1 jam telah berlalu saat ini Adam melihat berita dari internet. "Presiden mengatakan bahwa masyarakat harus tenang dan bersembunyi di rumah. Tentara dan polisi sudah turun untuk mengatasi masalah." Adam membaca berita di internet.
"Aku ragu tentara dan polisi bisa mengatasi masalah ini. Karena di film-film, zombie hampir memusnahkan setengah dari jumlah umat manusia di dunia." Adam menggeleng mengingat banyak film zombie yang dia tonton dan endingnya selalu menyedihkan.
"Tok, tok. Adam apa kamu ada di dalam." Adam mendengar suara seseorang berteriak dan mengetuk pintu. Adam lalu berjalan ke arah ruang tamu dan melihat Nina pembantu rumah tangganya berdiri di depan pintu. "Adam, dia Doni. Apa aku perlu membuka pintu." Tanya Adam.
"Tunggu, biar aku saja yang buka." Balas Adam memegang tongkat bisbol, lalu berjalan ke arah jendela. Adam mengintip dari jendela dan melihat seorang pria seusianya. Adam membuka pintu dan melihat Doni terengah-engah. "Masuklah dulu sebelum berbicara." Kata Adam melihat Doni hendak berbicara.
"Baiklah." Doni lalu masuk ke dalam rumah dan duduk di kursi. "Ada apa." Tanya Adam. "Aku minta tolong kepadamu Adam." Balas Doni menatap Adam. "Bicaralah, aku akan membantumu jika itu tidak membahayakan diriku." Balas Adam. Mendengar kata Adam, Doni cemberut lalu berkata. "Aku ingin minta tolong padamu, untuk menemaniku menjemput adikku di sekolahnya. Dia baru saja mengirim pesan kepadaku. Bahwa dirinya terjebak di ruang uks. Semua teman di sekolahnya tiba-tiba menjadi gila dan saling menyerang."
"Kamu jelas tahu, saat ini berbahaya untuk pergi keluar." Adam menatap Doni dengan ekspresi serius. "Aku tahu, jika kamu bersedia ikut bersamaku untuk menjemput adikku. Aku akan memberimu uang." Balas Doni. "Kamu tahu, aku tidak terlalu tertarik dengan uang." Adam mencibir.
"Lalu apa yang kamu inginkan." Balas Doni. Adam menatap Doni lalu berbicara. "Aku akan pergi menemanimu. Tapi kamu berhutang padaku." "Terimakasih Adam." Doni senang. "Baiklah, ayo cepat pergi. Saat ini zombie jumlahnya masih tidak terlalu banyak." Balas Adam. "Baik." Doni berkata dengan ekspresi serius lalu berlari ke luar rumah.
"Bibi, jaga rumah saat aku pergi." Kata Adam melihat Nina. "Baik Adam, kamu berhati-hatilah." Balas Nina. Adam mengangguk. "Ayo Adam." Doni yang di dalam mobil berteriak. Adam berjalan ke arah mobil Jip yang dikendarai Doni. "Mobil ini hanya cukup untuk 4 orang." Kata Adam masuk ke dalam mobil. "Tidak masalah, kita berdua hanya menjemput adikku."
"Woar." Adam dan Doni melihat tiga zombie berjalan ke arah mereka. "Doni tabrak mereka." Teriak Adam. "Aku tahu." Balas Doni dengan gugup lalu menginjak pedal gas dan menabrak tiga zombie. "Buk." "Buk." "Apa mereka mati." Doni berkata dengan gugup. "Abaikan saja, kita harus cepat menemui adikmu." Balas Adam. "Baik." Doni mengangguk lalu menginjak pedal gas.
"Baru satu jam tapi sudah begitu banyak zombie." Adam melihat di jalanan banyak sekali zombie. "Bahkan lalat sebesar tangan kita." Doni ketakutan melihat puluhan lalat sebesar tangan yang terbang berkerumun di sebuah mayat. "Fokulsah menyetir." Balas Adam serius. Doni mengangguk lalu mulai fokus menyetir.
Adam tersenyum kecut saat melihat banyak orang yang berlari lalu digigit oleh zombie. "Aku tidak ingin mati seperti mereka." "Aku juga." Balas Doni dengan cemberut. "Berapa lama kita akan sampai di sekolah adikmu." Tanya Adam. "Mungkin 10 menit lagi, karena aku mencoba menghindari mobil yang menghalangi jalan." Balas Doni. "Tetap fokus menyetir kalau begitu." Balas Adam.
Selama di perjalanan mobil Jip yang di kemudikan Doni sudah menabrak puluhan zombie. "Jika aku yang mengendarai mobil, lalu menabrak puluhan zombie sampai mati. Apa aku tetap mendapatkan exp." Gumam Adam melihat bekas darah dan satu bola mata yang menempel di jendela mobil Jip.
"Adam akhirnya kita sampai." Kata Doni menghentikan mobil di depan sebuah sekolah. "Lihatlah, apa mereka semua zombie." Doni dengan gugup menunjuk puluhan zombie yang berkumpul di tengah lapangan. "Mereka pasti zombie." Balas Adam dengan ekspresi serius melihat puluhan zombie dilapangan.
"Bagaimana cara kita menuju ruang uks." Kata Doni dengan cemberut. Dia dan Adam pasti akan ketahuan oleh zombie. Adam terdiam beberapa detik lalu berkata. "Aku akan mengalihkan perhatian para zombie, kemudian kamu pergi ke ruang uks." "Ahh, itu berbahaya Adam." Doni terkejut dengan saran Adam.
"Tenang saja, aku akan baik-baik saja." Adam turun dari mobil Jip, dan berjalan menuju gerbang sekolah. Adam membuka aplikasi keranjang, atau aplikasi shop di smartphone specialnya. "Aku akan membeli granat tangan." Adam melihat harga 1 buah granat tangan 1 coin, sedangkan dia memiliki 99 coin. Adam kemudian membeli 4 granat tangan.
Adam melihat cahaya putih keluar dari smartphonenya, kemudian 4 granat tangan muncul di depannya. Adam menaruh 4 granat tangan di sakunya. "Kemarilah." Adam memberi isyarat kepada Doni untuk mendekat ke arahnya. Doni mengangguk dengan gugup dan berjalan menuju Adam.
"Ingat apa yang aku katakan tadi." Adam menatap Doni. "Aku ingat." Doni menjawab dengan gugup. Adam membuka gerbang sekolah dan berteriak. "Zombie kemarilah." "Woar." Puluhan zombie melihat Adam dan berlari ke arahnya. "Adam sudah gila." Doni dengan cepat bersembunyi di balik tembok gerbang.
"Terima ini." Adam melemparkan sebuah granat ke arah zombie. "Boom." Granat meledak dan beberapa zombie terpental jauh. "Haha, rasakan itu." Adam tertawa kemudian berlari. Doni yang melihat Adam melempar sebuah granat terkejut. "Dimana dia mendapatkan granat, apakah dia mencuri dari markas tentara." Doni heran.
Adam saat ini yang berlari melihat zombie semakin dekat ke arahnya. "Aku harus meningkatkan kecepatan dan staminaku setelah level up." Adam mengigit bibirnya. Adam tiba-tiba berbalik kemudian melemparkan granat ke zombie. "Booomm." "Makan itu." Adam tersenyum melihat beberapa zombie terpental.
Adam yang saat ini berlari, menoleh dibelakang dan melihat beberapa zombie yang mengikutinya. Adam mengecek di saku celananya dan melihat hanya ada dua granat tersisa. "Baiklah. Aku akan menggunakan semuanya." Adam berhenti lalu menarik tuas granat dan melemparkannya ke arah zombie. "Booomm." Granat meledak dan beberapa zombie terpental.
"Terima ini juga." Sekali lagi Adam melempar granat ke zombie yang masih berdiri. "Booomm." Granat meledak. "Rasakan itu." Adam melihat lima zombie yang masih berdiri kemudian berlari.
Adam yang berlari terkejut melihat ada tiga zombie, yang tiba-tiba muncul di depannya. "Oh, tidak." Adam melihat ke samping dan terkejut dengan tulisan ruang uks. Adam berlari ke ruang uks. "Hei, buka pintunya." Adam memukul pintu dengan keras.
"Ahh, Adam." Kata suara seorang perempuan dari dalam ruangan uks. "Apa kamu Ratih, aku kesini untuk menjemputmu. Cepat buka pintu." Adam panik melihat kawanan zombie semakin mendekat ke arahnya. "Baik." Balas suara perempuan kemudian pintu terbuka. Adam masuk ke dalam ruang uks dengan sangat cepat, dan mengkunci pintu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Reza Aditiya
kocak MC knpa ga beli senjata padahal punya coin
2024-11-11
0
🍁mahes❣️💋🄻🄴🄱🄰🅁🄰🄽👻ᴸᴷ
asli aku pernah baca yg mirip banget dengan ini..
2024-06-27
0
Lis Putrie
maraton aku bacanya 🤣🤣
2022-07-17
1