8. Godaan

"Baiklah, ayo masuk ke dalam rumah." Doni tersenyum malu. Ratih dan semua orang mengikuti Doni masuk ke dalam rumah.

Saat ini Adam berdiri di depan pintu rumahnya dan melihat Nina pembantunya membuka pintu. "Adam syukurlah kamu baik-baik saja." Nina menghela nafas. "Bibi ayo buang ketiga mayat ini di jalan." Kata Adam melihat ketiga mayat zombie di depan rumahnya. "Ah, baiklah." Nina mengangguk.

Adam dan Nina mulai mengangkat mayat zombie bersamaan dan membuang di depan jalan rumahnya. Tidak lama kemudian Adam dan Nina selesai membuang tiga mayat zombie. "Hei Adam kenapa kamu tidak meminta bantuanku." Adam melihat Doni dan kedua pemuda mendekat ke arahnya. "Ini hanya tugas kecil." Balas Adam.

Adam melihat dua mobil yang bertabrakan lalu berkata. "Bisakah kamu memindahkan kedua mobil itu, setidaknya 20 meter dari rumah kita." "Baiklah, nanti aku akan menariknya dengan mobilku, kalian berdua nanti bantu aku." Kata Doni melihat kedua pemuda. "Baik." Kedua pemuda mengangguk. Adam mengangguk lalu berjalan kerumahnya diikuti Nina.

"Apa Bibi menemukan hewan lagi saat aku pergi." Tanya Adam masuk ke dalam rumah kemudian duduk di sofa. "Aku menemukan lima semut sebesar jempol tanganku. Tapi aku sudah membunuh semut itu." Balas Nina menutup pintu dan mengkuncinya. "Semut dan nyamuk saja sebesar jempol tangan." Adam menghela nafas.

Adam melihat smartphone specialnya dan melihat tidak ada pesan sama sekali. "Ternyata aku tidak mendapatkan exp dan coin, setelah membunuh puluhan zombie dengan menabraknya." Adam menghela nafas.

Adam memejamkan matanya dan tidak lama kemudian tertidur di sofa. Nina yang keluar dari dapur melihat Adam sudah tertidur. "Adam pasti sangat lelah setelah membantu Doni menjemput adiknya." Nina tersenyum lalu berjalan pergi.

"Tok, tok." Adam yang tertidur terbangun mendengar suara ketukan pintu. Adam mengambil katana dan berjalan menuju pintu. Adam mengintip dari jendela dan melihat Jessica guru sekolah Ratih berdiri di depan pintu.

Adam membuka pintu dan berkata. "Ada apa." "Apa kamu tidak mau menyuruhku duduk terlebih dulu." Jessica tersenyum kecut. "Duduklah." Balas Adam. Jessica mengangguk dan duduk di sofa. Adam kemudian mengkunci pintu. "Bicaralah kenapa kamu kemari." Tanya Adam.

"Dirumah Ratih kekurangan kamar, jadi bisakah aku tidur dirumahmu malam ini. Aku dengar kamu saat ini tinggal berdua dengan pembantumu" Jessica berkata dengan malu. Adam melihat wajah dan tubuh Jessica lalu bergumam pelan. "Jika Nina diberi nilai 6, maka dia diberi nilai 6,5 untuk nilai kecantikan."

"Terserah, kamu bisa tidur di kamar kosong, atau tidur dikamar pembantuku, itupun kalau pembantuku mau tidur berdua." Kata Adam. "Tidur di kamar kosong tidak masalah buatku." Balas Jessica. "Bibi, antar Jessica ke kamar kakakku." Teriak Adam. "Baik." Jawab sebuah suara.

"Ikut aku." Kata Nina melihat Jessica. Jessica mengangguk dan mengikuti Nina. Melihat kedua wanita pergi Adam bergumam. "Benar, aku khawatir dengan kondisi kakakku di luar kota, sayang sekali nomornya tidak aktif dari kemarin." Adam menghela nafas.

Beberapa jam telah berlalu, saat ini Adam melihat langit mulai gelap dan bergumam. "Jika di film-film, zombie lebih aktif di malam hari dan akan menuju tempat yang bercahaya." "Bibi, jangan nyalakan lampu pada malam hari hari, cukup pakai lilin sebagai alat penerangan." Kata Adam. "Baik." Nina mengangguk.

"Apakah air sudah di rebus selama 10 menit." Tanya Adam. "Sudah." Nina mengangguk. "Bagus, untuk jaga-jaga kita mandi air yang sudah direbus selama 10 menit." Adam berjalan menuju kamar mandi. Jessica yang melihat Adam pergi ke kamar mandi mulai memikirkan sesuatu.

Beberapa menit kemudian Adam selesai mandi dan sudah berganti pakaian di kamarnya. Adam duduk di ranjang dan melihat aplikasi shop di smartphone specialnya. "Barang-barang di dunia ini semuanya ada di aplikasi ini." Adam melihat sebuah tank seharga seribu coin sementara dirinya hanya memiliki 395 coin. "Aku akan mengumpulkan coin, dan hanya membeli sesuatu yang penting." Gumam Adam.

Adam melihat smartphone pribadinya yang mati dan bergumam. "Kebiasaanku tidak pernah berubah, mematikan smartphone saat mengecas." Adam menghidupkan smartphone dan melihat ada puluhan panggilan tidak terjawab dari orang tuanya. Serta beberapa pesan masuk. "Adam kenapa kamu tidak bisa dihubungi dan bagaimana kamu bisa tahu bahwa zombie tiba-tiba muncul. Kamu tidak perlu khawatir kepada ibu dan ayah. Kami berdua saat ini berada di markas tentara. Kamu harus menjaga diri." Adam membaca pesan.

Adam tersenyum kemudian mengetik pesan. "Aku baik-baik saja Bu, aku sudah membeli persediaan makanan untuk dua satu bulan kedepan. Ibu dan ayah tidak perlu mengkhawatirkanku." Adam mengirim pesan.

"Tok, tok." Adam yang duduk di kasurnya berhenti bermain smartphone. Kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu. Saat membuka pintu Adam melihat Jessica yang mengenakan kaos bewarna putih dan celana pendek yang menunjukan paha putih mulusnya berdiri di depan pintu. "Ada apa." Tanya Adam heran.

"Aku ingin membalas budi karena kamu telah menyelamatkanku." Kata Jessica gugup. Otak Adam mulai berpikir cepat dan berkata. "Kamu ingin membalas budi dengan cara apa." Jessica tersipu malu mendengar jawaban Adam. "Kamu tahu, aku bukanlah pria berengsek. Aku tidak akan memaksa wanita yang tidak menyukaiku untuk melakukan hubungan denganku. Terlebih lagi itu hanya sebagai imbalan hadiah." Lenjut Adam. "Eehhh." Jessica terkejut dengan kata Adam.

"Sekarang kembalilah kemarmu dan beristirahat." Kata Adam. "Aku tahu dia pria yang baik, dia menyelamatkanku meski sudah tahu berbahaya. Tapi tidak kusangka dia pria yang bisa mengendalikan nafsunya" Gumam Jessica dipikirannya.

"Aku takut tidur sendiri, bolehkah aku tidur denganmu." Jessica tersipu malu. "Tidurlah dengan pembantuku Nina." Balas Adam. Adam melihat Jessica tetap terdiam. "Baiklah, tidurlah di kamarku." Balas Adam menghela nafas. "Terimakasih." Jessica tersenyum lalu mulai tidur di kasur. "Sifatnya berubah drastis, memang wanita itu mahluk yang aneh. Tapi dia juga tidak terlalu buruk." Adam melihat paha putih mulus milik Jessica.

Adam menggeleng dan berkata. "Sepertinya, aku tidak punya pilihan." Adam berjalan menuju kasur lalu mengelus paha putih Jessica. Badan Jessica gemetar saat pahanya di sentuh oleh Adam.

"Ini belum terlambat jika kamu ingin pergi." Bisik Adam di telinga Jessica. Melihat Jessica tidak membalasnya Adam tersenyum lalu mulai membelai paha Jessica. Adam yang membelai paha Jessica, merasakan napas Jessica yang semakin cepat. Adam tersenyum lalu keluar dari kamarnya.

Terpopuler

Comments

rws

rws

jos tanjut berkarya 💪

2022-08-28

1

Oschar Migerz

Oschar Migerz

malas baca jika mc belum kuat sdh tergoda dengan wanita. wanitanya juga murahan

2022-05-16

3

Anak_umak

Anak_umak

wow ini toh cerita aslinya enggak nyangka banget bisa di jiplak

2022-05-14

1

lihat semua
Episodes
1 1. Mendapatkan Smartphone Canggih
2 2. Kecoa Mutasi
3 3. Zombie
4 4. Zombie II
5 5. Permintaan
6 6. Bertemu Ratih
7 7. Kembali
8 8. Godaan
9 9. Serangan Semut
10 10. Membulatkan Tekad
11 11. Evolusi
12 12. Gorila Mutasi
13 13. Terluka Parah
14 14. Steak Hewan Bermutasi
15 15. Tawaran
16 16. Melawan Zombie Evolusi
17 17. Konflik
18 18. Serangan Zombie
19 19. Melarikan Diri
20 20. Bertemu Guru Sekolah
21 21. Bertemu Penjahat
22 22. Pertempuran
23 23. Kematian Bunga Dan Intan
24 24. Mimpi Buruk
25 25. Pelampiasan
26 26. Melawan Anjing Bermutasi
27 27. Pergi Ke Kota Lain
28 28. Berpisah
29 29. Merry Agustina
30 30. Kehilangan Kendali
31 31. Bertemu Kenalan
32 32. Hari Yang Sial
33 33. Melawan Zombie Saat Terluka
34 34. Saudara Kembar
35 35. Melawan Musang
36 36. Tiba Di Kota Probolinggo
37 37. Istirahat
38 38. Bertemu Ratih
39 39. Tiba Di Kota Pasuruan
40 40. Kalajengking
41 41. Berburu Zombie Dalam Perjalanan
42 42. Ular
43 43. Invasi Zombie
44 44. Asal Mula Kejadian
45 45. Hal Baru
46 46. Reuni
47 47. Bercerita
48 48. Melawan Samsuri Dan Kelompoknya
49 49. Akhir Dari Pertempuran
50 50. Tiba Di Surabaya Volume 1 END
51 51. Regu Pembunuh Zombie
52 52. Zombie Kekuatan Tipe 2
53 53. Membunuh Ratusan Zombie
54 54. Evolusi Fase Ke 2
55 55. Evolusi Fase Ke 2 II
56 56. Curiga
57 57. Melarikan Diri
58 58. Apakah God Itu Ada
59 59. Zombie Tipe Daya Tahan
60 60. Santy
61 61. Melawan Puluhan Kucing
62 62. Serangan Burung Gagak
63 63. Istirahat
64 64. Meninggalkan Kota Malang
65 65. Melawan Ribuan Tikus
66 66. Upragade Smartphone Versi 3.0
67 67. Serum Super Soldier
68 68. Melepaskan Hawa Nafsu
69 69. Kembali Ke Surabaya
70 70. Bertemu Kembali Dengan Zombie Tipe Kecerdasan Volume II END
Episodes

Updated 70 Episodes

1
1. Mendapatkan Smartphone Canggih
2
2. Kecoa Mutasi
3
3. Zombie
4
4. Zombie II
5
5. Permintaan
6
6. Bertemu Ratih
7
7. Kembali
8
8. Godaan
9
9. Serangan Semut
10
10. Membulatkan Tekad
11
11. Evolusi
12
12. Gorila Mutasi
13
13. Terluka Parah
14
14. Steak Hewan Bermutasi
15
15. Tawaran
16
16. Melawan Zombie Evolusi
17
17. Konflik
18
18. Serangan Zombie
19
19. Melarikan Diri
20
20. Bertemu Guru Sekolah
21
21. Bertemu Penjahat
22
22. Pertempuran
23
23. Kematian Bunga Dan Intan
24
24. Mimpi Buruk
25
25. Pelampiasan
26
26. Melawan Anjing Bermutasi
27
27. Pergi Ke Kota Lain
28
28. Berpisah
29
29. Merry Agustina
30
30. Kehilangan Kendali
31
31. Bertemu Kenalan
32
32. Hari Yang Sial
33
33. Melawan Zombie Saat Terluka
34
34. Saudara Kembar
35
35. Melawan Musang
36
36. Tiba Di Kota Probolinggo
37
37. Istirahat
38
38. Bertemu Ratih
39
39. Tiba Di Kota Pasuruan
40
40. Kalajengking
41
41. Berburu Zombie Dalam Perjalanan
42
42. Ular
43
43. Invasi Zombie
44
44. Asal Mula Kejadian
45
45. Hal Baru
46
46. Reuni
47
47. Bercerita
48
48. Melawan Samsuri Dan Kelompoknya
49
49. Akhir Dari Pertempuran
50
50. Tiba Di Surabaya Volume 1 END
51
51. Regu Pembunuh Zombie
52
52. Zombie Kekuatan Tipe 2
53
53. Membunuh Ratusan Zombie
54
54. Evolusi Fase Ke 2
55
55. Evolusi Fase Ke 2 II
56
56. Curiga
57
57. Melarikan Diri
58
58. Apakah God Itu Ada
59
59. Zombie Tipe Daya Tahan
60
60. Santy
61
61. Melawan Puluhan Kucing
62
62. Serangan Burung Gagak
63
63. Istirahat
64
64. Meninggalkan Kota Malang
65
65. Melawan Ribuan Tikus
66
66. Upragade Smartphone Versi 3.0
67
67. Serum Super Soldier
68
68. Melepaskan Hawa Nafsu
69
69. Kembali Ke Surabaya
70
70. Bertemu Kembali Dengan Zombie Tipe Kecerdasan Volume II END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!