Chapter 18

Ditempat lain Ziana baru saja sampai di ruangan tempat Zoey adik kecilnya di rawat .

Sebelumnya Claudia sudah memberitahu Ziana ruangan dan nomor kamar dimana Zoey dirawat. Jadi perempuan itu langsung saja masuk.

"Assalamualaikum" ujar Ziana berdiri di depan pintu.

"Wa'alaikumsalam" jawab semua orang yang ada didalam.

"Gimana keadaan Zoey Ma" tanya Ziana sambil menyalami tangan Bagas dan Claudia.

"Dia baru saja tidur Zi" beritahu Claudia sedangkan Bagas memilih duduk di sofa yang ada di ruangan itu tanpa berniat menyapa sang anak.

Ziana tidak ingin ambil pusing dengan sikap keras Bagas papanya.

Ziana memilih untuk duduk di sebuah kursi yang tidak jauh dari ranjang Zoey.

Cup

Ziana mengecup kening sang adik dengan sayang  setelah mengecek suhu tubuhnya terlebih dahulu.

kemudian Ziana menelungkupkan kepalanya pada tempat tidur Zoey.

Mungkin karena lelah Ziana tidak sadar tertidur disana dengan posisi menelungkup dengan  sebelah tangannya memegang tangan kecil Zoey.

Claudia yang melihat pemandangan itu tersenyum, dia tau meskipun Ziana belum sepenuhnya menerima dirinya, namun anak sambungnya itu begitu menyayangi Zoey anaknya dengan Bagas.

Claudia memakaikan sebuah selimut ketubuh Ziana guna melindunginya dari rasa dingin.

Saat tengah malam Zoey terbangun karena merasa haus.

"Ma..ma" desis gadis kecil itu dengan suara kecil.

Ziana yang tidurnya tidak terlalu nyenyak pun mendengar suara Zoey.

"Eenghh.. Zoey kenapa sayang?" Tanya Ziana dengan suara yang masih mengantuk.

"Kak Zizi.." ucap Zoey tidak percaya.

"Iyaa sayang ini kakak" kata Ziana tersenyum manis kepada adik kecilnya.

"Princess kenapa bangun.. apa butuh sesuatu?" Tanya Ziana lembut.

"Zoey haus kak" ucapnya dengan suara manja.

Ziana bergegas mengambilkan minum untuk Zoey dan membantunya untuk minum.

"Sekarang tidurlah" ucap Ziana kepada Zoey.

" Tapi Zoey sudah tidak mengantuk lagi kak" kata Zoey manja.

"Terus princessnya kakak mau apa Heemm?" tanya Ziana lembut sembari tersenyum.

"Zoey kangen kak Zizi" ucap anak kecil tersebut.

"Kak Zizi juga kangeeenn bangeet sama anak cantik ini" ujar Ziana gemas sambil mengusap lembut pipi adiknya.

"Zoey ingin tidul cambil di peluk kak Zizi boleh?" Ucap Zoey bertanya dengan raut wajah penuh harap.

"Hemm.. gimana yaa" ujar Ziana sengaja ingin menjahili adiknya.

Melihat adiknya yang masih lemas Ziana pun mengiyakan permintaan sang adik.

"Boleh dong sayang" ucap Ziana kemudian dan di sambut bahagia oleh Zoey.

Ziana pun naik ketempat tidur pasien milik Zoey dan memeluk anak kecil itu.

Zoey balas memeluk kakaknya erat.

"Zoey cenang banget bica bobo sambil di peluk kak Zizi" ucap Zoey masih sambil memeluk Ziana erat.

Ziana hanya tersenyum mendengar ucapan anak kecil itu.

"Jika dengan Zoey cakit bica di peluk kak Zizi telus, Zoey ndak apa-apa kok cakit telus" ucap anak kecil itu polos.

Ziana merasa sakit mendengar ucapan yang keluar dari adik kecilnya itu.

Dirinya merasa bersalah karena jarang ada waktu untuk Zoey.

Karena keegoisannya yang jarang pulang kerumah orangtuanya ternyata menyisakan rasa sedih di hati sang adik.

Namun Ziana juga merasa tersentuh karena ternyata adiknya sesayang itu kepadanya.

"Adek bilang apa sih, kakak gak suka ya denger adek bicara seperti itu" kata Ziana berusaha menahan air matanya.

"Maaf kak, Zoey cuma ingin celalu di peluk oleh kakak" ucap Zoey dengan suara yang sudah mau menangis.

Zoey mengira kalau Ziana marah makanya anak kecil itu ingin menangis.

"Sayang dengerin kakak.." ucap Ziana menatap mata adiknya.

"Kakak gak marah sama adek, tapi kakak gak suka dengar adek bicara seperti itu, kakak gak mau adek sakit, karena kakak sayang sama adek. Sekarang Zoey ngerti kan maksud kakak?" Ucap Ziana lagi menjelaskan.

Zoey mengangguk "maafin Zoey kak" ucap anak itu.

"Iya kakak maafin tapi harus janji dulu, lain kali gak boleh bicara seperti itu lagi" ujar Ziana mengarahkan jari kelingkingnya kearah Zoey.

Zoey dengan cepat mengaitkan jari kelingkingnya dengan kelingking Ziana.

"Zoey janji kak"

Cup

"Sekarang tidurlah" perintah Ziana setelah mengecup kepala Zoey dengan sayang.

Zoey kembali mengangguk kemudian memeluk Ziana lebih erat.

Ziana balas memeluk adiknya itu sambil mengusap-usap kepala sang adik agar cepat tertidur.

Tanpa mereka berdua sadari, sedari tadi Bagas mendengar semua obrolan keduanya.

Lelaki paruh baya itu meneteskan air matanya melihat betapa kedua putrinya saling menyayangi namun tidak bisa sering bertemu.

Semua karena dirinya yang membuat anak sulungnya itu tidak nyaman tinggal dirumah dan memilih tinggal di apartemennya sendiri.

*****

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

bagas bapak gendeng

2024-01-16

2

Astuti tutik2022

Astuti tutik2022

Aiiii si pak Gagas.....dasar bpk g ada ahlak

2023-12-12

0

Arin

Arin

maknya pak,klo benci sm mmanya ya jngn benci sm anakny juga dong,anak kan gtau apa"?

2023-12-08

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141 Ibu dan Anak
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165 : apakah dia waras
166 Chapter 166
167 Panggilan baru
168 Chapter 168
169 Bab 169 penyusup
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Chapter 175
176 Chapter 176
177 Chapter 177
178 Chapter 178
179 Chapter 179
180 Chapter 180
181 Chapter 181
182 Chapter 182
183 Chapter 183
184 Chapter 184
185 Chapter 185
186 Chapter 186
187 Chapter 187 Last
188 Extra part
189 Promo cerita on going
190 bukan extra part : Promo cerita baru
Episodes

Updated 190 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141 Ibu dan Anak
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165 : apakah dia waras
166
Chapter 166
167
Panggilan baru
168
Chapter 168
169
Bab 169 penyusup
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Chapter 175
176
Chapter 176
177
Chapter 177
178
Chapter 178
179
Chapter 179
180
Chapter 180
181
Chapter 181
182
Chapter 182
183
Chapter 183
184
Chapter 184
185
Chapter 185
186
Chapter 186
187
Chapter 187 Last
188
Extra part
189
Promo cerita on going
190
bukan extra part : Promo cerita baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!