Melawan Puluhan Kucing
62 62. Serangan Burung Gagak
63 63. Istirahat
64 64. Meninggalkan Kota Malang
65 65. Melawan Ribuan Tikus
66 66. Upragade Smartphone Versi 3.0
67 67. Serum Super Soldier
68 68. Melepaskan Hawa Nafsu
69 69. Kembali Ke Surabaya
70 70. Bertemu Kembali Dengan Zombie Tipe Kecerdasan Volume II END
Episodes

Updated 70 Episodes

1
1. Mendapatkan Smartphone Canggih
2
2. Kecoa Mutasi
3
3. Zombie
4
4. Zombie II
5
5. Permintaan
6
6. Bertemu Ratih
7
7. Kembali
8
8. Godaan
9
9. Serangan Semut
10
10. Membulatkan Tekad
11
11. Evolusi
12
12. Gorila Mutasi
13
13. Terluka Parah
14
14. Steak Hewan Bermutasi
15
15. Tawaran
16
16. Melawan Zombie Evolusi
17
17. Konflik
18
18. Serangan Zombie
19
19. Melarikan Diri
20
20. Bertemu Guru Sekolah
21
21. Bertemu Penjahat
22
22. Pertempuran
23
23. Kematian Bunga Dan Intan
24
24. Mimpi Buruk
25
25. Pelampiasan
26
26. Melawan Anjing Bermutasi
27
27. Pergi Ke Kota Lain
28
28. Berpisah
29
29. Merry Agustina
30
30. Kehilangan Kendali
31
31. Bertemu Kenalan
32
32. Hari Yang Sial
33
33. Melawan Zombie Saat Terluka
34
34. Saudara Kembar
35
35. Melawan Musang
36
36. Tiba Di Kota Probolinggo
37
37. Istirahat
38
38. Bertemu Ratih
39
39. Tiba Di Kota Pasuruan
40
40. Kalajengking
41
41. Berburu Zombie Dalam Perjalanan
42
42. Ular
43
43. Invasi Zombie
44
44. Asal Mula Kejadian
45
45. Hal Baru
46
46. Reuni
47
47. Bercerita
48
48. Melawan Samsuri Dan Kelompoknya
49
49. Akhir Dari Pertempuran
50
50. Tiba Di Surabaya Volume 1 END
51
51. Regu Pembunuh Zombie
52
52. Zombie Kekuatan Tipe 2
53
53. Membunuh Ratusan Zombie
54
54. Evolusi Fase Ke 2
55
55. Evolusi Fase Ke 2 II
56
56. Curiga
57
57. Melarikan Diri
58
58. Apakah God Itu Ada
59
59. Zombie Tipe Daya Tahan
60
60. Santy
61
61. Melawan Puluhan Kucing
62
62. Serangan Burung Gagak
63
63. Istirahat
64
64. Meninggalkan Kota Malang
65
65. Melawan Ribuan Tikus
66
66. Upragade Smartphone Versi 3.0
67
67. Serum Super Soldier
68
68. Melepaskan Hawa Nafsu
69
69. Kembali Ke Surabaya
70
70. Bertemu Kembali Dengan Zombie Tipe Kecerdasan Volume II END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!