Adam mengusap bekas muntahan di mulutnya dengan tangannya. Adam berjalan ke jendela Kemudian mengintip dan melihat kedua zombie pria sedang memakan mayat zombie wanita yang telah dia bunuh."Aku harus membunuh dua zombie yang ada di luar. Aku mempunyai firasat buruk jika tidak membunuh kedua zombie tersebut." Adam berkata dengan serius.
"Tapi itu bahaya Adam." Balas Nina gugup. "Aku tahu kalau ini berbahaya." Balas Adam. "Tidak bisakah kamu tetap di dalam rumah." Nina menatap Adam. "Santai, aku akan baik-baik." Adam tersenyum lalu membuka pintu.
Adam dengan badan gemetar melihat kedua zombie pria sedang memakan daging dan usus zombie wanita. "Sial. Aku ingin muntah." Adam memegangi mulutnya. "Woar." Kedua zombie pria melihat ke arah Adam. "Bahaya." Adam mencoba menahan untuk tidak muntah dan memegang tongkat bisbol dengan sangat erat.
"Woar." Kedua zombie berlari ke arah Adam. "Zombie sialan, terima ini." "Buk, buk." Adam memukul kedua kepala Zombie dengan sangat keras. Melihat kedua zombie tidak jatuh. Adam menendang salah satu dada zombie. "Buk." Salah satu zombie terjatuh.
"Jangan meremehkanku, aku seorang pemain bisbol dan mengerti sedikit bela diri." Adam berteriak lalu memukul zombie yang masih berdiri. "Buk." Zombie terpukul mundur lalu terjatuh. "Hora hora." Adam berteriak tidak jelas, dan memukul dua kepala zombie secara bergantian dengan sangat keras. "Buk." "Buk." Nina yang di dalam rumah gemetar ketakutan melihat Adam memukul kedua zombie.
"Fiuh." Melihat zombie sudah meninggal Adam mengusap keringat di dahinya. "Itu akibatnya muncul di depan rumahku." Adam melihat dua kepala zombie yang hancur karena dipukul olehnya lalu tiba-tiba muntah. "Uueek, uueek."
"Aku masih tidak terbiasa dengan membunuh zombie." Adam berwajah pucat. Adam menghapus bekas muntahan di mulutnya, lalu masuk ke dalam rumahnya dan mengkunci pintu.
"Adam, aku sangat khawatir denganmu." Nina memeluk Adam. Adam terkejut melihat Nina yang tiba-tiba memeluknya dan berkata. "Bibi, aku laki-laki dan kamu wanita. Kamu tidak seharusnya memelukku." "Ahh, maaf Adam." Nina lalu melepas Adam. Adam melihat bahwa Nina menundukan kepalanya. "Jangan terlalu dipikirkan, aku tahu bahwa Bibi ketakutan." Adam menepuk pundak Nina kemudian berjalan menuju kamar mandi.
Setelah tiba di kamar mandi, Adam melihat smartphone specialnya. Adam melihat ada dua pesan masuk. "Kill zombie exp +1, coin +10." "Kill zombie exp +2, coin +20." "Kurang 4 exp lagi untuk level up." Gumam Adam.
Adam melihat tongkat bisbol dan celananya yang penuh dengan darah. "Aku tidak akan memakai celana ini lagi meski sudah di cuci dengan bersih." Adam tersenyum kecut lalu mulai mandi.
Tidak lama kemudian Adam selesai mandi dan begumam dengan gugup. "Aku lupa sesuatu, apakah air masih aman dan tidak terkontaminasi dengan viruz." Adam melihat tubuhnya yang basah dan menggeleng. "Bodo amat, yang penting aku mandi." Adam lalu mengenakan pakaian.
"Bibi apakah makanannya sudah jadi." Tanya Adam. "Sudah, apa kamu ingin makan." Balas Nina. "Benar, meski aku sedikit kehilangan nafsu makan mengingat kejadian barusan. Tapi aku harus makan untuk mengisi tenaga." Balas Adam. Nina menghela nafas mendengar kata Adam.
"Bibi membungkuk." Teriak Adam. Nina terkejut dengan teriakan Adam lalu secara spontan membungkuk. Adam yang memegang tongkat bisbol melihat kecoa yang terbang di atas Nina. "Buk." Adam memukul Kecoa dengan sangat keras.
Adam mengahampiri kecoa yang tergeletak dan hendak terbang, lalu mulai memukul kecoa. "Buk." "Buk." Adam memukul Kecoa bertubi-tubi. Melihat kecoa mati Adam menghela nafas. "Ting." Adam mendengar suara smartphonenya berbunyi. "Itu pasti pesan pemberitahuan." Gumam Adam.
"Adam apakah masih ada kecoa lagi." Nina merinding melihat Kecoa yang di bunuh Adam. "Aku tidak tahu, aku akan berkeliling rumah untuk menghabisi kecoa." Balas Adam. "Aku ikut Adam." Balas Nina. "Terserah." Adam lalu memeriksa sela-sela dapur.
10 menit kemudian Adam menghapus keringat di dahinya. "Ini kecoa ketiga yang aku temukan." Adam melihat kecoa seukuran tangannya yang tergeletak mati di lantai. "Bibi, jangan lupa membuang mayat kecoa ke belakang rumah." Adam melihat Nina. "Baik Adam." Nina mengangguk.
Adam lalu berjalan menuju kamarnya dan melihat smartphone specialnya. Adam tersenyum melihat isi pesan. "Kill kecoa exp +1, coin +10." "Level up anda mendapatkan 4 poin." "Akhirnya aku level up." Adam melihat statusnya.
Nama : Adam Javier
Usia : 23 tahun
Level : 2 next level (0/20) exp
Kekuatan : 4
Agility : 5
Vitalitas : 3
Stamina : 2/5
Reflek : 3
Poin : 4
"Perlu 20 exp lagi untuk level up." Adam melihat persyaratan level up membutuhkan 20 exp. "Baiklah aku akan menambahkan 1 poin di kekuatan, 1 poin di vitalitas dan 2 poin di reflek." Kata Adam.
"Ahh." Adam merasakan smartphonenya mengeluarkan listrik yang membuat badannya gemetar. "Apa aku kesetrum." Adam panik, namun terkejut melihat smartphonenya tidak mengeluarkan listrik lagi.
"Ehh, aku merasa bahwa tubuhku berubah." Adam memeriksa badannya. "Aku merasa bisa mengangkat benda sebarat 50kg sekarang." Adam menyeringai dengan perubahan tubuhnya. "Baiklah, aku akan makan terlebih dulu untuk mengisi tenaga. Aku tidak tahu apakah zombie atau hewan mutasi lainnya akan datang kerumahku." Gumam Adam dengan ekspresi serius.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
oke.. next
2024-06-27
0
KadalKocak
si adam muntah mulu..jangan2 hamil thor..tanggung jawab si nina 😂
2023-06-27
0
Reza
tvyvyfd
2022-04-12
1