Chapter 10

Tok tok tok

Terdengar suara ketukan pintu dari arah luar menginterupsi kegiatan sang pemilik rumah yang tengah bersantai di ruang keluarga.

"Mbok.. tolong bukain pintunya" teriak seorang laki-laki paruh baya yang terlihat masih gagah diumurnya yang sudah menginjak angka 58 tahun.

"Iya tuan" ujar Mbok Tin yang merupakan art di rumah tersebut.

Cklek

"Nona Ziana" ujar Mbok Tin terkejut pasalnya anak majikannya ini sudah lama tidak pernah pulang.

"Assalamualaikum mbok" sapa Ziana tersenyum ramah.

"Wa'alaikumsalam Non, silahkan masuk" jawab Mbok Tin dengan mata yang berkaca-kaca.

"Mbok Zizi kangen" ucap Ziana memeluk mbok Tin, mereka memang sangat akrab sebab Ziana sedari kecil dirawat oleh si mbok.

"Mbok juga non" ujar mbok Tin membalas pelukan Ziana.

Setelah melerai pelukan, Ziana dipersilahkan masuk oleh Mbok Tin, perlahan Ziana melangkahkan kakinya kedalam rumah.

Matanya mengedar menatap setiap sudut rumah itu.

Rumah yang menjadi tempat tinggalnya dulu, rumah tempatnya tumbuh, rumah yang penuh kenangan tentang masa kecilnya.

Perlahan air mata Ziana menetes kala mengingat semua yang ia lalui didalam rumah itu, tak urung senyumnya pun terukir.

Namun Ziana dengan cepat mengusap air mata itu.

"Siapa yang datang Mbok?" Tanya Claudia ketika melihat mbok Tin.

Belum sempat mbok Tin menjawab suara salam menginterupsi mereka.

"Assalamualaikum" sapanya ketika melihat papa, mama, dan Zoey yang tengah berkumpul di ruang keluarga.

"Wa'alaikumsalam" hanya Claudia yang menjawab salam tersebut.

"Ingat pulang juga kamu"  cetus Bagas papa Ziana tanpa menoleh sedikitpun kearah sang anak.

"Mas.. jangan bicara seperti itu" sela Claudia cepat.

"Kak Ziziii" teriak Zoey berlari memeluk Ziana.

Dengan cepat Ziana berjongkok menyambut adik kecilnya.

"Kak Zizi, Zoey kangen banget cama kakak" ucap anak kecil yang berumur 3,5 tahun itu dengan aksen cadelnya.

"Kakak juga kangen sama Zoey" ujar Ziana menarik hidung Zoey sayang.

"Kakak angan pelgi-pelgi agi ya, dicini aja Ama Zoey" pintanya manja kembali memeluk leher Ziana di balas pelukan juga oleh Ziana.

"Oh iya kakak bawain Zoey mainan loh, mau liat gak?" Ujar Ziana mengalihkan pembicaraan Zoey.

"Mauu kak mana..mana" ujarnya antusias.

"Ini dia" Ziana memberikan beberapa paper bag yang berisi berbagai mainan.

"Wahh anyak anget minannya" ucap Zoey dengan mata berbinar.

"Bilang apa sayang sama kakaknya" interupsi sang mama.

"Makacih kakak Zizi"  ujarnya tersenyum memperlihatkan deretan gigi susunya.

"Sama-sama sayang" jawab Ziana mengusap pucuk kepala Zoey kemudian mengecup kepala adiknya sayang.

"Sekarang bawa mainannya ke kamar ya sayang" pinta Claudia.

" Iya Ma".

"Mba tolong anterin Zoey ke kamarnya ya" ujar Claudia kepada seorang baby sitter yang memang ditugaskan untuk menjaga Zoey.

"Baik Nyonya" ujar baby sitter tersebut berlalu bersama dengan Zoey.

Setelah kepergian Zoey, Ziana kemudian berjalan kearah papanya Bagas, untuk mencium tangan, kemudian kearah Claudia.

"Masih ingat pulang juga kamu" ucap papa Bagas.

"Maaf pa" jawab Ziana pelan.

"Apa yang mau kamu buktiin dengan keluar dari rumah" ujar papa datar masih tidak mau melihat kearah sang anak.

Ziana hanya mampu terdiam mendengar perkataan sang papa, sedangkan Claudia tidak ingin terlalu ikut campur urusan ayah dan anak itu.

Setelah kepergian sang Mama hubungan Ziana dengan papa memang menjadi renggang.

Bagas menjadi jarang pulang kerumah dan lebih memilih untuk tinggal di kantornya.

Bagas sangat membenci mantan istrinya dan semakin hari, wajah Ziana semakin mirip dengan wanita itu, wanita yang dia cintai sekaligus dia benci.

Itulah sebabnya Bagas menghindari anaknya, dia tidak ingin Ziana putri kecilnya menjadi tempat pelampiasan amarahnya terhadap wanita itu karna wajah mereka yang begitu mirip.

Sedangkan Ziana ditinggal dirumah bersama mbok Tin dan beberapa art lainnya.

Ziana yang selalu merindukan papa, perlahan mulai mengerti bahwa dirinya memang anak yang tidak diinginkan oleh kedua orangtuanya.

Ziana tidak membenci mama ataupun papanya, karena jauh didalam lubuk hatinya Ziana sangat menyayangi mereka.

Mama Ziana yang bernama Zara pergi dari rumah meninggalkan anak dan suami demi mengejar karirnya yang merupakan seorang model ternama.

Mereka menikah karena perjodohan, dan Ziana adalah anak yang tidak pernah diinginkan oleh Zara.

Ketika mengandung Ziana berkali-kali Zara mencoba menggugurkan kandungannya, karena menganggap kehamilannya adalah sebuah bencana. Namun Bagas selalu bisa mencegahnya.

Bagi Zara, Ziana adalah penghalang baginya untuk bisa terus berkarir.

Bahkan ketika Ziana lahir pun Zara tidak pernah sekalipun mau mengurusnya.

Hampir setiap hari Bagas dan Zara bertengkar di hadapan Ziana, dan Zara selalu mengatakan bahwa Ziana adalah anak yang tidak pernah dia inginkan, Ziana adalah anak pembawa sial.

Ziana yang saat itu berumur 4 tahun mulai sedikit mengerti tentang pertengkaran kedua orangtuanya karena kehadiran dirinya. Dia bukan anak yang diinginkan, karena dia pembawa sial begitulah pikir Ziana.

Karena itulah kenapa Ziana ingin merintis usahanya sendiri tanpa bantuan Bagas, karena Ziana ingin membuktikan kalau dirinya bukanlah sebuah bencana, dirinya bukan anak pembawa sial.

Ziana ingin membuktikan kepada Zara kalau dia bisa berdiri sendiri tanpa bantuan kedua orangtuanya.

" Apa kamu sudah merasa hebat setelah berhasil membangun perusahaan kamu sndiri?" Cetus Bagas lagi.

"Berapa kali papa bilang sama kamu, jangan pedulikan omongan wanita itu"

"Tapi wanita itu adalah ibuku pa"

"Dia tidak pantas disebut ibu" bentak Bagas

Ziana tergugu dengan tangisnya, karena di dalam hatinya, Ziana membenarkan perkataan sang papa.

Claudia bangkit kemudian mendekap Ziana.

"Mas sudah kasian Ziana" lerai Claudia.

Setelah tangisnya reda Ziana bangkit.

"Ziana pamit pa, tadi saya kesini karena cuma ingin ketemu sama Zoey" ujarnya.

"Apa tidak sebaiknya kamu menginap saja ini sudah malam" cegah Claudia.

"Tidak perlu Ma, tadi Ziana udah ketemu sama Zoey"

Meskipun Claudia hanya ibu sambung namun hubungan mereka sangat baik.

"Tapi.." belum sempat Claudia menjawab Bagas sudah lebih dulu memotongnya.

" Biarkan dia pergi" sela Bagas kemudian berjalan kearah tangga menuju kamarnya.

"Titip salam buat Zoey, saya pamit.  Assalamualaikum" pamit Ziana.

"Wa'alaikumsalam" hanya Claudia yang menjawab salam sedangkan Bagas sudah tidak terlihat lagi disana.

'Maafkan papa yang pengecut ini nak'  ucapnya pelan menatap kepergian anaknya dari jendela, tanpa sadar air matanya menetes namun buru-buru dihapus karena tidak ingin Claudia melihatnya menangis.

.

.

.

.

Terpopuler

Comments

kalea rizuky

kalea rizuky

ayah g tau diri

2024-01-16

1

Astuti tutik2022

Astuti tutik2022

Hhhmmm ya ya ya memang pantas mengakui diri sendiri pengecut sich

2023-12-12

0

Bagus Prakoso

Bagus Prakoso

kesusahan memisahkan perasaannya sendiri yach

2023-06-25

0

lihat semua
Episodes
1 Chapter 1
2 Chapter 2
3 Chapter 3
4 Chapter 4
5 Chapter 5
6 Chapter 6
7 Chapter 7
8 Chapter 8
9 Chapter 9
10 Chapter 10
11 Chapter 11
12 Chapter 12
13 Chapter 13
14 Chapter 14
15 Chapter 15
16 Chapter 16
17 Chapter 17
18 Chapter 18
19 Chapter 19
20 Chapter 20
21 Chapter 21
22 Chapter 22
23 Chapter 23
24 Chapter 24
25 Chapter 25
26 Chapter 26
27 Chapter 27
28 Chapter 28
29 Chapter 29
30 Chapter 30
31 Chapter 31
32 Chapter 32
33 Chapter 33
34 Chapter 34
35 Chapter 35
36 Chapter 36
37 Chapter 37
38 Chapter 38
39 Chapter 39
40 Chapter 40
41 Chapter 41
42 Chapter 42
43 Chapter 43
44 Chapter 44
45 Chapter 45
46 Chapter 46
47 Chapter 47
48 Chapter 48
49 Chapter 49
50 Chapter 50
51 Chapter 51
52 Chapter 52
53 Chapter 53
54 Chapter 54
55 Chapter 55
56 Chapter 56
57 Chapter 57
58 Chapter 58
59 Chapter 59
60 Chapter 60
61 Chapter 61
62 Chapter 62
63 Chapter 63
64 Chapter 64
65 Chapter 65
66 Chapter 66
67 Chapter 67
68 Chapter 68
69 Chapter 69
70 Chapter 70
71 Chapter 71
72 Chapter 72
73 Chapter 73
74 Chapter 74
75 Chapter 75
76 Chapter 76
77 Chapter 77
78 Chapter 78
79 Chapter 79
80 Chapter 80
81 Chapter 81
82 Chapter 82
83 Chapter 83
84 Chapter 84
85 Chapter 85
86 Chapter 86
87 Chapter 87
88 Chapter 88
89 Chapter 89
90 Chapter 90
91 Chapter 91
92 Chapter 92
93 Chapter 93
94 Chapter 94
95 Chapter 95
96 Chapter 96
97 Chapter 97
98 Chapter 98
99 Chapter 99
100 Chapter 100
101 Chapter 101
102 Chapter 102
103 Chapter 103
104 Chapter 104
105 Chapter 105
106 Chapter 106
107 Chapter 107
108 Chapter 108
109 Chapter 109
110 Chapter 110
111 chapter 111
112 Chapter 112
113 Chapter 113
114 Chapter 114
115 Chapter 115
116 Chapter 116
117 Chapter 117
118 Chapter 118
119 Chapter 119
120 Chapter 120
121 Chapter 121
122 Chapter 122
123 Chapter 123
124 Chapter 124
125 Chapter 125
126 Chapter 126
127 Chapter 127
128 Chapter 128
129 Chapter 129
130 Chapter 130
131 Chapter 131
132 Chapter 132
133 Chapter 133
134 Chapter 134
135 Chapter 135
136 Chapter 136
137 Chapter 137
138 Chapter 138
139 Chapter 139
140 Chapter 140
141 Chapter 141 Ibu dan Anak
142 Chapter 142
143 Chapter 143
144 Chapter 144
145 Chapter 145
146 Chapter 146
147 Chapter 147
148 Chapter 148
149 Chapter 149
150 Chapter 150
151 Chapter 151
152 Chapter 152
153 Chapter 153
154 Chapter 154
155 Chapter 155
156 Chapter 156
157 Chapter 157
158 Chapter 158
159 Chapter 159
160 Chapter 160
161 Chapter 161
162 Chapter 162
163 Chapter 163
164 Chapter 164
165 Chapter 165 : apakah dia waras
166 Chapter 166
167 Panggilan baru
168 Chapter 168
169 Bab 169 penyusup
170 Chapter 170
171 Chapter 171
172 Chapter 172
173 Chapter 173
174 Chapter 174
175 Chapter 175
176 Chapter 176
177 Chapter 177
178 Chapter 178
179 Chapter 179
180 Chapter 180
181 Chapter 181
182 Chapter 182
183 Chapter 183
184 Chapter 184
185 Chapter 185
186 Chapter 186
187 Chapter 187 Last
188 Extra part
189 Promo cerita on going
190 bukan extra part : Promo cerita baru
Episodes

Updated 190 Episodes

1
Chapter 1
2
Chapter 2
3
Chapter 3
4
Chapter 4
5
Chapter 5
6
Chapter 6
7
Chapter 7
8
Chapter 8
9
Chapter 9
10
Chapter 10
11
Chapter 11
12
Chapter 12
13
Chapter 13
14
Chapter 14
15
Chapter 15
16
Chapter 16
17
Chapter 17
18
Chapter 18
19
Chapter 19
20
Chapter 20
21
Chapter 21
22
Chapter 22
23
Chapter 23
24
Chapter 24
25
Chapter 25
26
Chapter 26
27
Chapter 27
28
Chapter 28
29
Chapter 29
30
Chapter 30
31
Chapter 31
32
Chapter 32
33
Chapter 33
34
Chapter 34
35
Chapter 35
36
Chapter 36
37
Chapter 37
38
Chapter 38
39
Chapter 39
40
Chapter 40
41
Chapter 41
42
Chapter 42
43
Chapter 43
44
Chapter 44
45
Chapter 45
46
Chapter 46
47
Chapter 47
48
Chapter 48
49
Chapter 49
50
Chapter 50
51
Chapter 51
52
Chapter 52
53
Chapter 53
54
Chapter 54
55
Chapter 55
56
Chapter 56
57
Chapter 57
58
Chapter 58
59
Chapter 59
60
Chapter 60
61
Chapter 61
62
Chapter 62
63
Chapter 63
64
Chapter 64
65
Chapter 65
66
Chapter 66
67
Chapter 67
68
Chapter 68
69
Chapter 69
70
Chapter 70
71
Chapter 71
72
Chapter 72
73
Chapter 73
74
Chapter 74
75
Chapter 75
76
Chapter 76
77
Chapter 77
78
Chapter 78
79
Chapter 79
80
Chapter 80
81
Chapter 81
82
Chapter 82
83
Chapter 83
84
Chapter 84
85
Chapter 85
86
Chapter 86
87
Chapter 87
88
Chapter 88
89
Chapter 89
90
Chapter 90
91
Chapter 91
92
Chapter 92
93
Chapter 93
94
Chapter 94
95
Chapter 95
96
Chapter 96
97
Chapter 97
98
Chapter 98
99
Chapter 99
100
Chapter 100
101
Chapter 101
102
Chapter 102
103
Chapter 103
104
Chapter 104
105
Chapter 105
106
Chapter 106
107
Chapter 107
108
Chapter 108
109
Chapter 109
110
Chapter 110
111
chapter 111
112
Chapter 112
113
Chapter 113
114
Chapter 114
115
Chapter 115
116
Chapter 116
117
Chapter 117
118
Chapter 118
119
Chapter 119
120
Chapter 120
121
Chapter 121
122
Chapter 122
123
Chapter 123
124
Chapter 124
125
Chapter 125
126
Chapter 126
127
Chapter 127
128
Chapter 128
129
Chapter 129
130
Chapter 130
131
Chapter 131
132
Chapter 132
133
Chapter 133
134
Chapter 134
135
Chapter 135
136
Chapter 136
137
Chapter 137
138
Chapter 138
139
Chapter 139
140
Chapter 140
141
Chapter 141 Ibu dan Anak
142
Chapter 142
143
Chapter 143
144
Chapter 144
145
Chapter 145
146
Chapter 146
147
Chapter 147
148
Chapter 148
149
Chapter 149
150
Chapter 150
151
Chapter 151
152
Chapter 152
153
Chapter 153
154
Chapter 154
155
Chapter 155
156
Chapter 156
157
Chapter 157
158
Chapter 158
159
Chapter 159
160
Chapter 160
161
Chapter 161
162
Chapter 162
163
Chapter 163
164
Chapter 164
165
Chapter 165 : apakah dia waras
166
Chapter 166
167
Panggilan baru
168
Chapter 168
169
Bab 169 penyusup
170
Chapter 170
171
Chapter 171
172
Chapter 172
173
Chapter 173
174
Chapter 174
175
Chapter 175
176
Chapter 176
177
Chapter 177
178
Chapter 178
179
Chapter 179
180
Chapter 180
181
Chapter 181
182
Chapter 182
183
Chapter 183
184
Chapter 184
185
Chapter 185
186
Chapter 186
187
Chapter 187 Last
188
Extra part
189
Promo cerita on going
190
bukan extra part : Promo cerita baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!