"Adam kita akan pergi kemana." Tanya Jessica dengan panik setelah keluar dari pintu belakang. Adam mengabaikan pertanyaan Jessica dan terus berlari. "Boom." "Boom." "Adam Gorila itu mengikuti kita." Jessica mulai menangis melihat gorila bermutasi yang mengikuti dia dan Adam. Adam mengigit bibirnya kemudian berteriak. "Jessica cepat kabur, aku akan melawan gorila ini."
"Ahhh, jangan Adam. Lebih baik kita berlari saja." Jessica menangis dan menarik pakaian Adam. "Kita tidak mungkin bisa lolos dari kejaran gorila ini." Balas Adam dengan ekspresi buruk. "Tapi." "Diam, cepat lari atau aku yang akan meninggalkanmu." Teriak Adam. "Adam kumohon jangan mati." Jessica menangis kemudian berlari.
Adam yang melihat Gorila sudah berjarak 10 meter darinya meneteskan keringat. "Hehe, keberuntunganku begitu buruk." Adam mengambil pedang katana dipunggungnya, kemudian memasang kuda-kuda bertarung.
"Huu huu." Gorila memukul-mukul dadanya seakan mengerti provokasi Adam untuk mengajak bertarung. Gorila kemudian meloncat ke arah Adam. "Oh tidak." Melihat Gorila melompat ke arahnya, Adam berlari mundur.
"Huu Huu." Adam melihat Gorila melompat ke arahnya. "Karna aku tidak bisa menghindar, aku akan menyerangnya juga" Adam kemudian menghunus pedang ke arah Gorila. "Buukk." "Slasshh." "Ahhh." Adam terpukul mundur sejauh 5 meter.
Melihat luka goresan di dadanya Gorila marah dan berlari ke arah Adam "Huu huu, Huu huu." Melihat Gorila berlari ke arahnya Adam bergumam. "Apa aku akan mati." Adam ketakutan kemudian meludahkan darah dan mencoba berdiri. "Buukk." "Aghhh." Gorila memukul perut Adam. Adam terpukul mundur dan menabrak mobil.
"Tulang rusukku sepertinya patah." Adam berkata kemudian meludahkan darah. "Jika aku akan mati, setidaknya kamu juga harus mati." Adam kemudian mulai membuka aplikasi shop di smartphone specialnya dan membeli Bazoka seharga 20 poin.
"Huu huu, Huu huu ." Gorila yang melihat Adam tidak bisa melawan memukul-mukul dadanya. Gorila seakan memberitahu bahwa salah untuk menantangnya bertarung.
"Jangan senang terlebih dulu." Adam menyeringai kemudian melihat sebuah Bazoka muncul di depannya. "Huu huu." Seakan tahu bahwa dirinya dalam bahaya Gorila kemudian melarikan diri. "Mencoba melarikan diri ya." Adam tersenyum melihat Gorila melarikan diri kemudian membidiknya.
"Buusshh." Adam menarik platuk Bazoka. "Boomm!!." Bazoka menghantam gorilla dan meledak. "Hehe, kamu pasti mati." Adam tertawa kemudian batuk darah. "Uhuk, uhuk." Adam mengusap darah di mulutnya.
"Apa aku akan mati." Adam mulai kehilangan kesadaran kemudian pingsan. Tidak lama setelah Renji pingsan seorang pria paruh baya berbadan kekar tiba di samping Adam. "Kamu adalah pemuda yang pemberani, semoga kamu masih bisa bertahan." Pria paruh baya mulai menggendong Adam.
Tidak lama kemudian Pria paruh baya tiba di sebuah rumah. "Kakek, siapa dia." Kata seorang perempuan berkulit putih dan berambut hitam panjang. "Dia pemuda yang aku selamatkan di jalan, sepertinya dia terluka parah dan tulang rusuknya patah." Balas pria paruh baya.
"Ahh, lalu mengapa kakek membawanya seperti itu, bukankah lukanya akan semakin parah." Perempuan terkejut melihat cara kakenya membawa Adam. "Aku Tergesa-gesa karna zombie, dan hewan mutasi bisa muncul kapan saja." Balas pria paruh baya kemudian berjalan ke sebuah kamar.
Pria paruh baya kemudian meletakan Adam ke ranjang. "Apa dia masih bisa hidup." Tanya perempuan heran saat melihat Adam yang tidak sadarkan diri. "Aku tidak tahu, kita berdua bukan dokter yang bisa mengobatinya. Aku hanya berharap pemuda ini seorang evolusi." Balas pria tua. "Semoga saja pria ini manusia evolusi." Perempuan mengangguk.
Hari demi hari berganti saat ini Adam yang terbaring di kasur membuka matanya. "Dimana aku ini." Adam melihat dirinya ada di kamar. "Ahhh." Adam berteriak kesakitan saat mencoba bergerak.
"Oh, rupanya kamu bangun juga." Pria paruh baya masuk ke dalam ruangan. "Apa kamu yang menyelamatkanku." Kata Adam dengan wajah pucat melihat pria tua. "Benar, aku yang menyelamatkanmu nak." Balas pria paruh baya. "Terimakasih sudah menyelamatkanku." Adam tersenyum kemudian jatuh pingsan kembali.
"Kek, apa dia sudah bangun." Seorang perempuan memasuki ruangan. "Dia baru saja bangun, kemudian pingsan kembali." Balas pria paruh baya. "Dia sudah 3 hari tidak sadarkan diri, dan setelah sadar. Dia pingsan lagi." Perempuan menghela nafas kemudian mulai membersihkan muka Adam dengan kain.
Beberapa jam kemudian Adam terbangun. "Uuhh, sepertinya aku masih hidup." Adam terengah-engah. "Rasa sakit ini sangat menyiksa." Adam mengigit bibirnya saat merasakan rasa sakit yang luar biasa. Adam kemudian membuka smartphone specialnya dan melihat status dirinya.
Nama : Adam Javier
Usia : 23 tahun
Level : 6 next level (20/60) exp
Kekuatan : 7
Agility : 6
Vitalitas : 6
Stamina : 1/7
Reflek : 6
Poin : 8
"Aku level up dua kali." Adam terengah-engah kemudian menambahkan 8 poin di vitalitas. "Ahh." Adam mengigit bibirnya saat merasakan aliran listrik dari smartphone specialnya. "Tubuhku rasanya berbeda, dan rasa sakitnya berkurang." Wajah Adam yang awalnya pucat kembali normal dan memiliki beberapa warna.
"Krek." Pintu terbuka dan seorang pria paruh baya memasuki ruangan. Adam melihat pria paruh baya yang berbadan kekar dan berkata. "Sekali lagi terimakasih sudah menyelamatkanku, jika boleh tau siapa nama anda pak." "Namaku Edi." Pria paruh baya tersenyum. "Pak Edi kalau boleh tau berapa lama aku tidak sadarkan diri." Tanya Adam. "Kamu tidak sadarkan diri selama 3 hari." balas Edi.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Reza Aditiya
di shop banyak senjata api yg mempan terhadap hewan mutasi udah di permuda malah ga beli atau seenggaknya belajar menembak gitu hadeh sia sia punya smartphone canggih
2024-11-11
0
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
Renji? kan aku memang sepertinya pernah membaca cerita ini tp buka Adam namanya
2024-06-29
0
Reza
🆙🆙🆙🆙🆙
2022-04-12
2