Beberapa jam telah berlalu, Adam saat ini sedang duduk di ruang tamu dan melihat langit mulai gelap. "Apa kamu suka menyendiri seperti ini." Tanya Jessica yang duduk di depan Adam. "Bisakah kau diam." Adam menatap Jessica. "Maaf." Jessica tersenyum kecut.
Melihat Jessica diam Adam mengambil katana dan berkata. "Berharaplah, saat besok kita pergi. Selain bertemu dengan zombie dan hewan mutasi. Kita tidak bertemu dengan penjahat yang berevolusi." Jessica terkejut mendengar kata Adam dan tertawa. "Hehe, jangan menakut-nakutiku Adam."
"Aku tidak menakut-nakutimu." Balas Adam kemudian memasuki kamarnya. Jessica kemudian mengikuti Adam ke dalam kamarnya. "Kenapa kamu mengikutiku." Adam bingung. "Emm, sama seperti kemarin. Bolehkah aku tidur denganmu." Jessica tersipu malu. "Ooh, kamu perempuan yang sangat berani. Apa kamu tidak takut aku perkosa." Adam berjalan ke arah Jessica kemudian mencium rambutnya yang basah.
Melihat Jessica tidak marah dengan perbuatannya Adam berkata. "Apa aku begitu menarik bagimu." "Kamu cukup menarik, bukankah aku sudah bilang. Tidak masalah jika kamu ingin melakukan denganku." Balas Jessica. "Huh, aku tidak mood melakukan itu." Adam mendengus kemudian berjalan ke kasur.
"Jangan bilang kamu homoseksual." Balas Jessica. "Wanita ini." Adam kesal dirinya di bilang homoseksual. "Tenang Adam, kamu harus bisa menahan godaan wanita ****** ini." Adam bergumam di pikirannya.
Melihat Adam tidak membalas, Jessica berkata. "Ternyata benar, dia seorang homoseksual." Gumam Jessica dipikirannya. Jika Adam tahu apa yang dipikirkan Jessica. Mungkin Adam sudah kehilangan kesabaran dan mulai memerkosa Jessica.
Keesokan harinya Adam terbangun kemudian berjalan ke dapur, dan melihat Jessica sedang membuat sarapan. "Sebentar lagi sarapan akan selesai." Kata Jessica melihat Adam. "Baiklah." Balas Adam. Adam tahu sikap Jessica kepada dirinya berubah. Karna Adam menolak untuk melakukan dengannya, dan Jessica mengira dia homoseksual.
30 menit berlalu, saat ini Adam sedang menghidupkan sepeda motornya. "Apa kita memakai sepeda motor untuk pergi kerumahku." Tanya Jessica heran. "Benar, kamu tidak perlu takut. Aku ahli dalam mengendarai sepeda motor." Balas Adam. "Apakah aku akan mati dalam keadaan virgin." Gumam Jessica dipikirannya.
"Baiklah, ayo naik." Kata Adam yang sudah duduk di sepeda motornya. "Oke." Jessica naik dan memegang pakaian Adam. Adam kemudian pergi bersama Jessica mengendarai sepeda motor.
Sementara itu Katrine melihat dari jendela, saat Adam dan Jessica pergi mengendarai sepeda motor. "Mau pergi kemana kak Adam dan Bu Jessica." Katrine heran.
"Adam di depan banyak zombie." Jessica gugup melihat banyak zombie berkumpul di depannya. Aku tahu, Adam kemudian menarik gas dan menghindari kumpulan zombie. "Ahhh." Jessica ketakutan dan memeluk Adam dengan sangat erat.
30 menit kemudian Adam berhenti di sebuah rumah. "Cepat turun dan masuk ke rumahmu." Teriak Adam. "Baik." Jessica gugup kemudian mengambil kunci dan masuk ke dalam rumahnya. Adam mengambil katana yang tergantung di punggungnya kemudian melihat beberapa zombie berlari ke arahnya.
"Setidaknya hari ini aku harus level up." Adam berkata dengan serius kemudian menarik katana dan berlari ke arah beberapa zombie.
Jessica yang di dalam rumahnya, melihat aksi Adam membunuh zombie dengan pedang katana bergumam. "Jika dia menjadi manusia evolusi, mungkin zombie di kota ini. Akan habis dibunuh olehnya sendiri."
"Setelah level up kemarin, aku semakin mudah mengalahkan zombie." Kata Adam dengan mudah menebas zombie. Adam menghindari serangan zombie kemudian menebas kepalanya. "Slasshh" "Buukk." Kepala zombie terpenggal. "Mereka hanyalah mayat hidup yang tidak mempunyai pikiran. Jika mereka mempunyai pikiran. Aku pasti akan kesulitan melawan mereka." Kata Adam.
"Zombie terus berdatangan, seperti tidak ada habisnya." Adam berlari ke rumah Jessica melihat zombie yang terus berdatangan. Jessica membuka pintu melihat Adam berlari ke rumahnya. Adam terengah-engah masuk ke dalam rumah Jessica.
"Tidak kusangka zombie di tempat tinggalmu, jumlahnya lebih banyak dari pada di tempat tinggalku." Adam tersenyum kecut. "Itu pasti, rumahmu di area kompleks sedangkan rumahku dekat dengan jalan raya." Balas Jessica.
"Boom, boom." "Apa itu." Jessica terkejut mendengar suara mirip ledakan. Adam yang penasaran dengan suara ledakan melihat ke jendela. "Itu." Adam terkejut saat melihat sosok berbulu hitam melompat dari mobil ke mobil lainnya. "Jangan bilang itu gorila yang lepas." Jessica juga terkejut melihat Gorila melompat dari mobil ke mobil lainnya.
"Itu pasti Gorila yang bermutasi, tinggi Gorila itu setidaknya 3 meter atau lebih." Adam menjelaskan. "Itu pasti." Jessica mengangguk dengan gugup. Adam kemudian melihat Gorila mengambil sebuah sepeda motor dan melemparkannya ke arah zombie. "Dia sangat kuat." Adam berwajah pucat melihat sepedar motor melesat sejauh 10 meter dan menghantam beberapa zombie.
"Akan bahaya jika Gorila itu menemukan kita." Jessica gugup kemudian menutup jendela dengan kain. "Tenanglah, Gorila itu tidak akan menemukan kita. Apakah kamu tinggal sendirian." Tanya Adam. "Benar, aku tinggal sendirian. Aku mengontrak rumah ini." Balas Jessica.
"Oohh, aku akan memeriksa rumah ini. Apakah aman atau tidak." Adam kemudian mulai memeriksa setiap ruangan. "Sepertinya aman tidak ada zombie di sini." Kata Adam setelah memastikan rumah aman. "Lalu bagaimana dengan hewan mutasi lainnya." Balas Jessica dengan gugup.
"Aku masih kelelahan saat ini, setelah melawan beberapa zombie. Oohh, kamu mempunyai pisang." Kata Adam mengambil sebuah pisang dari atas lemari es. Adam kemudian mengupas pisang, dan memastikan pisang tersebut aman. tidak terdapat hewan di dalamnya.
"Boom, Boom." Sebelum memakan pisang, Adam mendengar suara mirip ledakan yang semakin mendekat ke arahnya. "Jangan bilang Gorila itu kemari karna pisang." Adam mulai berkeringat melihat pisang di tangannya. "Adam jangan menakut-nakutiku." Jessica ketakutan kemudian berlari ke arah Adam.
"Bruuaakk." "Aahhh." Jessica berteriak melihat pintu rumahnya hancur. "Aku tidak beruntung." Adam menelan ludah melihat Gorila yang menghancurkan pintu rumah Jessica.
"Lari." Adam menarik Jessica kemudian berlari ke pintu belakang. "Kita akan lari kemana. Di luar banyak zombie" Jessica ketakutan. "Lebih baik melawan zombie dari pada melawan Gorila itu." Balas Adam dengan ekspresi buruk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
wkwkwk🤣🤣 insting monyet tertarik pada pisang 😁
2024-06-27
0
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Wuu larii
2023-01-29
2
Reza
fjagshsaj
2022-04-12
1