Hari berlalu, kini perusahaan yang dikelola oleh Ziana semakin berkembang bahkan sudah mampu mengalahkan beberapa perusahaan besar seperti Bagaskara Group dan Wijaya Group.
Berkat kepintaran dan ide-ide cemerlangnya Ziana mampu bersaing dengan perusahaan besar lainnya.
Perusahaan Ziana kini meduduki peringkat 1 sebagai perusahaan terbaik sekaligus menjadikan Ziana sebagai pengusaha terkaya di kota itu.
Namun meskipun menduduki peringkat 1, tak banyak yang mengetahui seperti apa rupa dari pemilik Calista Group, pasalnya Ziana jarang tampil di depan umum.
Hanya Dita lah yang selalu menggantikannya untuk hadir di berbagai acara para koleganya.
Kadang sang sekretaris itu mengeluh namun tak berani membantah ucapan sang atasan.
•
•
•
Sementara itu di perusahaan Wijaya Group terjadi kekacauan, pasalnya semua ide-ide produk yang akan diluncurkan telah di retas oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab.
"Pak, Tuan Arnan mengalami serangan jantung di ruangannya" lapor sekertaris Arnan kepada Arash.
Saat itu Arash tengah membantu tim IT perusahaannya untuk meningkatkan keamanan, namun belum selesai 1 masalah, masalah yang lebih besar muncul.
"Apa?" Tanya Arash kaget.
"Iya pak Tuan harus cepat dibawa ke rumah sakit" suara sekertaris itu menyadarkan Arash.
Dengan cepat Arash berlari keruangan Arnan papanya.
Sesampainya dirumah sakit Arnan langsung di tangani oleh dokter.
Tak lama kemudian Arianna dan Aruna datang setelah mendapat kabar mereka segera kerumah sakit.
"Arash bagaimana keadaan papa" tanya mama yang sudah menangis.
Arash menghampiri Arianna dan memeluk wanita yang sudah melahirkannya itu.
"Ma.. tenanglah papa masih dirawat" ucap Arash menenangkan.
"Tapi bagaimana ini bisa terjadi?" Tanya Arianna lagi.
" Di kantor lagi ada masalah Ma" jawab Arash.
Setelah menjelaskan kronologinya Ariana tambah menangis begitupun dengan Aruna.
Cklek
Dokter telah keluar dari ruang pemeriksaan.
Bergegas mereka menghampiri dokter tersebut.
"Bagaimana dok keadaan suami saya?" Tanya Arianna tak sabar.
"Pasien sudah melewati masa kritisnya, beruntung pasien cepat dibawa kesini jadi bisa cepat kami tangani" ujar dokter menjelaskan.
"Apakah saya sudah boleh menjenguk suami saya dok?" Tanya Arianna lagi.
"Boleh setelah dipindahkan ke ruang inap, tapi sebaiknya jangan terlalu banyak yang masuk" ucap dokter itu.
"Kenapa dok?" Kini Arash yang bertanya.
"Kondisi pasien masih lemah setelah melewati masa kritisnya" ujar dokter menjelaskan.
"Baiklah, kalau begitu terimakasih dok" ucap Arash.
Dokter itu mengangguk "kalau begitu saya permisi dulu".
Kini Arnan sudah dipindahkan ke ruang inap.
Arash dan Aruna hanya menunggu diluar sedangkan Ariana sudah masuk.
Tiba- tiba ponsel Arash berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
"Kakak angkat telepon dulu ya" pamit Arash kepada adiknya.
"Halo"
......
"Baiklah saya segera kesana"
Tuutt
Arash mematikan sambungan teleponnya dan bergegas kembali keruangan sang papa.
Namun dari kejauhan Arash melihat Aruna tengah memeluk erat seorang wanita sambil menangis.
"Siapa wanita yang sedang di peluk oleh Aruna?" Tanya Arash pada dirinya sendiri.
"Ah sudahlah sekarang itu tidak penting, yang terpenting aku harus kembali kekantor dulu" ucapnya pada diri sendiri.
"Dek, kakak harus kembali kekantor, ada masalah yang harus diselesaikan" pamit Arash kepada Aruna tanpa menoleh sedikitpun kearah wanita yang tadi dipeluk oleh adiknya.
"Iya kak" ucap Aruna singkat.
"Kamu jagain mama ya, kalau ada apa-apa segera telepon kakak" pesan Arash.
" Iya kak, kakak tenang aja" ucap Aruna
" Yasudah kakak pergi dulu ya" ucapnya sambil mengusap pucuk kepala Aruna kemudian berlalu begitu saja tanpa mengatakan apapun kepada wanita yang duduk disebelah Aruna.
*****
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 190 Episodes
Comments
Kenzi Kenzi
diem2 bae bang
2023-12-15
0
Astuti tutik2022
Zianakh yg dipeluk
2023-12-12
1
Arin
critanya menarik...😍
2023-12-08
0