Ditempat lain Ziana baru saja sampai di ruangan tempat Zoey adik kecilnya di rawat .
Sebelumnya Claudia sudah memberitahu Ziana ruangan dan nomor kamar dimana Zoey dirawat. Jadi perempuan itu langsung saja masuk.
"Assalamualaikum" ujar Ziana berdiri di depan pintu.
"Wa'alaikumsalam" jawab semua orang yang ada didalam.
"Gimana keadaan Zoey Ma" tanya Ziana sambil menyalami tangan Bagas dan Claudia.
"Dia baru saja tidur Zi" beritahu Claudia sedangkan Bagas memilih duduk di sofa yang ada di ruangan itu tanpa berniat menyapa sang anak.
Ziana tidak ingin ambil pusing dengan sikap keras Bagas papanya.
Ziana memilih untuk duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari ranjang Zoey.
Cup
Ziana mengecup kening sang adik dengan sayang setelah mengecek suhu tubuhnya terlebih dahulu.
kemudian Ziana menelungkupkan kepalanya pada tempat tidur Zoey.
Mungkin karena lelah Ziana tidak sadar tertidur disana dengan posisi menelungkup dengan sebelah tangannya memegang tangan kecil Zoey.
Claudia yang melihat pemandangan itu tersenyum, dia tau meskipun Ziana belum sepenuhnya menerima dirinya, namun anak sambungnya itu begitu menyayangi Zoey anaknya dengan Bagas.
Claudia memakaikan sebuah selimut ketubuh Ziana guna melindunginya dari rasa dingin.
Saat tengah malam Zoey terbangun karena merasa haus.
"Ma..ma" desis gadis kecil itu dengan suara kecil.
Ziana yang tidurnya tidak terlalu nyenyak pun mendengar suara Zoey.
"Eenghh.. Zoey kenapa sayang?" Tanya Ziana dengan suara yang masih mengantuk.
"Kak Zizi.." ucap Zoey tidak percaya.
"Iyaa sayang ini kakak" kata Ziana tersenyum manis kepada adik kecilnya.
"Princess kenapa bangun.. apa butuh sesuatu?" Tanya Ziana lembut.
"Zoey haus kak" ucapnya dengan suara manja.
Ziana bergegas mengambilkan minum untuk Zoey dan membantunya untuk minum.
"Sekarang tidurlah" ucap Ziana kepada Zoey.
" Tapi Zoey sudah tidak mengantuk lagi kak" kata Zoey manja.
"Terus princessnya kakak mau apa Heemm?" tanya Ziana lembut sembari tersenyum.
"Zoey kangen kak Zizi" ucap anak kecil tersebut.
"Kak Zizi juga kangeeenn bangeet sama anak cantik ini" ujar Ziana gemas sambil mengusap lembut pipi adiknya.
"Zoey ingin tidul cambil di peluk kak Zizi boleh?" Ucap Zoey bertanya dengan raut wajah penuh harap.
"Hemm.. gimana yaa" ujar Ziana sengaja ingin menjahili adiknya.
Melihat adiknya yang masih lemas Ziana pun mengiyakan permintaan sang adik.
"Boleh dong sayang" ucap Ziana kemudian dan di sambut bahagia oleh Zoey.
Ziana pun naik ketempat tidur pasien milik Zoey dan memeluk anak kecil itu.
Zoey balas memeluk kakaknya erat.
"Zoey cenang banget bica bobo sambil di peluk kak Zizi" ucap Zoey masih sambil memeluk Ziana erat.
Ziana hanya tersenyum mendengar ucapan anak kecil itu.
"Jika dengan Zoey cakit bica di peluk kak Zizi telus, Zoey ndak apa-apa kok cakit telus" ucap anak kecil itu polos.
Ziana merasa sakit mendengar ucapan yang keluar dari adik kecilnya itu.
Dirinya merasa bersalah karena jarang ada waktu untuk Zoey.
Karena keegoisannya yang jarang pulang kerumah orangtuanya ternyata menyisakan rasa sedih di hati sang adik.
Namun Ziana juga merasa tersentuh karena ternyata adiknya sesayang itu kepadanya.
"Adek bilang apa sih, kakak gak suka ya denger adek bicara seperti itu" kata Ziana berusaha menahan air matanya.
"Maaf kak, Zoey cuma ingin celalu di peluk oleh kakak" ucap Zoey dengan suara yang sudah mau menangis.
Zoey mengira kalau Ziana marah makanya anak kecil itu ingin menangis.
"Sayang dengerin kakak.." ucap Ziana menatap mata adiknya.
"Kakak gak marah sama adek, tapi kakak gak suka dengar adek bicara seperti itu, kakak gak mau adek sakit, karena kakak sayang sama adek. Sekarang Zoey ngerti kan maksud kakak?" Ucap Ziana lagi menjelaskan.
Zoey mengangguk "maafin Zoey kak" ucap anak itu.
"Iya kakak maafin tapi harus janji dulu, lain kali gak boleh bicara seperti itu lagi" ujar Ziana mengarahkan jari kelingkingnya kearah Zoey.
Zoey dengan cepat mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Ziana.
"Zoey janji kak"
Cup
"Sekarang tidurlah" perintah Ziana setelah mengecup kepala Zoey dengan sayang.
Zoey kembali mengangguk kemudian memeluk Ziana lebih erat.
Ziana balas memeluk adiknya itu sambil mengusap-usap kepala sang adik agar cepat tertidur.
Tanpa mereka berdua sadari, sedari tadi Bagas mendengar semua obrolan keduanya.
Lelaki paruh baya itu meneteskan air matanya melihat betapa kedua putrinya saling menyayangi namun tidak bisa sering bertemu.
Semua karena dirinya yang membuat anak sulungnya itu tidak nyaman tinggal dirumah dan memilih tinggal di apartemennya sendiri.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
kalea rizuky
bagas bapak gendeng
2024-01-16
2
Astuti tutik2022
Aiiii si pak Gagas.....dasar bpk g ada ahlak
2023-12-12
0
Arin
maknya pak,klo benci sm mmanya ya jngn benci sm anakny juga dong,anak kan gtau apa"?
2023-12-08
0