"Apa kalian ingin mengikutiku meninggalkan sekolah ini." Adam menatap Ratih dan ketiga perempuan. "Aku ikut denganmu." Katrine menjawab. "Aku juga." Balas Silvi. "Aku juga ikut." Jessica mengangguk. "Adam apa kita perlu mencari kakakku." Balas Ratih. "Dia mungkin masih berada di gerbang." Balas Adam.
"Ayo lari." Kata Adam melihat bahwa tidak ada zombie. "Emm." Keempat perempuan mengangguk dan berlari mengikuti Adam. "Adam di depan ada dua zombie." Ratih gugup melihat ada dua zombie di depannya. "Aku akan menghabisi mereka." Adam berlari lalu menebas dua kepala zombie. "Slsaasshh" "Buukk." Dua kepala zombie jatuh di tanah.
"Apa kamu ahli pedang." Katrine kagum melihat Adam dengan mudah memotong kepala zombie. "Tidak, aku hanya sedikit menguasai pedang." Adam tersenyum.
Disebuah ruangan dua pemuda dan tiga perempuan terkejut melihat Adam dengan mudahnya membunuh zombie. "Apa kita akan mengikuti mereka, jika tidak salah itu guru Jessica." Kata seorang perempuan berkulit coklat. "Kemudian kita akan pergi kemana, di jalan sudah banyak ratusan zombie. Apa kamu tidak menonton video di internet." Seorang pemuda cemberut. "Lalu, apa kita akan disini selamanya." Salah satu perempuan berkulit kuning dan berambut pendek cemberut. "Baiklah, ayo ikuti mereka." Pemuda menghela nafas lalu membuka pintu.
"Adam tunggu." Adam melihat Ratih menarik bajunya. "Ada apa." Balas Adam berhenti berlari. "Lihat dibelakang." Balas Ratih. Adam melihat dua pemuda dan tiga perempuan berlari ke arah mereka.
"Huh, huh. Ratih tidak kusangka ini kamu." Kata seorang pemuda terengah-engah. Adam mengabaikan pemuda lalu melihat dua zombie berlari ke arah mereka. Adam berlari ke arah dua zombie lalu menebas kepalanya. "Slasshh" "Slasshh." Adam memotong kepala zombie dengan mudah.
"Ayo lari." Adam mencoba menahan untuk tidak muntah dan mulai berlari. Semua orang mengangguk dan mengikuti Adam.
Tidak lama kemudian Adam melihat Doni yang melambai kearahnya. "Si pengecut itu." Adam jengkel melihat Doni tetap berada di gerbang. "Ratih apa kamu tidak apa-apa." Doni melihat Ratih. "Kakak pengecut, kamu tidak bisa diandalkan. Aku lebih suka menjadi adik Adam dari pada adikmu." Ratih mendengus. "Maaf, aku terlalu takut untuk pergi." Doni tersenyum malu.
"Jip hanya bisa menampung empat orang apa yang akan kalian lakukan." Adam melihat para siswa. Semua siswa cemberut mendengar kata Adam. "Adam di depan kita ada truck, jika ada kuncinya aku bisa menyetir." Kata Doni menunjuk truck di sebrang jalan.
"Ahh, tapi truck itu milik orang lain. Jika kamu mengambilnya itu artinya kamu mencuri" Kata Jessica memotong perkataan Doni. Adam menatap Jessica kemudian berkata. "Baiklah Don, ayo kita pergi dengan Jip. Kita mengajak Katrine dan Silvi teman Ratih." "Baiklah kalau begitu." Doni mengangguk.
"Tunggu, lalu bagaimana dengan kita." Seorang pemuda gugup. "Itu urusanmu." Doni membalas dengan jengkel. Dia sudah berinisiatif membantu menyetir truck, dan membiarkan mereka naik. Tapi sarannya ditolak.
"Uuhh." Saat ini Jessica cemberut. Dia tahu bahwa perkataanya salah. Jessica menatap Adam dan berkata. "Aku hanya takut jika kita ketahuan mencuri truck, kita semua bisa dipenjara." "Bu, kita bisa menjelaskannya pada polisi. Yang terpenting kita bisa pergi dari sini." Kata seorang perempuan. "Benar bu, itu bisa dipikirkan nanti. Polisi saat ini pasti sedang fokus membunuh zombie." Balas pemuda. Jessica menghela nafas dan mengangguk.
"Baiklah, cepat periksa truck Don." Kata Adam. "Oke." Doni mengangguk lalu melihat bahwa kunci tetap menancap. Doni mulai menyelakan mesin dan truck tiba-tiba menyala. "Adam kendarai mobil jipku." Doni turun dan melempar kunci ke Adam.
"Ratih, Katrine, Silvi kalian masuk dimobil." Kata Adam. "Baik." Ketiga perempuan mengangguk. "Kalian semua ayo naik." Kata Doni melihat Jessica dan para siswa. Semua orang kemudian mulai naik di atas truck.
"Don, aku memimpin jalan." Kata Adam menyalakan mobil Jip lalu mulai menyetir. "Baik." Doni menyetir truck dan mengikuti di belakang mobil jip yang dikendarai Adam.
"Adam di depan ada beberapa zombie." Ratih yang duduk di kursi depan berteriak melihat ada beberapa zombie dijalan. "Kalian semua kenakan sabuk pengaman." Adam berteriak lalu menancap pedal gas. "Ahhh." Ketiga perempuan berteriak melihat Adam menabrak beberapa zombie. "Bruak." "bruak."
"Kaca mobil hampir pecah." Adam tersenyum kecut melihat retakan di kaca depan mobil. "Adam apa kamu bisa melihat dengan kaca yang retak." Tanya Ratih khawatir. "Tenang, penglihatanku sangat baik." Balas Adam. "Penglihatanku semakin bagus saat menambahkan poin di vitalitas." Gumam Adam.
Selama di perjalanan Adam terus menabrak beberapa zombie dengan mobil jip yang dia kendarai. Sementara Doni mengikuti Adam dengan truck yang dia kendarai. "Akhirnya kita sampai." Adam melihat rumahnya lalu menabrak 1 zombie yang berdiri di tengah jalan. "Adam kamu mungkin telah menabrak lebih dari 50 zombie di jalan." Ratih cemberut menatap Adam.
"Uueek." "Uueek." Katrine dan Silvi muntah di dalam mobil. "Haha, maaf dua gadis cantik, aku bukan sopir yang berpengalaman." Adam tertawa melihat Katrine dan Silvi muntah. "Huuhh." Ratih mendengus .
"Baiklah, ayo turun dari mobil." Adam mengambil katana lalu turun dari mobil. Ratih, Katrine dan Silvi juga turun dari mobil. "Kita akhirnya sampai." Doni turun dan menghela nafas. Adam melihat 6 orang yang turun dari truck dan berkata. "Kalian semua akan tinggal sementara dirumah Ratih."
"Ahh, kenapa dirumah." Doni terkejut. "Karena mereka hanya mengenal Ratih." Balas Adam. "Benar juga, mereka hanya mengenal adikku." Doni mengangguk. "Maaf kalau merepotkanmu." Kata Jessica kepada Doni. "Tidak masalah, sesama manusia harus saling membantu." Doni tersenyum.
"Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu." kata Adam lalu berjalan ke rumahnya. Semua orang melihat Adam berjalan ke rumahnya. "Apa mayat di depan rumahnya itu zombie." Tanya seorang perempuan berkulit coklat. "Benar, aku melihatnya memukul kedua zombie dengan tongkat bisbol. Jadi aku memutuskan untuk mengajak Adam menjemput adikku." Balas Doni. "Akhirnya hanya Adam yang menjemputku di ruang uks." Ratih mendengus.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Semau Gue
hah,, renji? siapa renji???
2022-05-09
1
Reza
ggh
2022-04-12
1
Wahid Geming
lagi lanjutkan thor. apa teman adam nnti jadi kuat juga?
2022-03-27
2