"Baiklah tidak ada salahnya mencoba membeli." Adam menekan gambar daging sapi lalu menekan tulisan Buy. Adam melihat cahaya putih keluar dari smartphonenya, kemudian sebuah daging sapi muncul di depannya. "Ahhh." Adam berteriak. "Ada apa Adam." Nina melihat Adam.
"Tidak ada apa-apa bibi." Adam tersenyum. "Oh. Kukira ada kecoa lagi" Nina menghela nafas lalu melanjutkan memasak. Adam melihat daging sapi di depannya lalu menyentuhnya. "Ini daging sapi asli." Gumam Adam.
Adam terdiam cukup lama kemudian menyeringai "Dengan smartphone ini aku tidak akan pernah kelaparan lagi. Aku akan menamaimu smartphone special." Adam mengangkat smartphone dan tersenyum. "Kenapa dia tersenyum sendiri, apa dia sangat bahagia karena berhasil membunuh kecoa." Nina yang melihat Adam tersenyum seperti orang gila menggeleng.
"Boomm!!." Adam mendengar suara ledakan. "Apa itu." Kata Nina gugup. "Terus lanjutkan memasak bibi. Aku akan melihatnya." Adam mengambil sapu lalu berjalan ke arah ruang tamu. Adam mengangkat kain jendela lalu mulai mengintip.
"Sialan." Adam terkejut melihat dua mobil yang bertabrakan di depan rumahnya. "Apakah aku harus menolong mereka." Adam mulai ragu. Namun tidak lama kemudian Adam melihat seorang wanita keluar dari dalam mobil.
"Dia terluka parah, namun masih bisa berjalan." Adam melihat wanita tersebut telah kehilangan salah satu lengannya, dan badannya penuh penuh dengan darah. Namun wanita tetap berjalan ke arah mobil lawan yang menabraknya. "Apa dia akan mengigit orang yang di dalam mobil tersebut." Adam mulai menebak.
Betul dugaan Adam, wanita mengigit leher pria di dalam mobil. "Aahhh." Adam mendengar suara teriakan. "Glek." Adam menelan ludah dan tangannya yang memegang sapu gemetaran. "Kenapa dunia bisa berubah seperti ini, meski aku suka menonton film zombie. Aku tidak ingin dunia seperti ini." Adam mulai ketakutan.
"Oh, tidak." Adam melihat wanita menatap ke arahnya. Adam dengan cepat menutup jendela dengan kain. "Semoga dia tidak melihatku." Adam mulai gugup. Adam mulai mengintip di sela-sela jendela dan terkejut melihat wanita berjalan menuju rumahnya. "Apa yang harus kulakukan." Adam mulai panik.
Adam mulai berlari ke kamarnya dan mengambil sebuah tongkat bisbol yang terbuat dari besi. "tongkat ini setidaknya lebih baik dari sapu." Adam membuang sapu. Adam memakai jaket dan mengambil tongkat bisbol. "Aku tidak perlu takut, karena aku mempunyai smartphone special." Adam mulai menghibur dirinya sendiri.
Adam dengan gugup membuka pintu. "Woar." Wanita berteriak lalu berlari ke arah Adam. "Oh, sial." "Buk." Secara reflek Adam memukul tongkat bisbol ke arah wajah wanita. Adam melihat wanita terdiam lalu mulai berteriak. "Wahh." "Jangan mendekat." Adam memukul wajah wanita dengan keras. "Bukk." Wanita terjatuh.
Adam melihat wanita mencoba mengigit kakinya. "Jangan gigit kakiku." Secara spontan Adam memukuli kepala wanita dengan tongkat bisbol bertubi-tubi. "Buk." "Buk." "Buk." Tidak lama kemudian Adam melihat kepala wanita sudah hancur. "Uueek." Adam mulai muntah lalu masuk ke dalam rumahnya dan mengkunci pintu.
"Uueek." "Uueek." Adam terus muntah di dalam rumahnya. "Adam kamu kenapa." Nina berjalan ke arah Adam dengan khawatir. "Apa kamu sakit." Nina khawatir, dan memegangi punggung Adam. "Aku tidak sakit, ini efek membunuh zombie." Adam berwajah pucat lalu masuk ke dalam kamarnya.
Nina bingung dengan kata Adam lalu mulai mengintip dari jendela. "Ahh." Nina terkejut melihat mayat wanita di depan rumah. "Kenapa ada mayat manusia." Nina ketakutan. Nina lalu melihat dua pria yang badannya berlumuran darah dan penuh luka berjalan menuju ke arah rumah. "Ahh." Nina berteriak dan secara spontan menutup jendela dengan kain.
"Adam apa mereka zombie." Nina berteriak ketakutan lalu berdiri di depan pintu kamar Adam. "Bukankah sudah kuberitahu sebelumnya. Bahwa virus zombie akan menyebar." Adam membalas Nina dengan lesu. "Aku ingin memulihkan kondisi mentalku terlebih dulu, Bibi jangan pernah membuka pintu." Kata Adam. "Baik." Nina mengangguk ketakutan.
Adam yang berwajah pucat melihat smartphone specialnya memiliki 1 pesan. Adam membuka pesan dan melihat dirinya mendapatkan 2 exp dan 20 coin. "Kurang 7exp lagi aku level up." Adam berkata dengan lesu.
Adam melihat smartphone pribadinya dan melihat banyak story di media social. "Barusan aku melihat seorang pria gila mengigit leher seorang wanita. Leher wanita itu langsung berdarah, gigi pria gila itu pasti tajam." "Bodoh, dia zombie bukan pria gila." Adam menggeleng melihat story.
Adam lalu melihat berita di internet. "Rupanya belum banyak berita tentang zombie, pemerintah juga masih belum menyadarinya karena ini baru beberapa menit setelah virus zombie tersebar." Gumam Adam secara pelan.
Adam terdiam beberapa detik lalu bergumam. "Mengapa aku dan Nina tidak berubah menjadi zombie, apa kita berdua orang yang beruntung. Kalau aku pasti beruntung, karena mendapatkan smartphone special."
Adam ingin menghubungi kedua orang tuanya, namun tersenyum kecut melihat nomor kedua orang tuanya tidak aktif. "Semoga mom dan dad baik-baik saja." Adam menghela nafas. Adam menarik nafas kemudian keluar dari kamarnya. Adam kemudian mengambil tongkat bisbol yang berlumuran darah dan bergumam. "Aku harus membunuh zombie."
Beberapa detik kemudian Adam mengingat kepala wanita yang hancur karena pukulannya lalu muntah kembali. "Uueek." "Uueek." "Adam apa kamu baik-baik saja." Nina khawatir dan mengosok punggung Adam. "Tenang bibi aku baik-baik saja." Adam menggeleng. "Jika ada sesuatu yang terjadi padamu, bibi yang akan dimarahi orang tuamu." Nina tersenyum kecut. "Tenang Bibi, aku bukan anak kecil, aku pria dewasa." Balas Adam tersenyum.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
rws
semangat 💪
2022-08-28
1
Reza
🆙🆙🆙🆙🆙
2022-04-12
1
🇭🇮🇹🇱🇪🇷
lnjuuttt
2022-03-27
2