"kamu ngapain ketawa-ketawa begitu" ucap Arianna mengagetkan Aruna.
"Mama.. ngagetin aja" keluh Aruna.
"Lagian ngapain kamu ketawa sendiri, dirumah sakit lagi, kan mama jadi ngeri" ujar Arianna bergidik sendiri.
"Ishh mama.. itu loh tadi ada kak Ziana sama temannya lucu banget" jelas Aruna kepada sang mama.
"Ziana siapa?" Tanya Arianna dengan wajah bingung.
"Itu Ma, yang sering di ceritain Attar, yang dia sebut Aunty Zi" ucap Aruna lagi, menjelaskan.
"Jadi barusan dia disini?" Tanya Arianna memastikan.
Aruna mengangguk.
"Kok gak bilang sama mama, kan mama juga mau ketemu" protes Arianna cemberut.
"Lah kan mama gak bilang" elak Aruna.
"Mama penasaran seperti apa sih perempuan yang selalu di ceritain oleh cucu mama" ucap Arianna.
" Aruna lupa Ma, lagian tadi mereka terlihat buru-buru katanya mau ada meeting penting" ucap Aruna menjelaskan.
"Oh jadi dia seorang pengusaha juga ya, nanti deh mama tanya-tanya sama kakak kamu atau sama papa kalau sudah sadar" ucap Arianna
"Bagaimana keadaan papa?" Ucap Aruna mengalihkan pembicaraan.
"Sana masuk kalau mau jengukin papa" ucap Arianna.
"Iya Ma, kalau begitu Aruna masuk dulu ya" pamitnya.
•
•
•
Sementara itu di perusahaan Arash yaitu Wijaya Group, kekacauan masih terus berlanjut.
Beberapa pemegang saham di perusahaan tersebut memilih menjual saham mereka dengan harga yang rendah.
Mengakibatkan nilai saham perusahaan menjadi turun.
Para investor pun mengetahui soal itu ditambah lagi produk yang akan diluncurkan telah di curi oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.
Alhasil banyak investor yang membatalkan kerjasama secara sepihak dan meminta ganti rugi karena merasa telah di permainkan.
Hanya beberapa orang yang masih bertahan untuk tidak ikut menjual saham mereka.
Yaitu orang-orang yang memang sudah lama menjalin kerjasama dan merupakan sahabat baik dari Arnan Wijaya.
"Saya ucapkan terimakasih kepada para hadirin yang masih setia kepada Wijaya Group, saya janji akan menyelesaikan kekacauan ini, meskipun ada beberapa ide produk yang berhasil di curi, tapi untungnya saya masih punya 1 produk yang saya yakin akan jadi booming, namun untuk saat ini saya harus bekerja ekstra untuk mencari investor yang mau di ajak untuk bekerja sama. Intinya cepat atau lambat saya janji akan mengembalikan kejayaan Wijaya Group. Terimakasih" Ujar Arash pada rapat direksi yang dilakukan secara mendadak.
"Jika ada yang ingin di tanyakan silahkan" ucap Arash.
Bapak dengan kepala plontos mengangkat tangannya untuk mengajukan pertanyaan.
"Ya silahkan" ucap Arash.
"Boleh saya tau produk seperti apa yang akan anda luncurkan" tanya pria plontos itu penasaran.
"Mohon maaf pak untuk sementara saya belum bisa membocorkannya, takutnya sipencuri itu punya mata-mata di sekitar perusahaan ini" Ucap Arash memberi alasan.
"Ya saya setuju dengan anda pak Arash" ucap salah seorang pria gemuk dengan rambut yang botak di bagian tengahnya.
Setelah mengakhiri rapat dadakan itu, Arash sudah kembali ke ruangannya.
"Jhon tolong ajukan proposal kepada perusahaan yang ada di list ini" Perintah Arash kepada sekertarisnya sembari menyodorkan kertas yang berisi list.
"Oh iya dan tolong kamu blacklist para investor yang sudah membatalkan kerjasama secara sepihak dengan kita." Sambung Arash.
"Siap pak, akan saya laksanakan, kalau begitu saya permisi" ucap Jhon undur diri setelah mengambil kertas yang tadi diberikan Arash.
"Heemm" Arash hanya berdehem.
'siapapun yang berani bermain-main denganku tidak akan ku beri ampun, akan kucari walau ke jalan tikus sekalipun' batin Arash menyeringai.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Astuti tutik2022
Klo lurus"aja rasanya g akan bisa dech Arash
2023-12-12
0