"brengksek.. ternyata mereka yang sudah mencuri data dari perusahaan" teriak Arash marah setelah melihat produk yang diluncurkan oleh perusahaan Alex.
John yang masih berada di ruangan yang sama dengan Arash lagi-lagi merasa ketakutan melihat kemarahan Arash.
Melihat John yang ketakutan Arash menginstruksikan sang sekretaris itu untuk keluar.
Setelah kepergian John, Arash kemudian menelpon Bryan dan Lucas untuk membicarakan hal tersebut.
"John saya ada urusan di luar, tolong kamu handle perusahaan selama saya tidak ada" kata Arash setelah sampai di depan meja sekertarisnya.
"Ta..tapi tuan, kita ada pertemuan penting dengan pihak dari Calista Group John memberanikan diri untuk mencegah kepergian tuannya.
"Apa tidak bisa di rescheduled ulang?" Tanya Arash.
"Maaf tuan, tapi ini keinginan dari pihak Calista Group tuan" kata John apa adanya.
Arash mendesah pelan.
"Jam berapa" tanya Arash.
"Jam 3 tuan"
Arash mengecek jam tangannya, masih ada waktu 40 menit pikirnya.
"Baiklah kamu bisa kesana sendiri, nanti saya akan menyusul" ucap Arash.
"Baik tuan"
"Saya pergi dulu"
John menghela nafas lega setelah punggung Arash benar-benar sudah tidak terlihat.
Arash mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sebab waktunya yang sangat singkat.
Sesampainya di tempat perjanjian dengan kedua sahabatnya Arash buru-buru turun dan mencari keberadaan keduanya.
Setelah masuk kedalam cafe terlihat Lucas yang melambai-lambaikan tangannya kepada Arash.
"Dateng juga lo bro" celetuk Lucas ketika Arash belum mendaratkan bokongnya pada kursi.
" Sori, gue ada urusan dulu tadi" ucap Arash.
Laki-laki itu pun langsung saja meminum minuman yang memang sudah di pesankan terlebih dahulu oleh temannya.
"Ada apa lo minta ketemuan disini?" Tanya Bryan to the point.
"Gue udah tau siapa yang mencuri data perusahaan bokap gue" ucap Arash membuat keduanya penasaran.
"Namanya Alex Fernandez pemilik perusahaan AF Group dan tadi pagi mereka sudah meluncurkan produk gue"
"Wah gila sih ini, mencuri produk orang dan meluncurkannya lebih dulu" celetuk Lucas dengan pemikirannya.
"Terus apa rencana lo?" Tanya Bryan.
"Gue belum ada ide, karena itu gue ngajak kalian ketemu" ucap Arash sambil mengecek jam tangannya.
"Sepertinya mereka bukan orang biasa deh, melihat mereka bisa mengambil data-data perusahaan lo ditengah penjagaan ketat dan berlapis oleh perusahaan" kata Bryan mengemukakan pendapatnya.
" Gue setuju sama lo Bry, soalnya kemaren gue coba-coba buat meretas data perusahaan lo, tapi gak akurat" tambah Lucas mengalihkan pandangannya kepada Arash.
"Jadi maksud kalian Alex Fernandez bukan orang sembarangan?" Tanya Arash memastikan.
"Menurut analisa gue begitu, sebab kita sudah menyelidiki ini beberapa hari namun sama sekali gak ada jejak dari si pelaku" timpal Bryan.
"Tapi gak nutup kemungkinan juga kalo ada orang dari dunia gelap yang melindungi si Alex ini" ujar Lucas.
Arash hanya mengangguk angguk mendengar pemikiran kedua sahabatnya.
Lagi-lagi pria itu mengecek jam tangannya dan kelakuan Arash itu mengganggu Lucas.
"Kenapa sih bro ngecek jam tangan mulu" protes Lucas melihat kelakuan Arash.
"Gue ada pertemuan penting habis ini" jawab Arash.
Keduanya hanya mengangguk.
"Gue cabut dulu ya, tolong pantau gerak gerik dari Alex Fernandez kalau ada yang mencurigakan kabarin gue" pesan Arash kepada kedua temannya.
"Gampang itu mah" celetuk Lucas mendapat hadiah toyoran di kepala dari Bryan.
"Sakit tau" ucap Lucas mendrama.
"Ck.. lebay" decak Bryan
Arash menggeleng kepala melihat kelakuan kedua sahabatnya itu.
Kemudian berlalu dari sana meninggalkan keduanya.
*******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Astuti tutik2022
Sayang shabatnya si Arash bukan hacker No 1
2023-12-12
2