"Adam aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, ibuku telah menjadi zombie dan aku membunuhnya." Bunga menangis kembali setelah menghabiskan roti. "Kamu masih mempunyaiku Bunga." Adam memeluk Bunga dan menghapus air matanya. "Terimakasih Adam." Bunga tersenyum.
"Adam kenapa kamu baru menemuiku sekarang." kata Bunga menatap Adam. "Ceritanya panjang." Adam menghela nafas kemudian duduk di kursi dan mulai bercerita. Adam bercerita saat dirinya menolong Doni dan Ratih, dia terluka saat melawan monyet bermutasi. Saat dia berpisah dengan Jessica, dia ditolong oleh Edi, sampai dihianti oleh Doni dan Ratih.
"Ahh, aku tidak menyangka Doni dan mereka begitu kejam. Aku juga tidak menyangka Ratih menjadi manusia evolusi." Bunga terkejut. "Aku juga tidak menyangka." Adam menghela nafas. "Lalu apa kamu memiliki hubungan khusus dengan Intan dan Jessica." Bunga menatap Adam.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu." Adam cemberut. Mendengar kata Renji Bunga menghela nafas. "Aku ingat bukan kekasihmu lagi." "Bunga tidak kalah cantik dibandingkan dengan Intan. Terlebih lagi dia pasti masih menyukaiku, dan jika dia menjadi kekasihku lagi. Aku bisa melampiaskan nafsuku yang kutahan selama ini" Adam menatap bunga dan menyeringai.
Adam duduk di samping Bunga dan memeluknya. "Kenapa kita tidak seperti dulu lagi, bukankah tadi aku bilang. Kamu masih mempunyaiku, terlebih lagi aku masih menyukaimu dan tidak bisa melupakanmu." Badan Bunga gemetar mendengar kata Adam. "Jika kamu menjadi kekasihku, kamu tidak boleh meninggalkanku lagi, dan melirik wanita lain." Bunga menatap Adam dengan mata berkaca-kaca.
"Aku janji, asalkan kamu memuaskanku seperti dulu." Adam tersenyum. "Dasar mesum." Bunga tersipu kemudian mencium pipi Adam. "Aku cinta kamu." Adam tersenyum. "Aku juga cinta kamu Adam." Bunga tersenyum bahagia. Adam dan Bunga kemudian berciuman dengan mesra.
2 jam kemudian Adam dan Bunga duduk di kasur. "Kamu sangat agresif." Bunga tersipu saat membenarkan pakaiannya. "Karna aku sudah lama tidak melakukan itu denganmu." Adam mencium pipi Bunga. Bunga tersenyum saat dicium oleh Adam.
"Baiklah, bawa beberapa pakaian kemudian pergi ke rumahku." Kata Adam. "Hehe, Oke." Bunga tertawa kemudian mulai mengemasi pakaiannya. "Beberapa jam lalu dia sangat sedih, sekarang dia sangat senang." Adam bergumam pelan.
10 menit kemudian Adam dan Bunga tiba dirumahnya. "Adam siapa gadis ini." Tanya Intan melihat Bunga yang tidak kalah cantik dengannya. "Aku Bunga, pacarnya Adam." Bunga tersenyum dan mengulurkan tangannya. Intan terkejut kemudian menjabat tangan Bunga. "Intan."
"Baiklah, Bunga kamu bisa tidur di kamar orang tuaku." Kata Adam. "Tidak, aku ingin tidur denganmu." Balas Bunga. "Ehh." Intan terkejut mendengar kata Bunga. Sementara Edi yang mendengar kata Bunga dari ruang makan bergumam. "Anak jaman sekarang sangat pemberani."
"Bunga kamu seorang perempuan, Adam seorang laki-laki kalian tidak boleh tidur bersama." Intan menjelaskan. "Adam aku lapar." Bunga mengabaikan Intan dan menarik Adam menuju ruang makan. "Uuh." Intan cemberut karna diabaikan.
"Bunga, dia Pak Edi yang aku ceritakan padamu." Kata Adam melihat Edi yang makan mie instan. "Halo pak Edi, saya Bunga." Bunga tersenyum mengenalkan dirinya. "Kamu gadis yang cantik, Adam beruntung memilikimu." Edi tersenyum. "Hehe, terimakasih atas pujiannya pak Edi." Bunga tersenyum.
"Adam kamu ingin makan apa." Tanya Bunga yang membuka lemari es. "Buatkan telur goreng saja." Adam tersenyum. "Baiklah. Aku buatkan." Kata Bunga. "Adam, dia seperti istri kecilmu." Edi menepuk bahu Adam. Adam tersenyum kecut mendengar kata Edi.
"Adam, Kakek." Intan berlari menuju dapur. "Ada apa." Tanya Edi. "Lihatlah diluar." Kata Intan gugup. Adam dan Edi yang penasaran menuju ruang depan. Bunga juga berhenti memasak dan ikut menuju ruang depan.
"Ini." Adam terkejut saat mengintip dari jendela, ratusan zombie sedang berkumpul di depan rumahnya. "Bagaimana bisa semua zombie berkumpul disini, bahkan saat aku kemari hanya menemui 2 zombie." Kata Bunga yang terkejut setelah mengintip.
"Woar." Adam dan lainnya melihat zombie setinggi 3 meter lebih berjalan ke arah rumah Doni, kemudian semua zombie memberinya jalan. "Mereka memberinya jalan." Intan terkejut. "Ini sangat persis seperti film resident evil." Kata Adam. Bunga, Edi dan Intan terdiam mendengar kata Adam.
"Bruak." Adam melihat zombie setinggi 3 meter menghancurkan pintu rumah Doni, kemudian semua zombie masuk ke dalam rumah. "Ahh, mereka masuk ke dalam rumah Ratih." Bunga terkejut. "Adam setidaknya jumlah zombie melebihi seratus dan ada 2 zombie evolusi." Kata Edi menunjuk zombie berkulit biru yang melompat masuk ke dalam rumah Doni.
"Salah, setidaknya tiga zombie. Apa kamu tidak melihat zombie yang diam itu." Adam menunjuk zombie berkulit putih yang sedang berdiri sendiri. Seakan tahu bahwa dirinya diamati, zombie melirik ke arah Adam dan tersenyum menunjukan giginya yang penuh darah.
"Hiiiiks." Adam, Bunga, Edi dan Intan merinding setelah melihat zombie yang tersenyum ke arah mereka. "Ayo kita lari, zombie itu berbahaya." Adam berkata dengan gugup. Melihat dirinya di abaikan, Adam terkejut saat melihat Bunga, Edi dan Intan yang seluruh badannya basah dengan keringat. "Apa ini yang dinamakan serangan mental." Adam mulai gugup kemudian mulai menepuk bahu Bunga, Edi dan Intan.
"Ayo lari." teriak Adam. "Ahh." Mereka bertiga tersadar kemudian mengangguk. "Tidak perlu bawa apa-apa. Ayo lari lewat pintu belakang." Kata Adam melihat Intan yang ingin berkemas. "Ahhhh." Adam mendengar suara teriakan. "Sial, ayo lari." Adam menarik tangan Bunga kemudian berlari diikuti Edi dan Intan.
"Adam lihat." Badan bunga gemetar melihat beberapa zombie yang berkumpul. "woar." "Ahhh." Bunga menjerit. "Jangan panik, aku akan menghadapi mereka." Adam menarik pedang katana yang tergantung di punggungnya kemudian menghunus kepala zombie. "Slasshh." "Kalian bukan tandinganku." "Slasshh." "Slasshh." Adam dengan mudahnya membunuh beberapa zombie.
"Ayo lari." Kata Adam menarik tangan Bunga diikuti Edi dan Intan. "Adam beberapa zombie mengikuti kita." Kata Edi melihat beberapa zombie sedang mengikutinya. "Abaikan saja dan fokus berlari, jika zombie itu mendekat aku akan membunuh mereka." Kata Adam dengan serius.
"Adam di depan ada zombie." Kata Bunga panik melihat beberapa zombie di depannya. "Aku tahu." Adam berlari kemudian menebas zombie. "Crash, crash." "Ayo." Kata Adam terengah-engah setelah membunuh zombie.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Reza
iajwhs
2022-04-12
1
🇭🇮🇹🇱🇪🇷
thor bikinin herem lh thor
2022-03-27
3
Mbah Gatot
dan Ratih yang gw kira bakalan masuk ke kelompoknya si adam malah ngelunjak
2022-03-20
4