"Baiklah, ayo masuk ke dalam rumah." Doni tersenyum malu. Ratih dan semua orang mengikuti Doni masuk ke dalam rumah.
Saat ini Adam berdiri di depan pintu rumahnya dan melihat Nina pembantunya membuka pintu. "Adam syukurlah kamu baik-baik saja." Nina menghela nafas. "Bibi ayo buang ketiga mayat ini di jalan." Kata Adam melihat ketiga mayat zombie di depan rumahnya. "Ah, baiklah." Nina mengangguk.
Adam dan Nina mulai mengangkat mayat zombie bersamaan dan membuang di depan jalan rumahnya. Tidak lama kemudian Adam dan Nina selesai membuang tiga mayat zombie. "Hei Adam kenapa kamu tidak meminta bantuanku." Adam melihat Doni dan kedua pemuda mendekat ke arahnya. "Ini hanya tugas kecil." Balas Adam.
Adam melihat dua mobil yang bertabrakan lalu berkata. "Bisakah kamu memindahkan kedua mobil itu, setidaknya 20 meter dari rumah kita." "Baiklah, nanti aku akan menariknya dengan mobilku, kalian berdua nanti bantu aku." Kata Doni melihat kedua pemuda. "Baik." Kedua pemuda mengangguk. Adam mengangguk lalu berjalan kerumahnya diikuti Nina.
"Apa Bibi menemukan hewan lagi saat aku pergi." Tanya Adam masuk ke dalam rumah kemudian duduk di sofa. "Aku menemukan lima semut sebesar jempol tanganku. Tapi aku sudah membunuh semut itu." Balas Nina menutup pintu dan mengkuncinya. "Semut dan nyamuk saja sebesar jempol tangan." Adam menghela nafas.
Adam melihat smartphone specialnya dan melihat tidak ada pesan sama sekali. "Ternyata aku tidak mendapatkan exp dan coin, setelah membunuh puluhan zombie dengan menabraknya." Adam menghela nafas.
Adam memejamkan matanya dan tidak lama kemudian tertidur di sofa. Nina yang keluar dari dapur melihat Adam sudah tertidur. "Adam pasti sangat lelah setelah membantu Doni menjemput adiknya." Nina tersenyum lalu berjalan pergi.
"Tok, tok." Adam yang tertidur terbangun mendengar suara ketukan pintu. Adam mengambil katana dan berjalan menuju pintu. Adam mengintip dari jendela dan melihat Jessica guru sekolah Ratih berdiri di depan pintu.
Adam membuka pintu dan berkata. "Ada apa." "Apa kamu tidak mau menyuruhku duduk terlebih dulu." Jessica tersenyum kecut. "Duduklah." Balas Adam. Jessica mengangguk dan duduk di sofa. Adam kemudian mengkunci pintu. "Bicaralah kenapa kamu kemari." Tanya Adam.
"Dirumah Ratih kekurangan kamar, jadi bisakah aku tidur dirumahmu malam ini. Aku dengar kamu saat ini tinggal berdua dengan pembantumu" Jessica berkata dengan malu. Adam melihat wajah dan tubuh Jessica lalu bergumam pelan. "Jika Nina diberi nilai 6, maka dia diberi nilai 6,5 untuk nilai kecantikan."
"Terserah, kamu bisa tidur di kamar kosong, atau tidur dikamar pembantuku, itupun kalau pembantuku mau tidur berdua." Kata Adam. "Tidur di kamar kosong tidak masalah buatku." Balas Jessica. "Bibi, antar Jessica ke kamar kakakku." Teriak Adam. "Baik." Jawab sebuah suara.
"Ikut aku." Kata Nina melihat Jessica. Jessica mengangguk dan mengikuti Nina. Melihat kedua wanita pergi Adam bergumam. "Benar, aku khawatir dengan kondisi kakakku di luar kota, sayang sekali nomornya tidak aktif dari kemarin." Adam menghela nafas.
Beberapa jam telah berlalu, saat ini Adam melihat langit mulai gelap dan bergumam. "Jika di film-film, zombie lebih aktif di malam hari dan akan menuju tempat yang bercahaya." "Bibi, jangan nyalakan lampu pada malam hari hari, cukup pakai lilin sebagai alat penerangan." Kata Adam. "Baik." Nina mengangguk.
"Apakah air sudah di rebus selama 10 menit." Tanya Adam. "Sudah." Nina mengangguk. "Bagus, untuk jaga-jaga kita mandi air yang sudah direbus selama 10 menit." Adam berjalan menuju kamar mandi. Jessica yang melihat Adam pergi ke kamar mandi mulai memikirkan sesuatu.
Beberapa menit kemudian Adam selesai mandi dan sudah berganti pakaian di kamarnya. Adam duduk di ranjang dan melihat aplikasi shop di smartphone specialnya. "Barang-barang di dunia ini semuanya ada di aplikasi ini." Adam melihat sebuah tank seharga seribu coin sementara dirinya hanya memiliki 395 coin. "Aku akan mengumpulkan coin, dan hanya membeli sesuatu yang penting." Gumam Adam.
Adam melihat smartphone pribadinya yang mati dan bergumam. "Kebiasaanku tidak pernah berubah, mematikan smartphone saat mengecas." Adam menghidupkan smartphone dan melihat ada puluhan panggilan tidak terjawab dari orang tuanya. Serta beberapa pesan masuk. "Adam kenapa kamu tidak bisa dihubungi dan bagaimana kamu bisa tahu bahwa zombie tiba-tiba muncul. Kamu tidak perlu khawatir kepada ibu dan ayah. Kami berdua saat ini berada di markas tentara. Kamu harus menjaga diri." Adam membaca pesan.
Adam tersenyum kemudian mengetik pesan. "Aku baik-baik saja Bu, aku sudah membeli persediaan makanan untuk dua satu bulan kedepan. Ibu dan ayah tidak perlu mengkhawatirkanku." Adam mengirim pesan.
"Tok, tok." Adam yang duduk di kasurnya berhenti bermain smartphone. Kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu. Saat membuka pintu Adam melihat Jessica yang mengenakan kaos bewarna putih dan celana pendek yang menunjukan paha putih mulusnya berdiri di depan pintu. "Ada apa." Tanya Adam heran.
"Aku ingin membalas budi karena kamu telah menyelamatkanku." Kata Jessica gugup. Otak Adam mulai berpikir cepat dan berkata. "Kamu ingin membalas budi dengan cara apa." Jessica tersipu malu mendengar jawaban Adam. "Kamu tahu, aku bukanlah pria berengsek. Aku tidak akan memaksa wanita yang tidak menyukaiku untuk melakukan hubungan denganku. Terlebih lagi itu hanya sebagai imbalan hadiah." Lenjut Adam. "Eehhh." Jessica terkejut dengan kata Adam.
"Sekarang kembalilah kemarmu dan beristirahat." Kata Adam. "Aku tahu dia pria yang baik, dia menyelamatkanku meski sudah tahu berbahaya. Tapi tidak kusangka dia pria yang bisa mengendalikan nafsunya" Gumam Jessica dipikirannya.
"Aku takut tidur sendiri, bolehkah aku tidur denganmu." Jessica tersipu malu. "Tidurlah dengan pembantuku Nina." Balas Adam. Adam melihat Jessica tetap terdiam. "Baiklah, tidurlah di kamarku." Balas Adam menghela nafas. "Terimakasih." Jessica tersenyum lalu mulai tidur di kasur. "Sifatnya berubah drastis, memang wanita itu mahluk yang aneh. Tapi dia juga tidak terlalu buruk." Adam melihat paha putih mulus milik Jessica.
Adam menggeleng dan berkata. "Sepertinya, aku tidak punya pilihan." Adam berjalan menuju kasur lalu mengelus paha putih Jessica. Badan Jessica gemetar saat pahanya di sentuh oleh Adam.
"Ini belum terlambat jika kamu ingin pergi." Bisik Adam di telinga Jessica. Melihat Jessica tidak membalasnya Adam tersenyum lalu mulai membelai paha Jessica. Adam yang membelai paha Jessica, merasakan napas Jessica yang semakin cepat. Adam tersenyum lalu keluar dari kamarnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
rws
jos tanjut berkarya 💪
2022-08-28
1
Oschar Migerz
malas baca jika mc belum kuat sdh tergoda dengan wanita. wanitanya juga murahan
2022-05-16
3
Anak_umak
wow ini toh cerita aslinya enggak nyangka banget bisa di jiplak
2022-05-14
1