Setelah mengantar Attar pulang kini Dita mengendarai kembali mobilnya menuju ke kantor sesuai arahan dari Ziana.
Sementara itu di kediaman keluarga Wijaya terjadi kekacauan akibat Attar yang terbangun dari tidurnya dan menangis karena tidak mendapati Aunty Zi nya itu.
Mulai dari Baby sitter sampai seluruh pekerja tidak ada yang bisa membuat tuan muda mereka berhenti menangis.
"duhh... gimana ini mbok tuan muda tidak mau berhenti menangis" ucap Tina panik.
"sebaiknya kamu telpon tuan saja Tin" usul mbok Ijah kepada Tina.
"iya mbok baiklah" jawabnya.
setelah beberapa saat akhirnya datanglah Arash daddy Attar.
"dimana Attar?" tanya Arash saat sudah sampai di ruang tamu.
"tuan muda ada di atas tuan" jawab Tina.
tanpa berkata lagi Arash langsung naik ke kamar Attar yang berada di lantai dua.
Ceklek
Setelah pintu terbuka, perlahan laki-laki itu masuk dan melihat keadaan sang anak. dia begitu khawatir ketika mendapat telpon dari rumah bahwa anaknya tidak berhenti menangis. Arash takut Attar akan sakit apabila menangis terlalu lama.
"hey boy kenapa kau menangis?" ucapnya ketika telah duduk di ranjang sang anak.
"Attar, daddy bertanya loh sayang, apa kau tidak ingin menjawabnya?" ucapnya lagi.
namun anak kecil itu tetap tidak ingin membuka mulutnya untuk berbicara. bahkan dia tidak bergeming dari tempatnya yang sedari tadi memunggungi daddy nya.
"baiklah jika kau tidak ingin berbicara dengan daddy sekarang, daddy akan keluar" ujar Arash.
kemudian dia berjalan mendekat untuk mencium kepala sang anak. setelah itu laki-laki itu benar-benar keluar dari kamar tersebut.
"Arash bagaimana, apa Attar mau berbicara?" tanya Arianna omanya Attar.
Arash menggeleng, dia tau anaknya itu memang tertutup, dan irit berbicara.
"Tina sebenarnya ada apa dengan Attar, kenapa dia bisa sampai menangis seperti itu?" tanya Arianna kepada baby sitternya Attar.
"sebenarnya tuan muda kecil mencari nona Ziana nyonya" jawab Tina gugup.
"Ziana siapa yang kamu maksud?" tanyanya heran.
"nona Ziana adalah orang yang tadi menolong tuan muda tuan" ujarnya menjelaskan.
"menolong? ceritakan semuanya" titah Arash penasaran.
akhirnya Tina menceritakan semua kejadian tadi pagi yang di alami tuan muda Attar hingga pertemuan mereka dengan Ziana pun di ceritakan lengkap dengan perlakuan gadis tersebut kepada Attar dan interaksi keduanya ketika saat makan, dan ketika mengantarkannya pulang.
kening Arash mengernyit
Ziana, nama itu sepertinya tidak asing, aku pernah mendengar nama itu tapi dimana" batinnya.
Arianna menoleh kepada Arash dan bertanya "apakah kau mengenal perempuan itu?"
"Aku pernah mendengar namanya tapi kan yang namanya Ziana itu banyak ma bukan hanya satu" ucapnya.
"ya kau benar, sebaiknya kita tunggu saja adikmu mungkin Attar mau berbicara jika dengan Aruna." ujar mama.
"kapan dia pulang ma?" tanya Arash.
"mungkin besok dia akan pulang" ujar mama
ya sudah mama mau istirahat, kau juga istirahatlah." ujar mamanya lagi.
"iya ma" ucap Arash.
kemudian mereka berlalu meninggalkan ruangan tersebut dan menuju ke kamar mereka masing-masing.
Jam sudah menunjukkan pukul 07.00 malam, waktunya untuk makan malam di kediaman Wijaya. Semua anggota keluarga sudah berkumpul, Kecuali Aruna yang sedang ada camping, dan Attar yang masih ada di kamarnya.
"Arash, kemana Attar kenapa belum turun juga?" tanya Arnan ayah Arash yang juga opa dari Attar.
"Dia masih ada di kamarnya Pa" jawab Arash.
"sebaiknya kamu panggil dia dulu" titah Arnan. Namun baru saja Arash berdiri dari duduknya, anak kecil itu sudah muncul dengan langkah kecilnya, tanpa berkata apapun kemudian langsung saja menarik kursi untuknya duduk.
mereka makan malam dengan tenang tanpa ada yang berbicara lagi.
setelah selesai Arnan berdiri kemudian berkata kepada Arash "Ada hal yang mau papa diskusikan, papa tunggu di ruang kerja" ujarnya kemudian berlalu ke ruangan yang di maksud.
setelah kepergian kedua lelaki beda generasi itu tinggalah hanya Arianna dan Attar di meja itu. Arianna terus memperhatikan tingkah cucunya yang sedari tadi hanya diam dan terlihat tidak berselera makan.
"jangan di paksa jika memang tidak suka" ucap Arianna.
Anak kecil itu mendongak "maaf oma" ujarnya kemudian mendorong piring yang masih banyak isinya tersebut.
"katakan kau mau makan apa? nanti biar oma yang buatkan" tanyanya membelai kepala sang cucu yang terlihat murung itu.
"tidak perlu oma, Attar mau ke kamar saja" katanya kemudian berjalan meninggalkan meja makan dan naik ke atas kamarnya.
....
Maaf apabila feelnya gak dapat yaa':(
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
N Wage
A5😁...eh barangkali nama mamanya attar jg berawalan A,jd A6
2024-01-18
2
Kenzi Kenzi
keluarga a.....
2023-12-15
0
Astuti tutik2022
Kukasih mawar sekebon buatmu thoor..... 🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
2023-12-12
0