Adam yang melihat semua orang gugup, dan tidak menjawab pertanyaannya mulai curiga. "Oh, apa kalian semua bisu." Adam mulai jengkel. "Maaf Adam, kami yang mencuri makananmu." Kata sebuah suara. Adam melihat ke arah seseorang yang berbicara, yang tidak lain adalah Ratih.
Adam mulai tersenyum dan tiba-tiba tertawa. "Hahaha, seseorang yang telah kutolong akhirnya menusukku dari belakang." Semua orang menundukan wajahnya saat mendengar kata Adam. "Adam aku tidak tahu bahwa kamu akan kembali." Kata Doni dengan menyesal.
"Haha, simpan alasanmu. Kamu bahkan tidak menyisahkan sedikit makanan untukku." Adam mencibir. "Adam maafkan kami. Aku tahu kalau kami salah" kata Ratih. "Hahaha, sebelumnya aku sudah berjanji untuk memotong tangan seseorang yang mencuri makananku." Adam tertawa kemudian menarik pedang di punggungnya.
"Adam apa yang akan kamu lakukan." Kata Doni. Semua orang berwajah pucat melihat Adam memegang pedang. "Adam." Intan panik kemudian memegang tangan Adam. "Adam jangan berbuat hal yang aneh atau." Kata Ratih melihat Adam. "Atau apa." Adam menatap Ratih. "Aku akan mengalahkanmu." Balas Ratih.
"Hahaha, kamu berani sombong karna menjadi manusia evolusi." Adam tertawa melihat Ratih. "Intan lepaskan aku." Kata Adam. "Kumohon jangan lakukan itu Adam." Intan menatap Adam. Adam menatap wajah Intan yang memohon kemudian mengigit bibirnya. "Kalian beruntung, mulai hari ini aku tidak mengenal kalian." Adam kemudian berbalik pergi diikuti Intan.
Melihat Adam pergi semua orang merasa bersalah. "Uuh, kita salah. Seharusnya kita menyisakan dia sedikit makanan." Kata Bastian. "Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu. Bahkan saat ini kita kekurangan makanan." Doni tersenyum kecut.
Saat ini Adam sedang duduk dan menenangkan emosinya. "Tenanglah Adam, bukankah mereka semua temanmu." Kata Edi setelah tahu bahwa Tetangga Adam yang mencuri makanan. "Mereka semua bukan temanku." Adam kemudian menceritakan dirinya menyelamatkan Ratih, Katrine dan yang lain. Edi dan Intan terkejut saat mendengar cerita Adam. "Jika begitu, mereka memang tidak tahu balas budi." Intan menghela nafas. "Tenanglah Adam, kamu sudah menganggap mereka bukan siapa-siapa lagi. Anggap saja saat ini kamu kecurian." Kata Edi.
Adam mengabaikan Edi dan Intan kemudian berjalan menuju kamarnya. Adam terbaring di kasur kemudian mulai melihat-lihat pesan di smartphone specialnya. Adam melihat pesan pemberitahuan dia membunuh zombie evolusi. "Kill zombie kecepatan tipe 1 exp +10, coin +100." "Oh, membunuh zombie evolusi hanya mendapatkan 10 exp, begitu sedikit." Adam cemberut.
Adam kemudian membuka aplikasi shop dan melihat dirinya mempunyai 560 coin. "Saatnya menganti pedang." Adam kemudian membeli pedang katana seharga 10 coin. Beberapa detik kemudian smartphone mengeluarkan cahaya putih, dan sebuah pedang yang terbungkus sarung muncul di depan Adam.
"Baiklah, aku akan menghemat coinku. Aku khawatir kejadian saat aku terluka seperti kemarin terulang lagi. Jadi lebih baik aku mencari makanan dari pada membeli makanan di aplikasi shop menggunakan coin." Kata Adam kemudian keluar dari ruangan dengan memegang pedang.
"Adam kamu mau kemana." Tanya Intan. "Aku ingin mencari makanan." Balas Adam. "Aku ikut." Kata Intan. "Kita akan cari makanan dimana." Kata Edi berdiri. "Supermarket." Balas Adam.
"Adam kenapa kita berjalan." Tanya Intan mengikuti Adam. "Jaraknya tidak terlalu jauh, kita juga harus melatih stamina di dunia yang kacau ini." Balas Adam. "Kau benar nak, berjalan kaki adalah ide bagus. Meski aku sudah berusia 55 tahun, staminaku seperti pria usia 40 tahunan berkat latihanku. " Edi membangakan dirinya. "Huh, dasar kakek narsis." Intan mendegus.
Selama di perjalanan Adam bertemu beberapa zombie, dan Adam dengan mudahnya membunuh zombie. "Di depan ada supermarket." Kata Intan menunjuk supermarket yang berjarak 20 meter. "Kalian berdua hati-hati. Mungkin di dalam supermarket terdapat zombie evolusi atau hewan bermutasi." Kata Adam memperingatkan. Edi dan Intan mengangguk.
Adam, Edi dan Intan berjalan ke supermarket. "Sepertinya hanya tersisa sedikit makanan." Edi cemberut melihat supermarket yang berantakan. "Tidak masalah, ambil saja yang bisa kita makan." Balas Adam.
5 menit kemudian Adam, Edi dan Intan selesai mengumpulkan makanan. "Dengan makanan yang kita ambil dan yang ada di rumah, setidaknya cukup untuk satu minggu." Kata Intan. "Benar, jika kita makan 3 kali sehari, makanan ini dan di rumah cukup untuk satu minggu." Edi mengangguk. "Baiklah ayo kembali." Kata Adam. Edi dan Intan mengangguk.
Tidak lama kemudian Adam, Edi dan Intan kembali di rumah. "Fiuh, sangat beruntung jarak supermarket tidak terlalu jauh dari rumahmu nak, dan kita hanya bertemu zombie biasa." Kata Edi. "Huh, meski kita bertemu zombie biasa, jika ditotal pasti mencapai 20 lebih." Kata Intan.
"Baiklah, kalian berdua beristirahatlah aku ingin pergi." Kata Adam mengambil satu botol air dan sebungkus roti. "Ahh, kamu mau pergi kemana." Tanya Intan. "Berburu zombie dan mencari beberapa makanan." Kata Adam kemudian pergi. "Hati-hati dan kembalilah sebelum malam." Kata Intan khawatir. "Tentu" Adam tersenyum.
Saat ini di sebuah rumah seorang perempuan memegangi perutnya. "Ugh, aku sangat lapar." Kata perempuan yang terlihat masih muda. Perempuan melihat dari jendela rumahnya, seorang pria sedang berjalan sendirian. Pria itu tidak lain adalah Adam. "Dia." Perempuan mengigit bibirnya kemudian berteriak. "Adam."
Adam yang sedang berjalan melihat ke arah suara yang memanggil namanya. "Bunga." Adam terkejut melihat siapa yang memanggilnya. Bunga adalah mantan kekasihnya. Adam menghela nafas kemudian menuju rumah Bunga.
Adam melihat pintu terbuka dan perempuan berdiri di depannya. "Adam masuklah." Kata perempuan yang tidak lain Bunga. "Kenapa kamu memanggilku." Kata Adam setelah masuk ke dalam rumah. "Hiks, hiks." Bunga menangis kemudian memeluk Adam. Melihat Bunga yang tiba-tiba memeluknya Adam menghela nafas dan mengelus punggung Bunga.
Adam yang melihat Bunga sudah mulai tenang berkata. "Ceritalah." "Adam, aku membunuh ibuku sendiri. Hiks hiks." Bunga mulai menangis kembali. Adam terkejut kemudian memeluk Bunga dengan erat.
Beberapa menit kemudian Bunga telah berhenti menangis. "Apakah ibumu menjadi zombie dan kamu membunuhnya." Kata Adam. "Emm." Bunga mengangguk dan air mata mulai menetes di pipinya.
"Kruk." Adam mendengar sebuah suara. "Kamu pasti kelaparan." Kata Adam yang melihat Bunga tertunduk malu. "Aku tidak makan hampir 1 hari. "Ini makanlah." Adam memberi sebungkus roti dan sebotol air. "Terimakasih Adam." Bunga tersenyum kemudian mulai makan roti yang Adam berikan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Ini novel sepi ya, Padahal bukan novel yang jelek, Malah bagus menurutku
2023-01-29
2
Reza
gshkqkdjbda
2022-04-12
1