"Kenapa kakek membiarkannya pergi, bukankah dia belum sembuh total." Intan melihat Edi. "Aku mempunyai firasat dia tidak akan mati dengan mudah. Aku juga akan mengawasinya." Balas Edi.
Adam berjalan keluar rumah kemudian melihat beberapa zombie yang berdiri di jalan. Adam mengambil sebuah batu kemudian melempar ke zombie. "Buk." "Woarr." Zombie berteriak saat batu mengenai kepalanya dan melihat ke arah Adam. "Kemarilah." Adam memegang pedang katana dan memasang kuda-kuda.
"Kek, apa kamu yakin Adam bisa menang melawan zombie." Intan khawatir saat melihat zombie berlari ke arah Adam. "Jangan meremehkan dia, kamu tidak tahu alasan mengapa dia terluka." Balas Edi. "Memang dia terluka karna apa kek." Intan penasaran. "Dia terluka karna melawan monyet bermutasi setinggi 3 meter lebih." Balas Adam. "Apa!!." Intan terkejut.
Saat ini Adam yang memasang kuda-kuda bertarung melihat zombie mendekat ke arahnya. "Mati." kata Adam menebas leher zombie. "Slaasshh." "Bukuk." Kepala zombie jatuh dan menggelinding. "Woar." Adam melihat beberapa zombie berlari ke arahnya. "Semuanya kemarilah." Adam berkata dengan percaya diri. Setelah mendekati kematian, Adam tidak takut lagi terhadap zombie biasa.
"Slasshh. Slasshh." Adam dengan mudahnya membunuh zombie yang menyerangnya. "10." Kata Adam melihat zombie terakhir yang dia bunuh. "Woar." "Tidak ada habisnya." Adam menghembuskan napas ketika melihat zombie mulai berdatangan ke arahnya.
"Kakek, apa dia ahli pedang." Intan kagum melihat Adam dengan mudahnya menebas zombie. "Aku tidak tahu, aku yakin sebelum dia terluka. Dia telah membunuh banyak zombie dengan pedangnya." Balas Edi.
5 menit kemudian Adam terengah-engah saat berdiri di tumpukan zombie. "Sepertinya aku harus beristirahat dulu." "Wooaarr." Saat hendak beristirahat Adam melihat zombie berkulit merah yang tingginya 3 meter lebih. "Ini pasti zombie yang diceritakan Edi." Adam melihat zombie dengan ekspresi buruk.
"Zombie itu muncul." Edi berkata dengan ekspresi buruk kemudian keluar dari rumah. "Adam cepat masuk ke dalam rumah." kata Edi kepada Adam. "Sudah terlambat untuk masuk ke dalam rumah. Dia pasti mengetahui kita." Adam tersenyum kecut.
"Boomm!!." Namun detik berikutnya Adam melihat zombie meledak. "Ehh." Adam dan Edi terkejut melihat zombie tiba-tiba meledak. "Tentara." Kata Edi melihat 5 pria dengan seragam hijau membawa senjata dan bazooka.
"Apa kalian manusia evolusi." Tanya seorang tentara melihat Adam dan Edi. "Tidak, aku hanya manusia biasa." Balas Adam. "Aku juga tidak, aku hanya seorang pelatih fitness." Kata Edi. "Tidak mungkin manusia biasa dapat membunuh puluhan zombie." Seorang tentara melihat mayat zombie yang tergeletak dimana-mana. "Aku cukup mahir menggunakan pedang, jadi membunuh zombie biasa bukan masalah." Balas Adam.
"Oh, apakah kamu tertarik bergabung dengan tentara. Saat ini kami membutuhkan orang sepertimu untuk mengalahkan zombie." Kata seorang tentara. "Maaf, aku masih belum sembuh total. Tulang rusukku patah." Balas Adam. "Dia benar, tulang rusuknya patah akibat bertempur melawan monyet bermutasi." Lanjut Edi.
5 tentara terkejut dengan kata Adam dan Edi. "Jika kamu sudah sembuh, datanglah ke markas tentara di kawasan Jember. Sebut namaku Abi dan bilang kamu direkomendasikan olehku." Kata seorang tentara. "Terimakasih atas tawarannya, aku akan memikirkannya setelah sembuh." Balas Adam. Seorang tentara mengangguk kemudian pergi diikuti tentara lainnya.
"Mereka pasti membentuk kelompok kecil dan mulai membersihkan zombie di kawasan tertentu." Kata Edi. "Benar, aku menabak tentara yang bernama Abi manusia yang berevolusi." Balas Adam. "Mungkin." Kata Edi.
Adam dan Edi kemudian masuk ke dalam rumah. "Adam apa kamu baik-baik saja." Intan khawatir kemudian berjalan ke arah Adam. "Aku baik-baik saja Intan." Adam tersenyum kepada Intan. "Uhuk." Edi terbatuk. Mendengar kakeknya yang pura-pura batuk Intan tersipu malu.
"Aku akan istirahat dulu di kamar." Kata Adam kemudian masuk ke dalam kamar. Melihat Adam masuk ke dalam kamar Edi berkata. "Apa kamu menyukainya." "Ahh, siapa yang menyukainya kek." Balas Intan kemudian masuk ke dalam kamarnya. "Dasar, aku juga pernah muda." Edi menggeleng.
Saat ini Adam sudah duduk di kasur dan memegang smartphone special. "Aku ingin lihat statusku. Apakah sudah level up atau belum" Kata Adam kemudian melihat statusnya.
Nama : Adam Javier
Usia : 23 tahun
Level : 7 next level (5/70) exp
Kekuatan : 7
Agility : 6
Vitalitas : 15
Stamina : 2/7
Reflek : 6
Poin : 4
"Bagus, aku level up." Adam tersenyum melihat dirinya level up. "Apa aku harus menambahkan 4 poin yang kudapatkan ke vitalitas." Adam mulai ragu. "Aku sudah hampir sembuh total, jadi aku akan menambahkan 2 poin ke vitalitas, 1 poin di agility dan 1 poin di reflek." Kata Adam kemudian menambahkan poin.
"Uuhh." Adam mengigit bibirnya saat merasakan aliran listrik dari smartphone specialnya. "Aku merasa jauh lebih baik, mungkin aku 90 persen sudah sembuh." Adam tersenyum merasakan dirinya jauh lebih baik.
Adam kemudian keluar kamar dan melihat Edi yang sedang duduk termenung. "Apa yang kamu pikirkan pak." Tanya Adam. "Persediaan makanan hampir habis, mungkin cukup sampai 3 hari kedepan." Balas Edi menghela nafas.
"Oh, mengapa anda tidak mengambil makanan di supermarket." Kata Adam. "Aku tidak suka mencuri." Edi menggeleng. "Kamu orang baik pak. Tapi kita harus merubah cara berpikir kita di dunia yang hancur ini." Balas Adam. "Aku tahu." Edi menghela nafas. "Dirumahku banyak makanan, mengapa tidak pindah ke tempatku saja." Balas Adam tersenyum.
"Oh, itu ide bagus." Edi tersenyum. "Baiklah pak, panggil Intan untuk segera berkemas. Kita akan pergi sebentar lagi." Kata Adam. "Haha, oke nak. Kamu terlalu terburu-buru." Edi tertawa kemudian mulai memanggil Intan.
10 menit kemudian Adam, Edi dan Intan selesai berkemas. "Baiklah ayo berangkat." Kata Edi kemudian masuk ke bagasi dan menyalakan mobil. Adam dan Intan kemudian masuk ke dalam mobil. "Baiklah, kita berharap saat menuju rumah Adam. Tidak bertemu dengan zombie yang berevolusi dan hewan bermutasi." Kata Edi kemudian menyalakan mobil.
5 menit kemudian. "Adam apa rumahmu masih jauh." Kata Edi yang mengendarai mobil. "Jika kita berkendara seperti ini, mungkin 40 menit lagi sampai dirumahku." Balas Adam. "Hehe, aku sudah berusia 55 tahun jadi tidak berani mengendarai dengan cepat. Mengapa tidak kamu saja yang menyetir." Kata Edi. "Tidak, jika ada zombie berevolusi atau hewan bermutasi yang menghadang jalan aku akan langsung turun dan menghadapi mereka." Balas Adam dengan ekspresi serius.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 70 Episodes
Comments
Crow.
copas ya?
2024-04-17
1
Vincent Da Vinci
banyak kelemahan, coin x tunjuk, lepas tu poin x pernah bertambah walau membunuh banyak zombie, Dari awal mula hanya 4 poin sahaja 🤮🤮🤮
2023-11-10
1
Anak_umak
what Renji ?
2022-05-14
0