Sore itu di ruang keluarga terlihat Attar tengah gelisah menunggu kedatangan sang Tante, Aruna.
Arianna yang juga ada di sana merasa heran melihat tingkah sang cucu pun angkat suara "Attar kamu kenapa sih nak gelisah begitu?" tanya Arianna.
"Attar lagi nungguin Aunty Aruna Oma" sahut Attar.
"loh emang kenapa sama Aunty Aruna tar?" tanya Arianna lagi merasa heran dengan tingkah cucunya.
"gapapa kok Oma" ujar Attar meyakinkan Arianna.
"Assalamualaikum" terdengar seseorang mengucapkan salam dari arah pintu.
"wa'alaikumsalam" ucap Arianna dan Attar kompak.
setelah melihat siapa yang datang Attar langsung tersenyum kemudian berlari memeluk orang tersebut.
"Aunty" sapanya riang.
"hei anak kecil gak boleh lari-larian" peringat Aruna.
"maaf Aunty" ujarnya tersenyum memperlihatkan deretan giginya.
"duh gemes banget" kata Aruna sambil mencubit pipi sang ponakan.
"ishhh.. Aunty jangan cubit cubit pipi Attar, aku kan udah gede" rengeknya memegang kedua pipinya membuat Aruna tertawa renyah.
"Aduh maaf ya sayang habisnya Aunty gemes liat pipi kamu" Ujar Aruna setelah tawanya reda.
Melihat pemandangan itu Arianna hanya bisa geleng-geleng kepala, pasalnya Attar cucunya tersebut masih terlihat kesal dengan Aruna.
"ok Attar maafin tapi Aunty harus bantu aku soal yang kemarin" ujar Attar setelah terdiam beberapa saat.
"heemmm.. iya deh nanti Aunty bantuin" ucap Aruna.
"sekarang Aunty" rengek Attar lagi.
mendengar sang cucu merengek akhirnya Arianna melerai.
"Attar mau di bantuin apa nak, sini biar Oma yang bantu" ujar Arianna mencoba menenangkan.
"eh, itu Attar ada tugas dari sekolah Oma" ujar Attar berbohong.
'maafin Attar ya Oma udah bohongin oma' batin Attar.
"yaudah sini biar oma yang bantu kasian Aunty kamu baru pulang, masih capek" ucap Arianna lagi.
"tapi.." ucap Attar pelan.
melihat wajah murung keponakannya membuat Aruna kasian juga.
tapi sebenarnya dia juga penasaran sih tentang seperti apa orang yang sudah menolong Attar sampai anak itu sebegitu antusias ingin mencarinya.
"gapapa Ma, biar Aruna aja yang bantuin" sela Aruna cepat.
"tapi kamu kan baru pulang"
"haha mama mah kayak aku abis pulang dari perang aja"
"kamu tuh ya mama lagi serius kamunya malah bercanda" maki Arianna.
"haha ampun Ma"
Arianna mendelik.
"Aruna ke atas dulu ya Ma." ujar Aruna kemudian bergegas menaiki tangga setelah mencium pipi Arianna.
"Attar ayo" ajaknya memanggil Attar.
"udah Ma jangan manyun gitu nanti cantiknya ilang loh" teriaknya lagi setelah sampai di pertengahan tangga bersama Attar.
kemudian berlari sambil tertawa menaiki tangga tersebut, Aruna memang selalu membawa keceriaan di rumah ini dengan keusilan nya.
"dasar anak itu" ucapnya sambil tersenyum dengan wajah yang tersipu malu.
"mama kenapa kok ngomong sendiri sambil tersenyum" dari arah pintu datang Arnan suami dari Arianna.
"eh papa bikin kaget aja" ujar Arianna memegangi dadanya.
Arnan mendekat kemudian merangkul bahu istrinya menuntunnya menuju kamar mereka.
"pertanyaan papa belum mama jawab loh sayang" ujar Arnan lagi.
"ish papa malu sama umur"
"gak ada yang dengar ini" elaknya.
Arianna mendelik namun tetap menjawab "siapa lagi kalo bukan anak kamu yang usil itu"
"anak mama juga" ralat suaminya.
"tapi usilnya kan turunan Papa banget"
"hahaha Papa gak pernah ngajarin loh Ma" Arnan tertawa renyah setelah mereka baru saja sampai di dalam kamar mereka yang terlihat sangat mewah dan elegan.
*******
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Astuti tutik2022
Ooh papa So sweet dech
2023-12-12
0