7. Kembali

"Apa kalian ingin mengikutiku meninggalkan sekolah ini." Adam menatap Ratih dan ketiga perempuan. "Aku ikut denganmu." Katrine menjawab. "Aku juga." Balas Silvi. "Aku juga ikut." Jessica mengangguk. "Adam apa kita perlu mencari kakakku." Balas Ratih. "Dia mungkin masih berada di gerbang." Balas Adam.

"Ayo lari." Kata Adam melihat bahwa tidak ada zombie. "Emm." Keempat perempuan mengangguk dan berlari mengikuti Adam. "Adam di depan ada dua zombie." Ratih gugup melihat ada dua zombie di depannya. "Aku akan menghabisi mereka." Adam berlari lalu menebas dua kepala zombie. "Slsaasshh" "Buukk." Dua kepala zombie jatuh di tanah.

"Apa kamu ahli pedang." Katrine kagum melihat Adam dengan mudah memotong kepala zombie. "Tidak, aku hanya sedikit menguasai pedang." Adam tersenyum.

Disebuah ruangan dua pemuda dan tiga perempuan terkejut melihat Adam dengan mudahnya membunuh zombie. "Apa kita akan mengikuti mereka, jika tidak salah itu guru Jessica." Kata seorang perempuan berkulit coklat. "Kemudian kita akan pergi kemana, di jalan sudah banyak ratusan zombie. Apa kamu tidak menonton video di internet." Seorang pemuda cemberut. "Lalu, apa kita akan disini selamanya." Salah satu perempuan berkulit kuning dan berambut pendek cemberut. "Baiklah, ayo ikuti mereka." Pemuda menghela nafas lalu membuka pintu.

"Adam tunggu." Adam melihat Ratih menarik bajunya. "Ada apa." Balas Adam berhenti berlari. "Lihat dibelakang." Balas Ratih. Adam melihat dua pemuda dan tiga perempuan berlari ke arah mereka.

"Huh, huh. Ratih tidak kusangka ini kamu." Kata seorang pemuda terengah-engah. Adam mengabaikan pemuda lalu melihat dua zombie berlari ke arah mereka. Adam berlari ke arah dua zombie lalu menebas kepalanya. "Slasshh" "Slasshh." Adam memotong kepala zombie dengan mudah.

"Ayo lari." Adam mencoba menahan untuk tidak muntah dan mulai berlari. Semua orang mengangguk dan mengikuti Adam.

Tidak lama kemudian Adam melihat Doni yang melambai kearahnya. "Si pengecut itu." Adam jengkel melihat Doni tetap berada di gerbang. "Ratih apa kamu tidak apa-apa." Doni melihat Ratih. "Kakak pengecut, kamu tidak bisa diandalkan. Aku lebih suka menjadi adik Adam dari pada adikmu." Ratih mendengus. "Maaf, aku terlalu takut untuk pergi." Doni tersenyum malu.

"Jip hanya bisa menampung empat orang apa yang akan kalian lakukan." Adam melihat para siswa. Semua siswa cemberut mendengar kata Adam. "Adam di depan kita ada truck, jika ada kuncinya aku bisa menyetir." Kata Doni menunjuk truck di sebrang jalan.

"Ahh, tapi truck itu milik orang lain. Jika kamu mengambilnya itu artinya kamu mencuri" Kata Jessica memotong perkataan Doni. Adam menatap Jessica kemudian berkata. "Baiklah Don, ayo kita pergi dengan Jip. Kita mengajak Katrine dan Silvi teman Ratih." "Baiklah kalau begitu." Doni mengangguk.

"Tunggu, lalu bagaimana dengan kita." Seorang pemuda gugup. "Itu urusanmu." Doni membalas dengan jengkel. Dia sudah berinisiatif membantu menyetir truck, dan membiarkan mereka naik. Tapi sarannya ditolak.

"Uuhh." Saat ini Jessica cemberut. Dia tahu bahwa perkataanya salah. Jessica menatap Adam dan berkata. "Aku hanya takut jika kita ketahuan mencuri truck, kita semua bisa dipenjara." "Bu, kita bisa menjelaskannya pada polisi. Yang terpenting kita bisa pergi dari sini." Kata seorang perempuan. "Benar bu, itu bisa dipikirkan nanti. Polisi saat ini pasti sedang fokus membunuh zombie." Balas pemuda. Jessica menghela nafas dan mengangguk.

"Baiklah, cepat periksa truck Don." Kata Adam. "Oke." Doni mengangguk lalu melihat bahwa kunci tetap menancap. Doni mulai menyelakan mesin dan truck tiba-tiba menyala. "Adam kendarai mobil jipku." Doni turun dan melempar kunci ke Adam.

"Ratih, Katrine, Silvi kalian masuk dimobil." Kata Adam. "Baik." Ketiga perempuan mengangguk. "Kalian semua ayo naik." Kata Doni melihat Jessica dan para siswa. Semua orang kemudian mulai naik di atas truck.

"Don, aku memimpin jalan." Kata Adam menyalakan mobil Jip lalu mulai menyetir. "Baik." Doni menyetir truck dan mengikuti di belakang mobil jip yang dikendarai Adam.

"Adam di depan ada beberapa zombie." Ratih yang duduk di kursi depan berteriak melihat ada beberapa zombie dijalan. "Kalian semua kenakan sabuk pengaman." Adam berteriak lalu menancap pedal gas. "Ahhh." Ketiga perempuan berteriak melihat Adam menabrak beberapa zombie. "Bruak." "bruak."

"Kaca mobil hampir pecah." Adam tersenyum kecut melihat retakan di kaca depan mobil. "Adam apa kamu bisa melihat dengan kaca yang retak." Tanya Ratih khawatir. "Tenang, penglihatanku sangat baik." Balas Adam. "Penglihatanku semakin bagus saat menambahkan poin di vitalitas." Gumam Adam.

Selama di perjalanan Adam terus menabrak beberapa zombie dengan mobil jip yang dia kendarai. Sementara Doni mengikuti Adam dengan truck yang dia kendarai. "Akhirnya kita sampai." Adam melihat rumahnya lalu menabrak 1 zombie yang berdiri di tengah jalan. "Adam kamu mungkin telah menabrak lebih dari 50 zombie di jalan." Ratih cemberut menatap Adam.

"Uueek." "Uueek." Katrine dan Silvi muntah di dalam mobil. "Haha, maaf dua gadis cantik, aku bukan sopir yang berpengalaman." Adam tertawa melihat Katrine dan Silvi muntah. "Huuhh." Ratih mendengus .

"Baiklah, ayo turun dari mobil." Adam mengambil katana lalu turun dari mobil. Ratih, Katrine dan Silvi juga turun dari mobil. "Kita akhirnya sampai." Doni turun dan menghela nafas. Adam melihat 6 orang yang turun dari truck dan berkata. "Kalian semua akan tinggal sementara dirumah Ratih."

"Ahh, kenapa dirumah." Doni terkejut. "Karena mereka hanya mengenal Ratih." Balas Adam. "Benar juga, mereka hanya mengenal adikku." Doni mengangguk. "Maaf kalau merepotkanmu." Kata Jessica kepada Doni. "Tidak masalah, sesama manusia harus saling membantu." Doni tersenyum.

"Baiklah kalau begitu, aku pulang dulu." kata Adam lalu berjalan ke rumahnya. Semua orang melihat Adam berjalan ke rumahnya. "Apa mayat di depan rumahnya itu zombie." Tanya seorang perempuan berkulit coklat. "Benar, aku melihatnya memukul kedua zombie dengan tongkat bisbol. Jadi aku memutuskan untuk mengajak Adam menjemput adikku." Balas Doni. "Akhirnya hanya Adam yang menjemputku di ruang uks." Ratih mendengus.

Terpopuler

Comments

Semau Gue

Semau Gue

hah,, renji? siapa renji???

2022-05-09

1

Reza

Reza

ggh

2022-04-12

1

Wahid Geming

Wahid Geming

lagi lanjutkan thor. apa teman adam nnti jadi kuat juga?

2022-03-27

2

lihat semua
Episodes
1 1. Mendapatkan Smartphone Canggih
2 2. Kecoa Mutasi
3 3. Zombie
4 4. Zombie II
5 5. Permintaan
6 6. Bertemu Ratih
7 7. Kembali
8 8. Godaan
9 9. Serangan Semut
10 10. Membulatkan Tekad
11 11. Evolusi
12 12. Gorila Mutasi
13 13. Terluka Parah
14 14. Steak Hewan Bermutasi
15 15. Tawaran
16 16. Melawan Zombie Evolusi
17 17. Konflik
18 18. Serangan Zombie
19 19. Melarikan Diri
20 20. Bertemu Guru Sekolah
21 21. Bertemu Penjahat
22 22. Pertempuran
23 23. Kematian Bunga Dan Intan
24 24. Mimpi Buruk
25 25. Pelampiasan
26 26. Melawan Anjing Bermutasi
27 27. Pergi Ke Kota Lain
28 28. Berpisah
29 29. Merry Agustina
30 30. Kehilangan Kendali
31 31. Bertemu Kenalan
32 32. Hari Yang Sial
33 33. Melawan Zombie Saat Terluka
34 34. Saudara Kembar
35 35. Melawan Musang
36 36. Tiba Di Kota Probolinggo
37 37. Istirahat
38 38. Bertemu Ratih
39 39. Tiba Di Kota Pasuruan
40 40. Kalajengking
41 41. Berburu Zombie Dalam Perjalanan
42 42. Ular
43 43. Invasi Zombie
44 44. Asal Mula Kejadian
45 45. Hal Baru
46 46. Reuni
47 47. Bercerita
48 48. Melawan Samsuri Dan Kelompoknya
49 49. Akhir Dari Pertempuran
50 50. Tiba Di Surabaya Volume 1 END
51 51. Regu Pembunuh Zombie
52 52. Zombie Kekuatan Tipe 2
53 53. Membunuh Ratusan Zombie
54 54. Evolusi Fase Ke 2
55 55. Evolusi Fase Ke 2 II
56 56. Curiga
57 57. Melarikan Diri
58 58. Apakah God Itu Ada
59 59. Zombie Tipe Daya Tahan
60 60. Santy
61 61. Melawan Puluhan Kucing
62 62. Serangan Burung Gagak
63 63. Istirahat
64 64. Meninggalkan Kota Malang
65 65. Melawan Ribuan Tikus
66 66. Upragade Smartphone Versi 3.0
67 67. Serum Super Soldier
68 68. Melepaskan Hawa Nafsu
69 69. Kembali Ke Surabaya
70 70. Bertemu Kembali Dengan Zombie Tipe Kecerdasan Volume II END
Episodes

Updated 70 Episodes

1
1. Mendapatkan Smartphone Canggih
2
2. Kecoa Mutasi
3
3. Zombie
4
4. Zombie II
5
5. Permintaan
6
6. Bertemu Ratih
7
7. Kembali
8
8. Godaan
9
9. Serangan Semut
10
10. Membulatkan Tekad
11
11. Evolusi
12
12. Gorila Mutasi
13
13. Terluka Parah
14
14. Steak Hewan Bermutasi
15
15. Tawaran
16
16. Melawan Zombie Evolusi
17
17. Konflik
18
18. Serangan Zombie
19
19. Melarikan Diri
20
20. Bertemu Guru Sekolah
21
21. Bertemu Penjahat
22
22. Pertempuran
23
23. Kematian Bunga Dan Intan
24
24. Mimpi Buruk
25
25. Pelampiasan
26
26. Melawan Anjing Bermutasi
27
27. Pergi Ke Kota Lain
28
28. Berpisah
29
29. Merry Agustina
30
30. Kehilangan Kendali
31
31. Bertemu Kenalan
32
32. Hari Yang Sial
33
33. Melawan Zombie Saat Terluka
34
34. Saudara Kembar
35
35. Melawan Musang
36
36. Tiba Di Kota Probolinggo
37
37. Istirahat
38
38. Bertemu Ratih
39
39. Tiba Di Kota Pasuruan
40
40. Kalajengking
41
41. Berburu Zombie Dalam Perjalanan
42
42. Ular
43
43. Invasi Zombie
44
44. Asal Mula Kejadian
45
45. Hal Baru
46
46. Reuni
47
47. Bercerita
48
48. Melawan Samsuri Dan Kelompoknya
49
49. Akhir Dari Pertempuran
50
50. Tiba Di Surabaya Volume 1 END
51
51. Regu Pembunuh Zombie
52
52. Zombie Kekuatan Tipe 2
53
53. Membunuh Ratusan Zombie
54
54. Evolusi Fase Ke 2
55
55. Evolusi Fase Ke 2 II
56
56. Curiga
57
57. Melarikan Diri
58
58. Apakah God Itu Ada
59
59. Zombie Tipe Daya Tahan
60
60. Santy
61
61. Melawan Puluhan Kucing
62
62. Serangan Burung Gagak
63
63. Istirahat
64
64. Meninggalkan Kota Malang
65
65. Melawan Ribuan Tikus
66
66. Upragade Smartphone Versi 3.0
67
67. Serum Super Soldier
68
68. Melepaskan Hawa Nafsu
69
69. Kembali Ke Surabaya
70
70. Bertemu Kembali Dengan Zombie Tipe Kecerdasan Volume II END

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!